//
you're reading...
Pendidikan

Mengembangkan Kebiasaan Efektif III (Belajar dan Siklus Perubahan)

Pada saat kita mengajar orang lain tentang apa yang kita pelajari, sebenarnya kita belajar dua kali, yaitu pada saat kita menerima  dan pada saat kita memberi. Menerima merupakan proses awal belajar dan mengajarkannya kembali pada orang  lain akan melengkapinya.

Kita belajar lebih lengkap pada saat kita mengajar orang lain. Perhatian kita tidak bercabang-cabang. Kita tidak menerima setengah-setengah. Mengetahui bahwa kita harus mengajarkannya kepada orang lain membuat kita lebih bersungguh-sungguh pada saat kita mengikuti pelajaran.

Berdasarkan alasan tersebut, kegiatan ini dinamakan belajar mengajar bertiga dimana Anda adalah orang pertama; orang yang mengajar Anda adalah adalah orang kedua; dan orang yang belajar dari Anda adalah orang ketiga.

Proses ini setidaknya mempunyai tiga keuntungan tambahan. Pertama, hal itu memperluas perspektif Anda. Anda tidak dapat hidup hanya menurut cara berpikir Anda sendiri, tetapi harus mencocokkan apa yang Anda ketahui itu dengan cara berpikir orang lain. Kedua, Anda membuat suatu pernyataan sosial. Anda menempatkan diri pada garis tersebut. Anda dilihat sebagai orang yang belajar dan bertumbuh. Ketiga, mengajar membantu melancarkan perubahan. Pada saat Anda mengajar seseorang, orang tersebut akan menghargai Anda karena Anda telah berupaya melakukan perubahan.

Siklus Perubahan

Cara pandang atau paradigma kita (what we see) akan mempengaruhi apa yang kita lakukan atau kita kerjakan (what we do) dan hasil yang kita peroleh sangat ditentukan oleh apa yang kita kerjakan.

Agar kita dapat terus menerus memperbaiki efektivitas kita dalam memenuhi harapan para pemercaya kita (stake holders), hal yang harus kita lakukan adalah senantiasa mempertanyakan dan menguji paradigma kita.

Apabila kita menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip, maka kemungkinan akan lebih besar bagi kita untuk berhasil membuat pilihan-pilihan terbaik dan kehidupan yang lebih efektif ditengah-tengah lingkungan yang harus berubah. Prinsip didefinisikan sebagai hukum alam atau kebenaran yang hakiki, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Universal
  • Abadi
  • Menghasilkan akibat yang dapat diramalkan
  • Berfungsi dengan atau tanpa pengertian dan penerimaan kita
  • Jelas dengan sendirinya
  • Menambah kemampuan apabila kita memahaminya

Sedangkan nilai-nilai adalah tingkat kepentingan, penghargaan atau prioritas yang kita kaitkan pada orang, benda, ide atau prinsip-prinsip yang bersifat :

  • Internal
  • Subyektif
  • Bergantung pada bagaimana kita memandang dunia
  • Dipengaruhi oleh pendidikan, wawasan dan budaya yang berlaku di lingkungan hidup kita

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: