//
you're reading...
Pendidikan

MANAJEMEN PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI (Bagian I_SDM)

Salah satu tantangan yang akan dihadapi perguruan tinggi kedepan adalah menciptakan sumber daya manusia yang berkompetitif. Untuk mencapai hal tersebut maka diciptakan organisasi atau institusi yang beragam, sekaligus menuntut manajemen yang semakin efisien, efektif dan produktif. Untuk mewujudkan situasi demikian, perlu peningkatan kesadaran tentang maksud dari semua kegiatan manajemen sumber daya manusia, yaitu meningkatkan sumbangan sumber daya manusia terhadap keberhasilan institusional.

Tantangan yang dihadapi manajemen SDM perguruan tinggi dikategorikan dalam dua kontrkasi yakni tantangan yang bersumber dari internal perguruan tinggi itu sendiri antara lain: 1) rencana strategi; 2) anggaran; 3) estimasi lulusan; 4) usaha atau kegiatan baru; 5) rancang bangun institusi dan tugas pekerjaan, sedangkan tantangan yang bersumber dari lingkungan eksternal perguruan tinggi itu dimana berada. Untuk memulai maka ditentukan target yang akan dicapai apakah menuju world class university yakni terdepan dalam teknologi, pelopor peradaban, sampai pembentuk insan yang bertqwa dan berkarakter. Target dan capaian tersebut dituangkan dalam pembelajaran melalui capaian pembelajaran/learning outcomes (CP/LO) yang disusun dengan menderivatifkan identifikasi tantangan sehingga lebih mudah diuraikan kedalam kurikulum perguruan tinggi tersebut. Pada umumnya perguruan tinggi kesulitan mengadopsi sistem nilai-nilai yang bertaraf world class university untuk dikembangkan dengan sungguh—sungguh baik dalam instrumen legal sampai terbentuknya  budaya berkualitas global (global quality culture) berkualitas dan berkarakter sesuai dengan nilai luhur budaya Indonesia melalui kearifan lokal (local wisdom) dimana perguruan tinggi itu berada. Untuk membangun hal tersebut maka perguruan tinggi harus membangun basis yang kuat melalui pembangunan karakter dosen yang memiliki etika akademik dengan ciri-ciri rasional, objektif dan normatif.

Hal ini terkait bahwa dosen dalam sebuah perguruan tinggi berasal dari kultur dan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang berbeda satu dengan lainnya, realitanya tidak bisa dipungkiri peluang konflik dan perbedan pikiran dalam merespon gejala sosial maupun kebijakan yang berkembang dan diambil pimpinan seringkali terjadi. Perguruan tinggi berkewajiban menciptakan kultur institusi dan kerja untuk menyelaraskan perbedaan yang ada diantara berbagai budaya yang dibawa oleh masing-masing individu dosen yang diterima di lingkunganatau karakteristik perilaku program studi perguruan tinggi tersebut. Maka dari itu perlu ditanamkan budaya kerja yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan program kerja perguruan tinggi yang diimplementasikan dan diselaraskan dengan budaya yang tumbuh dan berkembang dilingkungan program studi dibawahnya.

Dengan demikian etika akademik tersebut harus menjadi unsur fundamental moralitas dalam menghadapi perkembangan sosial ekonomi, politik, budaya dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi. Sehingga selaian tanggung jawab individu yang mengutamakan kompetensi professional, kejujuran, integritas dan objektivitas serta sebagai institusi perguruan tinggi harus mampu mempertanggungjawabkan ke publik, hormat kepada martabat dan hak azazi manusia serta dapat menjadi sumber acuan budaya luhur bangsa Indonesia.  Tantangan SDM perguruan tinggi untuk mencapai kebutuhan world class university yang menajdi landasan akademik yang dikembangkan melalui berbagai instrumen secara komprehensif dan berkesinambungan sehingga menjadi budaya akademik (penciri) perguruan tinggi adalah:

  • Menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah, etika dan estetika, prinsip kebenaran dan kejujuran ilmiah, sehingga tidak terjadi illegal teaching; plagiat intelektual dengan menjaga standar professional dan standar ilmiah yang tinggi secara berkelanjutan
  • Tidak melakukan diskriminasi dalam pelaksanaan kegiatan akademik dengan menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berkualitas dan bertaraf internasional
  • Mengembangkan dan menerapkan iptek melalui inovasi tepat guna berbasis kearifan lokal yang bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa dan seluruh umat manusia
  • Menjaga akuntabilitas yang terfokus pada produktivitas, pelayanan dan kualitas melalui jumlah output kerja yang dihasilkan (Beban Kinerja) dalam bentuk barang/jasa yang dihasilkan dari tenaga dan pikirannya.

Untuk mencapai world class university maka seluruh kegiatan/aktivitas harus saling terkait diantranya perencanaan dan analisis SDM dalam recruitment dan kesetaraan kesempatan bekerja, pendidikan dan pelatihan (diklat), kesejahteraan (konpensasi dan insentif) dan pengembangan budaya kerja dengan iklim kerja yang kondusif. Dengan demikian perguruan tinggi harus mampu menghadirkan dosen berkualitas yaitu dosen multi talenta dengan keterampilan paripurna yang memiliki budaya kerja professional berdasarkan prinsip:

  • memiliki latar belakang pendidikan dan kualifikasi akademik dengan kompetensi sesuai bidang tugas;
  • memiliki minat, bakat dan panggilan jiwa dengan nilai-nilai idealisme yang kuat;
  • memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan dan pengembangannya secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
  • memiliki tingkat kesejahteraan yang memadai dengan memperoleh penghasilan yang layak dan adil serta jaminan dan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas-tugasnya

Dengan demikian profesionalisme kerja dosen merupakan tolak ukur dalam sistem penjaminan mutu internal (SPMI) melalui penjaminan mutu akademik. Profesionalisme kerja dosen menjadi nilai kultural yang dimiliki dosen untuk selalu menampilkan karya terbaik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai dosen. Yang perlu dicermati dan dipahami adalah bahwa tanggung jawab tersebut bukanlah tanggung jawab personal dosen melainkan menjadi tanggung jawab perguruan tinggi oleh manajemen SDM (dalam hal ini bidang kepegawaian). Relevansinya budaya kerja dosen menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari manajemen SDM perguruan tinggi tersebut dimana perencanaan, pengorganisasian, pengembangan pembinaan dan penilaian dosen menjadi profesional adalah kewenangan sekaligus tugas dan fungsinya.

Pengembangan SDM terhadap dosen merupakan fungsi utama sebagai identitas perguruan tinggi yang dilaksanakan melalui 1) pelatihan dan pengembangan dosen;  2) pengembangan karir dosen, dan; 3) pengembangan organisasi. Hal tersebut mejadi langkah strategis dan plafond prioritas dalam perencanaan perguruan tinggi yang meliputi sejumlah kebijakan dan aksi manajerial yang dimaksudkan memberikan keselarasan superior yang kompetitif dengan tantangan lingkungan eksternal dan meningkatkan kinerja perguruan tinggi jangka panjang yang melibatkan proses yang berbeda meliputi formulasi strategi, implementasi strategi dan kontrol. Jika hal ini tidak dilaksanakan maka identitas dosen perguruan tinggi tersebut semakin tidak jelas sehingga perguruan tinggi diyakini tidak akan bergerak lebih agresif dan progresif. Maka dari itu tugas pimpinan puncak perguruan tinggi yang didelegasikan kepada manajemen SDM terkait bersama-sama pimpinan puncak lainnya mengembangkan dan menanamkan nilai-nilai budaya kerja dosen profesional, maka perlu diadakan pendekatan akan akan kebutuhan dan eksplorasi budaya kerja sebagai berikut:

  • tujuan world class university harus terintegrasi ke dalam landasan filosofis, visi, misi dan isi program melalui kurikulum
  • dalam pelaksanaannya world class university diperlukan cooperation, collaboration and networking dengan berbagai institusi
  • dalam melaksanakan program berkelanjutan diperlukan agresif policy, komitmen dan keamuan yang kuat serta dana yang berkelanjutan
  • perlunya keselarasan dan pemahaman dari unsur pimpinan, kepegawaian, staff akademik dan mahasiswa yang disertai kesadaran dan komitmen bersama yang tinggi dalam mencapai tujuan
  • untuk mencapai efisiensi dan keberhasilan perlu diperluas tidak hanya bidang akademiak tapai dalam berbagai bidan glainnya seperti manajemen kelembagaan, ICT, mahasiswa dan dosen.

 

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: