//
you're reading...
Sosial Politik

Kekuasaan dan Konflik (Bagian IV “Norma”)

A.Pengantar

Norma adalah standar kerja yang diterima (diakui) dalam suatu kelompok yang didukung dan dipegang teguh oleh anggota kelompok. Semua kelompok pasti diikat oleh norma. Norma merupakan standar perilaku yang diterima dan diterapkan di dalam kelompok atau di dalam organisasi. Semua anggota kelompok dan anggota organisasi akan terikat dengan norma kelompok dan anggota organisasi untuk mematuhinya. Norma secara tidak langsung mengatakan kepada anggota  kelompok apa yang seharusnya dilakukan atau apa yang seharusnya tidak dilakukan. Dengan demikian norma berisi perintah dan larangan. Pelarangan terhadap perintah akan selalu diberi sangsi (hukuman) sedangkan kepatuhan kepada perintah akan menghasilkan penilaian prestasi kerja yang nantinya akan dapat dijadikan proses kenaikan karir. Nroma dapat dituangkan dalam aturan tertulis maka setiap pelanggaaran tidak akan dikaitkan dengan hukuman akan tetapi hanya akan dapat mendapat sangsi moral.

B.Perbedaan Dalam Organisasi

Perbedaan lahir bersamaan dengan kedatangan manusia ke dunia. Awalnya lemah kemudian menguat. Awalnya bersifat pribadi lambat laun merambah kedalam organisasi ketika individu tersebut menjadi anggota organisasi. Perbedaan mungkin tidak dapat dihindari. Hanya orang yang kurang pandailah yang tidak menghendaki perbedaan. Perbedaan merupakan peluang dan sekaligus juga merupakan ancaman. Perbedaan itu ibarat pisau, dapat digunakan untuk memotong daging atau memotong apapun saja baik yang bermanfaat dan juga dapat memberikan mudhorot. Perbedaan harus dikelola secara profesional agar perbedaan menjadi potensi positif. Haruslah  disadari bahwa dunia tnapa perbedaan opini, tanpa perbedaan nilai, tanpa perbedaan prioritas, tanap perbedaan misi dan harapan ibarat matahari tanpa bayang-bayang dan menjadi dunia tumpul yng fungsinya sangat rendah.

C.Argumen

Jhon Stuart Mill percaya bahwwa belajar akan maju hanya melalui argumen (pendapat). Dari studi tentang kelompok dapat diketahui bahwa kepala yang semakin banyak akan menghasilkan gagasan yang lebih baik dibandingkan gagasan yang lahir dari satu kepala. Pengalaman setiap hari mengkonffirmasikan bahwa pengungkapan opini dan sudut pandang yang berbeda biasanya akan membantu pencapaian penyelesaian yang lebih abik. Argumentasi merupakan resolusi perbedaan melalui diskusi. Ini merupakan prinsip utama yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Oleh karena itu sebaiknya argumen dikelola atau diarahkan.

  • Dari studi kelompok kita memperoleh patokan baha kinerja kelomok akan efektif  manakala bekerja melalui pembahasan perbedaan argumen
  • Perhatian yang tidak memadai atau memadai disebabkan karena kandungan logika argumen
  • Emosi da perasaan jika tidak diungkapkan kepermukaan cenderung menjadi bibit (benih) konflik atau benih pertikaian.

D.Kompetisi (Persaingan)

Persaingan dapat membuat produktif akan tetapi dapat pula membahayakan organisasi. Persaiangan disamping mempunyai dampak positif juga mempunyai dampak negatif. Dampak positif dari persaingan adalah :

1.Persaingan Dapat Menetapkan Standar

Dengan adanya persaingan maka setiap pesaing akan berusaha memenagkannya. Untuk menghadapi persaingan maka setiap pesaing akan bersaing pada satu objek yang mempunyai ukuran yang serupa (tidak mutlak atau sama persis). Ukuran serupa ini merupakan ukuran standar. Dengan adanya ukuran standar maka masyarakat dapat menilai mana obyek yang ditawarkan  tersebut mempunyai unggulan atau tidak mempunyai unggulan. Salah satu tugas yang paling sukar bagi seorang pemimpin adalah menetapkan standar yang tepat bagi output (keluaran), biaya, usaha dan efisiensi. Oleh karena itu dasar perbandingan (komparasi) mutlak diperlukan. Persaingan akan memaksa para pesaing untuk berfikir tentang efektivitas dan efsiensi.

2.Persaingan Mendorong Terciptanya Energi

Dengan adanya persaingan maka para pihak yang bersaing akan berusaha memenangkan persaingan. Berbagai persiapan secara sadar dialkukan sehingga hal ini akan membangkitkan semangat (energi) untuk memenangkan persaingan. Persaingan juga merupakan pengujian atau pengetesan kekuatan diri sendiri dan persaingan dapat memberikan jalan keluar baru untuk mendapatkan bakat-bakat baru yang lebih baik dan cemerlang. Persaingan merupakan jantung (pusat) perubahan.

3.Persaingan Merupakan Proses Seleksi

Dalam persaingan, mereka yang lemah dan jelek akan tersisih. Oleh karena itu, pemenangnya hanyalah mereka yang baik dan kuat. Oleh karena itu persaingan merupkan proses seleksi , maka persainganmerupakan proses pengurutan (sorting process). Melalui persaingan maka akan dapat di urut derajad dari terkuat sampai terlemah dan dari persaingan juga akan dapat dibuat pengelompokkan berbagai tipe kekuatan, ukuran dan kapasiatasnya.

4.Persaingan Dapat Tertutup dan Terbuka

Persaingan tertutup sering kali disebut persaingan berjumlah jumlah nol (zero sum competition) dan seringkali pula dengan nama persaingan semu. Persaingan akan berlangsung  agak tertutup dan hanya pihak yang terlibat saja yang mengetahui adanya persaingan. Pihak luar seringkali tidak mengetahui adanya persaingan. Persainga terbuka merupakan lawan dari persaingan tertutup. Dalam persaingan terbuka baik yang terlibat maupun yang tidak terlibat, baik yang berada dalam organisasi akan mengetahui jika ada suatu persaingan. Dalam persaingan tertutup sering kali mengandung kecurangan dan dalam persainga terbuka umunya kecurangan sangat sedikit. Kecurangan jika ditutupi dalam persaingan terbuka akan berakibat fatal. Oleh karena itu, persaingan terbuka baisanya dilengkapi dengan aturan dan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Aturan main ini telah disepakati bersama. Umumnya aturan main yang ditetapkan didasarkan atas pertimbangan logis. Persaingan terbuka dapat digunakan untuk mengubah energi (daya bersaing). Persaingan terbuka dapat meredam konflik dan menciptakan daya juang yang tinggi dan bersifat netral.

5.Persaingan Dapat Menciptakan Kekuasaan dan Pengaruh.

Pemenang persaingan akan mempunyai kekuasaan dan pengaruh kepada yang kalah. Mau tidak mau, yang kalah akan lebih mudah didikte oleh pihak yang menang. Biasanya pihak yang kalah akan mengekor kepada pihak yang memenangkan persaiangan dan pihak yang memenangkan persaingan akan selalu berada dimuka sebagai pencipta gagasan. Kebijakan yang diambil oleh pihak kalah seringkali selalu menunggu langkah yang diambil dan dijalankan oleh pihak yang memenagkan persaingan. Tindkan ini diambil karena dikhawatirkan kebijakan dan startegi pihak yang kalah nantinya akan disapu bersiholeh pihak yang menang. Pihak yang menang umumnya tidak akan memberikan kesempatan pihak yang kalah untuk muncul dipermukaan sebab dikhawatirkan menjadi ancaman bagi pihak yang menang. Berbagai upaya dilakukan agar posisi kemenangan tidak pernah bergeser. Oleh karena itu, pihak yang memenangkan persaingan selalu melakukan riset dan pengembangan agar kekuatan yang ada tidak pernah melemah apalagi sampai pudar.

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: