//
archives

Archive for

Program Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan

A.Pengantar Landasan Filosofis Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang, tetapi ada kalanya mengalami penuruann kualitas sehingga hancur perlahan-lahan seiring dengan perkembangan zaman. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengemban misi agar dapat turut mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif. Karena itu kurikulum SMK memperhatikan beberapa hal mendasar sebagai berikut : … Baca lebih lanjut

STANDAR PROFESIONAL MENGAJAR MATEMATIKA “Copyright © NCTM-USA”

1.Manfaat Tugas-tugas Matematika Guru Matematika harus memberi tugas-tugas yang didasarkan pada : Matematika yang penting dan logis. Pengetahuan dan pemahaman, keterkaitan dan pengalaman siswa. Pengetahuan tentang cara-cara yang berbeda siswa belajar matematika. dan yang Melibatkan intelektual siswa. Mengembangkan pemahaman dan keahlian matematika. Merangsang siswa untuk membuat hubungan dan mengembangkan kerangka kerja yang koheren dari ide-ide … Baca lebih lanjut

Kekuasaan dan Konflik (Bagian VI “Hubungan Antar Kelompok”)

A.Pengantar Mengenal, mengerti dan memahami hubungan orang dalam kelompok dan hubungan antar kelompok sangat penting dan besar sekali artinya dalam kepemimpinan sebab pemimpin akan dapat mengambil keputusan secara bijak, rasional dan adil. Mengabaikan kepentingan kelompok akan berakibat fatal bagi masa depan organisasi. Hubungan antar kelompok harus dibina sedemikian rupa sehingga dapat dijalin secara harmonis. Harmonisnya … Baca lebih lanjut

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. XIV “Mekanisme Kegiatan Intelijen : “Neraca Penilaian Informasi”)

Kelengkapan Informasi Informasi itu terdiri dari kenyataan (fakta) serta catatan (data) yang tidak tersusun, satu sama lain tidak ada hubungannya dan sering tidak jelas. Kenyataan-kenyataan serta catatan tadi boleh dinamakan intelligence setelah dinilai dengan jalan menentukan sumbernya, ketelitiannya, tafsirannya serta kebutuhannya. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan para agent pelaksana sebagai laporan informasi haruslah … Baca lebih lanjut

Kekuasaan dan Konflik (Bagian V “Konflik”)

A. Pengantar Konflik adalah segala bentuk interaksi yang bersifat oposisi atau interaksi yang bersifat antargonistik. Konflik terjadi karena perbedaan dan kelangkaan kekuasaan, perbedaan atau kelangkaan posisi sosial dan posisi sumber daya atau karena disebabkan sistem nilai dan penilaian yang berbeda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin dan manajemen dalam suatu organisasi 21% dari waktu … Baca lebih lanjut

Kekuasaan dan Konflik (Bagian IV “Norma”)

A.Pengantar Norma adalah standar kerja yang diterima (diakui) dalam suatu kelompok yang didukung dan dipegang teguh oleh anggota kelompok. Semua kelompok pasti diikat oleh norma. Norma merupakan standar perilaku yang diterima dan diterapkan di dalam kelompok atau di dalam organisasi. Semua anggota kelompok dan anggota organisasi akan terikat dengan norma kelompok dan anggota organisasi untuk … Baca lebih lanjut

Kekuasaan dan Konflik (Bagian III “Peran”)

A.Pengantar Peran adalah sekumpulan pola perilaku yang melekat pada diri seseorang dikarenakan menduduki posisi tertentu dalam suatu unit sosial. Di dalam organisasi maka seorang yang menduduki posisi berbada akan mempunyai perilaku berbeda pula. Seorang pimpinan tingkat atas mempunyai perilaku yang berbeda dibandingkan dengan pimpinan tingkat menengah. Setiap jabatan yang ada di dalam organisasi akan menciptakan … Baca lebih lanjut

Kekuasaan dan Konflik (Bagian II “Kelompok”)

A.Pengertian Kelompok adalah himpunan dua orang atau lebih yang berinteraksi secara bebas yang terikat dalam suatu norma dan saling terikat, mempunyai pandangan hidup atau tujuan yang hendak dicapai serta mempunyai identitas. Dengan demikian kriteria adalanya kelompok meliputi : Kumpulan dua orang atau lebih yang berinteraksi secara bebas Mempunyai norma kolektif (norma yang diakui bersama) Mempunyai … Baca lebih lanjut

Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa

Pada umumnya kesulitan belajar merupakan suatu kondisi tertentu yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan dalam kegiatan mencapai tujuan, sehingga memerlukan usaha lebih giat lagi untuk dapat mengatasi. Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan-hambatan ini mungkin disadari dan mungkin juga tidak disadari … Baca lebih lanjut