//
you're reading...
Pendidikan

SOP KETIGA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN INDUSTRI

1. Pengertian

Pelaksanaan pembelajaran adalah proses kegiatan belajar mahasiswa sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam profil lulusan untuk mencapai penguasaan kompetensi.

Proses pembelajaran di perguruan tinggi dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademik, mental dan kepribadian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Proses pembelajaran/pelatihan Industri (di dunia kerja) dimaksudkan untuk menguasai kompetensi terstandar, mengembangkan dan menginternalisasi sikap dan nilai profesionalisme sebagai tenaga kerja yang berkualitas unggul, baik bekerja pada pihak lain maupun sebagai pekerja mandiri (Wirausaha)

2. Tujuan

Pelaksanaan pembelajaran dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademik dan pembentukan softskill dengan menguasai kompetensi yang terstruktur dan terstandarisasi sebagai tenaga kerja profesional berkualitas unggul sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja

3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan aspek – aspek :

  • Penguasaan kompetensi – kompetensi sebagai penciri program studi
  • Penguasaan kompetensi – kompetensi sebagai penciri perguruan tinggi
  • Memiliki pemahaman dan pengetahuan softskill (watak, sikap dan  perilaku ) dalam kehidupan sehari – hari

4.  Prosedur

Prosedur pelaksanaan pembelajaran  menerapkan prinsip – prinsip pembelajaran Industri sebagai berikut ;

  • Persiapan
  • Inventarisir sumber daya pembelajaran
  • Persiapan sumber belajar dilapangan
  • Penialaian kesiapan pembelajaran
  • Pelaksanaan pembelajaran Industri

sop-ketiga-pelaksanaan-pembelajaran-di-industri

a.  Persiapan

1)  Membaca Modul

Membaca modul merupakan kegiatan pertama mahasiswa sebelum melakukan kegiatan-kegiatan yang dicantumkan dalam modul. Mahasiswa perlu memahami dengan jelas petunjuk-petunjuk dalam modul, jika belum jelas, perlu berkonsultasi dengan dosen. Tujuan membaca modul adalah mahasiswa dapat melakukan pembelajaran dengan benar.

2)  Menginventaris tempat pembelajaran

Inventarisasi tempat pembelajaran merupakan proses penghimpunan informasi tentnag tempat yang dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran, dengan memperhatikan psrinsip pembelajaran berbasis KKNI, karakteritiristik  materi yang dipelajari dan kebutuhan individual mahasiswa. Tempat pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran berbasis KKNI adalah tempat dimana kompetensi yang dipelajari dapat diimplementasikan (dunia kerja sesungguhnya), atau setidak-tidaknya merupakan replika (model rekayasa) dari kondisi yang sesungguhnya.

Tujuan dari inventarisasi tempat pemebelajaran ini untuk memperoleh tempat pembelajaran yang paling sesuai untuk melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan. Inventarisasi dapat dilakukan dengan dua kegiatan:

Penjajagan tempat pembelajaran

Penjajagan tempat pembelajaran adalah proses menentukan tempat pembelajaran yang memenuhi syarat sesuai dengan tuntutan prinsip pembelajaran berbasis KKNI. Langkah-langkah tempat pembelajaran adalah sebagai berikut:

  • Membuat acuan yang dijadikan dasar penetapan tempat pembelajaran yang dikembangkan atas dasar tuntutan prinsip pembelejaran berbasis KKNI, kesesuaian dengan karakteristik materi yang dipelajari dan kesesuaian dengan kebutuhan individual mahasiswa
  • Menginventarisasi tempat-tempat yang memenuhi persayaratan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis KKNI
  • Menjajagi kemungkinan penggunaan tempat-tempat tersebut untuk dijadikan tempat pembelajaran mahasiswa melalui upaya negosiasi dengan pemiliki (yang berwenang).

Penentuan tempat pembelajaran

Penentuan tempat pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Menetapkan tempat pembelajaran yang sesuai dengan acuan/kriteria penilaian yang terdapat dalam RPS
  • Membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pemilik (yang berwenang) tentang kesepakatan penggunaan fasilitas yang dikuasainya menjadi tempat pembelajaran

b. Pelaksanaan

1) Negosiasi dengan pihak yang mewenangi tempat/sumber belajar

Negosiasi dengan pihak yang mewenangi tempat/sumber belajar adalah kegiatan untuk memperoleh izin menggunakan tempat/sumber belajar di luar perguruan tinggi. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen pendamping/instruktur. Tujuan kegiatan ini adalah agar mahasiswa dapat menggunakan tempat atau sumber belajar yang direncanakan dalam perkuliahan.

2) Pelaksanaan pemelajaran

Pelaksanaan pemelajaran berbasis KKNI bertujuan untuk memenuhi program pembelajaran yang ditetapkan. Sehingga tujuan program pelatihan dapat tercapai. Pelaksanaan pembelajaran berbasis KKNI dilakukan dengan pengaturan sebagai berikut:

Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Ciri/Operasionalisasi pembelajaran di perguruan tinggi adalah sebagai berikut:

  • Pembelajaran bersifat normatif dan produktif
  • Pembelajaran bersifat produktif ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian yang luas, kuat, mendasar, serta penguasaan alat dan teknik bekerja yang tepat sesuai dengan kompetensi-kompetensi yang terdapat pada profil lulusan masing-masing program studi.
  • Melibatkan industri dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi terutama untuk meningkatkan penguasan kompetensi mahasiswa terhadap dasar-dasar keahlian yang benar serta memberikan wawasan tentang duania kerja sesuai dengan kompetensi-kompetensi yang terdapat pada profil lulusan masing-masing program studi.
  • Penatalaksanaan program merupakan tanggung jawab Pudir I, Ka, Jurusan, Kepala Program Studi, Kepala Laboratorium/Bengkel
  • Mahasiswa yang berminat untuk bekerja mandiri (berwirausaha), perlu mendapatkan bimbingan khusus yang memadai dari Perguruan Tinggi, yang tidak hanya pengetahuan bisnis secara teoritis, tetapi juga harus dibina dan dilatih dengan pengalaman berwirausaha atau berbisnis secara nyata dan bertahap
  • Bimbingan berwirausaha antara lain mencakup aspek: 1) analisis pasar; 2) merencanakan; 3) melaksanakan produksi (barang atau jasa); 4) memasarkan hasil; 5) mengevaluasi; 6) membuat laporan hasil usaha; 7) membuka jejaring kerja dengan pihak lain
  • Apabila praktik beriwirausaha tersebut memberikan waktu pembelajaran yang lebih banyak, maka perguruan tinggi dapat menyesuaikan jumlah jam yang ada di dalam struktur program studi baik secara normatif maupun produktif. Pengaturan tersebut dilakukan secara rasional, selaras dan seimbang.
  • Pengalaman berwirausaha dapat dilaksanakan di perguruan tinggi melalui pembukaan kelas wirausaha yang sesuai dengan minat mahasiswa dan potensi pasar.

Pembelajaran di Industri

Ciri/operasionalisasi pembelajaran di Industri (Dunia Kerja) adalah sebagai berikut:

  • Mahasiswa yang mengikuti pelatihan di Industri adalah mereka yang telah memenuhi persayaratan minimal yang telah ditetapkan, baik pada saat penerimaan maupun pada saat pemilihan program pelatihan industri
  • Industri dapat melakukan pemilihan peserta dan memberikan pembekalan kemampuan tambahan, agar benar-benar siap dan memenuhi kebutuhan standar minimal sesuai denga persyaratan kerja yang ada.
  • Kegiatan pelatihan industri dilaksanakan sesuai dengan dengan program bersama sesuai dengan yang telah disepakati
  • Kegiatan peserta di industri merupakan kegiatan bekerja langsung pada pekerjaan yang sesungguhnya, untuk menguasai kompetensi yang benar dan terstandar, sekaligus menginternalisasi sikap dan etos kerja yang positif sesuai dengan persyaratan tenaga kerja profesional pada bidang keilmuannya.
  • Lamanya kegiatan di suatu industri, ditentukan atas dasar jumlah waktu belajar yang dipersyaratkan untuk mengusai kompetensi yang dipelajarinya. ( waktu pelaksanaan 4 bulan sampai 12 bulan atau selama 2 semester/tahun)
  • Pelaksanaan di industri dilengkapi dengan: 1) agenda kegiatan (logbook); 2) perangkat monitoring; 3) kontrak kerja; 4) asuransi kecelakaan; dll
  • Kegiatan pembelajaran KKNI berbasis produksi setelah penyiapan komponen-komponen/sarana pembelajaran dipastikan kesiapannya, untuk mengantisipasi terjadinya hambatan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Hasil pelaksanaan pembelajaran di perguruan tinggi maupun di industri, adalah dicapainya pengusaan sejumlah kompetensi yang direncanakan dalam program pelatihan oleh mahasiswa. Semua hal-hal penting yang terkait, terekam dalam data base perguruan tinggi.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: