//
you're reading...
Pendidikan

Teknik Penulisan (Bagian II)

II.METODE PENELITIAN 

1.Pengertian

Secara umum pengertian dari metode penelitian adalah tatacara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan.

a.Jenis dan Metode Penelitian

Metode Sejarah (Historis)

Penelitian dengan metode sejarah (historis) merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interpretasi dari sumber-sumber keterangan tersebut. Tujuan dari penelitian menggunakan metode sejaarah adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara objektif dan sistematis dengan mengumpulkan, mengevaluasikan, serta menjelaskan dan mensistesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan menarik kesimpulan secara tepat. Ciri-ciri metode sejarah adalah sebagai berikut:

  • Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain di masa-masa lampau
  • Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan data sekunder
  • Metode searah mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar
  • Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan ketulenannya. Fakta harus dibeberkan oleh sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah berhubungan.

Jenis-jenis penelitian sejarah:

  • Penelitian sejarah komparatif
  • Penelitan Yuridis atau legal
  • Penelitian Biografis
  • Penelitian Bibliografis

Metode Deskriptif/Survei

Metode deskriptif digunakan melukiskan secara sistematis fakta atau kerakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat ataupun seuatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Peneliti bertindak sebagai pengamat. Ia hanya membuat kategori pelaku, mengamati gejala dan mencatatnya dalam buku observasi. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sefat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Ditinjau dari jenis maslaah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat dan waktu penelitian dilakukan, penelitian deskriptif dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu :

  • Metode suvei
  • Metode deskriptif berkesinambungan
  • Metode studi kasus
  • Metode analisis pekerjaan dan aktivitas
  • Metode komperatif
  • Metode studi waktu dan gerakan

Metode Korelasional

Dalam metode ini, diteliti sejauh mana variabel pada satu faktor  berkaitan dengan variabel pada faktor lainnya

Metode Eksperimental

Merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilaingkan. Metode ini dibagi atas penelitian metode eksperimental sungguhan (true eksperimental) dan eksperimental semu (quasi eksperimental). Metode ini mempunyai 3 ciri 1) memanipulasi : mengubah secara sistematis; 2 Observasi : mengamati dan mengukur hasil manipulasi dan 3) kontrol : mengendalikan kondisi-kondisi penelitian ketika berlangsungnya manipulasi

Metode Penelitian Tindakan

Suatu peneltian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dan decission maker tentang variabel-variabel yang dapat dimanipulasikan dan dapat segera digunakan untuk menentukan menentukan kebijakan dalam pembangunan. Peneliti dan decission maker bersama-sama menentukan masalah, membuat desain serta melaksanakan program-program tersebut.

Grounded Research

Suatu metode peneltian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisis perbandingan bertujuan untk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori, dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan. Metode grounded research adalah reaksi terhadap metode penelitian yang asasnya verifikasi teori dengan studi-studi perbandingan yang bertujuan untuk menspesifikasikan konsep. Maksudnya dalam mempelajarai suatu kasus/gejala, maka perlu untuk membandingkan gejala/kasus tersebut dengan kasus/gejala serupa. Perbandingan demikana akan menjelaskan unsur-unsur baru khas dari kasus tersebut. ciri-ciri dari metode ini adalah menonjolnya peranan data dalam penelitian

b.Manfaat Metode Penelitian

Adapun manfaat dari penggunaan metode penelitian adalah:

  • Mengetahui arti pentingnya penelitian
  • Dapat menilai apakah suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan atau tidak
  • Dapat melahirkan sikap dan pola pikir yang skeptik, analitik, kritik dan kreatif
  • Bagai mahasiswa, dapat menyusun atau membuat tugas akhir/skripsi/tesis/desertasi secara baik dan benar sesuai dengan aturan-aturannya

c.Teknik Penelitian

Teknik penelitian adalah penggunaan alat dalam mengukur ataupun dalam mengunpulkan data.

1) Pengukuran dalam Penelitian

Pengukuran dikenakan pada variabel yang kita pelajari. Pengukuran menandai nilai-nilai variabel dengan notasi bilangan. Skala pengukuran adalah peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. Macam-macam skala pengukuran:

  • Skala Nominal, yaitu skala yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekedar label atau kode saja.
  • Skala Ordinal, yaitu skala dimana objek/kategori disusun menurut besarnya
  • Skala Interval, yaitu skala dimana objek/kategori diurutkan berdasrkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek atau kategori.
  • Skala Ratio, yaitu skala yang memiliki sifat-sifat skala nominal, ordinal dan skala interval dilengkali dengan titik nol absolut

2) Syarat-syarat Pengukuran

Untuk memenuhi kriteria sebuah penelitian dianggap sebagai penelitian ilmiah, maka kecermatan pengukuran sangat diperlukan. Syarat-syarat yang harus dipenuhi alat ukur adalah sebagai berikut:

  • Reliabilitas, yaitu seberapa jauh konsistensinya alat ukur untuk memberikan hasil yang sama dalam mengukur hal dan subyek yang sama
  • Validitas, yaitu seberapa jauh alat ukur mengukur hal atau subyek yang ingin diukur.

3) Alat-alat Pengumpul Data

  • Tes atau Soal tes
  • Kuesioner atau Angket
  • Check List
  • Pedoman Wawancara
  • Pedoman Dokumentasi

d.Prosedur Penelitian

prosedur penelitian adalah langkah-langkah atau urutan-urutan yang harus dilalui atau dikerjakan dalam suatu penelitian. Secara garis besar penelitian terdiri atas 3 tahap:

  • Tahap Perencanaan Penelitian, meliputi pemilihan judul, perumusan masalah dan hipotesis
  • Tahap Pelaksanaan Penelitian, meliputi pengumpulan data atau informasi, analisis data dan penarikan kesimpulan
  • Tahap Penulisan Laporan Penelitian. Pada tahap ini hasil dari sebuah penelitian dibuatkan laporannya

atau lebih detailnya prosedur penelitian terdiri atas tahap:

  • Mendefinisikan dan merumuskan masalah. Pendefinisian masalah harus jelas, baik dari segi keluasannya maupun dari segi kedalamannya
  • Melakukan studi kepustakaan. Mengacu pada teori-teori yang berlaku dan dapat dicari atau ditemukan pada buku-buku teks ataupun penelitian orang lain
  • Merumuskan hipotesis. Hipotesis merupakan pertanyaan atau anggpan yang sifatnya sementara tentang fenomena yang akan diselidiki. Berguna untuk membantu peneliti menuntun jalan pikirannya agar mencapai hasil penelitiannya, yang dihipotesiskan adalah pernyataan yang ada pada rumusan masalah
  • Menentukan model atau desain penelitian. Model yang dipakai dapat berupa model matematika. Pada tahap ini dapat diganti dengan tahap menentukan penelitian
  • Mengumpulkan data. Data harus dicari dengan teknik yang sesuai
  • Mengolah dan menyajikan informasi. Setelah data dikumpulkan selanjutnya diolah sehingga informasi yang tersaji lebih mudah diinterpretasikan dan dianalisis lebih lanjut, dalam bentuk tabel grafik dan nilai statistik
  • Menganalisis dan menginterpretasikan. Selanjutnya hasil olahan tersebut dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan alat-alat analisis yang sesuai agar dapat dihasilkan kajian yang cukup tajam, mendalam dan luas
  • Membuat kesimpulan. Pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan sesuai denga hipotesis yang diajukan. Saran disajikan pula karena penelitain mempunyai keterbatasan-keterbatasan atau asumsi-asumsi
  • Membuat laporan

2.Pengumpulan Data

Data merupakan keterangan-keterangan tantang suatu hal yang dapat berupa sesuatu yang diketahui atau anggapan atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode dan lain-lain.

a.Pengelompokkan Data

  • Menurut sumber pengambilannya. Data primer (data asli) yaitu data yang diperoleh langsung dilapangan. Data Sekunder (data tersedia) yaitu data yang diperoleh oleh peneliti dari sumber-sumber yang telah ada seperti laporan-laporan penelitian terdahulu
  • Menurut waktu pengumpulannya. Data berkala (time series) yaitu data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan atau keadaan. Kerat lintang (cross section) yaitu data yang terkumpul pada suatu waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan atau keadaan pada waktu itu.
  • Menurut sifatnya. Data kualitatif yaitu data yang tidak berbentuk bilangan. Data Kuantitatif, yaitu data yang berbebtuk bilangan.
  • Menurut tingkat pengukurannya. Data Nominal yaitu data yang berasal dari pengelompokkan peristiwa berdsarkan kategori tertentu yang perbedaannya menunjukkan perbedaan kualitatif. Data Ordinal yaitu data yang ebrasal dari objek atau kategori yang disusun menurut besarnya dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan rentang yang tidak harus sama. Data Interval yaitu data yang berasal dari objek atau kategori yang diurutkan berdsarkan suatu atribut tertentu dimana jarak tiap objek atau kategori adalah sama. Pada data ini tidak terdapat angka nol mutlak. Data Rasio yaitu data yang berasal dari perbandingan secara matematik antara data yang satu dengan data yang lainnya.

b.Teknik Pengumpulan Data

  • Anket (Kuesioner). Teknik ini merupakan teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi responden. Berdasarkan bentuk pertanyaan yang ada dala angket tersebut dibedakan menjadi 3 yaitu : angket terbuka (opened questionare) angket tertutup (closed questionare) dan angket semi terbuka (semi opened questionare). Keuntungan teknik ini adalah biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah dan pengisian angket ditentukan oleh responden itu sendiri. Kerugian teknik ini adalah tidak dapat digunakan pada responden yang tak mampu membaca dan menulis. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah oleh pemahaman.
  • Wawancara (Interview). Merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan langsung oleh pewancara kepada responden dan jawaban responden dicatat atau direkam. Keuntungan: dapat diterapkan pada responden yang tidak bisa membaca dan menulis. Pertanyaan yang belum dipahami dapat langsung dijelaskan. Pewancara dapat segera menguji kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan pemabnding. Kerugian : memerlukan biaya yang sangat besar. Hanya dapat menjangkau jumlah responden kecil. Kehadiran pewancara mungkin menggangu responden.
  • Adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan dan pengkodean serangkaian perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ (melalui situasi alamiah), sesuai dengan tujuan-tujuan empiris. Komponen observasi diantaranya: pemilihan, pengubahan, pencatatan, pengkodean, rangkaian perilaku dan suasana, in situ, tujuan empiris. Berdasarkan keterlibatan pengamat dalam kegiatan-kegiatan orang-orang yang diamati, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi partisipan, observasi tidak partisipan. Berdsarkan cara pengamatan yang dilakukan observasi dapat dibedakan menjadi observasi berstruktur dan observasi tidak berstruktur. Kelebihan : data yang diperoleh adalah data aktual (pada saat terjadinya tingkah laku). Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung. Kelemahan : pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan muncul; beberapa tingkah laku tidak mungkin diamati.
  • Studi Dokumentasi. Adalah teknik pengumpulan data melalui dokumen. Kelebihan: pilihan alternatif untuk subjek penelitian yang sukar atau tidak mungkin dijangkau; dapat menjangkau jauh ke masa lalu; memungkinkan mengambil sampel yang lebih besar dengan biaya yang relatif kecil. Kelemahan : bias, tersedia secara selektif, tidak komplit.

3.Populasi dan Sampel Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian dapat berupa populasi atau sampel. Populasi adalah semua obyek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.

a.Alasan dipilihnya sampel

  • Derajat keseragaman populasi. Makin seragam populasi itu, makin kecil sampel yang diambil. Jika populasi tidak seragam, maka hanya sensuslah yang dapat memberikan gambaran yang representatif.
  • Obyek penelitian yang mudah rusak. Pada obyek penelitian yang mudah rusak, populasi tidak mungkin diambil semuanya, sebab akan merusak seluruh obyek yang akan diteliti.
  • Penghematan biaya dan waktu. Penggunaan populasi sebagai obyek penelitian akan membutuhkan biaya yang banyak diabangnkan dengan sampel. Juga penelitian dengan sampel akan memakan waktu lebih sedikit
  • Masalah ketelitian. Makin tinggi keingkat presisi yang dikehendaki, makin besar sampel yang harus diambil
  • Ukuran populasi.
  • Faktor ekonomis. Apakah sepadan antara kegunaan dari hasil penelitian dengan biaya, waktu dan tenaga

Syarat-syarat sampel yang baik:

  • Representatif : apabila ciri-ciri sampel yang ebrkaitan dengan tujuan penelitian sama atau hampir sama dengan ciri-ciri populasinya
  • Ukuran sampelnya culur untuk meyakinkan kestabilan ciri-cirinya

Menentukan ukuran sampel

  • Menurut Bailey penelitian yang akan menggunakan analisis data statistik ukuran sampel minimum adalah 30 buah
  • Jika ukuran populasi tidak diketahui dan diasumsikan populasi berdistribusi normal, maka sampel n yang ditentukan menggunakan rumus:
  • Jika ukuran populasi diketahui dengan asumsi populasi berdistribusi normal, maka sampel n yang ditentukan menggunakan rumus:

b.Teknik Sampling

Teknik sampling yaitu cara pengambilan sampel penelitian. Secara garis besar teknik sampling dibagi dua, yaitu:

Sampling Probabilitas

  • Sampling Acak Sederhana. Sifatnya sederhana, dimana setiap sampel yang berukuran sama memilik suatu probabilitas sama untuk terpilih dari populasi. Sampling acak sederhana dilakuakn setelah daftar lengkap semua unit tempat mengambil sampel dibuat dengan benar.
  • Sampling Berlapis. Populasi dibagi dalam kelompok-kelompok yang disebut strata. Proporsi sampel pada setiap strata dapat sama proporsional ataupun tidak sama proprsinya.
  • Sampling Sistematis. Elemen-elemen yang akan diteliti diambil berdasarkan urutan tertentu dari populasi yang telah disusun secara teratur. Sampling jenis ini dilakuakan bila: identifikasi dari elemen-elemen dalam populasi itu terdapat dalam suatu daftar dan populasi memiliki pola beraturan sepertu rumah-rumah pada suatu ruas jalan.
  • Sampling Culster/Berkelompok. Populasinya dibagi menjadi beberapa cluster/kelompok dengan menggunakan aturan-aturan tertentu

Sampling Non Probabilitas

Cara pengambilan sampel yang tidak berdasarkan probabilitas. Kemiungkinan atau peluang setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel tidak sama atau tidak diketahui. Maka sampel yang diambil tidak representatif dan bersifat subyektif.

  • Sampling Kebetulan. Bentuk sampling dimana anggota sampelnya yang dipilih diambil berdasarkan kemudahan mendapatkan data yang diperlukan.
  • Sampling Kuotamerupakan sampling yang mencirikan lebih dahulu sesuatu yang berhubungan dengan pengambilan sampel seperti proporsi setiap kategori. Siapa taua apa yang akan diambil menjadi anggota sampel setiap kategori diserahkan pada pengumpul.
  • Sampling Bola Salju. Dengan metode ini pengumpulan data dimulai dari beberapa orang yang memenuhi kriteria untuk dijadikan anggota sampel. Kemudian menjadi sumber informasi mengenai orang-orang lain yang dijadikan sampel demikian seterusnya. Prosedur tersebut dlanjutkan sampai jumlah anggota sampel yang diinginkan terpenuhi.
  • Sampling Pertimbangan. Bentuk sampling dimana penentuan sampelnya dilakukan atau ditentukan oleh peneliti sendiri atau berdasarkan kebijaksanaan yang dianggap ahli dalam hal yang diteliti.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya sampel

  • Derajad keseragaman dari populasi. Makin seragam populasi, makin kecil sampel yang dapat diambil. Satuan-satuan elementer dari seluruh populasi saja sudah cukup representatif untuk diteliti. Jika populasi tidak seragam, maka hanya dengan sensus yang dapat memberikan gambaran represenstatif.
  • Presisi yang dikehendaki peneliti. Makin tinggi tingkat presisi yang dikehendaki makin besar sampel yang harus diambil. Sampel yang besar cenderung memberikan pendugaan yang lebih mendekati nilai sebenarnya (true value)
  • Rencana analisis. Meskipun sampel yang dibutuhkan sudah mencukupi presisi yang diinginkan tetapi kadang kala sering jumlah sampel tersebut bila dikaitkan untuk kebutuhan analisis
  • Tenaga, waktu dan biaya. Jumlah sampel yang besarnya akan membutuhkan tenaga yang besar, waktuyang lebih lama dan biaya yang lebih besar pula

4.Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang diguanakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik (lebih cermat, lengkap dan sistematis) sehingga lebih mudah diolah. Instrumen yang digunakan untuk mengukur suatu penelitian ada yang bersifat baku dan tidak baku. Instrumen yang bersifat baku. Isntrumen yang bersifat baku biasanya dijumpai dalam penelitian ilmu-ilmu eksakta dan isntrumen penelitian yang sifatnya tidak baku biasanya dijumpai dalam penelitianilmu-ilmu sosial.

Ciri-ciri instrumen yang baik:

  • Reliabilitas (keandalan, dapat dipercaya). Menunjukkan apakah instrumen secara konsisten memberikan hasil ukuran yang sama tentang sesuatu yang diukur pada waktu yang berlebihan. Reliabilitas suatu instrumen diketahui dengan melakukan pengujian secara eksternal (reliabilitas eksternal atau konsistensi eksternal) ataupun pengujian secara insternal (reliabilitas internal atau konsistensi internal)
  • Validitas (shahih/keabsahan). Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan shahih bila mampu mengukur apa yang diinginkan atau mengungkap data variabel yang diteliti secara tepat. Validitas sebuah instrumen dapat diketahui dengan melakukan pengujian secara eksternal (validitas eksternal) atau pengujian secara internal (validitas internal)
  • Sebagai kemampuan sebuah instrumen untuk melakukan diskriminasi yang diperlukan untuk masalah penelitian
  • Sebagai tingkat dimana pengukuran yang dilakukan bebas dari penelitian subyektif, bebas dari pendapat orang-orang yang menggunakan instrumen tersebut
  • Berkenaan dengan aspek-aspek keterampilan atau penggunaan sumber daya dan waktu

Penulisan baik atau buruk isntrumen cukup dengan melihat validitas dan reliabilitas isntrumen tersebut.

5.Pengolahan dan Penyajian Data

Pengolahan Data

Pengolahan data meliputi kegiatan : editing, coding dan tabulasi

a.Editing

Pengecekan atau pengkoreksian data yang telah dikumpulkan, karena kemungkinan data yang masuk (raw data) atau data terkumpul tidak logis dan meragukan. Hal-hal yang perludiedit pada data masuk:

  • Dipenuhi tidaknya instruksi sampling
  • Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk
  • Kelengkapan pengisian
  • Keserasian atau konsistensi
  • Isi jawaban suatu keusioner

b.Coding

Pemberian atau pembuatan kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama

c.Tabulasi

pembuatan tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode sesuai dengan analisis yang dibutuhkan. Bentuk tabulasi :

  • Tabel Pemindahan (transfer table). Tabel tempat memindahkankode-kode dari kuesioner atau pencatatan, pengamaatan. Tabel pemindahan berfungsi sebagai dokumen atau arsip. Tabel pemindahan dilengkapi dengan buku kode sebagai buku petunjuk datau buku pedoman.
  • Tabel Biasa (main table). Tabel yang disusun berdasarkan sifat responden tertentu dan tujuan tertentu. Sifatnya kolektif dan memuat beberapa jenis informasi.
  • Tabel Analisis (talk table). Tabel ini memuat suatu jenis informasi yang dianalisis. Dari tabel ini dapat ditarik suatu kesimpulan atau generalisasi. Tabel analisis dapat berbentuk: 1) tabel satu arah atau tabel tunggal : tabel yang memuat hanya satu variabel; 2) tabel silang : tabel yang memuat dua variabel atau dua infformasi.

Penyajian Data

Penyajian data penelitian adalah penampilan data yang sudah diolah ke dalam bentuk-bentuk tertentu. Penyajian data diperlukan agar hasil penelitian mudah dibaca dan dimengerti oleh orang lain atau pengambil keputusan. Berikut bentuk-bentuk penyajian data:

a.Tabel Data

Penyajian data dalam bentuk kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori tertentu dalam suatu daftar. Sebuah tabel data memuat bagian-bagian:

  • Kepala tabel
  • Leher tabel
  • Badan tabel
  • Kaki

Sedangkan berdsarkan pengaturannya tabel dapat dibedakan atas 3 jenis :

  • Tabel Frekuensi. Tabel yang memuat banyaknya kejadian atau frekuensi dari suatu kejadian
  • Tabel Klasifikasi. Tabel yang memuat pengelompokkan data
  • Tabel Kontigensi. Tabel yang memuat data sesuai dengan rinciannya
  • Tabel Korelasi. Tabel yang memuat adanya korelasi antara data yang disajikan

b.Grafik Data

Merupakan penyajian data dalam bentuk gambar-gambar. Grafik data terdirid dari beberapa jenis:

  • Grafik data yang menggunakan gambar atau lambang dari data itu sendiri dengan skala tertentu
  • Grafik Batang atau Balok. Grafik data berbentuk persegipanjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala tertentu dari data yang bersangkutan
  • Grafik Garis. Grafik data yang berupa garis diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik potong pada sistem kartesius, dengan garis horizontal/datar (sumbu X) ditempatkan bilangan yang sifatnya tetap, sedangakan garis vertikal/tegak (sumbu Y) ditempatkan bilangan yang sifatnya berubah-ubah/fluktuatif.
  • Grafik lingkaran. Grafik data yang berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. bagian juring tersebut dinyatkan dalam prosentase dari keseluruhan data
  • Kartogram atau Peta Statistik. Graffik data yang menunjukkan seperti kepadatan penduduk, curah hujan, kepadatan hutan, dan sebagainya
  • Histogram dan Polygon Frekuensi. Histogram merupakan graffik batang dari distribusi frekuensi dan poligon frekuensi merupakan grafik garisnya. Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berimpitan, sedang poligon frekuensi dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah batang histogram ke titik tengah batang histogram lainnya. Pada histogram garis horizontal/datar (sumbu X) menyatakan interval kelas (tepi bawah dan tepi atas masing-masing kelas) dan garis vertikal/tegak (sumbu Y) menyatakan frekuensi

6.Hipotesis Penelitian

a.Pengertian

Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara dari permasalahan penelitian yang biasa dirumuskan dalam bentuk yang dapat diuji secara empirik. Dalam suatu penelitian, hipotesis merupakan pedoman karena data yang dikumpulkan adalah dta yang berhubungan dengan variabel-variabel yang dinyatakan dalam hipotesis tersebut.

b.Kriteria hipotesis

Hipotesis yang baik memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Harus menyatakan hubungan
  • Harus sesuai dengan fakta
  • Harus sesuai dengan ilmu atau berkaitan dengan teori
  • Harus dapat diuji
  • Harus dapat menerangkan fakta
  • Jelas secara konseptual
  • Mempunyai rujukan empiris
  • Bersifat spesifik
  • Dapat dihubungkan dengan teknik penelitian yang ada

c.Proses Kerangka berpikir untuk merumuskan hipotesis

Kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang di susun dari berbagai teori yang dideskripsikan, berdasarkan teori-teori yang dideskripsikan tersebut selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubungan tersebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. Perhatikan bagan berikut:

bagan kerangka berpikir

penjelasan bagan

1) Menetapkan variabel yang diteliti 

Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis, maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. Berapa jumlah variabel yang diteliti, dan apakah nama setiap variabel yang merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan.

2) Membaca Buku dan Hasil Penelitian

Membaca buku-buku dan hasil penelitian yang relevan. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks, ensiklopedia, dan kamus. Sedangkan hasil penelitian yang dapat dibaca seperti laporan penelitian, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.

3) Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian

Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teori-teori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap variabel yang diteliti, uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel, dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitan tersebut.

4) Analisis Kritis Terhadap Teori dan Hasil Penelitian 

Pada tahap ini peneliti melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah toeri-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak.

5) Analisis Komparatif Terhadap Teori dan Hasil Penelitian

Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain, dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain.

6) Sintesis Kesimpulan

Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti, selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan semantara. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis

7) Kerangka Berfikir

Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berpikir asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat:  jika begini maka begitu atau jika X, maka Y.

8) Hipotesis

Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis, yang pada umumnya berbunyi “ “Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara (variabel bebas) dengan (variabel terikat)”

d.Hipotesis berdasarkan jenis masalah

Berdasarkan jenis masalahnya, rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi:

  • Hipotesis Deskriptif. Mengenai nilai suatu variabel mandiri, tidak dalam bentuk perbandingan atau hubungan.
  • Hipotesis Komparatif. Mengenai perbaindingan antara satu variabel dengan variabel lainnya
  • Hipotesis Asosiatif. Mengenai hubungan antara satu atau lebih variabel dengan satu atau lebih variabel lainnya.

Berdasarkan uji statistiknya, rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi:

  • Hipotesis Nol/Nihil. Hipotesis ini dapat menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
  • Hipotesis Alternatif/Kerja. Hipotesis ini menyatakan adanya perbedaan antara dua variabel atau ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y

7.Studi Kepustakaan

Seorang peneliti yang mendalami, mencermati, menelaah dan mengidentifikasi pengetahuan yang ada dalam kepustakaan (sumber bacaan, buku-buku referensi atau hasil penelitian lain) untuk menunjang penelitiannya, disebut mengkaji bahanpustaka atau studi kepustakaan. Kepustakaan yang digunakan harus memenuhi 3 kriteria:

  • Berkenaan dengan kecocokan antara hal-hal yang diteliti dengan teori-teori yang dikemukakan, makin cocok makin baik.
  • Berkenaan dengan banyaknya kepustakaan yang dibacar. Makin banyak kepustakaan akan makin baik
  • Makin baru/mutakhir kepustakaan yang digunakan, maka makin baik studi kepustakaannya

Studi kepustakaan dilakuan melalui 3 tahap:

  • Mengetahui jenis pustaka
  • Mengkaji dan mengumpulkan bahan pustaka

Menyajikan studi kepustakaan dapat dilakukan dengan dua cara: 1) kutipan langsung, yaitu peneliti memindahkan hasil karya orang lain masih dalam bentuk asli, baik utuh maupun sebagian; 2) kutipan tidak langsung yaitu peneliti meramu atau mengambil intisari dari kepustakaan yang digunakan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: