//
you're reading...
Pendidikan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN (Basis Data Pengelolaan Sumberdaya Perikanan)

A.Model Data Base Pengelolaan Sumberdaya Perikanan

Data base dapat didefinisikan sebagai kumpulan data yang saling terkait dan dirancang untuk menyatukan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah lembaga atau organisasi. Data base ini mempunyai dua indicator yang penting yaitu Intergrated (Terpadu) dan Shared (mudah diakses dan digunakan). Sedangkan data base management System (DBMS) adalah sebuah intermediasi antara program-program aplikasi oleh pengguna dan data base yang ada. Pengguna menggunakan program aplikasi dan membutuhkan software untuk memproses data dalam DBMS environtment dan kemudian dan kemudian menyimpan atau mengakses data. Jadi secara sederhana data base merupakan data persistant yang digunakan oleh sistem-sistem aplikasi dari berbagai pengguna tertentu (Zainuddin, 2006). DBMS memiliki keunggulan dalam penerapannya (Zainuddin,2006), yaitu:

  1. Meniadakan atau mengurangi duplikasi data (reduce redundancy)
  2. Mempertahankan konsistensi data (Maintain consistency)
  3. Mempermudah data sharing
  4. Standar data dapat diberdayakan atau di up date
  5. Menjamin keamanan data (Provide security of the data)
  6. Menjaga integritas data (Maintain integrity)
  7. Menjaga indepedensi data

Sedangkan keterbatasannya antara lain adalah sistem pengelolaan datanya yang rumit dan kompleks untuk system pengembangannya.

Pembuatan Model pengelolaan sumberdaya perikanan dapat dilakukan dengan bantuan suatu sistem informasi terpadu yang dapat menyimpan dan mengolah serta menyampaikan secara cepat dan mudah dari berbagai sektoryaitu Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG dapat dipadukan dengan Teknologi Penginderaan Jauh (Inderaja) yang memiliki kelebihan dalam memberikan data spasial multi temporal, cakupan yang luas dan mampu menjangkau daerah yang terpencil sehingga integrasi keduanya merupakan early information dalam pengkajian kesesuaian lahan di wilayah pesisir  diantaranya untuk  pengembangan budidaya laut.

Dengan perpaduan teknologi diatas, maka pengembangan model pengelolaan sumberdaya perikanan pada umumnya lebih diarahkan pada tiga hal pokok. Pertama, Model pengelolaan sumberdaya dengan penentuan daerah potensi penangkapan. Kedua, Model pengelolaan sumberdaya dengan penentuan daerah potensial perikanan budidaya. Ketiga, Model pengelolaan dengan penentuan daerah konservasi.

B. Elemen dan komponen data base pengelolaan sumberdaya perikanan

Elemen sistem database pada umunya terbagi atas 4 elemen penting, yaitu :

  1. Data base yang merupakan elemen utama berupa kumpulan data,
  2. Softwere (perangkat lunak) Terdiri dua macam : Database Management System, DBMS dan Database Application Software, DBAS fungsinya adalah untuk mengelola data base.
  3. Hardwere (perangkat keras) meliputi: Sub elemen utama : Central Processing Unit  (CPU) terdiri atas : Aritmetic & Logic Unit (ALU), Main Memory (MU), Control Unit (CU) dan Storage Unit (SU) yang diberfungsi sebagai pendukung operasi pengolahan data
  4. Brainware (manusia) merupakan elemen penting sistim database.

Pentingnya data base bagi sistem informasi manajemen perikanan, karena pemanfaatan dan pengelolaan potensi perikanan diperlukan adanya sistem data yang sistrmatis, lengkap dan terpadu, seperti data perikanan tangkap dan data lingkungan laut. Data tersebut digunakan untuk mempelajari secara efektif  berapa besar potensi stok ikan yang kita miliki, dimana stok ikan tersebut bisa ditangkap dan kapan musim ikan tersebut akan melimpah (Zainuddin, 2006). Contoh aplikasi penggunaan data base dalam menentukan zona penangkapan ikan, biasanya menggunakan dua jenis data, yaitu :

  1. Fisheries data base, seperti (posisi penangkapan, hasil tangkapan, jumlah kapal yang dioperasikan dan lainnya)
  2. Satelit Data base, yaitu data kondisi lingkungan yang diperoleh dari data citra, seperti : Suhu permukaan laut, konsentrasi Klorofil-a, dan perbedaan tinggi permukaan laut. Kedua data base tersebut kemudian dikombinasikan untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang sesuai.

C.  Metoda pengumpulan data base pengelolaan sumberdaya perikanan

Metoda pengumpulan data base merupakan hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian yang khusus dalam membuat sistem informasu pengelolaan sumberdaya perikanan. Metode ini dapat berpua pengukuran langsung kelapangan, wawancara ataupun dengan mengumpulkan data atau informasi yang sudah tersimpan dalan suatu data base. Sebagai contoh dalam perikanan tangkap, maka data base dikumpulkan dengan pengukuran langsung ke lapangan, adapun data yang perlu dikumpul antara lain meliputi:

1. Data tangkapan ikan

Data    tangkapan  ikan  diperoleh  dengan  cara  mencatat  daerah  penangkapan  ikan, lokasi zona potensi penangkapan ikan (ZPPI), jumlah tangkapan, waktu penangkapan dan jenis ikan yang ditangkap.

2. Parameter Oseanografi Perairan

Pengukuran  kondisi  oseanografi  perairan dilakukan dengan cara :

  1. Suhu : Pengukuran dilakukan setiap jam di lokasi penangkapan ikan. Pengukuran suhu permukaan  laut  digunakan  untuk  verifikasi  perhitungan  suhu  dari  citra satelit
  2. Salinitas : diukur pada saat penangkapan di lokasi ZPPI.
  3. Arus permukaan :diukur di lokasi penangkapan ikan, baik arah maupun kecepatannya.
  4. Kedalaman perairan, kondisi laut, cuaca  : Ketiga  parameter  tersebut    diukur  di  lokasi  ZPPI  pada  saat  penangkapan  ikan dilakukan. Kedalaman perairan diukur dengan menggunakan fish finder.

Dalam pembuatan peta Informasi zona potensi penangkapan ikan, data suhu permukaan laut (SPL) juga dipergunakan untuk mengidentifikasi fenomena pengangkatan massa air (up-welling) ataupun pertemuan dua massa air yang berbeda (sea front) dan perkiraan kandungan klorofil-a di suatu perairan, dimana pada  daerah  ini  merupakan  lingkungan  yang disukai oleh ikan sehingga lokasi tersebut dapat dijadikan sebagai daerah potensi ikan.  Hasil  pengamatan  tersebut  dituangkan dalam  bentuk  peta  kontur,  sehingga  dapat diperkirakan  tingkat  kesuburan  suatu  lokasi perairan atau kesesuaian kondisi perairan dengan habitat  yang  disenangi  suatu  gerombolan (schooling) ikan dalam koordinat geografis (lintang dan  bujur).

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: