//
you're reading...
Pendidikan

Mengembangkan Kebiasaan Efektif V (Efektivitas dan Keseimbangan)

Ketika berbicara “menjadi efektif”, banyak orang mengartikan dengan “memperoleh hasil”. Memang memperoleh hasil itu merupakan salah satu kunci untuk menjadi efektif, tetapi tidak semua yang kita peroleh membuat kita efektif. Efektivitas mempunyai dua dimensi. Dimensi yang kedua dari efektivitas ialah memelihara dan meningkatkan aset kita. Yang dimaksud dengan aset ialah lebih dari sekedar uang, peralatan dan bangunan. Yang dimaksudkan dengan aset juga hal-hal seperti kebiasaan fisik, kesiapan mental, stabilitas emosi, ketrampilan, pengetahuan, nilai-nilai dan hubungan dengan orang lain. Semua yang tidak terlihat ini merupakan aset, karena kita dapat menghasilkan sesuatu tanpa hal-hal tersebut. itulah sebabnya mengapa orang yang efektif menaruh perhatian terhadap semua itu dan mengapa definisi efektivitas ini memiliki sebuah dimensi lain yang saling berkaitan.

Efektifitas yang konsisten selalu datang dari suatu keseimbangan antara (1) hasil dan (2) aset-aset mendatangkan hasil. Kita menyebut hasil tersebut sebagai “Produksi”, yang disingkat dengan “P”. Sedangkan aset kita sebut “Kemampuan Produksi”, disingkat “KP”. Karena itu efektivitas merupakan suatu keseimbangan Produksi dan Kemapuan Produksi, atau P dan KP.

Rekening Bank Emosi (RBE)

Berbicara tentang hubungan, Dr. Stephen R. Covey menggunakan sebuah metafor Rekening Bank Emosi (RBE) yang merupakan gambaran dari banyaknya kepercayaan yang dibangun diatas suatu hubungan. Kita membangun atau merusak keseimbangan RBE kita dengan orang lain sama seperti pada saat kita membuat keseimbangan rekening tabungan kita, yaitu: dengan penyetoran dan penarikan. Penyetoran akan menambah saldo, sedangkan penarikan akan menguranginya.

Ide dibalik metafor ini adalah bertindak secara positif di dalam hubungan kita, kita membuat suatu penampungan maksud baik yang dapat kita ambil pada saat kita perlu bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai sesuatu. Sebaliknya dengan berbuat negatif, kita memisahkan diri dari orang lain dan kehilangan semua keuntungan dari hubungan kita dengan mereka yang mungkin telah kita peroleh. Ada lima bentuk dasar penyetoran dan lima bentuk dasar penarikan. Secara umum, perbuatan yang membangun kepercayaan merupakan rekening tabungan emosional. Sebaliknya perbuatan yang mengurangi kepercayaan meruapkan penarikan.

  • Kebaikan versus Ketidak-baikan. Kabaikan termasuk tindakan-tindakan speerti sopan santun, mendukung dan membantu. Ketidak-baikan mencakup hal-hal seperti tidak soapn santun, mengganggu, mengkritik dan sebagainya.
  • Memenuhi janji versus mengingkari janji. Hubungan antara janji dan kepercayaan adalah jelas. Janji termasuk komitmen akan semua hal, bahkan komitmen yang hanya kita sadari untuk sementara dan tidak dianggap serius. Apabila kita memenuhi janji, orang akan belajar bahwa kita diperhitungkan.
  • Menghargai harapan versus merusak harapan. Semua hubungan tergantung pada harapan. Apabila harapan tersebut jelas dan orang memperhatikannya, maka hubungan itu akan berjalan dengan lancar. Apabila harapan tidak jelas atau tidak terpenuhi, maka kita cenderung merasa tidak pasti dan hubungan menjadi tidak mulus.
  • Kesetiaan versus bermuka dua. Kita setia kepada orang lain pada saat kita menganggap dan berbicara yang baik tentang mereka sekalipun mereka tidak ada di depan kita. Adalah salah apabila kita bermuka dua, yaitu apabila kita membicarakan hal yang buruk di belakang mereka.
  • Permohonan maaf versus kesombongan. Kita semua pernah membuat kesalahan dan dapat berubah hanya bila mau mengakuinya. Penyetoran ini yang kita sebut permohonan maaf, berarti kita mengakui kesalahan kita. Penarikan merupakan kesombongan, yaitu dengan membiarkan kepura-puraan menutupi kita sehingga kesalahan kita menjadi terus bertambah

Aspek yang paling penting bagi kemampuan produksi adalah seberapa besar kita dapat memelihara komitmen kita sendiri. Komitmen tersebut merupakan tabungan bagi rekening bank emosi kita

Pada analisis yang terakhir, efektivitas merupaakn penampakan karakter pribadi kita. Perkembangan karakter kita menyebabkan perkembangan efektivitas kita. Karakter terutama muncul dari perbuatan yang sederhana seperti memenuhi janji yang kita buat untuk diri kita sendiri. Seperti yang dikatakan Shakespeare’s Polonius kepada anak laki-lakinya Laertes: “Adalah di atas segala hal untuk menjadi yang sebenarnya untuk dirimu sendiri, dan hal tersebut harus ditaati, seperti siang adan malam, yang tidak mungkin keliru bagi setiap orang”.

Apabila rasa hormat lebih kuat dari suasana hati kita , maka kita tidak akan dipermainkan oleh perasaan kita sendiri. Kita hanya mengutamakan hal-hal yang penting. Keteguhan kita memegang nilai-nilai dan prinsip-prinsip merupakan inti bagi kehormatan pribadi, dan hal tersebut merupakan sumber kestabilan dan kekuatan kita.

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: