//
you're reading...
Pendidikan, Umum

TEORI MOTIVASI BERPRESTASI DAN PENGHARAPAN

Motivasi yang ada dalam diri seseorang bukan merupakan indikator yang berdiri sendiri. Motivasi itu muncul sebagai akibat dari gesekan-gesekan kekuatan yang ada dalam diri individu.

Teori Motivasi Berprestasi

McClelland dalam eksperimennya menjelaskan bahwa teori ini dibangun atas dasar tiga kebutuhan pokok manusia, yaitu:

Kebutuhan berprestasi

Merupakan motif yang secara kontras dapat dibedakan dengan kebutuhan lainnya, dan seseorang dianggap mempunyai motivasi berprestasi, jika ingin mengunggulai yang lain.

Kebutuhan berafiliasi

Kebutuhan berafiliasi hampir sama atau dapat dikatakan sama dengan kebutuhan akan rasa disertakan, cinta, dan aktivitas sosial yang dikemukan Maslow.

Kebutuhan akan kekuasaan

Kebutuhan akan kekuasaan merupakan dorongan yang muncul dalam diri  seseorang untuk duduk pada posisi paling dominan atau pengatur didalam kelompoknya.

Dari uraian di atas dapat dijabarkan beberapa karakter peserta didik (siswa/mahasiswa) yang berprestasi tinggi:

Berani mengambil resiko moderat

Tipe ini pada dasarnya dilakukan penilaian dari cara kerja seseorang yang didasarkan atas tingkat kehati-hatian dan perhitungand dalam mengukur jarak sebelum memutuskan dan sesudah memutuskan. Resiko moderat sendiri diartikan sebagai resiko yang berada di antara resiko tertinggi dan resko terendah, mereka yang berani mengambil resiko biasanya bekerja secara rambang saja dan sebaliknya mereka yang bekerja tidak mau ambil resiko biasanya hanya ikut arus atau tidak mempunyai prakarsa

Menghendaki umpan balik segera (immediate feedback)

Tipe ini sangat menghendaki umpan balik dari hasil pekerjaannya. Informasi yang dia dapatkan digunakan untuk meningkatkan prestasinya emnjadi lebih baik. Umpan balik positif tidak membuatnya menjadi terlena dan umpan balik negatif tidak membuatnya frustasi yang berlebihan. Baik kelebihan dan kekurangan dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi lebih dari kondisi sekarang

Keberhasilan diperhitungkan secara teliti

Tipe ini lebih mementingkan pencapaian tugas yang dibebankan kepadanya tanpa memperhitungkan secara berlebihan penghargaan (rewards) apa yang akan diperoleh. Tipe ini lebih puas dengan segi-segi intrinsik  pekerjaan daripada imbalan materi atau hadiah istimewa. Segala aspek penghargaan (rewards) hanya merupakan efek sampingan saja dari prestasi yang dicapainya

Padu dengan tugas

Tipe ini menerima tugas sebagai bagian dari hidupnya. Tugas-tugas atau pekerjaan (order) yang dihadapi atau dilimpahkan kepadanya tidak dipandang sebagai beban akan tetapi dilihat sebagai kewajaran. Kata hatinya mengatakan bahwa “Saya memang harus berbuat seperti itu”, bukan “Beban saya terlalu berat dan tidak adil. Secara tidak disengaja sikap seperti ini akan menunda separuh pekerjaan, bersahabat, realistik dan mengutamakan kemampuan individual

 Teori Pengharapan

Teori ini dibangun atas dasar pendekatan kognitif dengan tiga konsep esensial yang mendasari motivasi manusia, yaitu pengharapan, nilai dan perantaraan.

Pengharapan adalah kepercayaan bahwa usaha seseorang akan membuahkan penampilan yang sukses, dengan kata lain pengharapan adalah kepercayaan subjektif seseorang, biasanya berupa tindakan yang diikuti oleh rasa positif yang tinggi untuk memperbaiki orientasi siswa dengan mengembangkan usahanya sendiri dengan tujuan orang itu mempunyai tingkat pengharapan yang tinggi.

Nilai adalah tingkat kesenangan atau kesukaan yang ada didalam diri individu untuk mendapatkan sejumlah keuntungan. Oleh karaena itu, tugas individual cenderung berbeda, demikian juga nilai yang mereka terima atau apresiasi pada setiap kondisi. Nilai dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mereka harapkan dari pekerjaan yang dilakukannya.

Penghargaan adalah kepercayaan bahwa perilaku yang ditmapilkan oleh individu adalah sesensial dalam kerangka pemerolehan keuntungan atau kepuasan atas nilai itu.

Sejalan dengan hal tersebut di atas Porter dan Miles mengemukakan bahwa ada tiga variabel yang mempengaruhi, yaitu:

Sifat-sifat individual

Sifat-sifat individual antara lain meliputi kepentingan setiap individu , sikap, kebutuhan tau harapan yang berbeda dari setiap individu. Perbedaan-perbedaan itu membuat kadar motivasi di dalam diri pekerja menajdi sangat variatif. Individu yang menginginkan prestasi tinggi akan terdorong dengan pekerjaan yang mampu meningkatkan harkat dan martabatnya. Individu yang menganggap gelar (degree) sebagai simbol prestasi atau bonafiditas akan terdorong untuk menekuni bangku kuliah. Orang yang memilih pekerjaan guru sebagai profesi akan melatih diri membiasakan membaca buku-buku tentang ilmu pendidikan dan keguruan. Individu yang dimotivasi oleh uang akan memilih pekerjaan yang imbalannya besar.

Sifat-sifat pekerjaan

Sifat pekerjaan mencakup tugas-tugas yang harus dilaksanakan, tnaggung jawab yang diemban dan kepuasan yang muncul. Pekerjaan yang banyak menantang tanggung jawab mendatangkan kepuasan dan dapat meningkatkan derajat motivasi tidak sedikit

Lingkungan dan situasi

Pola interaksi sangat dipengaruhi aktivitas dalam bekerja, hal ini dapat dimotivasi oleh rekan kerja, dimana peran atasan atas manfaat langsung yang dirasakan seseorang dalam organisasi menentukan motivasi bekerja.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: