//
you're reading...
Pendidikan, Psikologi

Mengembangkan Pola Kebiasaan Efektif II (Skala Kematangan)

Tujuh kebiasaan merupakan suatu urutan pertumbuhan yang teratur. Pertama kemenangan pribadi, kemudian kemenangan publik.

Kematangan merupakan suatu proses, bukan suatu kondisi

Kita dilahirkan sebagai bayi dan bertumbuh menuju kematangan. Dimensi fisik, mental, emosi, sosial dan spritual bertumbuh berdampingan tetapi tidak selalu pada langkah yang sama. Sesorang mungkin secara fisik telah matang, tetapi secara emosi belum dewasa, atau sebaliknya.

Kematangan merupakan proses yang tidak pernah berkesudahan. Selalu saja ada kemajuan yang harus dibuat. Dengan menjalani proses tersebut, kita bertumbuh, tetapi bila kita menghindarinya kita tidak akan bertumbuh.

Tahap Pertama dari Skala Kematangan adalah Ketergantungan

Dalam beberapa hal mungkin kita tetap bergantung, bahkan sebagai orang dewasa. Kita mungkin bersandar kepada orang lain, misalnya untuk membuat keputusan, atau mungkin kita hanya membutuhkan penegasan bahwa mereka menerima kita.

Sifat bergantung cenderung membuat kita tidak menghasilkan apa-apa. Kita mungkin berharap diri kita dapat menghasilkan sesuatunya yang berjalan menyimpang, kita dapat berusaha untuk mengubah orang lain dengan cara mrmbuat mereka berasa bersalah. Mungkin kita tidak berbahagia dengan kualitas hidup kita pada umumnya, dan mencari kebahagian melalui aktivitas-aktivitas yang tidak produktif atau bahkan yang menyakitkan. Hal tersebut membuat kita menjadi tidak efktif.

Tahap Kedua dari Skala Kematangan adalah Kemandirian

Kita bergerak selangkah lebih dekat pada saat kita belajar untuk mendiri. Pada saat itu kita tidak lagi mengharapkan orang lain membahagiakan atau mengatasi persoalan kita. Kita bekerja karena ada perasaan aman di dalam diri dan perasaan bahwa diri kita berhraga, dan kita menemukan bahwa hidup yang produktif adalah membuat kita bahagia.

Tahap Ketiga dari Skala Kematangan adalah Saling Ketergantungan

Menjadi mandiri belumlah benar-benar membuat kita efektif. Sebagian besar kehidupan merupakan saling ketergantungan (saling bergantung). Pada saat kita merasakan adanya keterbatasan dalam kemandirian, kita bergerak ke tahap ketiga dari sklala kematangan, yaitu saling ketergantungan.

Jika saling bergantung, kita bekerja sama dengan orang lain. Kita mengusahakan kesejahteraan mereka seperti kita mengusahakan kesejahteraan diri sendiri. Kita menemukan bahwa orang-orang yang bekerja sama akan melipatgandakan kemampuan mereka dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh matematika sederhana. Kita merasakan kekayaan emosi dalam hubungan antar pribadi yang erat dan penghargaan praktis terhadap kerja kelompok. Saling ketergantungan melengkapi skala kematangan sebab hal itu membuat kita menjadi efektif dan dipenuhi dalam bidang kehidupan.

Tujuh Kebiasaan Mengarahkan Kita Melalui Tahap Kematangan Menuju Tahap saling Ketergantungan

Tujuh kebiasaan meruapan suatu skala pertumbuhan yang teratur. Pada awalnya kebiasaan-kebiasaan tersebut mewakili kemenagan pribadi dan selanjutnya kemenangan umum.

Kebiasaan 1, 2, dan 3 mengarahkan kita kepada kemenangan pribadi, yaitu kemenangan yang membuat kita dapat menguasai diri.

  • Kebiasaan pertama adalah “Menjadi proaktif” di mana kita menyadari bahwa kita memiliki kebebasan untuk memilih.
  • Kebiasaan kedua adalah “Mulailah dengan menetapkan tujuan akhir” di mana kita mengidentifikasikan misi dan tujuan pribadi kita.
  • Kebiasaan ketiga adalah “Mendahulukan yang utama” di mana kita bertidak atas dasar prioritas kita.

Kebiasaan 4, 5 dan 6 mengarahkan kita pada kemenangan publik yang membuat kita mencapai keberhasilan dengan orang lain.

  • Kebiasaan keempat adalah “Berpikir menang-menang di mana kita mencari alternatif-alternatif yang membuat setiap orang menang
  • Kebiasaan kelima adalah “Berusahalah terlebih dahulu untuk mengerti, baru kemudian dimengerti” dimana baik sikap dan keterampilan mendengarkan sangat diperlukan untuk mencapai pengertian yang sempurna
  • Kebiasaan keenam adalah “Sinergi” di mana kita menemukan kreativitas yang dapat dialami orang pada saat mereka menyelami perbedaan-perbedaan mereka bersama-sama.
  • Kebiasaan ketujuh adalah “Asahlah gergaji Anda” yang merupakan kebiasaan yang memperkuat keenam kebiasaan lainnya. Kebiasaan ini adalah aktivitas sderhana sehari-hari yang mengimplementasikan prinsip-prinsip efektivitas dalam hidup kita.

Kebiasan-kebiasan tersebut membentuk suatu skala karena kemenangan pribadi mendahului kemenangan umum. Kita baru dapat mencapai sukses dengan orang lain apabila kita telah berhasil mengembangkan penguasaan diri sendiri. Pada saat yang bersamaan tujuh kebiasaan menananmkan karakter pribadi, yang merupakan dasar bagi efektivitas.

The Maturity Continum

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: