//
you're reading...
Pendidikan

Mengembangkan Kebiasaan Efektif IV (Pergeseran Paradigma)

Jika Anda ingin membuat sedikit kemajuan, ubahlah perilaku dan sikap Anda. Jika Anda ingin membuat kemajuan yang besar, ubahlah paradigma Anda (bagaimana Anda melihat situasi dan peran Anda di dalamnya)

Kekuatan Paradigma

Paradigma adalah sebuah kata yang berarti suatu model, pola atau sekumpulan ide yang menjelaskan beberapa aspek dunia. Paradigma biasanya menjelaskan hubungan sebab-akibat yang digunakan para ahli untuk membuat perkiraan-perkiraan yang mereka uji. Jika penelitian mereka tidak cocok dengan perkiraaan, mereka akan memperbaiki paradigma tersebut. Dikemudian hari, paradigma dan perkiraan mereka menjadi lebih tepat dan berguna.

Kita juaga berpikir di dalam peradigma-paradigma. Pikiran kita mengembangkan model atau ide tentang dunia dan menggunakannya untuk menilai, menanggapi segala sesuatu. Keputusan kita adalah penilaian dan perkiraan yang merupakan hasil dari paradigma-paradigma kita. Semakin paradigma kita mendekati kenyataan, semakin baik keputusan kita.

Paradigma itu seperti sebuah peta. Sebuah peta yang memperlihatkan kepada kita dimana segala sesuatu berada dan bagaimana mereka berhubungan satu dengan lainnya. Pada saat kita bergerak menuju kota yang baru, sebuah peta akan menolong kita untuk mencapainya. Setelah beberapa lama, mungkin kita akan membuangnya dan menggantinya dengan peta yang lebih lengkap dan rinci. Semakin kita berkeliling semakin lengkap peta yang kita ingat, dan hal itu menjadi paradigma kita akan kota itu. Sama halnya pada saat kita membuat pardigma tentang orang lain, perusahaan, kelompok etnis, negara, pemerintah, politik, pendek kata tentang segala sesuatu termasuk tentang diri kita sendiri.

Perilaku dan sikap kita yang tidak efektif sering merupakan tanda akan paradigma yang salah dan tidak lengkap. Sejauh paradigma kita tidak efektif dan kita tidak dapat melihat secara jelas, maka perilaku kita tidak efektif. Tetapi bila kita mengubah paradigma kita, perilaku dan sikap kita juga akan berubah.

Cermin Sosial

Paradigma kita yang terpenting adalah apa yang kita percayai tentang diri kita sendiri. Paradigma ini antara lain datang dari “cermin sosial”. Cermin sosial adalah apa yang dikatakan orang lain mengenai diri kita dan bagaimana reaksi mereka terhadap kita. Itu bisa merupakan persepsi, pendapat, dan paradigma mereka tentang kita. Dari cermin sosial ini muncullah peta diri kita sendiri atau gambaran dan penilaian kita terhadap diri kita sendiri. Kita berpegang pada pendapat seperti: “saya bukanlah orang yang kreatif” atau “saya hebat dalam berhitung.”

Ide bahwa kita harus “hidup dari imajinasi lebih daripada ingatan” mengacu pada cermin sosial ini. Cermin sosial tersebut didasarkan pada ingatan kita bagaimana orang bereaksi terhadap kita. Kadang-kadang hal tersebut membingungkan bagi konsep diri kita. Di lain pihak, potensi kita merupakan apa yang kita bayangkan hendak menjadi apa kita ini. Karena informasi tersebut kita peroleh dari cermin sosial yang didasarkan atas pendapat orang lain tentang kita, hal itu belum tentu benar seluruhnya. Jadi apa yang kita bayangkan merupakan potensi kita dapat lebih dipercaya dariapada gamabaran yang kita peroleh dari cermin sosial kita.

Paradigma Kita Mempengaruhi Orang Lain

“kita memperngaruhi orang lain melalui paradigma kita tentang mereka, paradigma kita tetang orang lain dapat menyebabkan kita menyalahkan orang lain atas persoalan kita”

Cermin sosial mempunyai dua sisi. Seperti halnya orang lain merupakan cermin sosial  bagi kita, demikian juga kita merupakan cermin sosial bagi mereka. Dengan menyadari hubungan tersebut, kita dapat menggunakan prinsip cermin sosial tersebut mendorong untuk mendorong orang lain mengembangkan apa yang menjadi kekurangan mereka daripada tetap hidup di dalam kekurangan tersebut.

Jika kita hanya hidup dari ingatan semata atau kita hanya mengingat kesalahan dan kelemahan saja, kita dapat mempengaruhi mereka untuk mengulangi kesalahan yang sama. Di lain pihak, jika kita melihat potensi mereka dan merenungkan apa yang kita lihat, kita dapat membantu mereka mngembangkan potensi mereka.

Bila kita mempunyai persoalan kita dengan orang lain, adalah bijaksana untuk menyadari adanya kemungkinan bahwa, paradigma kita tentang mereka dapat memberi kontribusi atas persoalan tersebut. Karena paradigma dapat berdamapk positif. Disamping itu perubahan paradigma yang positif dapat menyebakan orang lain mau lebih mendengarkan kita.

Pada saat yang sama kita memperoleh kepecayaan mereka. Kita percaya bahwa (1) mereka mempunyai niat baik kepada kita dan ingin membuat pemecahan masalah bersama-sama dengan menang-menang. Kita percaya bahwa mereka mampu mengatur diri mereka sendiri, sehingga kita tidak perlu mengatakan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan. (2) mereka dapat melihat hal-hal yang tidak dapat kita lihat (3) dengan melihat apa yang mereka lihat, mungkin kita dapat membuat suatu pilihan yang lebih bijaksana atau menolong mereka untuk lebih mengerti lebih jelas tentang pandangan kita.

Melalui latihan mempercayai orang lain, kita menggeser fokus kita dari mengendalikan hal-hal negatif kepada pelepasan hal-hal positif di dalam hubungan kita dengan orang lain. Pergeseran fokus tersebut menyebabkan perubahan besar pada nada bicara kita. Nada bicara yang positif melancarkan hubungan kita dengan orang lain. Di samping itu membantu mereka untuk mengembangkan potensi positifnya, dan menolong mereka untuk produktif melalui persoalan-persoalan yang menantang mereka.

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: