//
you're reading...
Aplikasi Statistik, Desain dan Analisis Eksperimen

RANCANGAN BUJUR SANGKAR GRACEO LATIN

Tujuan

Memahami pengertian dan konsep teori serta menyelesaikan masalah dari percobaan dengan teknik analisis Rancangan Bujur Sangkar Graceo Latin menggunakan teknologi informasi dan komputasi (CP-KK 4  Level 6 KKNI ; CP-KK 2  Level 5 KKNI)

Dasar Teori

Pada dasarnya rancangan bujur sangkar Graceo-Latin merupakan gabungan dari dua rangcangan bujursangkar yang saling ortogonal dimana rancangan bujursangkar yang satu terdiri dari huruf latin dan rancnagan bujur sangkar yang lain terdiri dari huruf Yunani (Greek). Dengan demikian, rancangan bujur sangkar Graceo-Latin terdiri dari huruf-huruf Latin dan Yunani (Greek).

Rancangan bujur sangkar Graceo-Latin dapat digunakan untuk mengendalikan tiga sumber keragaman atau sering disebut pengelompokkan dalam tiga arah, sedangkan rangkan bujur sangkar Latin hanya dpat digunakan untuk mengendalikan alat sumber keragaman atau pengelompokkan dua arah. Misalakan dalam sebuah penelitian digunakan beberapa metode, alat dan subjek penelitian, maka setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhitungkan yaitu metode dinotasikan dengan huruf Latin, alat dengan huruf Yunani (Greek) dan subjek (angka), maka desainnya sebagai berikut:

1

Tabel 1

Alat dan Bahan

  • Komputer
  • Software SPSS
  • Data penelitian

Percobaan

Contoh

Sebuah perusahaan sedang melakukan penelitian penyimpanan pasca panen dengan menggunakan lima metode penyimpanan yang diuji tehadap lama waktu pembusukan makanan tersebut yang diamati dalam satuan hari menggunakan lima alat. Selain alat dan metode pengelompokkan juga dilakuakan atas dasar varietas yang yang disimpan, varietas 1, varietas 2, varietas 3, varietas 4 dan varietas 5 , dengan data percobaan disajikan dalam tabel Graceo-Latin sebagai berikut:

2

Tabel 2

Buat tabel penolong di dari tabel 1 di atas sebagai berikut:

3

Tebel 3

Langkah-Langkah Komputasi

1. Data View pada pojok kiri bawah layar kemudian entri data nilai yang tertera pada tabel 3 kedalam bentuk berikut untuk format data SPSS variable viewer:

4

2. Klik Variable View pada pojok kiri bawah layar kemudian entri   nama variabel pada tabel 3 kedalam bentuk berikut untuk format data SPSS data viewer:

5

3. Pada kolom Value definisikanlah masing-masing kode sebagai berikut:

Untuk Baris Alat:

  • Ketik 1 pada kolom Value, ketik  Alat I  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 2 pada kolom Value, ketik  Alat II  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 3 pada kolom Value, ketik Alat III  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • dst ….

 Untuk Baris Metode

  • Ketik 1 pada kolom Value, ketik Metode A pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 2 pada kolom Value, ketik Metode B pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 3 pada kolom Value, ketik Metode C pada kolom Value Label, kemudian klik

Untuk Baris Varietas

  • Ketik 1 pada kolom Value, ketik  Varietas 1  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 2 pada kolom Value, ketik  Varietas 2  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • Ketik 3 pada kolom Value, ketik Varietas 3  pada kolom Value Label, kemudian klik Add
  • dst ….                       
  1. Klik Analyze | General Linier Model | Univariate |

Pindahkan variable “Waktu” kedalam kolom Dependent List, dan Variable “Alat, Metode dan Varietas” ke dalam kolom Fixed Factor(s)

6

  1. Klik Model

Maka akan tampil kotak dialog Univariate Model. Pada kolom Specify Model, pilih Custom, kemudian sorot satu-satu variable Alat, Metode dan Varietas, pindahkan ke kolom Model. Pada Build Term(s), pilih menu Main effects setelah itu Continue

7

Klik Post Hoc untuk uji lanjut. Sorot variable Alat dan Metode, kemudian pindahkan ke kolom Post Hoc Test for:  Pada kolom Equal Variances Assumed pilih LSD dan Duncan kemudian klik Continue

8

  1. Klik OK

Interpretasi Output SPSS

1. Tabel Univariat Anova, Between-Subjects Factors

Pada kolom ini terlihat ringkasan mengenai sejumlah (N) yang dianalisis, baik pada variabel Metode, Alat maupun Varietas

9

  1. Tabel Univariat Anova, Test of Between-Subjects Factors

Bagian ini menyajikan analisis ragam untuk mengujia pengaruh metode penyimpanan, vareitas dan alat yang digunakan terhadap lama pembusukan

10

ALAT

Hipotesis

  • H₀  :   Kelima alat memiliki kemampuan yang sama dalam  menahan waktu pembusukan
  • H₁  :   Kelima alat memiliki kemampuan yang berbeda dalam menahan waktu pembusukan

Dasar pengambilan keputusan

  • Jika Fhitung < Ftabel atau probabilitasnya > 0,05 maka H₀ diterima
  • Jika Fhitung > Ftabel atau probabilitasnya < 0,05 maka H₀ ditolak

Keputusan

Pada tabel Test of Between-Subjects Effects dapat dilihat nilai Fhitung nya sebesar 4,621 dan probabilitasnya sebesar 0,017 (<0,05) sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelima alat yang digunakan mempunyai pengaruh yang berbeda (signifikan)  dalam menahan lama pembusukan. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, maka untuk mengetahui letak perbedaannya perlu untuk menguji lebih lanjut (Post Hoc Test).

METODE

Hipotesis

  • H₀  :   Kelima metode memiliki kemampuan yang sama dalam  menahan waktu pembusukan
  • H₁  :   Kelima metode memiliki kemampuan yang berbeda dalam menahan waktu pembusukan

Dasar pengambilan keputusan

  • Jika Fhitung < Ftabel atau probabilitasnya > 0,05 maka H₀ diterima
  • Jika Fhitung > Ftabel atau probabilitasnya < 0,05 maka H₀ ditolak

Keputusan

Pada tabel Test of Between-Subjects Effects dapat dilihat nilai Fhitung nya sebesar 74,048 dan probabilitasnya sebesar 0,025 (<0,05) sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara kelima metode penyimpanan memberikan lama waktu pembusukan yang berbeda nyata (signifikan). Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, maka untuk mengetahui letak perbedaannya perlu untuk menguji lebih lanjut (Post Hoc Test).

Varietas

Hipotesis

  • H₀   :   Kelima varietas memiliki ketahanan pembusukan yang sama
  • H₁  :    Kelima varietas memiliki ketahanan pembusukan yang berbeda

Dasar pengambilan keputusan

  • Jika Fhitung < Ftabel atau probabilitasnya > 0,05 maka H₀ diterima
  • Jika Fhitung > Ftabel atau probabilitasnya < 0,05 maka H₀ ditolak 

Keputusan

Pada tabel Test of Between-Subjects Effects dapat dilihat nilai Fhitung nya sebesar 7,699 dan probabilitasnya sebesar 0,003 (<0,05) sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelima varietas mermiliki tingkat ketahanan pembusukan berbeda. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, maka untuk mengetahui letak perbedaannya perlu untuk menguji lebih lanjut (Post Hoc Test).

  1. Tabel Post Hoc Test,

Alat

1.Tabel Post Hoc Test, Multiple Comparisons

11

Mean Difference merupakan selisih atau perbedaan rata-rata antar alat yang digunakan. Untuk mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan atau tidak, dapat dilihat dari nilai probabilitasnya (Sig.) atau dari tanda (*) pada kolom Mean Difference. Untuk melihat nilai probabilitas digunakan kriteria sebagai berikut:

  • Jika probabilitas < α (0,05) berarti sigifikan
  • Jika probabilitas > α (0,05) berarti tidak sigifikan

Dari hasil tabel Mean Difference di atas maka:

  • Perbedaan rata-rata lama pembusukan antara alat I dan alat II adalah 7,60 dengan probabilitas 0,009 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada alat I varietas 7,60 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada alat II.
  • Perbedaan rata-rata lama pembusukan antara alat I dan alat III adalah 5,80 dengan probabilitas 0,036 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada alat I varietas 5,80 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada alat III.
  • Perbedaan rata-rata lama pembusukan antara alat I dan alat V adalah 9,80 dengan probabilitas 0,002 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada alat I varietas 9,80 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada alat V.

2. Tabel Post Hoc Test, Homogeneous Subsets

12

Pada tabel ini alat-alat yang mempunyai kemampuan sama dikelompokkan menjadi satu subset

  • Berada dalam subset 1 adalah alat I dan alat IV yang berarti kemampuan penyimpanan alat I = alat IV
  • Berada dalam subset 2 adalah alat IV, alat III dan alat II yang berarti kemampuan penyimpanan alat IV = alat III = alat II
  • Berada dalam subset 3 adalah alat III, alat II dan alat IV yang berarti kemampuan penyimpanan alat III = alat II = alat V

Metode

1.Tabel Post Hoc Test, Multiple Comparisons

13

Dari hasil tabel Mean Difference di atas maka:

  • Perbedaan rata-rata lama pembusukan antara metode A dan Metode D adalah 5,80 dengan probabilitas 0,036 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada metode A varietas 5,80 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada metode D.
  • Perbedaan rata-rata lama pembusukan metode B dan Metode C adalah 8,40 dengan probabilitas 0,005 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada metode B varietas 8,40 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada metode C.
  • Perbedaan rata-rata lama pembusukan metode B dan Metode D adalah 5,80 dengan probabilitas 0,036 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada metode B varietas 5,80 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada metode D.
  • Perbedaan rata-rata lama pembusukan antara metode D dan Metode E adalah 7,40 dengan probabilitas 0,011< α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada metode D varietas 7,40 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada metode E.

2.Tabel Post Hoc Test, Homogeneous Subsets

14

Pada tabel ini metode-metode yang mempunyai kemampuan sama dikelompokkan menjadi satu subset

  • Berada dalam subset 1 adalah metode D dan metode C yang berarti kemampuan menahan waktu pembusukan metode D = metode C
  • Berada dalam subset 2 adalah metode C, metode A dan metode E yang berarti kemampuan menahan waktu pembusukan metode C = metode A = metode E
  • Berada dalam subset 3 adalah metode A, metode E dan metode B yang berarti kemampuan menahan waktu pembusukan metode A = metode E = metode B

Varietas

1.Tabel Post Hoc Test, Multiple Comparisons

15

Dari hasil tabel Mean Difference di atas maka:

  • Perbedaan rata-rata ketahanan pembusukan antara varietas 1 dan varietas 2 adalah 12,00 dengan probabilitas 0,000 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada varietas 1 diperoleh 5,80 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada varietas 2.
  • Perbedaan rata-rata ketahanan pembusukan antara varietas 1 dan varietas 4 adalah 8,40 dengan probabilitas 0,005 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada varietas 1 diperoleh 8,40 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada varietas 4.
  • Perbedaan rata-rata ketahanan pembusukan antara varietas 1 dan varietas 5 adalah 6,60 dengan probabilitas 0,020 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada varietas 1 diperoleh 6,60 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada varietas 5.
  • Perbedaan rata-rata ketahanan pembusukan antara varietas 2 dan varietas 3 adalah 9,80 dengan probabilitas 0,002 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada varietas 2 diperoleh 9,80 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada varietas 3.
  • Perbedaan rata-rata ketahanan pembusukan antara varietas 2 dan varietas 5 adalah 5,40 dengan probabilitas 0,048 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada varietas 1 diperoleh 5,40 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada varietas 5.
  • Perbedaan rata-rata ketahanan pembusukan antara varietas 3 dan varietas 4 adalah 6,20 dengan probabilitas 0,026 < α (0,05) yang berarti perbedaan tersebut sigifikan. Jadi pada varietas 3 diperoleh 6,20 jam lebih cepat busuk dibandingkan pada varietas 4.

2.Tabel Post Hoc Test, Homogeneous Subsets

16

Pada tabel ini varietas yang mempunyai ketahanan pembusukan sama dikelompokkan menjadi satu subset

  • Berada dalam subset 1 adalah varietas 1 dan varietas 3 yang berarti kemampuan ketahanan pembusukan varietas 1 = varietas 3
  • Berada dalam subset 2 adalah varietas 3 dan varietas 5 yang berarti kemampuan ketahanan pembusukan varietas 3 = varietas 5
  • Berada dalam subset 3 adalah varietas 5, varietas 4 dan varietas 2 yang berarti kemampuan ketahanan pembusukan varietas 5 = varietas 4 = varietas 2
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: