//
you're reading...
Aplikasi Statistik

Pendahuluan

A.Kajian tentang Statistika

1.Statistik atau Statistika

Disadari atau tidak, statistika telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan sudah hampir di semua bidang menggunakan metode statistika dalam melakukan kegiatannya. Penggunaan teknik analisis statistika ternyata mampu memberikan bantuan yang cukup berarti dalam memperlancar pencapaian tujuan berbagai kegiatan. Dalam kegiatan penelitian, baik untuk kepentingan ekonomi, akademik maupun untuk pengambilan keputusan manajemen misalnya, metode statistika mampu memberikan gambaran persoalan yang diteliti dan bahkan mampu memberikan prediksi dan rekomendasi terhadap kondisi-kondisi yang mungkin muncul berkaitan dengan masalah yang diteliti.

Secara etimologis kata statistika berasal dari kata status (bahasa latin) atau kata staat (bahasa Belanda); dalam bahasa Indonesia kata tersebut diterjemahkan menjadi negara.

Dalam kamus Bahasa Indonesia, statistika di artikan dalam dua arti: pertama, statistika sebagai ”ilmu statistika”, dan kedua, statistika di artikan sebagai ”ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel,” yaitu sebagai lawan dari kata ”parameter” yang berarti ukuran yang diperoleh atau berasal dari populasi, dalam hal ini sering disebut dengan istilah statistik.

Statistik, diartikan sebagai kumpulan fakta yang berbentuk angka-angka yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu persoalan. Menurut Sudjana (1986:3), kata statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan data bilangan, maupun bilangan yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.

Disamping istilah statistik, dikenal juga dengan istilah statistika. Sudjana (1986:3) mendefinisikan statistika sebagai ”pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang telah dilakukan. Statistika dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana cara kita mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterpretasikan data sehingga dapat disajikan dengan lebih baik.

Statistika menurut Harun Al Rasyid dalam “Statistika Sosial” adalah seperangkat metode yang membahas : 1) bagaimana cara mengumpulkan data yang dapat memberikan infromasi yang optimal, 2) bagaimana cara meringkas, mengolah dan menyajikan data, 3) bagaimana cara melakukan analisis terhadap sekumpulan data, sehingga dari analisis itu timbul strategi-strategi tertentu, 4) bagaimana cara mengambil kesimpulan dan menyarankan keputusan yang sebaiknya diambil, atas dasar strategi yang ada, dan 5) bagaimana menentukan besarnya resiko kekeliruan yang mungkin terjadi jika mengambil keputusan atas dasar strategi tersebut.

2.Klasifikasi Statistika

Statistika dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa golongan berdasarkan :

a.Pembagian Statistika Berdasarkan Cara Pengolahan Data

Berdasarkan cara pengolahan datanya, statistika dibedakan menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensi.

1) Statistika Deskripitif

Statistika deskriptif disebut pula  statistika deduktif, adalah bagian dari statistika yang mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami.

Statistika deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keteranagn mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata lain, statistika deskriptif hanya berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Berikut ini contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan statistika deskriptif.

  • Sekurang-kurangnya 10% dari semua kebakaran di sebuah kota tertentu yang dilaporkan tahun diakibatkan oleh tindakan-tindakan sengaja yang tidak bertanggungjawab.
  • Sebanyak 50% diantara semua pasien yang menerima suntikan obat tertentu, ternyata kemudian menderita efek samping obat itu.

Penarikan kesimpulan pada statistika deskriptif (jika ada) hanya ditunjukkan pada kumpulan data yang ada. Didasarkan atas ruang lingkup bahasannya, statistika deskriptif mencakup hal berikut :

  • Penyajian data dalam bentuk tabel, seperti: tabel tunggal, tabel kontingensi, maupun tabel distribusi frekwensi;
  • Penyajian data dalam bentuk grafik, seperti: diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran, diagram pencar, diagram peta (kartogram), diagram simbol (piktogram), maupun diagram yang disajikan dari tabel distribusi frekwensi yaitu: histogram, poligon frekwensi,dan ogive;
  • Ukuran nilai pusat dan letak, seprti: rerata, median, modus, varians, simpangan baku, kuartil, desil, persentil dan sebagainya;
  • Ukuran dispersi atau simpangan, seperti: jangkauan, rerata simpangan, variansi, simpangan baku, dan sebagainya;
  • Model distribusi data, yaitu: kemencengan dan keruncingan kurva distribusi.
  • Angka indeks
  • Time series/deret waktu atau data berkala

2) Statistika Inferensi

Statistika inferensi disebut pula  statistika induktif adalah bagian dari statistika yang mempelajari mengenai penafsiran dan penarikan kesimpulan yang berlaku secara umum dari data sampel yang tersedia. Statistika inferensi berhubungan dengan pendugaan populasi dan pengujian hipotesis dari suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata lain, statistika inferensi berfungsi meramalkan dan mengontrol keadaan atau kejadian. Berikut ini contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan statistika inferensi.

  • Akibat penurunan produksi minyak oleh negara-negara penghasil minyak dunia, diramalkan harga minyak akan menjadi dua kali lipat pada tahun-tahun yang akan datang.
  • Dengan mengasumsikan bahwa kerusakan tanaman kopi jenis arabica kurang dari 30% akibat musim dingin yang lalu maka harga kopi jenis tersebut di akhir tahun nanti tidak akan lebih dari 50 sen per satu kilogramnya.

Penarikan kesimpulan pada statistika inferensi ini merupakan generalisasi dari suatu populasi berdasarkan data (sampel) yang ada. Statistika inferensi biasanya digunakan untuk membuat generalisasi dari kaitan antara 2 (dua) atau lebih fenomena atau variabel. Secara garis besar, kaitan antara 2 (dua) atau lebih fenomena atau variabel dapat dibedakan atas 2 (dua) bentuk kaitan, yaitu asosiasi (hubungan) dan komparasi (perbandingan).

Sedangkan ditinjau dari teknik uji statistika yang dapat digunakan, statistik inferensi dapat dibedakan atas: statistika parametrik dan statistika non-parametrik. Statistika parametrik merupakan teknik uji statistika yang dilakukan terhadap parameter dari suatu variabel/objek secara langsung. Sedangkan statistika non-parametrik merupakan teknik uji statistik yang dilakukan terhadap sisi lain dari parameter suatu variabel/objek yang akan dikaji. Misalkan akan dikaji tentang variabel ”tinggi badan mahasiswa”, maka jika data yang dianalisis dalam uji statistik adalah ukuran dari tinggi badan secara langsung, hal tersebut merupakan ukuran parametrik; sedangkan apabila kajian terhadap tinggi badan mahasiswa tersebut, dilakukan dengan cara mengkaji urutan atau peringkat/rangking dari tinggi badan mahasiswa, hal ini menunjukkan ukuran non-parametrik. Karea perinkat tinggi badan merupakan ”sisi lain” dari ”ukuran” tinggi badan.

Untuk ini, maka ruang lingkup bahasan statistika inferensi secara sederhana dapat dikelompokkan atas:

  • uji persyaratan analisis (uji pelanggaran klasik), seperti: uji normalitas, uji homogenitas, uji kelinieran, uji multikolinieritas, dan lainnya;
  • uji hipotesis asosiasi, seperti: uji korelasi, uji regresi, uji analisis jalur (path analysis), dan uji kanonikal;
  • uji hipotesis komparasi, seperti: uji-t untuk uji beda 2 data, ANOVA (analysis of varians) satu jalur, ANOVA multi jalur, ANACOVA (analysis of covarians), MANOVA (mutivariat analysis of varians), dan MANCOVA (multivariat analysis of covarians).

b.Pembagian Statistika Berdasarkan Ruang Lingkup Penggunaannya

Berdasarkan ruang lingkup penggunaannya atau berdasarkan disiplin ilmu yang menggunakannya, statistika dapat dibagi menjadi beberapa macam :

1) Statistika Pendidikan. Statistika pendidikan adalah statistika yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu pendidikan.

2) Statistika Sosial. Statistika sosial adalah statistika yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu sosial.

3) Statistika Kesehatan. Statistika kesehatan adalah statistika yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu kesehatan.

4) Statistika Ekonomi. Statistika ekonomi adalah statistika yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu ekonomi.

5) Statistika Pertanian. Statistika pertanian adalah statistika yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu pertanian.

6) Statistika Bidang lainnya.

c.Pembagian Statistika Berdasarkan Bentuk Indikator yang di Analisis

Seperti dijelaskan di atas, berdasarkan bentuk indikator yang dianalisis, statistika dapat dibedakan menjadi statistika parametrik dan statistika non parametrik.

1) Statistika Parametrik

Statistika Parametrik adalah bagian statistika yang parameter populasinya harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti syarat  berdistribusi normal atau normalitas dan syarat memiliki varians yang homogen atau homogenitas, mdel regresi linier, dan sebagainya. Dalam statistika parametrik, indikator-indikator yang dianalisis adalah parameter-parameter dari ukuran objek yang bersangkutan.

2) Statistika Non Parametrik

Statistika Non Parametrik adalah bagian statistika yang parameter populasinya bebas dari keharusan terpenuhinya syarat-syarat tertentu seperti syarat berdistribusi normal atau normalitas,  syarat memiliki varians yang homogen atau homogenitas, syarat model regresi linier, dan lain-lain. Dalam statistika non parametrik, indikator-indikator yang dianalisis adalah sisi lain dari parameter ukuran objek yang dianalisis.

3.Karakteristik Statistika

Sebagai ilmu pengetahuan, statistika mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Statistika selalu bekerja dengan angka atau bilangan yang disebut dengan data kuantitatif. Hal ini dimaksudkan apabila statistika dipergunakan sebagai alat analisa bagi data kualitatif (bahan keterangan yang tidak berwujud angka atau bilangan), maka data kualitatif tersebut harus diubah atau dikonversikan menjadi data kuantitatif, proses ini disebut kuantifikan.
  • Statistika bersifat obyektif. Kesimpulan dan ramalan yang dihasilkan oleh statistika didasarkan pada angka yang diolah (obyektif) dan tidak didasarkan pengaruh dari luar (subyektif).
  • Statistika bersifat universal. Ruang lingkup statistika tidaklah sempit, ruang lingkupnya sangat luas dalam kehidupan manusia baik dibidang perdagangan, pertanian, kependudukan, pendidikan, dan sebagainya.

4.Peranan, Fungsi dan Kegunaan Statistika

a.Peranan Statistika

Pada era globalisasi, hampir semua bidang tidak terlepas dengan menggunakan angka, data dan fakta, hal ini menunjukkan bahwa pelajaran statistika sangat dibutuhkan. Statistika sebagai sarana mengembangkan cara berpikir logis, lebih dari itu statistika mengembangkan berpikir secara ilmiah untuk merencanakan (forcasting) penyelidikan, menyimpulkan dan membuat keputusan yang teliti dan meyakinkan. Baik disadari atau tidak, statistika merupakan bagian substansi dari latihan profesional dan menjadi landasan dari kegiatan-kegiatan penelitian. Statistika berperan dalam berbagai kegiatan hidup manusia, antara lain :

  • Dalam ilmu pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan akan didapati penyajian data-data dalam bentuk angka-angka, sehingga diperlukan statistika dalam menafsirkan dan menyimpulkan data tersebut.
  • Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari manusia dihadapkan pada berbagai keterangan serta bahan-bahan yang berbentuk angka-angka yang perlu ditafsirkan dan alat bantu yang berperan dalam menafsirkan bahan keterangan dan bahan-bahan yang berbentuk angka tersebut adalah statistika.
  • Dalam aktivitas penelitian ilmiah. Dalam aktivitas penelitian ilmiah statistika berperan dalam mengemukakan, menjelaskan, menafsirkan, dan menyimpulkan data-data yang tersembunyi dibalik angka-angka.

b.Fungsi Statistika

Statistika membantu seseorang untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyimpulkan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan tertentu, berarti statistika disini merupakan alat bantu. Sedangkan menurut Iqbal Hasan (2003:4) statistika berfungsi sebagai :

  • Bank data, yaitu menyediakan data untuk diolah dan diinterpretasikan agar dapat dipakai untuk menerangkan keadaan yang perlu diketahui atau diungkap;
  • Alat quality kontrol, yaitu sebagai alat pembantu standarisasi dan sekaligus sebagai alat pengawas;
  • Pemecahan masalah dan pembuatan keputusan, sebagai dasar penetapan kebijakan dan langkah lebih lanjut untuk mempertahankan, mengembangkan, lembaga pendidikan dalam pemberian pelayanan pendidikan.

c.Kegunaan Statistika

Menurut Anas Sudiono, banyak manfaat atau keguanaan dari statistika diantaranya :

  • Memperoleh gambaran, baik gambaran secara umum maupun secara khusus tentang suatu gejala, peristiwa/obyek.
  • Mengikuti perkembangan/pasang surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa dari waktu ke waktu.
  • Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lainnya ataukah tidak; jika terdapat perbedaan apakah perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti (meyakinkan) ataukah perbedaan itu terjadi hanya karena kebetulan.
  • Mengetahui apakah gejala yang satu ada hubungan dengan gejala yang lainnya.
  • Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas, dan jelas.
  • Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin terjadi dimasa mendatang.

B.Kajian tentang Data

1.Pengertian Data

Data adalah bentuk jamak dari datum. Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesutau yang diketahui atau dianggap. Jadi, data dapat diartikan sebagai sesuatu yang diketahui atau yang dianggap atau anggapan.

Sesuatu yang diketahui biasanya didapat dari hasil pengamatan atau percobaan dan hal itu berkaitan dengan waktu dan tempat. Anggapan atau asumsi merupakan suatu perkiraan atau dugaan yang sifatnya masih sementara, sehingga belum tentu benar. Oleh karena itu, anggapan atau asumsi perlu diuji kebenarannya.

Data menurut Suharsimi Arikunto dalam “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek” yang dikutip dari Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1997), merupakan segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa data merupakan sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan, atau masalah baik yang berbentuk angka-angka maupun yang berbentuk kategori.

2.Penggolongan Data

Sesuai dengan macam atau jenis variabel, maka data atau hasil pencatatannya juga mempunyai jenis sebanyak variabel. Data dapat dibagi dalam kelompok tertentu berdasarkan kriteria yang menyertainya, misalnya menurut susunan, sifat, waktu pengumpulan, dan sumber pengambilan.

3.Pembagian Data Menurut Susunannya

Menurut susunannya, data dibagia atas data acak atau tunggal dan data berkelompok.

a.Data Acak atau Data Tunggal

Data acak atau tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval

b.Data Berkelompok

Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk dist ribusi frekuensi atau tabel frekuensi.

Data berkelompok ini terbagi menjadi :

  • Data Kelompok Diskrit. Data yang diperoleh dari hasil menghitung termasuk dalam data diskrit (jumlah anak, dll).
  • Data Kelompok Kontinu. Sebuah data dikatakan berdistribusi kontinu apabila data tersebut diukur dalam skala kontinu atau data yang didapat dari hasil mengukur termasuk dalam data kontinu (tinggi badan, berat badan, dll).

4.Pembagian Data Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya, data dibagi atas data kualitatif dan data kuantitatif.

a.Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan.

Contoh :

Warna, jenis kelamin, status perkawinan.

b.Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan.

Contoh :

Tinggi, umur, jenis, jumlah.

5.Pembagian Data Menurut Waktu Pengumpulannya

Menurut waktu pengumpulannya, data dibagi atas data berkala dan data cross section.

a.Data Berkala

Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan.

Contoh :

Data perkembangan harga 9 macam bahan pokok selama 10 bulan terakhir yang dikumpulkan setiap bulan.

b.Data Cross Section

Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu.

Contoh :

Data sensus penduduk 1990

6.Pembagian Data Menurut Sumber Pengambilannya

Menurut sumber pengambilannya, data dapat dibedakan atas dua, yaitu data primer dan data sekunder.

a.Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer disebut juga data asli atau data baru.

b.Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan-laporan peneliti yang terdahulu. Data sekunder disebut juga data tersedia.

7.Pembagian Data Menurut Skala Pengukurannya

Skala pengukuran adalah peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. Menurut skala pengukurannya, data dapat dibedakan atas empat, yaitu data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio.

a.Data Nominal

Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekedar label atau kode saja. Data ini hanya mengelompokkan objek/kategori kedalam kelompok tertentu.

Data ini mempunyai dua ciri, yaitu :

  • Kategori data bersifat saling lepas (satu objek hanya masuk pada satu kelompok saja).
  • Kategori data tidak disusun secara logis.

b.Data Ordinal

Data ordinal adalah data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya, yaitu dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Data ini memiliki ciri seperti pada ciri data nominal ditambahm satu ciri lagi, yaitu kategori data dapat disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki.

c.Data Interval

Data interval adalah data dimana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Data ini memiliki ciri sama dengan ciri pada data ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama.

d.Data Rasio

Data rasio adalah data yang memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal, dan data interval, dilengkapi dengan kepemilikan nilai atau titik nol absolut dengan makna empiris.

8.Fungsi Data

Fungsi data adalah untuk menghasilkan hasil pengukuran yang akurat.

C.Kajian tentang Penelitian

1.Pengertian Penelitian

Penelitian adalah proses ilmiah untuk mendapatkan data dalam rangka memecahkan masalah dengan tujuan dan keguanaan tertentu.

2.Klasifikasi Penelitian

Secara umum terdapat dua pendekaan dalam penelitian, yaitu pendekatan penelitian kuantitatifdan kualitatif. Masing-masing pendektan memiliki kelebihan dan kelemahan, namun keberadaannya saling melengkapi. Pendekatan penelitian kuantitatif lebih cocok digunakan untuk meneliti bila permasalahan sudah jelas, datanya teramati dan terukur, peneliti bermaksud menguji hipotesis dan membuat generalisasi. Sedangkan pendekatan penelitian kualitatif lebih cocok digunakan untuk meneliti bila permasalahan dalam situasi sosial masih remang-remang, kompleks, dinamis, peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara lebih mendalam, serta menemukan hipotesis atau teori.

Dengan memahami kedua pendekatan tersebut, maka peneliti akan lebih mudah untuk memilih mana permasalahan yang cocok diteliti dengan pendekatan kualitatif dan mana yang cocok dengan pendekatan kuantitatif. Jangan sampai memilih menggunakan pendekatan kualitatif hanya karena tidak tahu atau tidak senang menggunakan statistika. Bila ditinjau dari tingkat kesulitan, maka sebenarnya pendekatan kualitatif lebih sulit bila dibandingkan dengan metode kuantitatif. Seperti dinyatakan oleh Borg and Gall 1988 bahwa “Qualitative research because the much more difficultto do well than quantitative research because the data collected are usually subjective and the main measurement tool for collecting data is the investigator himself”.

Pendekatan kualitatif dan kuantitatif tidak bisa digunakan secara bersamaan, karena paradigmanya berbeda. Dalam hal ini Thomas D Cook and Charles S Reichardt, (1978) menyatakan “To the conclusion that qualitative and quantitative methods themselves can never be used together. Since the methods are linked to different paradigms and since one must choose between mutually exclusive and antagonistic world views, one must also choose between the methods type”. Kesimpulannya, pendekatan kualitatif dan kuantitatif tidak akan pernah dipakai bersama-sama, karena kedua pendekatan tersebut memiliki paradigma yang berbeda dan perbedaannya bersifat mutually exclusive, sehingga dalam penelitian suatu masalaha hanya dapat memilih salah satu pendekatan. Secara, ringkas keduapendekatan penelitian ini memiliki beberapa perbeaan seperti berikut:

Penelitian Kuantitatif: Penelitian Kualitatif:
 Inferensial (Pop & Sampel)

Eksplanatif (menjelaskan)

Mengukur (data numerik)

Inst Baku (Berbasis Instrumen)

Analisis setelah Pengumpulan data

Tema: Umum

Asumsi dasar: percaya

Modal dasar: banyak asumsi dan dpt digunakan utk masal

Proses: Logiko-hipotetiko-verifikatif

Prosedur penelitian: Baku

Berorientasi: penelitian hasil/produk

    Kasus (Subjek Penelitian)

Eksploratif (mencari/menemukan)

Mengungkap (data kualitas)

Peneliti sbg Inst (Berbasis Pengumpulan Data)

Analisis bersamaan Pengumpulan Data

Tema: Khas/Spesifik

Asumsi Dasar: skeptis/ragu/tdk percaya

Modal dasar: rasa ingin tahu dan ketekunan peneliti

Proses: Deskripsi-Klasifikasi-Seleksi

Prosedur penelitian: Tentatif

Berorientasi: Penelitian Proses

Namun demikian, kedua pendekatan dapat digunakan bersama untuk meneliti pada obyek yang sama, tetapi tujuan yang berbeda. Kedua pendekatan dapat digunakan secara bergantian pada obyek yang sama, pada tahap pertama menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga ditemukan hipotesis, dan selanjutnya hipotesis tersebut diuji dengan pendekatan kuantitatif.

3.Variabel penelitian

Yang dimaksud dengan variabel adalah karakteristik yang akan diobservasi dari satuan pengamatan. Karakteristik yang dimiliki satuan pengamatan keadaannya berbeda-beda (berubah-ubah) atau memiliki gejala yang bervariasi dari satu satuan pengamatan ke satu satuan pengamatan lainnya, atau, untuk satuan pengamatan yang sama, karakteristiknya berubah menurut waktu dan tempat.

Harun Al Rasyid lebih tegas menyebutkan bahwa variabel adalah karakteristis yang dapat diklasifikasikan kedalam sekurang-kurangnya dua buah klasifikasi (kategori) yang berbeda atau yang dapat memberikan sekurang-kurangnya dua hasil pengukuran atau perhitungan yang nilai numeriknya berbeda. Contoh : Gender diklasifikasikan kedalam dua klasifikasi, yaitu laki-laki dan perempuan; Pekerjaan diklasifikasikan kedalam beberapa kategori, yaitu PNS, Petani, Pedagang, dan sebagainya.

Variabel diklasifikasikan menjadi dua yaitu : variabel kualitatif dan variabel kuantitatif. Variabel kualitatif (qualitative variable) merupakan variabel kategori. Misalnya : Jenis pekerjaan orang (sopir, bisnisman, guru), disiplin karyawan (bagus, jelek, sedang), jabatan dalam perusahaan (supervisor, manajer, kepala bagian). Yang termasuk dalam variabel kualitatif adalah variabel degan skala nominal dan ordinal.

Variabel kuantitatif (quantitative variable) diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu : variabel diskret (discrete variable) dan variabel kontinu (continous variable). Variabel diskret merupakan variabel yang besarannya tidak dapat menempati semua nilai. Nilai variabel diskret selalu berupa bilangan bulat dan umumnya diperoleh dari hasil pencacahan. Contoh : Jumlah kantor pos yang ada di Jakarta tahun 2008 berjumlah 175 kantor pos, jumlah yang melahirkan di Kota Bogor tahun 2005 adalah 100.000 orang.

Variabel kontinu merupakan variabel yang besarannya dapat menempati semua nilai yang ada diantara dua titik dan umumnya diperoleh dari hasil pengukuran. Sehingga pada variabel kontinu dapat dijumpai nilai-nilai pecahan atau nilai-nilai bulat. Contoh tinggi badan Ari adalah 170,50 cm. (untuk lebih jelas, perhatikan tabel 1.1).

Jenis-jenis variabel penelitian :

  • Variabel Kriteria/dependent (terikat), yaitu yang keberadaannya dipengaruhi variabel lain.
  • Variabel Independent (Bebas), yaitu yang menjadi penyebab timbulnya variabel lain.
  • Variabel Moderator (bebas kedua), yaitu yang memperkuat/memperlemah hubungan variabel bebas dengan variabel terikat.
  • Variabel Intervening, yaitu yang membuat hubungan variabel bebas dengan variabel terikat menjadi hubungan tidak langsung.
  • Variabel Kontrol, yaitu yang dikendalikan atau dibuat konstan, sehingga tidak berpengaruh pada variabel yang diteliti.

4.Subjek Penelitian (Populasi dan Sampel)

a. Populasi

Terdapat perbedaan yang mendasar dalam pengertian antara pengertian “populasi dan sampel” dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, menurut Sugiyono (1997:57) memberikan pengertian bahwa : “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Nazir (1983:327) mengatakan bahwa, “Populasi adalah berkenaan dengan data, bukan orang atau bendanya.” Nawawi (1985:141) menyebutkan bahwa, Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif daripada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap.” Sedangkan Riduwan dan Tita Lestari (1997:3) mengatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi obyek penelitian.”

Dari beberapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Populasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian.

Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan populasi, karena penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi, tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situasi sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari.

b. Sampel

Suharsimi Arikunto (1998:117) mengatakan bahwa : “Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi (representatif).” Sugiyono (1997:57) memberikan pengertian bahwa : “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.”

Dari beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : “Sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti.

Sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai nara sumber atau partisipan, informan, teman, dan guru dalam penelitian.

Ada beberapa keuntungan menggunakan sampel, antara lain :

  • Memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi, selain itu bila populasinya terlalu besar dikhwatirkan akan terlewati.
  • Penelitian lebih efektif dan efesien.
  • Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, artinya jika subyeknya banyak dikhawatirkan adanya bahaya bias dari orang yang mengumpulkan data, karena sering dialami oleh staf bagian pengumpul data mengalami kelelahan sehingga pencatatan data tidak akurat.

5.Prosedur Penelitian

Yang dibutuhkan dalam penelitian adalah adanya prosedur secara sistematis, yaitu sebagai langkah-langkah untuk memudahkan melakukan penelitian. Langkah-langkah ini paling strategis dalam penelitian, yaitu :

  • Perencanaan penelitian
  • Pengumpulan data atau fakta
  • Pengolahan dan penataan data
  • Penyajian data kedalam bentuk tabel maupun grafik
  • Analisa dan interpretasi data.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: