//
you're reading...
Pendidikan, Umum

“Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. XVI “Mengenal Struktur Organisasi Intelijen : “United States Of America”)

Amerika Serikat mempunyai struktur organisasi intelijen sangat kompleks yang dapat mengcover seluruh kegiatan penyelidikan dalam seluruh segi kehidupan manusia, baik dalam maupun luar negeri yang kesemuanya berada di bawah supervisi pemerintah.

Sebelum perang dunia kedua Amerika Serikat mendirikan Office of Strategic Service (OSS), melatih para agent intelligence, sabotir, penyelidik mistery yang secara diam-diam mendeteksi lawan, penerjun payung dsb.

Jenderal Dwight Eisenchower mempergunakan agent OSS dalam keberhasilannya melakukan invasi pendaratan di pantai Normandia pada perang dunia kedua. Dengan kesuksesan di bidang pengorganisasian OSS yang membawahi penugasan intelijen di seluruh dunia, maka setelah perang dunia kedua OSS diganti menjadi Central Intelligence Agency (CIA), dengan memfokuskan penugasan kepada ide penafsiran intelligence dan meyebarkannya, untuk diterapkan dalam lapangan politik dan militer di seluruh dunia.

Berdirinya National Security Council 1947 organisasi Amerika Serikat mengalami perkembangan melalui penerapan National Security Act. Pada tahun 1961 biro-biro intelijen militer, dari dinas-dinas yang semula terpisah-pisah telah dikonsolidasikan ke dalam satu wadah Defense Intelligence Agency yang berada dalam Departemen of Defense, dan Direktur DIA menjasi eselon dari USIB, sebagai anggota. Presiden Franklin Rooselvelt adalah orang pertama yang memerintahkan agar Biro Intelijen dalam setiap angkatan (Darat, Laut dan Udara).

Dalam struktur organisais intelligence USA dilakukan usaha-usaha pengembangan teknik dan taktik di bidang intelligence sesuai jangkauan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir antara lain penggunaan tenaga atom untuk maksud-maksud intelijen dan penggunaan peralatan elektronik serta penerapan teknik modern dalam intelligence devices dibarengi penelitian research ilmiah. Hal ini menunjukkan bahwa Science benar-benar dipergunakan untuk mengabdi di lapangan intelligence.

Bagan organisasi intelijen USA (kira kira model bagannya demikian semoga saja salah)

Bagan NSC

NSC (National Security Council)

NSC berada di bawah Presiden langsung. Semua departemen intelijen mempunyai hubungan dengan NSC. NSC memiliki kewenangan: (1) memberikan pengarahan; (2) tuntuhan dan koordinasi fungsi-fungsi intelijen; (3) menentukan garis kebijaksanaan intelijen nasional yang dikendalikan oleh suatu komite untuk tugas-tugas spesifik.

DCI (Directorate of Central Intelligence) mengimplementasikan kebijakasanaan nasional di bidang intelijen secara integral berdasarkan perencanaan yang telah di garap CIA (Central Intelligence Agency) atau intelligence departemental pemerintah bagi kepentingan keamanan nasional

CIA (Central Intelligence Agency)

CIA berada di bawah NSC. CIA mempunyai seorang director dan deputy director yang ditunjuk dan diangkat oleh Presiden. Secara umum CIA : (1) memberikan saran-saran kepada NSC tentang kegiatan intelijen pemerintah sehubungan dengan keamanan nasioanl, lalu mengusulkan rekomendasi untuk terjalinya koordinasi dalam suatu operasi kegiatan intelijen untuk tercapainya suatu target. Keamanan Nasional erat hubungannya dengan konstelasi politik dunia Internasional; (2) mengemukakan pertimbangan intelijen tentang keamanan nasional di bidang intelijen, serta bertugas menyebarkan kebijaksanaan intelijen di kalangan pemerintah dalam hal pemakaian mana yang lebih patut, serasi sesusai fasilitas; (3) melaksanakan tugas-tugas intelijen yang ditentukan NSC dalam penyelesaian berdaya-guna, terpusat dan menjamin kerahasiaannya; (4) bertanggungjawab melakukan tugas-tugas dan fungsi yang berhubungan dengan intelijen untuk kepentingan keamanan nasional sesuai pengarahan NSC.

DCI dan USIB (Director of Central Intelligence and United States Intelligence Board)

USIB merupakan jantung dari organisasi intelijen nasional negeri Paman Sam ini, yang dipimpin oleh seorang direktur (Chairman). USIB inilah sebenarnya yang memiliki wewenang utama dalam mengkoordinasikan tugas intelijen dan mengkoordinasikan kegiatan intelijen antar departemen pemerintahan. Director of Central Intelligence USIB beranggotakan:

  • Deputy Director of Central Intelligence CIA
  • Director of Intelligence and Research Departement of State (Kemenlu)
  • Director Defense Intelligence Agency (DDIA) Departement of Defense (DOD)
  • Director National Security Agency (NSA)
  • Assistant of the Director of the Federal Bureau of Investigation (FBI) Departement of Justice
  • Director of Intelligence (Assistant General Manager) Atomic Energy Commission (AEC)

DIA (Defense Intelligence Agency)

DIA berada dalam Departemen of Defense, dan berada di bawah direktif Secretary of Defence, melalui Joint Chief of Staff (JSC). Secara umum fungsi Direkrur DIA: (1) mengembangkan dan embuat produk intelligence Departement of Defense tentang semua estimate intelligence, serta menunjang estimate intelligence nasional kepada USIB; (2) melengkapi kebutuhan keterangan intelligence yang dikehendaki oleh DOD; (3) memelihara koleksi arsip intellijen DOD dan arsip yang ada kaitannya dengan kepentingan intelijen nasional; (4) membuat perencanaan program dan kebijaksanaan, serta pengumpulan kegiatan informasi yang bernilai intelijen untuk keperluan DOD; (5) menyediakan informasi actual intelligence bagi DOD; (6) memimpin pengkoordinasian dan aktivitas intelijen untuk mencapai hasil guna secar optimal di kalangan intelijen DOD; (7) menyediakan intelijen yang penting bagi militer, terutama dalam rangkaian komando kesatuan dan organisasi lain tingkat nasional yang memerlukan intelijen yang sama; (8) mengadakan kerjasama dengan CIA dan organisasi lainnya dalam semua aspek keterampilan intelijen.

ACSI (Assistant Chief of Staff for Intelligence)

  • ACSI berada dalam lingkungan Departemen of the Army. Angkatan Darat Amerika Serikat mempunyai staff umum intelijen yang bertanggungjawab bagi semua persoalan yang berhubungan dengan aktivitas intelijen dalam AD dan laporan langsung kepada KASAD
  • ACSI berada dalam lingkungan U.S. Air Force. Angkatan Udara Amerika Serikat mempunyai staf umum intelijen yang bertanggungjawab terhadap semua persoalan yang berkaitan dengan aktivitas intelijen dalam AU dan laporan langsung kepada KASAU

DNI (Direcor of Naval Intelligence)

Dni disebut juga ACNO (Assistant Chief of Naval Operations) laporan langsung kepada CNO (Cheif of Naval Operations). DNI berkewajiban mengatur, menjaga operasi-operasi dinas intelijen dan operasi-operasi kontra intelijen yang dibutuhkan oleh Departement of Navy

G-2 (Assistant Cheif of Staff)

  • G-2 Headquarers U.S. Marine Corps bertanggung jawab kepada Korps Marinir tentang formulasi perencanaan policy yang berkenaan dengan intelijen dan kontra intelijen, serta bertanggung jawab mengemban tugas.
  • Bertanggung jawab mengembangkan dan mengkoordinasikan policy kemiliteran untuk Korps Marinir mengenai intelijen dan kontra-intelijen tentang perencanaan dan kebutuhan-kebutuhannya.
  • Mengembangkan dalam koordinasi dengan kelayakan bagi Staff Agent, kebijaksanaan, konsep operasi, doktrin dan bertanggungjawab dalam medan perang elektronik, perhubungan dan elektrinik intelligence
  • Merencanakan dengan koordinasi yang layak, selalu memonitor untuk perkembangan kebutuhan intel dan elektronika setelah diadakan research untuk progress development.
  • Memonitor segala kegiatan agent intelligence lainnya terutama pada ONI (Office of Naval Intelligence) mengenai intelijen dan kontra intelijen yang bermanfaat bagi korps Marinir serta memonitor partisipasi Korps Marinir dalam system atase AL

FBI (Federal Bureau of Investigation)

FBI beradap dalam Departement of Justice yang bertanggung jawab melakukan penyelidikan mengenai espionage, sabotage, penghiatan dan hal-hal yang berhubungan dengan Internal Security seperti tidak adanya loyalitas baik perbuatan maupun ucapan yang bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional

AEC (Atomic Energy Comission)

AEC mempunyai Assistant General Manager, sebagai Director of Intelligence yang bertugas meyeleidi kekuatan nuklir, kekuatan radiasi atom dan mendeteksi intensitas daya keampuhannya dengan sistem pengolahan data secara otomatis dan mengembangkan kemanfaatan energy atom untuk tujuan keamanan dan penyelidikan di bidang intelijen.

Director of Intelligence and Research

Director of Intelligence and Research dalam lingkungan Departement of State, mengembangkan program intelijen untuk luar negeri dan mengimplementasikan suatu rencana yang terkoordinasi untuk intelijen luar negeri bagi kepentingan-kepentingan departemen-departemen di Kemenlu. Kepentingan yang utama sekali dalam tanggungjawabnya ialah mensupport kebutuhan intelijen bagi sekretaris negara dalam posisinya sebagai advisor utama Presiden, sehubungan dengan politik luar negeri sebagai anggota eselon NSC, menyediakan staf untuk Departement of State kebijaksanaan politik serta memelihara hubungan dengan organisasi intelijen lainnya dalam pemerintahan sehubungan dengan program intelijen negara.

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: