//
you're reading...
Pendidikan

SOP KEDUA PENYUSUNAN PROGRAM PEMBELAJARAN Pada PROGRAM STUDI

1. Pengertian

Penyusunan program pembelajaran adalah kegiatan merencanakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi.

2. Tujuan

Penyusunan program pembelajaran untuk menyiapkan acuan pelaksanaan pencapaian kompetensi bagi mahasiswa (peserta diklat) dan acuan pelaksanaan bagi dosen ;

3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari penyusunan program pembelajaran meliputi ;

3.1.  Model pembelajaran

  • Di dalam ruang kuliah
  • Di dalam bengkel / workshop / laboratorium dan kuliah lapangan
  • Program kewirausahaan
  • Program magang industry

3.2    Penyusunan jadwal

3.3.   System pembelajaran modular

3.4    Rencana pembelajaran per kompetensi

4. Prosedur

Prosedur penyusunan program pembelajaran dilakukan dengan tahapan – tahapan sebagai berikut ;

  • Penjelasan mengenai pembelajaran modular
  • Penawaran paket kompetensi dan jadwal pelaksanaan kompetensi
  • Penyusunan program pencapaian kompetensi
  • Program pembelajaran per kompetensi

sop-program-pembelajaran

A. Penjelasan Pembelajaran Modular

Pembelajaran modular merupakan tata cara pembelajaran yang terdiri dari satuan-satuan unit kompetensi utuh yang ditempuh secara bertahap untuk mencapai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CP-MK). Peserta Diklat harus menyelesaikan satu unit kompetensi secara utuh sebelum melanjutkan ke kompetensi berikutnya. Bahan ajar untuk setiap unit kompetensi dapat dikemas dalam bentuk modul yang dapat dipelajari oleh peserta Diklat.

Penjelasan pembelajaran modular adalah kegiatan Dosen/Instruktur/Teknisi untuk membekali peserta Diklat mengenai tata cara pembelajaran paket-paket (modul) kompetensi. Penjelasan ini perlu diberikan karena pembelajaran modular menuntut peserta didik belajar secara mandiri. Penjelasan dimaksud berangkat dari asumsi bahwa pembelajaran pendidikan vokasional (Politeknik) sudah dilengkapi dengan bahan ajar berbentuk modul, dari manapun asalnya termasuk modul yang sudah disiapkan oleh Dosen

B. Penawaran Kompetensi-Kompetensi dan Jadwal 

Penawaran kompetensi dan jadwal adalah penjelasan tentang kompetensi-kompetensi apa dan paket kewirausahaan apa yang dapat dipelajari pada satuan waktu belajar tertentu disertai jadwal pelaksanaannya kepada peserta Diklat.

Penawaran kompetensi bertujuan dan jadwal bertujuan agar peserta diklat dapat mengetahui kompetensi-kompetensi yang dapat dipelajari dan paket kewirausahaan dan diikuti dalam satu satuan waktu tertentu, jadwal pelaksanaan proses pembelajaran, serta prosedur penyusunan KRS, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Ketua/Penanggung Jawab Program Diklat dan Pihak yang terkait menyusun rencana kegiatan pembelajaran secara bersama-sama. Hal-hal yang harus disiapkan terutama adalah bahan tertulis tentang Rencana Program Semester (RPS), jadwal, pengaturan ruang belajar (Kelas, Workshop, Laboratorium, dll) dan penyiapan alat bantu Audio-Visual.

2)  Menginformasikan bahan tersebut kepada peserta didik sebagai berikut:

  • pengertian kompetensi, secara sederhana dengan pemberian contoh-contoh nyata
  • kaitan antar kompetensi dengan pekerjaan di dunia kerja (Dunia Industri/Dunia Usaha)
  • kaitan antar kompetensi dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
  • bagaimana belajar menggunakan modul
  • di mana mahasiswa dapat mengikuti kegiatan belajar
  • apa peran dan tugas Dosen/Instruktur/Dosen Tamu/Instruktur di Dunia Industri dalam proses belajar Mahasiswa
  • tindakan apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya jika Mahasiswa mengalami kesulitan belajar
  • bagaimana penguasaan hasil belajar dalam bentuk kompetensi dapat dievaluasi
  • bagaimana mahasiswa menggunakan perolehan hasil belajarnya

Penjelasan dapat dilaksanakan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan kondisi Perguruan Tinggi masing-masing

C. Penyusunan Program Pencapaian Kompetensi

Penyusunan rencana pencapaian kompetensi merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta didik dalam merencanakan kompetensi yang akan dipelajari dalam satu satuan waktu belajar tertentu. Rencana belajar ini disusun dengan mengacu pada diagram pencapaian kompetensi yang tertuang dalam CP-Mata Kuliah dan CP KKNI Level 6 Politeknik (Vokasional Keteknikan), serta disesuaikan dengan tingkat penguasaan prasyarat atau kompetensi awal peserta didik.

Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, yakni:

  1. memperoleh acuan tertulis tentang rencana pencapaian kompetensi setiap mahasiswa. Acuan ini dipergunakan sebagai komunikasi antara mahasiswa dengan pembimbing dalam hal pelaksanaan belajar
  2. menyiapkan mental mahasiswa (peserta diklat) dalam pelaksanaan kegiatan belajar
  3. mengembangkan sikap disiplin dan kebiasaan merekam/mencatat (recording) suatu kegiatan ke dalam lembaran/buku bukti rekaman hasil belajar (logbook)

Pelaksanaan penyusunan program  pencapaian kompetensi mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. peserta diklat diberi penjelasan mengenai prinsip-prinsip belajar menggunakan modul
  2. peserta diklat diberi daftar kompetensi dan jadwal pelakasaan pembelajaran
  3. peserta diklat memilih kompetensi-kompetensi yang ingin dan mungkin dipelajari dalam satu periode waktu belajar yang akan berjalan. selama pengisian, peserta diklat diberi kesempatan untuk mendiskusikan atau memperoleh bimbingan
  4. peserta diklat mengisi KRS yang disetujui oleh pembimbing untuk melihat kesesuaian rencana belajar dengan kemampuan dan kondisi yang ada
  5. peserta diklat mengumpulkan modul-modul kompetensi yang dipelajari
  6. data yang dihasilkan dimasukkan kedalam data base pendidikan sebagai dasar untuk mengetahui perkembangan/kemajuan belajar yang dilaksanakan pada periode awal

D. Penyusunan Rencana Pembelajaran Kompetensi

Penyusunan rencana per kompetensi adalah kegiatan merencanakan pembelajaran masing-masing kompetensi yang harus diikuti oleh peserta didik sesuai pilihannya. Rencana Pembelajaran diwujudkan dalam skenario (strategi) pembelajaran yang mengintegrasikan substansi non instruksional dengan penerapan pembelajaran Berbasis Produksi (Production Based Training)

Penyusunan ini bertujuan untuk memperoleh suatu acuan bagi Dosen dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga dapat membantu proses belajar peserta diklat secara optimal. Penyusunan dilaksanakan melalui tahapan/langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mengintegrasikan substansi non instruksional khususnya aspek kecakapan hidup (SoftSkill) ke dalam substansi non instruksional
  2. Memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan karakteristik tempat pembelajaran

Hasil penyusunan pembelajaran ini dituangkan dalam RPS dengan menggunakan format yang dikembangkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu kepada format standar

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: