//
you're reading...
Pendidikan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN (Sistem Informasi Perikanan Tangkap Geografis)

A. Pendahuluan

Era komputerisasi telah membuka wawasan dan paradigma  baru dalam proses pengambilan keputusan dan penyebaran  informasi. Data yang merepresentasikan “dunia nyata” dapat disimpan  dan diproses sedemikian rupa  sehingga dapat  disajikan dalam bentuk-bentuk yang lebih sederhana  dan sesuai kebutuhan. Sebagaimana terlihat  pada Gambar 1, pemahaman mengenai “dunia nyata” akan semakin baik jika proses – proses manpulasi dan presentasi data yang direlasikan dengan lokasi-lokasi geografi di permukaan bumi telah dimengerti.

Gb. 1  Model

Sejak pertengahan 1970-an, telah dikembangkan sistem-sistem yang secara khusus  dibuat untuk menangani masalah informasi yang bereferensi geografis dalam berbagai cara dan bentuk. Masalah-masalah ini mencakup (Prahasta, 2005):

  1. Pengorganisasian data dan informasi
  2. Menempatkan informasi  pada lokasi tertentu
  3. Melakukan komputasi, memberikan ilustrasi keterhubungan satu sama lainnya (koneksi), beserta analisa-analisa spasial lainnya.

Pada dasarnya, data geografi hanya disajikan di atas peta dengan menggunakan simbol, garis dan warna. Elemen-elemen geometri ini dideskripsikan di dalam legendanya misalnya, garis hitam untuk jalan utama, garis hitam tipis untuk jalan sekunder dan jalan-jalan yang berikutnya. Selain itu, berbagai data untuk jalan sekunder dan jalan-jalan berikutnya. Selain itu, berbagai data  juga dapat di­overlay-kan  berdasarkan sistem koordinat yang sama. Akibatnya sebuah peta menjadi media yang efektif baik sebagai alat presentasi maupun sebagai bank tempat penyimpanan data geografis. Tetapi, media peta masih mengandung kelemahan atau keterbatasan. Informasi-informasi yang tersimpan, diproses dan dipresentasikan dengan suatu cara tertentu, dan biasanya untuk tujuan tertentu pula. Tidak mudah untuk merubah bentk presentasi itu. Sebuah peta selalu menyediakan gambar atau simbol unsur geografi dengan bentuk yang tetap atau statik meskipun diperlukan untuk berbagai kebutuhan yang berbeda.

Gb. 2  Ilustrasi Penyimpanan Data

Dalam SIG terdapat berbagai peran dan berbagai komponen baik SDM sebagai ahli sekaligus operator (brainware), peraangkat alat (soft/hard ware) maupun objek permasalahan.  SIG adalah sebuah rangkaian sistem yang memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan analisis spasial.  Sistem ini memanfaatkan perangkat komputer untuk melakukan pengolahan data yaitu (Budiyanto, 2002): (1) Perolehan dan verifikasi, (2) Kompilasi, (3) Penyimpanan, (4) Pembaruan dan perubahan, (5) Manajemen dan pertukaran, (6) Manipulasi, (7) Penyajian dan (8) Analisis.

B. Subsistem SIG

Baik dari jenis-jenis data yang menjadi masukannya maupun dari unsur-unsur pokok  yang membentuknya, dapat ditarik beberapa pengertian SIG seperti yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya. Demikian pula dengan definisinya hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai definisi SIG yang baku. Sebagian besar definisi yang diberikan di dalam berbagai pustaka masih bersifat umum, belum lengkap, tidak presisi, dan bersifat elastik hingga seringkali agak sulit untuk membedakannya dengan sistem-sistem informasi yang masih “serumpun” (sebagai contoh, seperti yang telah disinggung di atas, adalah sistem kartografi yang berbasiskan komputer / CAC dan sistem – sistem CAD yang telah dilengkapi dengan berbagai  kemampuan analisis spasial). Tidak itu saja, beberapa negara atau institusi seringkali menggunakan beberapa istilah yang berbeda dalam merujuk terminologi SIG. SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem berikut (Prahasta, 2005):

  1. Data input : Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggungjawab dalam mengkonvresi atau mentransformasikan format-format yang dapat digunakan oleh SIG.
  2. Data output : Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti : tabel, grafik, peta dan lain-lain.
  3. Data Management : Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.
  4. Data Manipulan & Analysis : Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat menghasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

Gb. 3  Subsistem SIG

Jika subsistem SIG di atas  diperjelas berdasarkan uraian jenis masukan, proses, dan jenis keluaran  yang ada di dalamnya, maka subsistem SIG  juga dapat digambarkan sebagai berikut :

Gb. 4  Uraian subsistem SIG

C.  Komponen SIG

SIG merupakan si stem kompleks yang, biasanya, terintegrasi dengan lingkungan sistem-sistem komputer yang lain di tingkat fungsional  dan jaringan. Sistem SIG terdiri dari beberapa komponen berikut (Gistut, 1994):

  1. Perangkat keras : pada saat ini SIG tersedia untuk berbagai platform perangkat keras mulai dan PC desktop, workstations, hingga multiuser host yang dapat digunakan oleh banyak orang secara bersamaan dalam jaringan komputer yang luas, berkemampuan tinggi, memiliki ruang penyimpanan (harddisk) yang besar, dan mempunyai kapasitas memori (RAM) yang besar. Walaupun  demikian, fungsionalitas SIG tidak terikat secara ketat terhadap karakteristik-karakteristik fisik perangkat keras ini sehingga keterbatasan  memori  pada   PC-pun dapat diatasi. Adapun perangkat keras yang sering digunakan untuk SIG adaiah komputer (PC), mouse, digitizer, printer, plotter, dan scanner.
  2. Perangkat Lunak : bila  dipandang  dan  sisi  lain,  SIG juga merupakan sistem perangkat tunak yang tersusun secara modular dimana basis data memegang peranan kunci. Setiap subsistem (telah dibahas di atas) diimplementasikan dengan mengguna-kan perangkat lunak yang terdiri dari beberapa modul, hingga tidak mengherankan jika ada perangkat SIG yang terdiri dari ratusan modul program (*.exe) yang masing-masing dapat dieksekusi sendiri.
  3. Data & Informasi Geografi  : SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara mengimportnya dari perangkat-perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara mendijitasi data spasialnya dari peta dan memasukkan data atributnya dari tabel-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard.
  4. Manajemen : Suatu proyek SIG akan berhasil jika dimanage dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang memiliki keakhiian yang tepat pada semua tingkatan.

Gb. 5  Komponen SIG

D.  Cara Kerja SIG

SIG dapat merepresentasikan real world (dunia nyata) di atas monitor komputer sebagaimana lembaran peta dapat merepresentasikan dunia nyata di atas kertas.  Tetapi,  SIG  memiliki  kekuatan  lebih  dan  fleksibelitas  dan  pada lembaran peta kertas. Peta merupakan representasi grafis dan dunia nyata; objek-objek yang direpresentasikan di atas peta disebut unsur pela atau map features contohnya adalah sungai, taman, kebun, jalan, dan lain-lain). Karena peta mengorganisasikan unsur-unsur berdasarkan lokasi-lokasinya, peta sangat baik dalam memperlihatkan hubungan atau relasi yang dimiliki oleh unsur-unsurnya. Berikut adalah contoh-contoh hubungan tersebut:

  1. Suatu gedung terletak di dalam wilayah Kecamatan tartentu.
  2. Jembatan melintas di atas suatu sungai.
  3. Bangunan kuno bersebelahan dengan taman.

Peta menggunakan titik, garis dan poligon dalam merepsentasikan objek-objek dunia nyata (sebagai ilustrasi, lihat juga Gambar 5 di atas) :

  1. Sungai ditampilkan sebagai poligon
  2. Jalan bebas hambatan digambarkan sebagai garis-garis
  3. Bangunan dipresentasikan sebagai poligon.

Gb. 6  Contoh peta dan unsur-unsurnya

Peta menggunakan simbol-simbol grafis dan warna untuk membantu dalam mengidentifikasi unsur-unsur berikut deskripsinya (sebagai ilustrasi, gambar 6 di atas) :

  1. Sungai diwarnai biru
  2. Taman atau kebun diwarnai hijau
  3. Jalan bebas hambatan diwarnai merah
  4. Jalan yang lebih kecil digambarkan dengan menggunakan garis-garis yang tipis.
  5. Bangunan digambarkan sebagai poligon
  6. Label dan teks (anotasi) mengidentifikasi unsur-unsur peta dengan menggunakan warna nama-nama yang bersangkutan.

SIG menyimpan semua informasi deskripsi unsur-unsurnya sebagai atribut-atribut di dalam basis data. Kemudian, SIG membentuk dan menyimpannya dalam tabel-tabel (relasional). Setelah itu, SIG menghubungkan unsur-unsur di atas dengan tabel-tabel yang bersangkutan. Dengan demikian, atribut-atribut ini dapat diakses melalui lokasi-lokasi unsur-unsur peta dan sebaliknya, unsur-unsur peta juga dapat diakses melalui atribut-atributnya. Karena itu, unsur-unsur tersebut dapat dicari dan ditemukan berdasarkan atribut-atributnya.

Gb. 7  Layers, Tabel dan Basisdata SIG

SIG menghubungkan sekumpulan unsur-unsur peta dengan atribut-atributnya  di dalam satuan-satuan yang disebut layar. Sungai, bangunan, jalan, laut, batas-batas administrasi, perkebunan, dan hutan merupakan contoh-contoh layer. Kumpulan dari layer-layer ini akan membentuk basisdata SIG (sebagai ilustrasi, lihat Gambar 7. di atas). Dengan demikian, perancangan basisdata merupakan hal yang esensial di dalam SIG. Ranangan basisdata  akan menentukan efektifitas  dan efisiensi proses-proses masukan, pengelolaan dan keluargan SIG.

E.  Kemampuan SIG

Pada dasarnya, dengan mernperhatikan pengertian, definisi-definisi, berikut cara kerjanya, kemampuan-kemampuan SIG sudah dapat di kenali. Kernampuan-kemampuan ini dapat dinyatakan dengan fungsi-fungsi analisis spasial dan atribut yang dilakukan,jawaban-jawaban, atau solusi yang dapat diberikan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Pertanyaan Konseptual

Kemampuan SIG dapat dilihat dan kemampuannya daIam menjawab pertanyaan-pertanyaan (yang bersifat ) konseptual sebagai berikut :

  1. What is at…?
  2. Where is it?
  3. What has changed since…?
  4. What spatial patterns exist…?
  5. What if…?

Pertanyaan yang pertama adalah mencari keterangan (atribut-atribut) atau deskripsi mengenai suatu unsur peta yang terdapat pada lokasi tertentu atau posisi-posisinya ditentukan. Lokasi ini dapat dijelaskan dengan menggunakan beberapa cara, seperti: nama lokasi, kode lokasi (kode pos atau zipcode, dII.), atau referensi geografisnya (koordinat-koordinat geografi atau proyeksinya).

Pertanyaan yang kedua adalah kebalikan dari yang pertama, dan memerlukan analisis spasial untuk menjawabnya. Pertanyaan ini mengidentifikasi unsur peta yang deskripsinya (salah satu atau lebih atributnya) ditentukan. Dengan pertanyaan ini pula, SIG dapat menemukan lokasi yang memenuhi beberapa syarat atau kriteria sekaligus. Sebagai contoh, SIG dapat menentukan lokasi yang sesuai untuk pengembangan lokasi permukiman penduduk yang memilild beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Pertanyaan yang ketiga dapat melibatkan baik pertanyaan yang pertama maupun yang kedua. Untuk menjawab pertanyaan yang ketiga ini, diperlukan beberapa layers (data spasial) yang didapat dari beberapa kali (minimal dua kali) pengamacan atau pengukuran secara periodik (time series). Unsur-unsur di dalarn setiap layer ini, kemudian, dibandingkan satu sama lain dengan unsur-unsur yang terdapat di dalam layer yang lain dengan meng gunman fungsi analisis spasial maupun atribut. Hasil perbandingan ini adalah kecenderungan perubahan atau trend spasial maupun atribut dari berbagai unsur-unsur peta.

Pertanyaan yang keempat, juga melibatkan pertanyaan yang pertama dan yang kedua, seperti pertanyaan yang ketiga tetapi lebih rumit. Pertanyaan ini lebih menekankan pada keberadaan pola-pola yang terdapat di dalam data-data spasial (juga atribut) atau layers suatu SIG. Selain itu, SIG dapat merepresentasikan  penyimpangan-penyimpangan atau anomali data aktual terhadap pola-pola yang dikenali.

Pertanyaan yang kelima berkenaan dengan masalah pemodeIan di dalam SIG secara konsepsi, pemodelan dalam SIG dapat diartikan sebagai penggunaan fungsi dasar manipulasi (misalnya transformasi) dan analisis (misalnya overlay) untuk rnenyelesaikan persoalan yang cukup kompleks. Kelima pertanyaan ini dapat dengan baik dijawab oleh SIG.

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: