//
you're reading...
Psikologi

Peran Emosi

A.Perasaan

Menurut Dakir (1984) dalam Sundari, Linschoten membagi perasaan manusia menurut modalitasnya menjadi tiga bagian :

1.Suasana Hati

Yang dimaksud suasana hati adalah rasa yang terkandung dalam situasi kejiwaan yang dapat berlangsung lama, meliputi : (a) Euphoor yaitu rasa gembira; (b) Netral yaitu rasa acuh tak asuh; (c) Dysphoor yaitu rasa murung.

2.Perasaan Dalam Arti Sempit

Suatu rasa yang bersangkut paut dalam situasi yang di dalamnya terdapat hasil konfrontasi harga diri dengan harga lain, sehingga terdapat bermacam-macam perasaan. Misalnnya rasa heran, antipati, simpati, belas kasihan, benci, rasa hormat dan sebagainya. Setiap hasil konfrotasi antara pribadi dan objeknya, menghasilkan nilai yang berbeda tergantung pada nilai pribadi dan nilai objeknya.

3.Emosi

Emosi merupakan bagian dari perasaan dalam artian luas. Emosi tampak karena rasa yang bergejolak sehingga yang bersangkutan mengalami perubahan dalam situasi tertentu. Karena afektifitas melebihi batas yang bersangkutan tidak dapat menyesuaikan diri dengan sekitarnya.

B.Perkembangan Emosi

Emosi berkembang sejak anak lahir. Emosi ditimbulkan oelh adanya rangsangan. Pengalaman-pengalaman atau latihan-latihan dapat mempengaruhi efektinya rangsangan di dalam menimbulkan emosi maupun menghambat timbulnya emosi. Pada masa kanak-kanak ekspresi emosi sukar dibedakan, makin besar makin dewasa makin banyan anak belajar mengekspresikan emosi ke dalam masyarakatnya. Selain itu anak makin dapat membedakan rangsang-rangsang. Emosi nampak dari luar berupa tingkah laku yang sesuai dengan cara-cara yang dipelajari dari masyarakat. Pengalaman sangat mempengaruhi perkembangan dan kematangan emosi. Orang yang mempunyai banyak pengalaman dan yang bersifat positif tentu saja akan berbeda perkembangan dan kematangan emosinya. Pengalaman yang didapat dari keluarga, sekolah pergaulan, jabatan akan menentukan corak perkembangan emosi. Disamping itu adanya media informasi dan komunikasi sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap perkembangan emosi.

Menurut hasil penelitian mengungkapkan hubungan antara pengendalian emosi dengan faktor genetika masih sedikit diragukan, penelitian akhir-akhir ini,menurut Goleman (1997) bahwa pengaruh genetik dari emosi terlihat pada temperament seseorang. Temperament bukan suatu takdir, artinya kecenderungan temperament individu dapat dilatih melalui proses belajar sepanjang hidup. Pengalaman individu dapat diperoleh secaara sengaja dan tidak sengaja. Pemberian pengalaman melalui proses belajar/pelatihan yang terencana memungkinkan dapat mengubah beberapa sifat seseorang .

C.Reaksi Emosional

Menurut Goleman dalam Sundari (2005) pada prinsipnya emosi dasar meliputi takut, marah, sedih dan senang. Perkembangan emosi yang lain merupakan hasil campuran. Rekasi-rekasi itu diantaranya :

1.Takut

Reaksi takut terjadi karena yang bersangkutan merasa lebih lemah, tidak berani melawan terhadap sesuatu yang dihadapi secara konkrit mengancam. Takut dalam batas normal mengandung nilai positif, terutama dalam kesehatan mental untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Takut merupakan penyeba hati-hati. Maka dari itu takut jangan dihilangkan melainkan dikontrol. Dengan mengerti cara-cara menghindar dan mengatasi takut, membantu mengontrol rasa takut. Dengan mengenal sebab akibat takut dan mengatasi takut sangat berarti dalam keseimbangan mental.

2.Gelisah

Merupakan reaksi seperti perasaan takut, karena menghadapi hal-hal yang belum diketahui atau dialami. Sifat kegelisahan terdiri dari beberapa tingkat yaitu : (a) kebingungan terhdapa apa yang akan dihadapi; (b) ketidaktentuan atau tidak tegas; (c) merasa tidak mampu atau merasa tidak berdaya; (d) rasa dendam atau rasa sentimen.

Suardiman (19b2) individu yang mengalami kegelisahan, timbul bayangan yang negatif tidak menyenangkan dan akan menekan dirinya. Merasa terganggu dan menjadi pesimis. Untuk menghindarkan diri dari perasaan ini, hendaknya membuat bayangan positif, usaha-usaha itu antara lain : (a) emosi yang muncul dari dalam dirinya dirasionalisasi (b) mengingkari pemikiran atau bayangan yang muncul (c) melupakan terhadap hal-hal yang menimbulkan gelisah (d) menghindar dari hal-hal yang menimbulkan emosi gelisah itu.

3.Marah

Marah merupakan rekasi terhadap suatu hambatan yang menyebabkan gagalnya suatu usaha atau perbuatan. Bisanya bersamaan dengan berbagai ekspresi perilaku. Marah merupakan pernyataan agresif, perilakunya mengganggu orang yang dimarahi bahkan orang-orang disekitarnya. Untuk menghindari diri dari kemarahan ada kesadaran usaha diaman usaha tersebut akan meredakan kemarahan dan akan membantu menuju kesehatan mental diantaranya : (a) menggunakan rasio/pikiran (b) memahami akibat negatif dari kemarahan (c) menahan nafas panjang (d) membelkkan kemarahan.

4.Sedih/Susah

Sedih/susah adalah keadaan disebabkan rasa kehilangan atau kekosongan terhadap situasi/hal-hal yang dihadapi orang, biasanya dibarengi ekspresi menarik diri/mengurung diri dalam kamar, konsentrasi kurang hingga menjadi lambang sehingga tidak berdaya. Jika keadaan ini berlarut-larut akanmenimbulkan agresifitas membunuh atau membunuh diri. Usaha yang dilakuakan untuk mengatasi kondisi ini adalah harus bersabar, tahan uji, suka memaafkan, berpandangan luas, rela berkorban dan sejenisnya.

5.Senang/Gembira

Rasa senang merupakan rasa positif terhadap sesuatu situasi atau objek yang dihadapi. Apa yang dihadapi akan menimbulkan semangat, gairah, menambah keberhasilan, memberi ketentraman/ketenangan. Hal ini karena didasari oleh emosi cinta, simpati. Suardiman (1982) menyatakan emosi cinta yang normal merupakan anugrah Tuhan yang tidak ternilai harganya. Dakir (1982) seseorang  dapat merasakan bahagia, penuh kesegaran dan keharmonisan. Demikian pula simpati, keikutsertaan pada perasaan orang lain (feeling with another person). Sedangkan pada empati, ikut ambil bagian secara efektif pada apa yang dirasa atau dilakukan orang lain (feeling into a person  or thing). Biasanya hal-hal tersebut tumbuh tidak dalam waktu yang singkat melainkan membutuhkan proses pengamatan  melihat, mendengar, mencium, membau dan sebagainya. Untuk menjaga agar tetap senang harus ada kesanggupan berkorban, menerima segala resiko, ada saling pengertian.

6.Iri

Merupakan reaksi dari gabungan/perpaduan antara berbagai bentuk emosi. Terkadang sikap membandingkan antara dirinya dengan keadaan orang lain. Dirinya merasa kurang, merasa kalah sehingga timbul keinginan menyamai bahkan melebihi.

Iri yang bernilai positif dapat meningkatkan usahanya, cita-citanya. Iri yang bernilai negatif, biasanya disebabkan yang bersangkutan selalu dipenuhi tuntutannya, memperoleh apa yang diinginkan, namun bila tak kesampaian menjadi kecewa, sedih, malu, marah, benci dan lain-lainnya berupa iri. Usaha untuk memupuk iri positiff dan menghindari emosi negatif harus ditanamkan dan dilatih sejak masih belia, sesuai dengan panutannya.

D.Peranan Emosi Dalam Kehidupan

Sorenson menyatakan bahwa emosi sangat penting dalam kehidupan. Emosi mempunyai kebaikan dan kejelekan.

1. Emosi Memperkaya Kehidupan

Emosi selalu mengalami pasang dan surut. Saat-saat yang sangat berharga apabila kita diliputi rasa peraaan dan bangga. Sebaliknya apabila kita diliputi rasa tak bahagia merupakan saat yang susah dan kegelapan. Keadaan bahagia itu disebabkan karena pancaran kebahagiaan dari emosi, dan sebaliknya, menunjukkan kesedihan antara bahagia dan tidak bahagia terdapat variasi-variasi. Kesemuanya itu akan mennentukan nilai pada hidup kita. Tanpa emosi hidup kita tak akan disertai cinta, persahabatan, bangga dan sukses, marah, gelisah, takut dan sebagainya. Dengan emosi tersebut manusia berusaha mencapai cita-citanya.

2.Emosi Menciptakan Pembatasan Kehidupan

Emosi mempersatukan kita. Antara manusia yang satu dengan yang lain karena masing-masing pernah mengalami perasaan yang sama. Misalnya pernah merasa takut, marah, cinta, benci, bangga dan sebagainya.

3.Emosi Sebagai Dasar Kehidupan Seni

Banyak yang percaya bahwa seni merupakan pancaran hidup. Sedangkan emosi itu berasal dari hidup itu sendiri. Tolstoy tanpa ragu-ragu menunjukkkan hubungan antara emosi dengan seni. Perasaan emosi diwujudkan dalam bentuk kata-kata, gerakan-gerakan, garis-garis, bunyi-bunyian dan disuguhkan pada orang lain, maka orang itupun dapat mengalami perasaan yang serupa.

4.Emosi Memberikan Tenaga Tambahan

Dalam saat-saat tertentu, kita mempunyai kekuatan yang mengagumkan, sehingga dapat berguna saat itu.

5.Emosi Memacu Untuk Berbuat Baik

Bila kita perhatikan dan kita selidiki hubungan manusia dengan manusia lain itu berdasarkan atas rasa (emosi) cinta, seperti terwujudnya persaudaraan, persahabatan, kemurahan hati, pertolongan pada orang lain.

6.Emosi Merupakan Obat Penguat

Perasaan emosi yang riang, perasaan emosi yang senang dan gembira dapat merupakan obat penguat bagi kesegaran jiwa juga kesegaran jasmani.

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: