//
you're reading...
Pendidikan, Sosial Politik

Pendidikan Pengenalan Intelijen Bag. XVII-Mengenal Bentuk Intelijen (Intelligence PKI)

Semenjak pembubaran Partai Komunis Indonesia pada tahun 1966, PKI dinyatakan sebagai Organisasi Terlarang di seluruh wilayah Negera Kesatuan Republik Indonesia. Sejak itu diberlakukan pula laranagan terhadap setiap kegiatan penyebaran atau pengembangan Paham atau Ajaran Komunisme (Marisme-Leninisme). Sebelum itu organisai PKI telah berkembang luas seakan merajai kehidupan sosial politik di Indonesia. Partai Komunis Indonesia adalah suatu partai yang dalam struktur organisainya tercantum suatu wadah organisasi intelligence dengan istilah Biro Khusus. Berikut adalah struktur organisasi intelijen PKI

A.Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

Keterangan   :

CC PKI         : Comite Central PKI

CS               : Comite Sektor

CSS              : Comite Sub Sektor

CR               : Comite Rayon

BIRO SUS : Biro Khusus

Pada setiap kampung dibentuklah Group PKI. Pada setiap kecamatan dibentuk Comite Rayon PKI. Pada setiap kewedanan dibentuk oleh Comite Sub Sektor PKI. Pada setiap Kabupaten dibentuk Comite Sektor PKI. Pada setiap Propinsi dibentuk Comite Daerah Besar PKI, dan pada tingkat organisasi ini telah mempunyai banyak agent-agent intelligence yang dapat ditugaskan secara terbuka maupun secara cladestine. Pada Ibu Kota Negara dibentuklah Comite Central PKI, yang mempunyai agent-agent intelligence dalam jumlah banyak, yang juga mengadakan operasi dan kegiatan intelligence secara terbuka maupun secara tertutup.

Pada tingkat Perguruan Tinggi, PKI membentuk : Comite Resort Besar (CRB) yang mempunyai persyaratan ada paling kurang 100 orang anggota PKI. Comite Resort Sarjana (CRS) berada dalam lingkungan CRB. Comite Resort Mahasiswa (CRM) berada dalam lingkunganCRB juga, disamping telah ada CGMI pada setiap universitas.

Demikain halnya pada tingkat lembaga-lembaga negara, dibentuk pula Partai Komunis, namun namanya disesuaikan dengan jumlah anggota PKI yang mendukung organisasi itu. Anggota-anggota PKI itu disamping dari organ PKI sendiri, juga terdapat di dalam organisasi yang berafiliasi pada PKI, dan organisasi massa non PKI.

Intelligence Partai Komunis Indonesia memakai sistem jaring. Sistem jaring ini menandakan suatu pengorganisasian yang sudah teratur dan modern. Jaring-jaring mata-mata PKI banyak bentuknya dan bergerak serempak dengan pengendalian yang rapi secara rahasia. Organisasi tertutup itu telah berjalan dalam jangka waktu yang lama. Hasil-hasil yang mereka capai tidak sedikit, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi lagi bagi PKI di Indonesia ini.

Memperhatikan sistem organisasi jaring-jairng mata-mata PKI yang ditata dalam  bentuk Jaring/Network Compartimentasi yang menggunakan sistem cut-out (pemutus) atau penyekat, maka bisa dikatakan bahwa itu merupakan network yang paling baik dalam dunia intelligence sampai saat ini, karena dapat menjamin kerahasiaan , sukar dibongkar oleh lawan, andaikata tercium hanya bisa terbongkar pada level penyekatnya saja. Dengan demikian kegiatan-kegiatan di bagian  lainnya akan tetapa bisa jalan karena terisolir  oleh pengamanan cut-out  tadi.

B.Network Compartimentasi Mata-Mata PKI

Network Compartimentasi

Keterangan

AH     : Agent Handler bertugas sebagai pengendali

PA      : Principal Agent bertugas sebagai Agent Utama

AP      : Agent Perantara bertugas sebagai Currier dan berungsi sebagai cut-out / yaitu pengaman

A        : Agent bertugas sebagai pelaksana yaitu agent lapangan

Para agent perantara yang dipasang dalam network  di atas berjumlah dua belas orang. Sistem pengorganisasian intelligence yang diperoleh  PKI dari tokoh-tokoh Komunis asing dan diterapkan di Indonesia itu merupakan keistimewaan yang sangat menonjol jika dihubungkan dengan kualitas gerakannya yang begitu cepat dalam memilih target-target kemenangan partai, sebelum partai ini dibubarkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang. Jika kita perhatikan organisasi intelligence PKI dengan sistem jaringannya serta cara-cara kerja mata-mata PKI, maka organiasi sekelas itu bagaikan milik suatu negara.

C.Pembina Kader dan Agent serta Penetrasi PKI

Sejak dulu PKI telah melaksanakan program perjuangan jangka pendek dan jangka panjang dalam mempersiapkan pembentukan kader-kader di kalangan muda, pelajar, mahasiswa, dan kalangan intelektual. Penyusunan sangat rapi dan cermat, dengan perhitungan bahwa program itu dapat dijalankan secara rahasia terhadap maksud-maksud yang sesungguhnya. Kegiatan itu ditargetkan bisa menghasilkan pemuda-pemuda yang berideologi Marxis-Leninisme yang berilmu, yang mereka sebut kader merah dan kader ahli.

Disampaing mengirimkan para pelajar ke luar negeri, maka dalam tubuh organisasi PKI sendiri dibentuk badan pelaksana pendidikan. Biro Pendidikan Central (BIPCEN) melaksanakan pendidikan secara tertutup. Departemen Pendidikan dan Ilmu (P & I) melaksanakan pendidikan secara terbuka.

Yang dibina BIPCEN secara tertutup itu ialah anggota-anggota PKI dan calon-calon anggota PKI saja. Pendidikan inilah yang ditempuh oleh kader-kader komunis, para fungsionaris dan massa PKI, sehingga menghasilkan kader-kader komunis yang mantap dan tangguh. Pemantapan ini berupa doktrin partai komunis ideologi politik yang tak tergoyahkan, dan doktrin perjuangan. Semua itu merupakan konsep yang matang dengan segala teori-teorinya. Jenis-jenis pendidikan yang diselenggarakan oleh BIPCEN secara tertutup antara lain ialah :

  • Pada tingkat Comite Central dilaksanakan Sekolah Pendidikan  Central (SPC) dan Sekolah Guru Sectral (SGC)
  • Pada tingkat Comite Daerah Besar dilaksanakan di Sekolah Pendidikan Daerah Besar (SPDB) dan Sekolah Guru Daerah Besar (SGDB)
  • Pada tingkat di baah Comite daerah besar dilaksanakan Mimbar Pengetahuan Rakyat (MPR) dan Panti Pengetahuan Rakyat (PPR)
  • Departemen P & I melaksanakan pendidikan secara legal. Lembaga pendidikan PKI ini bersifat terbuka, namun pada hakikatnya hanya diperuntukkan bagi warga PKI, sedangkan testing-testing yang diadakan hanyalah bersifat formalitas belaka. Lembaga inilah yang membina Pendiikan dan Ilmu dari sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi.

Disampaing memiliki perguruan tinggi sendiri, PKI masih berusaha semaksimal mungkin untuk membina Sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Dari sekian banyak anggota PKI yang mengikuti pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga PKI itu, baik secara terbuka maupun tertutup, adalah merupakan spotting dalam mencari calon-calon agent. Siapa-siapa yang pantas menjadi agent dengan pertimbangan : kecerdasan, keuletan, keterampilan, revolusioner dan sasaran penugasan apa yang sesuai dengan seseorang itu. Mereka yang terpilih , dilakukan investigation yang lebih mendetail kepadanya. Setelah itu disaring lagi dengan menempuh seleksi yang lebih berat lagi, lalu dilakukan penjajakan dengan teliti. Sesudah itu dilakukan penawaran, berupa kontrak terhadap mereka. Mereka yang lulus mengalami recruiting secara intensif dengan teori-teori intelligence berbulan-bulan lamanya. Kemudian diadakan latihan dan testing, jika lulus masih ada kewajibanyang harus diselesaikannya untuk bisa diterima dalam lingkungan agent intelligence PKI. Misalnya tugas terakhir ini : “Kamu harus berangkat dari Jawa ke Medan, Sumatera Utara dengan membawa potongan separuh uang Rp.500, 00 ini, potongan yang separuh lagi ada di Medan itu, tanyakan pada Agent Handler PKI di CBD di sana, dia akan tahu siapa yang menyimpannya. Kalau sudah dapat, bawalah kembali dan kamu laporkan kemari tanggal sekian dengan membawa kedua potongan uang itu! Ingat mereka telah disumpah sebagai anggota-anggota PKI.” Sebelum berangkat diberikan briefing berupa penjelasan tentang tugas akhir ini. Dan selanjutnya diadakanlah Dispath yaitu pemberangkatan untuk melaksanakan tugas akhir. Tidaklah mudah menjadi Agent Handler PKI itu. Di Medan mereka akan diberikan tugas-tugas sampingan pula. dan setelah berhasil mendapatkan separuh (potongan) uang yang dimaksud, tentu harus dicocokkan lagi dengan nomor serinya. Dengan cocoknya nomor seri uang yang telah diperolehnya itu, calon agent kembali ke tempat semula melapotkan bukti uang itu. Mereka yang lain mungkin ditugaskan ke Kalimantan atau melakukan tugas-tugas lain, tapi waktu laporan tiba, mereka kembali bersamaan, maka diadakanlah reception yaitu penerimaan sesuai brieing. Demikianlah recruiting agent PKI di Indonesia secara garis besar, orang lain tak tahu, bahkan anggota-anggota PKI lainnya juga tidak perlu tahu. Yang harus dipahami adalah inilah sebab mengapa PKI harus dibubarkan dan dilarang dari bumi Pancasila – NKRI.

Para agent ini dapat mengambil spesialisasi di bidang : penggalangan, pengusutan, pengamanan, penyelidikan, sabotir, demolisi, intercept dan sebagainya. Mereka ditugaskan mencari informasi rahasia tentang Militer, personal, persenjataan, gudang amunisi, objek-objek vital dan instalasi penting, rahasia-rahasia parpol dan ormas-ormas yang lain. Mereka juga ditugaskan dalam bidang pembinaan dan pembentukan kader, sistem pembinaan yang dilakukan harus dapat memilih sasaran yang potensial, key man, cerdas, berpengaruh dan tentu saja tidak fanatik kepada Agama dan politiknya masih polos. Kepada orang itulah diadakan kontak pendekatan sesuai dengan pola kebiasaan target, misalkan jika senang membaca maka diberinya bacaan-bacaan PKI secara gratis (doktin semu) yang berisi propaganda-propaganda yang sudah disesuaikan dengan tingkat dan pola berpikir target. Hal ini dilakukan agar memudahkan proses pencucian otak (brain wash) tanpa sentuhan langsung.

Pola pembinaan Three Man System

Pola Pembinaan Three Man System

Pola Pembinaan One Man System

Pola Pembinaan One Man System

Seorang anggota PKI membina kader, dan kader tersebut akan membina seorang lainnya, demikian seterusnya. Setelah dibina, kemudian juga disumpah di suatu tempat yang ditentukan dengan menghadirkan saksi-saksi.

Tetapi ada pula perkecualiannya, yaitu orang-orang yang telah dibina itu tidak disumpah, tetapi cukup diterima menjadi anggota PKI, karena penerimaannya itu berdasarkan perimbangan-pertimbangan rahasia intelligence. Hal ini banyak terjadi dan mereka itulah yang disebut Daftar-F (Daftar-ef). Mereka adalah anggota pKI legal, karena mau menerima tawaran sebagai anggota dan juga diterima sebagai anggota PKI, kemudian disusupkan dalam berbagai organisasi sosial dan pemerintahan.

Bagi para pembina (diantaranya juga agent-agent PKI) tidaklah gampang menerima seseorang menjadi PKI (walaupun seseorang itu telah selesai dibinanya sendiri) sebab untuk menjadi anggota, seorang calon harus menunjukkan suatu prestasi  yang mencerminkan suatu loyalitas kepada partai. Jika calon itu bekerja pada instansi, maka ia diperintahkan untuk mencari informasi rahasia di kantornya. Jika memeng ada kesungguhan, tentu calon itu akan berusaha mengambil dokumen rahasia yang ada pada instansinya, untuk diserahkan kepada pembinanya.

Keberhasilan tugas seperti itulah yang dijadikan tolak ukur kematangan dan kemantapan seseorang terhadap ideologi komunis yang telah ditanamkan pada dirinya, sehingga seorang calon layak untuk disumpah sebagai anggota PKI secara sah.

Anggota-anggota PKI yang berpendidikan dan berpengaruh tetapi tidak begitu dikenal oleh Parpol dan Ormas lain serta para agent clandestine bisa disusupkan ke tubuh Parpol dan Ormas lain. Penetrasi ini tidak terlepas dari maksud-maksud penggalangan. Orang-orang yang disusupkan ini mengemban tugas target mempengaruhi beberapa pimpinan Parpol dan anggotanya atau Ormas yang menjadi sasarannya. Setelah penyusupan terhadap sasaran berhasil, maka mulailah diadakan penggalangan-penggalangan : pencerai-beraian sasaran, pembangkangan/pengingkaran terhadap pimpinannya, pengarahan sasaran, penggeseran pimpinan dan penggabungan sasaran kepada partai komunis. Mereka juga berusaha mendaulat Parpol atau Ormas lain untuk dijadikan underbouw partai komunis, sehingga banyak Parpol dan Ormas yang berafiliasi kepada PKI. Jika plan A ini gagal, maka plan B yaitu sekurang-kurangnya Parpol dan Ormas yang menjadi sasaran itu pecah, dan pecahannya bisa digiring (berafiliasi) kepada Partai Komunis.

Di bidang pers, komunis menunjukkan perjuangan gigih. Dari pusat sampai daerah-daerah PKI berusaha memajukan koran yang menjadi terompet partainya. Koran yang tidak sealiran komunis akan diitnah denga berbagai cara, atau dengan menggunkaan pengarihnya, koran-koran yang tidak mereka sukai diusahakan bisa dibreidel atau sekurang-kurangnya bangkut (turunya oplah). Sebab keberhasilan terhadap pemberangusan koran-koran itu juga berarti memperbesar omzet penerbitan koran PKI itu sendiri. Dengan kekuatan koran itulah, maka siapa yang dianggap lawan bisa difitnah melalui korannya : kontra revolusi, komparador asing, antek-antek asing, setan kota atau fitnah-fitnah yang lain. Pokoknya orang yang tidak sealiran dengan mereka adalah sampah. Apa yang mereka lakukan itu wajar buat mereka, sebab tidak ada yang ditakutkan orang PKI sekalipun itu Tuhan menurut mereka itu hanyalah ilusi Manusia. Hidup hanyalah sekarang sajalah, apabila mati maka selesai sampai disitu, tak ada apa-apa lagi. Maut itu bukan karena Malaikat, tapi itu persoalan materi. Mati bukan taqdir tapi proses waktu, historis. Kitab suci hanya berisi dongeng purbakala. Doktrin partai dan politik komunis menurut mereka lebih realistis, pragmatis dan konsepsional. Sebab yang pending menurut orang-orang komunis itu ialah historis, materialis dan dialektika di dunia ini belaka.

Secara umum bentuk operasional yang dilakukan agent-agent PKI sama dengan agent-agent dari dinas intelligence lainnya, perbedaan hanya pada ideologi dan pemahaman akan idelogi yang dimilikinya, karena konteksnya agent-agent PKI pun belajar dari agent-agent asing.

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: