//
you're reading...
Aplikasi Statistik, Desain dan Analisis Eksperimen

RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN ( LATIN SQUARE DESIGN )

Tujuan

Memahami pengertian dan konsep teori serta menyelesaikan masalah dari percobaan dengan teknik analisis Rancangan Bujur Sangkar Latin menggunakan teknologi informasi dan komputasi (CP-KK 4  Level 6 KKNI ; CP-KK 2  Level 5 KKNI)

 Dasar Teori

Rancangan ini terkenal dengan nama bujursangkar lautin, karena tata letak percobaan berbentuk bujur sangkar. Setiap perlakuan hanya diberikan sekali untuk setiap baris dan sesekali untuk setiap kolom. Jika rancangan acak berkelompok hanya mengelomokkan suatu percobaan berdasarkan satu kriteria, rancangan bujur sangkar Latin mampu mengelompokkan satuan percobaan berdsaarkan kriteria melalui pengelompokkan baris dan kolom

Rancangan bujur sangkar Latin mensyaratkan bahwa jumlah ulangan harus sama dengan jumlah perlakuan. Jika kita hendak meneliti pertumbuhan stek suatu tanaman dengan bibit diambil dari 5 daerah yang berbeda, yaitu daerah A, B, C, D dan E, maka kita harus mengatur penanaman sehingga dalam satu baris dan satu kolom hanya ada satu stek A, misalnya, maka desainnya sebagai berikut:

0

Tabel 1

Desain 5×5 artinya terdapat 5 baris dan 5 kolom, atau dapat juga dibuat dengan desain yang lain dimana jumlah baris dan kolom harus sama dengan pengertian lain jumlah perlakuan (treatment) sama dengan jumlah ulangan

Alat dan Bahan

  • Komputer
  • Software SPSS
  • Data penelitian

Percobaan

Contoh

Sebuah perusahaan sedang melakukan penelitian penyimpanan pasca panen dengan menggunakan empat metode penyimpanan yang diuji tehadap lama waktu pembusukan makanan tersebut yang diamati dalam satuan hari menggunakan empat alat. Bila diketahui bahwa setiap alat yang digunakan menurun kemampuannya dibandingkan waktu penyimpanan pertama, maka urutan penyimpanan harus diperhatikan diperoleh rata-rata data penelitian sebagai berikut:

1

Tabel 2

Buat tabel penolong di dari tabel 2 di atas sebagai berikut:

2

Tabel 3

Langkah-Langkah Komputasi

1. Klik Data View pada pojok kiri bawah layar kemudian entri data nilai yang tertera pada data tabel 3 kedalam bentuk berikut untuk format data SPSS data viewer:

4

2. Klik Varibel View pada pojok kiri bawah layar kemudian entri data nama variabel pada data tabel 3 kedalam bentuk berikut untuk format data SPSS variable viewer:

3

3. Pada kolom Values definisikanlah masing-masing kode sebagai berikut: (proses penginputan Value sama pada RAL dan RAK)

Untuk Baris Alat:

  • Ketik 1 pada kolom Value, ketik  Alat I  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 2 pada kolom Value, ketik  Alat II  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 3 pada kolom Value, ketik Alat III  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 4 pada kolom Value, ketik Alat IV  pada kolom Value Label, kemudian klik Add

 Untuk Baris Metode

  • Ketik 1 pada kolom Value, ketik Metode A pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 2 pada kolom Value, ketik Metode B pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 3 pada kolom Value, ketik Metode C pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 4 pada kolom Value, ketik Metode D pada kolom Value Label, kemudian klik Add                  

4. Klik Analyze | General Linier Model | Univariate |

Pindahkan variable “Waktu” kedapam kolom Dependent List, dan Variable “Alat dan Metode” ke kolom Fixed Factor(s)

5

  1. Klik Model

Maka akan tampil kotak dialog Univariate Model. Pada kolom Specify Model, pilih Custom, kemudian sorot satu-satu variable Alat dan Metode, pindahkan ke kolom Model. Pada Build Term(s), pilih menu Main effects setelah itu Continue

6

Klik Post Hoc untuk uji lanjut. Sorot satu-satu variable Alat dan Metode, kemudian pindahkan ke kolom Post Hoc Test for:  Pada kolom Equal Variances Assumed pilih Duncan kemudian klik Continue

7

6. Klik OK

Interpretasi Output SPSS

1. Tabel Univariat Anova, Between-Subjects Factors. Pada kolom ini terlihat ringkasan mengenai sejumlah (N) yang dianalisis, baik pada variabel Metode maupun Alat

8

2. Tabel Univariat Anova, Test of Between-Subjects Factors. Bagian ini menyajikan analisis ragam untuk mengujia pengaruh metode penyimpanan dan alat yang digunakan terhadap lama pembusukan

9n

METODE

Hipotesis

  • H₀  :   Keempat metode mempunyai waktu penyimpanan sama
  • H₁  :   Keempat metode mempunyai waktu penyimpanan berbeda

 Dasar pengambilan keputusan

  • Jika Fhitung < Ftabel atau probabilitasnya > 0,05 maka H₀ diterima
  • Jika Fhitung > Ftabel atau probabilitasnya < 0,05 maka H₀ ditolak

 Keputusan

Pada tabel Test of Between-Subjects Effects dapat dilihat nilai Fhitung nya sebesar 7,500 dan probabilitasnya sebesar 0,008 (<0,05) sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara tiap metode penyimpanan perbedaan yang berarti (signifikan). Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, maka untuk mengetahui letak perbedaannya perlu untuk menguji lebih lanjut (Post Hoc Test).

 ALAT

Hipotesis

  • H₀  :   Keempat alat mempunyai waktu penyimpanan sama
  • H₁  :   Keempat alat mempunyai waktu penyimpanan berbeda

 Dasar pengambilan keputusan

  • Jika Fhitung < Ftabel atau probabilitasnya > 0,05 maka H₀ diterima
  • Jika Fhitung > Ftabel atau probabilitasnya < 0,05 maka H₀ ditolak

Keputusan

Pada tabel Test of Between-Subjects Effects dapat dilihat nilai Fhitung nya sebesar 5,328 dan probabilitasnya sebesar 0,022 (<0,05) sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keempat alat yang digunakan memberikan perbedaan lama pembusukan yang berarti (signifikan). Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, maka untuk mengetahui letak perbedaannya perlu untuk menguji lebih lanjut (Post Hoc Test).

  1. Tabel Post Hoc Test,

Alat

Homogeneous Subsets

10

Metode

Homogenous Subsets

11

Pada tabel di atas populasi-populasi yang mempunyai rata-rata sama dapat dikelompok-kelompokkan menjadi satu subset. Dapat dilihat bahwa empat populasi Alat dikelompokkan menjadi dua subset.

  • Subset 1 : Alat I = Alat IV = Alat III tetapi tidak sama dengan Alat II.
  • Subset 2 : Alat II = Alat II tetapi tidak sama dengan Alat I dan IV.

Sedangkan empat populasi Metode dikelompokkan menjadi tiga subset.

  • Subset 1 : Metode A = Metode B tetapi tidak sama dengan Metode C dan D.
  • Subset 2 : Metode B = Metode D tetapi tidak sama dengan Metode C.
  • Subset 3 : Metode C = Metode D tetapi tidak sama dengan Metode A dan B

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: