Sistem Evaluasi
Sistem evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan studi mahasiswa antara lain dengan cara ujian tertulis, ujian lisan, ujian dalam bentuk seminar, ujian dalam bentuk penulisan karangan atau kombinasi dari cara – cara tersebut di atas.
Tujuan Evaluasi
Tujuan dilaksanakan evaluasi ini antara lain: Menilai kemampuan mahasiswa terhadap penguasaan bahan yang disajikan dalam suatu mata kuliah/praktikum. Mengelompokkan mahasiswa kedalam beberapa golongan berdasarkan kemampuan yaitu:
Menilai apakah bahan mata kuliah yang disajikan dan cara penyajiannya telah sesuai dan baik sehingga mahasiswa dapat memahami dan menguasai mata kuliah tersebut.
Komponen Evaluasi
Evaluasi dari suatu mata kuliah mencakup beberapa komponen penilaian yaitu:
Persentase dari komponen-komponen itu tergantung pada kebijaksanaan dosen yang bersangkutan.
Metode Penilaian dan Sistem Konversi Nilai
Metode penilaian ada dua macam yaitu metode PAN (Penilaian Acuan Normal) dan metode PAP (Penilaian Acuan Patokan). Metode penilaian mana yang dipakai,tergantung pada kondisi yang memenuhi persyaratan di bawah ini :
a. Metode PAN digunakan berdasarkan pada :
b. Metode PAP digunakan berdasarkan pada :
Tabel Konversi Nilai
a. Memakai Metode PAN (Penilaian Acuan Normal) dengan tingkat Mean ≥ 55.
No. | Nilai Angka | Nilai Huruf |
1. | X ≥ M + 1,5 S | A |
2. | M + 1,5 S > X ≥ M + 0,5 S | B |
3. | M + 0,5 S > X ≥ M – 0,5 S | C |
4. | M – 0,5 S > X ≥ M – 1,5 S | D |
5. | X < M – 1,5 S | E |
M = Mean ; S = Standar Deviasi ; X = Nilai Angka |
b. Memakai Metoda PAN (Penilaian Acuan Normal) dengan Mean < 55
No. | Nilai Angka | Nilai Huruf |
1. | X ≥ M + 1,7 S | A |
2. | M + 1,7 S > X ≥ M + 0,7 S | B |
3. | M + 0,7 S > X ≥ M – 0,3 S | C |
4. | M – 0,3 S > X ≥ M – 1,3 S | D |
5. | X < M – 1,3 S | E |
M = Mean ; S = Standar Deviasi ; X = Nilai Angka |
c. Memakai metode PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan tingkat kompetensi tinggi
No. | Nilai Angka | Nilai Huruf |
1. | 86 – 100 | A |
2. | 71 – < 86 | B |
3. | 56 – < 71 | C |
4. | 41 – < 56 | D |
5. | 0 – < 41 | E |
d. Memakai Metode PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan tingkat kompetensi sedang
No. | Nilai Angka | Nilai Huruf |
1. | 86 – 100 | A |
2. | 71 – < 86 | B |
3. | 56 – < 71 | C |
4. | 41 – < 56 | D |
5. | 0 – < 41 | E |
Perbaikan Nilai
Mahasiswa dibenarkan memperbaiki nilai suatu mata kuliah dengan persyaratan sebagai berikut:
Nilai Tunda (T)
Nilai tunda (T) diberikan atau dicantumkan dalam Daftar Peserta Nilai Akhir (DPNA), apabila sampai pemberian nilai akhir mata kuliah yang bersangkutan, mahasiswa belum dapat memenuhi persyaratan yang diharuskan antara lain :
Perubahan Nilai Tunda (T)
Perubahan nilai Tunda (T) menjadi nilai A,B,C,D atau E dilakukan oleh tenaga pengajar/dosen yang bersangkutan apabila :
Indeks Prestasi (IP)
Keberhasilan Studi mahasiswa tiap semester dinyatakan dengan nilai Indeks Prestasi (IP). Nilai IP ini menentukan jumlah beban kredit (SKS) maksimum yang boleh diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan pada semester yang berikutnya. Nilai IP ini ditentukan dengan menggunakan rumus :
IP = {Jumlah (K x N )} : (Jumlah K )
dimana,
Contoh
Nilai A = 4, Nilai B = 3, Nilai C = 2, Nilai D = 1, Nilai E = 0.
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat keterkaitan antara beban kredit yang boleh diambil pada semester berikutnya dengan nilai IP yang diperoleh pada semester itu.
Tabel. Hubungan antara IP dengan Beban Kredit
No. | Nilai IP | Beban Kredit ( SKS ) |
1. | ≥ 3,00 | 21 – 24 |
2. | 2,50 – < 3,00 | 18 – 21 |
3. | 2,00 – < 2,50 | 15 – 18 |
4. | 1,50 – < 2,00 | 12 – 15 |
5. | 0 – < 1,50 | ≤ 11 |
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
Keberhasilan studi mahasiswa dari sejak semester pertama sampai dengan semester saat itu dinyatakan dengan nilai Indek Prestasi Kumulatif (IPK). Nilai IPK ini ada hubungan dengan katagori keberhasilan studi mahasiswa. Nilai IPK dihitung dengan menggunakan rumus:
IPK = {Jumlah (Kt x N) } : (Jumlah Total Kt)
dimana :
Batas Masa Studi
Program Diploma/Sarjana Perguruan Tinggi harus dapat diselesaikan dalam masa paling lama 8/10 semester terhitung mulai saat mahasiswa terdaftar untuk pertama kalinya. Bagi mahasiswa yang mengambil cuti akademik paling banyak 2 Semester maka batas masa studinya dapat diperpanjang sesuai dengan lama cuti akademik yang diambil. Bagi mahasiswa yang tidak mendaftar ulang (tidak aktif akademik) dan tidak mengambil cuti akademik (tidak ada suratcuti akademik) maka semester itu tetap dihitung dalam penentuan batas masa studi. Apabila lewat dari batas maksimum masa Studi tersebut, mahasiswa belum menyelesaikan studinya (belum sidang proyek akhir) maka mahasiswa yang bersangkutan akan dikeluarkan (DO) dari Perguruan Tinggi dengan Keputusan Pimpinan
Evaluasi Keberhasilan Studi
Mahasiswa dinyatakan telah menyelesaikan studi Program Diploma/Sarjana Perguruan Tinggi apabila telah memenuhi syarat kelulusan.
Syarat Kelulusan
Katagori Kelulusan
Setiap lulusan program Diploma/Sarjana Perguruan Tinggi, dinyatakan dengan katagori kelulusan yaitu Pujian, Sangat memuaskan dan Memuaskan dengan masing-masing persyaratan seperti pada tabel di bawah ini ;
Tabel Kategori Kelulusan
No. | Kategori | Persyaratan |
1. | Pujian | IPK ≥ 3,51 *) Masa Studi ≤ 8 Semester Tidak ada nilai C |
2. | Sangat memuaskan | IPK ≥ 2,76 *) |
3. | Memuaskan | IPK ≥ 2,75 *) |
Catatan :
Diskusi
Belum ada komentar.