//
you're reading...
Pendidikan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN (Konsep Dasar Sistim)

A.Latar Belakang.

Ide kontemporer dari teori sistim telah berkembang secara cepat dan telah diaplikasikan pada beberapa bidang yang berbeda antara lain : sistim-sistim ekologi (ecolological systems) oleh Odum dkk, sistim teori organisasi (organizational systems) oleh Peter Senge dan sebagainya.  Saat ini aplikasi teori sistim telah mencakup hal luas seperti teori sistim kehidupan (living systems theory), teori sistim organisasi (organizational systems theory), sosiologi dan sosiosibernetic (sociology and sociocybernetic), sistim biology (systems biology), sistim dinamika (systems dynamics), sistim rekayasa (systems engineering), dan sistim psikologi (sytsems psychology).  Pengembangan sektor perikanan, pesisir dan pulau-pulau kecil telah banyak mengaplikasikan teori sistim sehingga sudah saatnya para calon pengambil keputusan, pekerja, dan pemerhati sektor perikanan dan kelautan baik pemerintah maupun non pemerintah perlu mengetahui lebih mendalam tentang “ Systems Theory

B.Teori Sistim

Teori umum sistim awalnya dipelopori oleh ahli biologi LudwigVon Bertalanffy (1928) yang menulis bahwa a system is characterized by interactions of its components and the nonlinearity of those interactions dan Von Bertalanffy (1951) memperluas teori sistim termasuk sistim biologi (biological systems).  Von Bertalanffy dkk (1954) membentuksuatu perkumpulan untuk pengembangan teori sistim dan Von Bertalanffy (1968) mempublikasikan tentang General System Theory : Foundation, Development, and Applications yang menulis bahwa Systems theory is a transdisciplinary approach that abstracts and considers a system as a set of independent and interactions part.

Secara sederhana suatu sistim dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.

Teori sistim selanjutnya diuraikan oleh Keneth Boulding, yang menekankan perlunya perhatian terhadap setiap bagian yang membentuk suatu sistim.  Selanjutnya dijelaskan bahwa setiap unsur pembentuk suatu organisasi adalah penting dan harus mendapat perhatian yang utuh supaya pengambil keputusan dapat bertindak lebih efektif. Teori sistim melahirkan konsep-konsep :

  • Konsep futuristik, antara lain yang terkenal adalah konsep sibernetika (cybernetics).  Konsep ini terutama berkaitan dengan upaya menerapkan berbagai disiplin ilmu, yaitu ilmu perilaku, fisika, biologi dan teknik.  Konsep sibernetik dalam sektor perikanan dan kelautan dapat dilihat pada pembuatan peta tata ruang wilayah pesisir, di mana dalam proses pembuatannya melibatkan banyak disiplin ilmu seperti ahli tata ruang, ahli perikanan, ahli lingkungan, ahli oseanografi dan sebagainya (Gambar 1)
  • Konsep sinergi, prinsipnya bahwa di dalam melakukan sesuatu output secara sistim akan lebih besar dibanding output secara sendiri-sendiri.  Kegiatan bersama dari bagian yang terpisah, tetapi saling berhubungan secara bersama-sama akan menghasilkan efek total yang lebih besar dari pada jumlah bagian secara individu dan terpisah. Dalam pandangan konsep sinergi 3 + 3 bisa tidak sama dengan 6 tetapi dapat menjadi 7 atau lebih (Gambar 2).

B.   Pengertian SubSistim

Pengertian subsistim dapat diillustrasikan dari sebuah kapall penangkap ikan, di mana apabila seorang pengusaha membeli kapal ikan tanpa membeli mesin kapalnya maka kapal tersebut tidak dapat difungsikan dengan baik,   atau pengusaha tersebut membeli kapall dengan mesinnya tetapi tidak membeli alat tangkapnya maka kapal l tersebut tidak dapat digunakan untuk menangkap ikan.  Artinya kapall penangkap ikan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai suatu sistim yang utuh apabila salah satu sub-sistimnya tidak ada atau masih ada komponen yang kurang.  Suatu sistim kapal penangkap ikan yang utuh terdiri dari komponen-komponen badan kapal, mesin kapal, alat tangkap, alat navigasi, BBM, awak kapal, dan nelayan.

Enger (dalam Sutabri, 2003) mengatakan bahwa sub-sistim adalah serangkaian kegiatan yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dengan suatu sistim.

C.   Pengertian Sistim

Sistim adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.  Dari definisi tersebut Sutabri (2003)  merinci lebih lanjut pengertian sistim secara umum, yaitu sebagai berikut :

  • Setiap sistim terdiri dari unsur-unsur, dan unsur-unsur suatu sistim terdiri atas subsistim yang lebih kecil, yang terdiri pula dari kelompok unsur yang membentuk subsistim tersebut,
  • Unsur-unsur dalam suatu sistim merupakan bagian terpadu sistim yang bersangkutan, saling berhubungan erat dan sifat serta kerjasama antar unsur sistim mempunyai bentuk tertentu,
  • Unsur sistim saling bekerjasama untuk mencapai tujuan sistim dan setiap sistim mempunyai tujuan tertentu,
  • Suatu sistim merupakan bagian dari suatu sistim lain yang lebih besar.

Pidwirny (2006) , bahwa a system is assemblage of interrelated parts that work together by way of some driving process. McLoid (1995 dan 2003) menjelaskan bahwa sistim adalah suatu integrasi elemen-elemen, yang kesemuanya bekerja menuju satu tujuan. Selanjutnya dikatakan bahwa semua sistim terdiri dari elemen utama : input, transformasi, dan output.

Kuhn (1974) menjelaskan bahwa satu elemen umum dari semua sistim adalah mengetahui satu bagian dari sistim memberi peluang mengetahui sesuatu tentang bagian lainnya.  Selanjutnya dikatakan bahwa, the information content of a “piece of information” is proportional to the amount of information that can be inferred from the information. Ilustrasi tentang sistim disajikan pada Gambar 3

Berdasarkan Gambar  3 dapat dijelaskan bahwa dalam sektor perikanan terdapat beberapa sistim  antara lain : (1) sistim pembudidayaan ikan yang terdiri dari unsur (subsiststim) pembenihan, pembuatan pakan, pembesaran (wadah budidaya) dan lainnya; (2) sistim penangkapan ikan yang terdiri atas unsur (subsistim) kapal ikan, alat tangkap, tenaga kerja dan lainnya, di mana sistim pembudidayaan ikan dan sistim penangkapan ikan merupakan unsur dari sistim yang lebih besar yaitu sistim perikanan.

D.  Karakteristik Sistim

Kuhn (1974) memberi kriteria sesuatu dapat dikategorikan sebagaii sistim (term definition) adalah sebagai berikut :

  • element , any identifiable entity,
  • pattern ,any relationship of two or more elements,
  • object , a pattern as it exists at a given moment in time,
  • event, a change in a pattern over time,
  • systems, any pattern whose elementsare related in a sufficiently regular way to justify attention,
  • acting system , a pattern where two or more element interact,
  •  component , any interacting element in an acting system,
  •  Interaction, a situation where a change ini one component induces a change in another component,
  • mutual interaction, a situation where a change ini one component induces a change in another component, which then induces a change in the original component,
  • pattern system, is a pattern where two or more element are interdependent,
  • interdependent , a situation where a change in an element induces a change in other element.

Model umum suatu sistim sederhana adalah masukan (input), proses (process) dan keluaran (output), namun beberapa sistim mempunyaii karakteristik tertentu.  Karakteristik suatu sistim yang baik (Sutabri, 2003) adalah :

  • Komponen sistim (component of system). Suatu sistim terdiri atas beberapa komponen yang saling berinteraksi, saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan.  Suatu sistim dapat terdiri dari beberapa sub sistim, atau menjadi komponen dari sistim yang besar (supra sistim).
  • Batasan sistim (boundry of system). Setiap sistim memiliki ruang lingkup di mana ruang lingkup tersebut yang membatasi sistim dengan yang lainnya atau lingkungannya.
  • Lingkungan luar sistim (Environment). 

Hal-hal yang diluar sistim yang dapat mempengaruhi sistim dikenal sebagai lingkungan luar sistim, di mana pengaruh lingkungan luar sistim dapat bersifat menguntungkan atau merugikan sistim.

  • Penghubung sistim (interface). Penghubung sistim (inteface) adalah media yang menghubungkan antar sistim atau sub sistim yang memungkinkan terjadinya suatu integrasi sistim,
  • Masukan sistim (input). Masukan dari luar sistim ke dalam sistim disebut masukan sistim (input) yang dapat berupa energi, sinyal, data, atau informasi.  Misalnya dalam penyusunan “Prediksi Daerah Potensil Penangkapan Ikan” data masukannya adalah parameter oseanografi (suhu, kedalaman, kecepatan arus) dan hasill tangkapan perlokasi penangkapan.
  • Keluaran sistim (output). Energi, sinyal atau data yang diolah sehingga bermanfaat akan menjadi keluaran dari sistim.  Misalnya, peta daerah penangkapan ikan cakalang menurut musim penangkapan.
  • Pengolah sistim (process). Suatu sistim biasanya mempunyai “process” yang mengolah masukan menjadi keluaran yang dapat dimanfaatkan.  Contoh, sistim penangkapan ikan akan mengolah data hasil tangkapan dan parameter oseanografi menjadi prediksi daerah potensil penangkapan ikan yang bermanfaat bagi para pemilik kapal penangkap ikan.
  • Sasaran Sistim (objective). Suatu sistim memiliki tujuan dan sasaran tertentu dan bersifat terbatas.  Suatu sistim dinyatakan berhasil apabila dalam aplikasinya mampu mencapai tujuan atau sasaran.

Pidwiny (2006) menjelaskan bahwa sistim pada umumnya memilikii karakteristik umum (common characteristic) sebagai berikut :

  • Systems have a structure that is defined by its parts and process,
  • Systems are generalizations of reality,
  • Systems tend to function in the same way. This involves the input and output of matterial (energy and/or matter) that is then processed causing it to change in some way
  • The various parts of a system have functional as well as structural relationship between each other
  • The fact that functional relationship exist between the parts suggest the flow and transfer of some type of energy and/or matter.
  • Systems often exchange energy and/or matter beyond their defined boundry with the outside environment, and other systems, through various input,
  • Functional relationship can only occur because the presence of a driving force,
  • The parts that make up a system show some degree of integration in other words the the parts work well together,

Selanjutnya dijelaskan bahwa, within the boundary of a system we can find three kinds of properties :

  • Elements, are kinds of parts (things or subtances) that make up the system. These parts may be atoms or molecules, or large bodies of matter like sand grains, rain drops, paln, animals etc.,
  • Attributes, are characteristics of the elements that may be perceived and measured.  For example : quantity, size, color, volume, temperature, and mass,
  • Relationship, are the association that occur between elements and attributes.  These associations are based on cause and effect.

Sehingga kondisi suatu sistim dapat dideterminasi nilainya  melalui nilai propertinya (attributes dan/atau relationship)  

E.  Klasifikasi Sistim

Klasifikasi sistim diuraikan oleh banyak ahli antara lain :

1.  Klasifikasi sistim menurut Kuhn

Menurut Kuhn (1974) sistim dapat diidentifikasi berdasarkan strukturnya.dan mengklasifikasikan sistim sebagai berikut :

  • Real Systemadalah berbagai sistim dari materi dan/atau energi,
  • Abstract or Analytic Systemadalah berbagai pola sistim yang elemen nya terdiri dari simbol-simbol/tanda dan atau konsep-konsep.  Pada sistim ini informasi dapat dipertukarkan dan abstract system adalah informasi,
  • Non System adalah satu atau lebih elemen yang tidak memperlihatkan pola dalam perubahannya,
  • Controlled (cybernetic) System, adalah sistim yang mempertahankan paling sedikit satu variabel sistim dalam beberapa batasan khusus, atau apabila variabel keluar dari batasan, sistim bergerak membawa kembali variabel ke dalam batasan,
  • Closed System adalah salah satu di mana interaksi terjadi hanya dii antara komponen sistim dan tidak dengan lingkungan.

2.  Klasifikasi sistim menurut  Pidwirny.

Menurut Pidwirny (2006) dalam tulisannya berjudul “ Definitions of Ssyems and Models”  ada beberapa tipe dari sistim antara lain :

  • Isolated System, adalah sistim yang tidak memiliki interaksi diluar batasannya.  Banyak laboratorium penelitian yang terkontrol adalah contoh dari sistim ini,
  • Closed System, adalah sistim yang mentransfer energi, tetapi bukan  simbol-simbol dan atau tanda-tanda, melintasi batasnya ke lingkungan.  Sistim planet dilihat sebagai suatu closed system,
  • Open System, adalah sistim yang mentransfer baik simbol/tanda maupun energi yang dapat melewati batasnya ke lingkungan sekitarnya.  Kebanyakan dati ekosistim adalah contoh sistim terbuka (open system),
  • Mophological System, sistim ini adalah sistim di mana kita dapat mengerti hubungan timbal balik antara elemen dan atributnya  secara tidak pasti karena hanya didasari atas hasil pengukuran penampilan luar atau korelasi. Dengan kata lain, kita mengerti bentuk atau morfologi sistim yang didasarkan atas hubungan antara elemennya, tetapi kita mengerti secara nyata bagaimana kerja proses transfer energi dan/atau koneksi bahan antar elemen.
  • Cascading System, sistim di mana kita tertarik utamanya atas aliran energi dan/atau bahan dari satu elemen ke elemen lainnya dan mengerti bagaimana proses  penyebab pergerakan tersebut.  Pada sistim ini, kita tidak secara penuh mengerti hubungan timbal balik secara kuantitatif yang ada pada hubungan antar elemen untuk menntransfer energi/bahan,
  • Process-Response System,  adalah sistim yang menggabungkan karakteristik morphological dan cascading system.  Pada “process-response system,  kita dapat memodel poses yang terlibat dalam pergerakan, penyimpanan, dan transformasi energi dan/atau bahan di antara elemen sistim dan secara penuh mengerti bagaimana bentuk dari sistim dalam hal bentuk penampilana dan korelasi,
  • Control System, suatu sistim yang dapat memanipulasi aksi dari manusia,
  • Ecosystem,  adalah suatu sistim dari model hubungan timbal balik dan interaksi berbagai komponen biotik dan abiotik yang membangun suatu komunitas atau organisme dan  lingkungan fisik sekitarnya.

3.  Klasifikasi lainnya.

Menurut Sutabri (2003), sistim merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya dan memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistim, sehingga sistim dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yaitu :

  • Sistim abstrak dan sistim fisik. Sistim abstrak adalah sistim yang dapat berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak nampak secara fisik, sedang sistm fisik adalah sistim yang komponennya nampak secara fisik.  Contoh sistim abstrak adalah sistim teologia yaitu sistim hubungan antara manusia dan Tuhan, sedang contoh sistim fisik seperti sistim komputer, sistim administrasi dan sebagainya,
  • Sistim alamiah dan sistim buatan. Sistim alamiah adalah sistim yang terjadi melalui proses alam tanpa campur tangan manusia.  Contoh : sistim planet.  Sistim buatan atau biasa disebut human machine system adalah sistim yang melibatkan interaksi manusia dan mesin.  Contoh :  Sistim informasi berbasis komputer.
  • Sistim deterministik dan sistim probabilistik. Sistim deterministik adalah yang sistim yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, sedang sistim probabilistik adalah sistim yang tingkah laku dan kondisinya tidak dapat diprediksi atau sistim yang tingkah laku dan kondisi berpeluang mengalami perubahan menurut waktu.  Contoh sistim deterministik adalah sistim komputer di mana tingkah lakunya dapat diketahui melalui pengaturan program yang digunakan, sedang contoh sistim probabilistik adalah sistim pasar modal,
  • Sistim terbuka dan sistim tertutup. Sistim tertutup merupakan sistim yang tidak berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya.  Sistim ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar, sedang sistim terbuka adalah sistim yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.

F. Siklus Hidup Sistim

Siklus hidup sistim adalah sesuatu proses  yang diawali oleh tahapan mengenali adanya kebutuhan, kemudian diikuti oleh tahapan pembangunan sistim,  pemasangan sistim, pengoperasian sistim, dan pembaharuan sistim setelah sistim menjadi usang (Gambar 4)

REFERENSI

  • Anonim, 1995.  Management Information Systems. Comptroller’s Handbook.
  • Anonim, 2007.  Fisheries Information System, National Joint Decision. NOAA  Fisheries Information System http://w.w.w.st.nmfs.noaa.gov/fis/ . diakses  24/08/2010.
  • Gondor, D., 1992.  Sistim Informasi Managemen I & II. Pustaka Binawan Jakarta.
  • Kuhn, A., 1974.  The Logic of Social Systems. San Franscisco, Jossey Bass.
  • Mcleod, R, Jr, 1995.  Sistim Informasi Management I & II.Prenhallindo, Jakarta.
  • Mcleod, R.Jr., 2008. Management Information Systemshttp://id.shvoong.com/business-management/1856846-management-information-system. Didownload 24/08/2010.
  • O’Brien, J ., 1999. Management Information System-Managing Information
  • Technology in the Internerworked Enterprise. Irwin-McGraw-Hill, Boston ISBN 0071123733.
  • Pidwirny, M., 2006.  Definitions of Systems and Modelshttp://w.w.w.physicalgeography.net/fundamentals/4b.html  dowload  12/10/2010.
  • Sutanta, E., 1996. Sistim Database, Konsep dan Peranannya dalam Sistim Informasi Managemen. Andi Offset. Yogyakarta.
  • Sutabri, T.,2003.  Sistim Informasi Managemen. Penerbit ANDI Yogyakarta.
  • Walonick, S.D., 1993.  General Systems Theory. http://www.survey-software-solutions.com/walonick/systems-theory.htm didownload 12/10/2010

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: