//
you're reading...
Aplikasi Statistik, Desain dan Analisis Eksperimen

RANCANGAN ACAK LENGKAP (COMPLETE RANDOMIZED DESIGN)

Tujuan

Memahami pengertian dan konsep teori serta menyelesaikan masalah dari percobaan yang dilakukan dengan teknik analisis Rancangan Acak Lengkap berbasis teknologi informasi dan komputasi (CP-KK 4  Level 6 KKNI;  CP-KK 2  Level 5 KKNI)

 Dasar Teori

Rancangan acak lengkap merupakan rancangan percobaan yang paling sederhana diantara rancangan percobaan standar lainnya. Rancangan acak lengkap dapat digunakan pada percobaan dengan asumsi:

  1. Semua aspek dalam keadaan homogen, baik satuan-satuan percobaan maupun keadaan lingkungan/tempat percobaan, kecuali perlakuan
  2. Penempatan perlakuan ke dalam satuan-satuan percobaan dilakukan secara acak lengkap, artinya semua satuan percobaan diperlakukan sebagai satu kesatuan dengan perlakuan yang ditempatkan secara acak.

RAL biasanya digunakan  untuk percobaan yang dilakukan di laboratorium, ruang kultur jaringan dan rumah kaca atau dalam percobaan percobaan tertentu yang memiliki kondisi lingkungan relatif homogen. Rancangan ini disebut rancangan acak lengkap, karena pengacakan perlakuan dilakukan pada seluruh unit percobaan. Beberapa keuntungan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) antara lain:

  • Denah perancangan percobaan lebih mudah
  • Analisis statistik terhadap objek percobaan sederhana
  • Fleksibel dalam jumlah penggunaan, perlakuan dan ulangan

 Model Lineir untuk RAL

Dalam RAL data percobaan diabstraksikan melalui model:

01

Galat percobaan (E) merupakan fenomena tak-terjelaskan yang diasumsikan mengikuti suatu sebaran tertentu dengan nilai tengah dan ragam tertentu. Penerapannya terhadap model linier adalah sebagai berikut:

02

dengan demikian nilai pengamatan untuk perlakuan ke-1 dan ulangan ke-2 (y₁₂) ditentukan oleh nilai tengah (μ) pengaruh perlakuan ke-1 (τ₁) dan galat percobaan (E₁₂). Jika semua perlakuan mempunyai ulangan yang sama banyak (= n), nilai-nilai pengamatan yij (untuk i = 1, 2, …p dan j = 1,2, … n).

Alat dan Bahan

  • Komputer
  • Software SPSS
  • Data penelitian

Percobaan

Contoh

Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan hormon X pemacu pertumbuhan pohon mahoni. Larutan hormon X disuntukkan kedalam batang pohon setiap 3 hari sekali, dosis yang digunakan adalah 10gr/liter, 20 gr/liter, 30gr/liter dan 40 gr/liter. Setelah dua tahun, diameter mahoni tersebut diamati. Dosis manakah yang paling baik?

Data Penelitian sebagai berikut:

1

Tabel 1

Prosedur Kerja

Langkah-Langkah Komputasi

1.Entri data pada tabel 1 kedalam format data SPSS data viewer sebagai berikut:

2

Tabel 2

2.Klik Variable View pada pojok kiri bawah layar

3

Gambar  1

3.Pada kolom Value definisikanlah masing-masing kode sebagai berikut:

Ketik 1 pada kolom Value, ketik 10gr/L pada kolom Value Label, kemudian klik Add

4

Gambar  2

Lakukan langkah yang sama untuk 20 gr

Ketik 2 pada kolom Value, ketik 20gr/L pada kolom Value Label, kemudian klik Add

5

Gambar 3

Lakukan langkah yang sama untuk 30 gr

Ketik 3 pada kolom Value, ketik 30gr/L pada kolom Value Label, kemudian klik Add

6

Gambar  4

Lakukan langkah yang sama untuk 40 gr

Ketik 4 pada kolom Value, ketik 40gr/L pada kolom Value Label, kemudian klik Add

7

Gambar  5

4.Klik Analyze | Compare Means | One-Way ANOVA|

Pindahkan variable “Diameter” kedapam kolom Dependent List, dan Variable “Dosis Penyuntikan” ke kolom Factor

8

Gambar  6

5.Klik Post Hoc untuk uji lanjut. Pilih metode Bonferroni dan Tukey, gunakan taraf kepercayaan 95% (α = 5%), lalu klik Continue

9

Gambar  7

6.Klik Options.

Pada kotak diaog Options pada Statistics aktifkan Descriptive dan Homogenity of Variance test dan Means Plot  dengan cara mengklik kotak kecilnya. Klik Continue

7.Klik OK

Interpretasi Output SPSS

1.Tabel Descriptive

Pada kolom in terlihat ringkasan statistik deskripsi, rata-rata, standar deviasi, standar error, dan lain-lain.

10

Tabel 3

Analisis ini bertujuan untuk menguji apakah varian dari 4 populasi sama (dosis penyuntikan 10, 20, 30 dan 40 gram/L)2.Tabel Test of Homogenity of Variances

Hipotesis :

H₀ : Keempat populasi mempunyai varian yang sama

H₁ : Keempat populasi mempunyai varian yang tidak sama

Dasar Pengambilan Keputusan

Jika probabilitasnya (Sig) > 0,05 maka H0 diterima

Jika probabilitasnya (Sig) < 0,05 maka H0 ditolak

10

Tabel  4

Keputusan

Pada kolom Test of Homogenity of Variances dapat dilihat bahwa probabilitasnya sebesar 0,275 (> 0,05) sehingga H0 diterima, artinya keempat populasi dosis penyuntikan mempunyai varian yang sama

3.Tabel ANOVA

Analisis ini bertujuan untuk menguji apakah keempat populasi dosis memiliki rata-rata/mean yang sama

Hipotesis

H₀ :     Keempat dosis penyuntikan memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan  mahoni

H₁ :     Keempat dosis penyuntikan memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan  mahoni

Dasar Pengambilan Keputusan

Jika Fhitung < Ftabel atau probabilitasnya > 0,05 maka H₀ diterima

Jika Fhitung > Ftabel atau probabilitasnya < 0,05 maka H₀ ditolak

11

Tabel  5

Keputusan

Oleh karena Fhitung > Ftabel maka H₀ ditolak, artinya dosis penyuntikan memberikan pengaruh pertumbuhan diameter yang berbeda, atau lihat probabilitasnya yang sebesar       0,000 (<0,05) sehingga H₀ ditolak

4.Tabel Post Hoc Test, Multiple Comparisons

Pertanyaan selanjutnya muncul dosis mana saja yang berbeda dan dosis-dosis mana yang tidak berbeda? Uji lanjut atau post hoc berguna untuk mengetahui hal ini. Dalam uji lanjut kali ini digunakan Bonferoni test dan Tukey test.

12

Tabel  6

Pada Tukey HSD kolom Mean Difference, rata-rata perbedaan diameter

Dosis 10 gr/L dikurangi dosis 20 gram/L = -27,50 *

Dosis 10 gr/L dikurangi dosis 30 gram/L = -63,80 *

Dosis 10 gr/L dikurangi dosis 40 gram/L = -34,80 *

Dosis 20 gr/L dikurangi dosis 10 gram/L = -27,50 *

Dosis 20 gr/L dikurangi dosis 30 gram/L = -36,30 *

Dosis 20 gr/L dikurangi dosis 40 gram/L = -7,30

Dosis 30 gr/L dikurangi dosis 10 gram/L =  63,80 *

Dosis 30 gr/L dikurangi dosis 20 gram/L =  36,30 *

Dosis 30 gr/L dikurangi dosis 40 gram/L =  29,00 *

Dosis 40 gr/L dikurangi dosis 10 gram/L =  34,80 *

Dosis 40 gr/L dikurangi dosis 20 gram/L =  7,30

Dosis 40 gr/L dikurangi dosis 30 gram/L = -29,00 *

Dengan penafsiran sama dilakukan pada Bonferoni test

Arti tanda *) adalah bahwa perbedaan tersebut signifikan misalnya perbedaan rata-rata diameter pohon mahoni umur 2 tahun yang disuntuik dengan hormon X  10gram/L sebesar 27,5 cm lebih kecil dari pada yang disuntuik dengan 20 gram/L. Perbedaan 27,5 secara statistik dianggap berbeda nyata (signifikan).

Pada percobaan lain ternyata tanda *) hanya tidak terdapat antara dosis 20 gram dan 40 gram dengan selisih perbedaan diameter hanya 7,3 cm yang secara statistik dianggap tidak berbeda nyata (non signifikan)

5.Tabel Homogeneous Subsets

Pada tabel ini, populasi-populasi yang mempunyai rata-rata sama dikelompok-kelompokan menjadi satu, dapat dilihat bahwa empat populasi dosis pemupukan dikelompokkan menjadi 3 subset, yaitu:

Subset pertama ditempati oleh dosis 10 gram/L dengan rata-rata diameter 35.9

Subset kedua ditempati oleh dosis 20 dan 40 gram/L dengan rata-rata diameter masing-masing 63,4 dan 70,7

Subset ketiga ditempati oleh dosis 30 gram/L dengan rata-rata diameter 99,7

Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa dosis 10 gram/L memberikan pengaruh paling rendah, dosis 20 dan 40 gram/L memberikan pengaruh yang sama, sedangkan dosis terbaik memacu pertumbuhan diameter adalah dosis 30 gram/L

13

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: