//
you're reading...
Pendidikan, Psikologi, Umum

Mengembangkan Pola Kebiasaan Efektif I (Pengantar)

Kebiasaan merupakan pola perilaku yang terdiri dari tiga komponen yang saling tumpang tindih, yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Karena ketiga hal tersebut merupakan hasil belajar dan bukan diwariskan (bawaan sejak lahir), kebiasaan kita merupakan sifat kedua bukan sifat pertama. Karena kita tidak sama dengan kebiasaan-kebiasaan kita, kita tidak dapat mengatakan bahwa kebiasaan kita merupakan ciri khas diri kita. Oleh sebab itu, kita dapat mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang dapat membuat kita menjadi orang  yang  efektif. Sebaliknya, kebiasaan-kebiasaan yang membuat kita menjadi tidak efektif perlu dipelajari. Albert E. Gray dalam tulisannya yang berjudul “The Common Denominator of Succes” mengatakan bahwa : “semua orang yang berhasil mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak disukai orang yang tidak berhasil. Sebenarnya mereka juga tidak suka melakukannya, tetapi mereka mengabaikan hal tersebut untuk mencapai tujuan mereka.”

Orang-orang yang sukses setiap hari melakukan kebiasaan-kebiasaan yang efektif untuk mencapai hasil yang diharapkan. Mereka sering kali dimotivasi oleh misi yang kuat. Oleh sebab itu meskipun tidak menyukai beberapa tugas tertentu, mereka dapat menggunakannya untuk mencapai tujuan mereka, biasanya dengan mengembangkan tujuh kebiasaan dasar dan mendisiplinkan diri mereka sesuai dengan prinsip-prinsip pokok.

Etika Karakter dan Etika Pribadi

Tujuh kebiasaan yang disebutkan di atas dikembangkan melalui studi kepustakaan oleh Dr. Stephen R. Covey, seorang penulis dan konsultan pendidikan yang terkemuka di Amerika Serikat sejak tahun 1776. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa pada 150 tahun pertama kemerdekaan bangsanya, etika karakter (kualitas batin serta disiplin diri) ditekankan melalui pengembangan pribadi. Secara jelas digambarkan beberapa sifat seperti : kesederhanaan, keikhlasan, kerendahan hati, keberanian, ketulusan hati, kejujuran, kerajinan dan hemat. Etika karakter tersebut, mengajarkan bahwa prinsip-prinsip dasar tertentu untuk hidup efektif dan bahwa orang hanya akan mengalami keberhasilan yang sungguh-sungguh dan kebahagiaan jika mereka belajar dan menggabungkan prinsip-prinsip ini dalam kerakter dasar mereka.

Namun sejak tahun 1930, penekanan tersebut bergeser dari karakter menjadi kepribadian atau teknik-teknik mempengaruhi orang lain, metode dan keterampilan yang semuanya dirancang untuk mencapai hasil yang cepat dan mudah. Etika kepribadian ini megajarkan bahwa keberhasilan merupakan suatu fungsi dari citra kita dimasyarakat, fungsi sikap-sikap dan perilaku-perilaku, keterampilan dalam menerapkan rumus-rumus tertentu yang dapat melancarkan hubungan antar manusia. Pendekatan berdasarkan etika kepribadian seringkali disalah-gunakan, bahkan dipakai utnuk menipu orang lain, dengan menyarankan orang menggunakan teknik-teknik untuk membuat orang lain menyukai mereka. Misalkan dengan berpura-pura menyukai hobi orang lain dengan maksud untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, bahkan dengan gertakan atau ancaman menakut-nakuti.

Prinsip-prinsip yang abadi

Pada dasarnya karakter merupakan gabungan dari kebaisaan. Tujuh kebiasaan untuk hidup efektif ini didasarkan atas prinsip-prinsip yang abadi disebut sebagai Hukum panen; kita cenderung menuai apa yang kita taburkan. Pepatah mengatakan : “Bila Anda menabur pikiran, Anda akan menuai perbuatan, menabur perbuatan menuai kebiasaan, menabur kebiasaan menuai karakter, menabur karakter menuai takdir”. Kebiasaan-kebiasaan merupakan faktor yang sangat kuat di dalam kehidupan kita. Sebab kebiasaan tersebut biasanya konsisten dan sering kali tidak disadari polanya. Kebiasaan tersebut menggambarkan karakter kita dan yang menentukan apakah kita termasuk orang yang efektif atau tidak.

Kebiasaan-kebiasaan juga mempunyai daya tarik yang luar biasa, lebih dari yang orang sadari atau akui. Menghilangkan kecenderungan kebiasaan yang sudah berakar seperti suka menunda-nunda, ketidaksabaran, tidak kritis, atau pementingan diri sendiri yang merusak prinsip-prinsip dasar manusia yang efektif., menuntut keinginan yang kuat dan perubahan yang besar di dalam hidup kita. “Menunpas” hal tersebut membutuhkan usaha yang luar biasa, tetapi sekali kita berhasil menerobos daya tarik tersebut, maka kebebasan akan memenuhi dimensi kita yang baru.

Sebagaimana kekuatan alam lainnya, daya tarik kebiasaan dapat menguntungkan ataupun merugikan. Daya tarik beberapa kebiasaan dapat menghalangi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Tetapi daya tarik itu serupa jugalah yang dapat menjaga posisi bumi dan planet-planet untuk tetap berada pada orbitnya sehingga tata surya kita beredar teratur selamanya. Daya tarik seperti itu merupakan kekuatan luar biasa kalau kita menggunakannya secara efektif, kita dapat menggunakan daya tarik kebiasaan-kebiasaan tersebut untuk menciptakan keharmonisan dan memelihara hal-hal yang penting, sehingga hidup kita menjadi efektif. Covey memperkenalkan 4 (empat) jenjang kepemimpinan di mana 7 kebiasaan dapat diimplementasikan :

  • Kepemimpinan Pribadi. Kepeminpinan pribadi tumbuh pada individu yang memiliki kelayakan dipercaya (trustworthiness), yaitu orang-orang yang memiliki karakter kuat yang diimbangi dengan kecakapan/kompetensi yang tinggi
  • Kepemimpinan Antar-Pribadi. Kepemimpinan antar–pribadi dibangun di atas kepercayaan (trust). Dan kepercayaan muncul dengan sendirinya daripada orang-oarng yang memiliki kelayakan-dipercaya
  • Kepemimpinan Manajerial. Pada saat kepercayaan tumbuh, maka pemberdayaan (empowerment) dapat dilaksanakan lebih mudah sehingga orang-orang lebih mampu meningkatkan kinerja dan produktivitasnya
  • Kepemimpinan Organisasional. Bersama dengan orang-orang yang sudah diberdayakan, organisasi dapat melakukan penyelarasan (aligment) terhadap sistem dan strukturnya agar lebih sesuai  dengan misi dan strateginya, sehingga organisasi itu lebih mampu memenuhi harapan para pemercayanya (stakeholders).

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: