//
you're reading...
Metode Penelitian, Umum

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (1)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG BANGUN RUANG DENGAN MENGGUNAKAN  ALAT PERAGA  SEDERHANA PADA SISWA KELAS VI DI SD NEGERI CEMPAKA BARU 14  PAGI  JAKARTA PUSAT SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2010/2011

OLEH:

MARIYAH SPD

NIP/NRK  196306051985032013/ 104155

SEKOLAH DASAR NEGERI CEMPAKA BARU 14 JAKARTA

TAHUN  2010/2011

___________________________________________________________________________________

                            DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………………

ABSTRAK……………………………………………………………………………

KATA PENGANTAR……………………………………………………………….

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………..

DAFTAR TABEL……………………………………………………………………

DAFTAR  GAMBAR……………………………………………………………….

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………

BAB I   PENDAHULUAN ………………………………………………………….

A. Latar Belakang Masalah………………………………………………………………………

B. Identifikasi Masalah…………………………………………………………………

C. Pembatasan Masalah……………………………………………………………..

D. Perumusan Masalah……………………………………………………………….

E. Tujuan Penelitian……………………………………………………………………

F. Manfaat Penelitian…………………………………………………………………..

BAB II  KAJIAN TEORI…………… ……………………………………………..

A. Kajian Teoritik………………………………………………………………………

B. Kerangka Berpikir………………………………………………………………….

C. Hipotesis Tindakan………………………………………………………………..

BAB III METODE PENELITIAN …………………………………………………

A. Setting Penelitian …………………………………………………………………………….

B. Subyek Penelitian…………………………………………………………………

C. Metode Penelitian…………………………………………………………………

D.Prosedur Penelitian………………………………………………………………..

E. Instrumen Penelitian…………………………………………………………………………

F. Teknik Pengumpulan data……………………………………………………….

G. Alat Pengumpulan Data…………………………………………………………

H. Analisis Data …….. ………………………………………………………………………….

I.Indikator Keberhasilan……………………………………………………………..

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………………………..

A. Hasil Penelitian …………………………………………………………………………….

B. Pembahasan………………………………………………………………………………….

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………………..

A.  Kesimpulan……………………………………………………………………..

B.  Saran-saran…………………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

___________________________________________________________________________________

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jadual Penelitian Tindakan Kelas……………………………………………

Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Belajar Matematika Kelas VI di SDN Cempaka Baru 14….

Tabel 3. Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus I pertemuan Kesatu

Tabel 4. Nilai rata-rata dan ketuntasan belajar pada siklus I……………………………

Tabel 5. Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus II pertemuan 1

Tabel 6. Nilai rata-rata dan ketuntasan belajar pada siklus II………………………….

Tabel 7..Rekapitulasi aktivitas belajar siswa siklus I dan siklus II……………………..

Tabel 8. Perbandingan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II………………….

___________________________________________________________________________________

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagan rancangan pelaksanaan PTK model spiral………………………….

Gambar 2 Diagram batang hasil pengamatan aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I   pertemuan 1

Gambar 3 Diagram batang tentang hasil belajar dalam siklus I

Gambar 4. Diagram batang hasil pengamatan aktivitas siswa pada pembelajaran Siklus II pertemuan 2

Gambar 5. Diagram batang tentang hasil belajar dalam siklus II

Gambar 6. Perbandingan aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas pada siklus I Dan II

Gambar 7. Perbandingan hasil belajar siklus I dan siklus II

__________________________________________________________________________________

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus

Lampiran 2. RPP

Lampiran 3. Bahan Ajar dan soal- soal tes

Lampiran 4.Contoh hasil kerja siswa

Lampiran 5.Daftar nilai siklus I

Lampiran 6. Daftar nilai siklus II

Lampiran 7.Pembagian kelompok

Lampiran 8 Lembar observasi siklus I

Lampiran 9. Lembar Observasi siklus II

Lampiran 10. Daftar hadir siswa

Lampiran 11. Foto-foto kegiatan

Lampiran 12. Riwayat peneliti

Lampiran 13. Surat keterangan telah melaksanakan penelitian

___________________________________________________________________________________

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Pembelajaran adalah kegiatan yang mengkondisikan seseorang belajar melalui kegiatan edukatif pembelajaran dan lebih memfokuskan siswa untuk dapat belajar secara maksimal. Keberhasilan pembelajaran siswa dapat diketahui dari beberapa indikator, yaitu aktif dalam pembelajaran, menguasai materi pelajaran, menjawab pertanyaan dengan benar dan mampu mengerjakan soal-soal dengan tepat. Salah satu indikator keberhasilan pembelajaran adalah bertambahnya pengetahuan siswa. Siswa akan memperoleh pengetahuan apabila siswa tersebut aktif dalam pembelajaran.

Dalam proses belajar mengajar ada empat komponen penting yang berpengaruh bagi keberhasilan belajar siswa, yaitu bahan belajar, suasana belajar, media, alat peraga  dan sumber belajar, serta guru sebagai subyek pembelajaran. Komponen-komponen tersebut sangat penting dalam proses belajar, sehingga melemahnya satu atau lebih komponen dapat menghambat tercapainya tujuan belajar yang optimal.

Media sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar  dan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran dipilih atas dasar tujuan dan bahan pelajaran yang telah ditetapkan, oleh karena itu guru sebagai subyek pembelajaran harus dapat memilih media, alat peraga dan sumber belajar yang tepat, sehingga bahan pelajaran yang disampaikan dapat diterima siswa dengan baik.

Konsep-konsep dalam Matematika itu abstrak, sedangkan pada umumnya siswa berpikir dari hal-hal yang konkret menuju ha-hal yang abstrak, maka salah satu jembatannya agar siswa mampu berpikir abstrak tentang Matematika, adalah dengan menggunakan media pendidikan dan alat peraga.

Sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual siswa Sekolah Dasar yang masih dalam tahap operasi konkret, maka siswa Sekolah Dasar lebih mudah menerima konsep-konsep Matematika yang abstrak melalui benda-benda konkret. Untuk membantu hal tersebutdilakukan manipulasi-manipulasi obyek yang digunakan untuk belajar Matematika yaitu  alat peraga.

Dari hasil nilai raport kelas sebelumnya, pada saat siswa duduk di kelas V tingkat penguasaan materi   pembelajaran Matematika masih rendah.Oleh karena itu di awal tahun pelajaran 2010/ 2011 peneliti yang sekaligus sebagai guru kelas VI di SDN Cempaka Baru 14 Jakarta Pusat untuk mengetahui  tentang penyebab-penyebab rendahnya hasil belajar Matematika. Siswa kelas VI SDN Cempaka Baru 14 Jakarta  memiliki prestasi akademik sangat heterogen. Dari seluruh siswa di kelas VI SDN Cempaka Baru 14 Jakarta  masih ada  sebagian siswa masih memperoleh nilai rendah sehingga menjadi renungan bagi penulis, bahwa salah satu penyebab rendahnya prestasi siswa karena kegiatan pembelajaran guru kurang atau tidak melibatkan siswa secara aktif sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang kiranya dapat menciptakan keaktifan siswa dalam bentuk perorangan atau kelompok.

Kompetensi Dasar mengenai Bangun ruang merupakan salah satu kompetensi Dasar yang sulit dipahami siswa.Selain siswa dituntut memahami rumus setiap bangun ruang, juga Kompetensi Dasar  ini sulit dipahami kalau hanya bersipat teoritis saja. Oleh karena itu sangat diperlukan alat peraga yang dapat membantu siswa memahami setiap bangun ruang secara kontekstual.Sehingga tindakan yang diberikan terhadap siswa dalam pembelajaran, harus menggunakan alat peraga bantu sederhana seperti dari bahan kertas karton yang dibuat berbagai bentuk bangun ruang seperti kubus, limas, balok, kerucut.

Untuk mengatasi rendahnya hasil evaluasi siswa, penulis mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTUK). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan guru di dalam kelasnya sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa meningkat.

Penelitian Tindakan Kelas juga merupakan salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam menyikapi masalah dalam proses pembelajaran dalam kelas.

B.Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, banyak sekali permasalahan- permasalahan yang mempengaruhi  hasil belajar Matematika.  Permasalahan itu dapat di identifikasikan sebagai berikut:

  1. Mengapa pemahaman siswa kelas VI SDN Cempaka Baru  Jakarta terhadap materi bangun ruang masih kurang?.
  2. Mengapa siswa kelas VI SDN Cempaka Baru  Jakarta tidak aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar Matematika?
  3. Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan pencapaian kompetensi dan motivasi belajar siswa kelas VI SDN Cempaka Baru  Jakarta dalam pembelajaran Matematika?
  4. Bagaimana aktivitas siswa kelas VI SDN Cempaka Baru  Jakarta dalam pembelajaran dengan menggunakan metode alat peraga sederhana dalam pembelajaran Matematika?
  5. Bagaimana motivasi siswa kelas VI SDN Cempaka Baru  Jakarta dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode alat peraga sederhana?
  6. Apakah penggunaan alat peraga sederhana dapat meningkatkan hasil belajar Matematika  tentang Bangun ruang siswa kelas VI SDN Cempaka Baru 14 Jakarta?

C.Pembatasan Masalah

Dari masalah yang telah dijabarkan dalam latar belakang maka penulis membatasi pokok permasalahan yang akan diteliti dan diangkat yaitu “Dapatkah penggunaan alat peraga sederhana meningkatkan hasil belajar Matematika tentang bangun ruang pada siswa kelas VI di SDN Cempaka Baru 14 Jakarta”.

D.Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas permasalahan dapat   dirumuskan sebagai berikut: “Apakah Penggunaan  alat peraga sederhana dapat meningkatkan hasil belajar Matematika tentang bangun ruang pada siswa kelas VI SDN Cempaka Baru 14 Jakarta Pusat semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011?”.

E.Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan:

  1. Mendeskripsikan model penggunaan metode alat peraga sederhana dalam pembelajaran Matematika.
  2. Untuk mengetahui partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui penggunaan alat peraga sederhana.
  3. Untuk mengetahui motivasi dan minat siswa di pelajaran Matematika melalui pembelajaran dengan menggunakan alat peraga   sederhana.
  4. Untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar Matematika setelah menggunakan alat peraga sederhana.
  5. Untuk mengetahui respon atau sikap yang muncul dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan alat peraga sederhana.

F.Kegunaan Penelitian.

Manfaat yang diperoleh dari Penelitian Tindakan  Kelas (PTK) antara lain:

1.Bagi Guru

  • Meningkatkan pengetahuan guru tentang kemampuan pemecahan masalah siswa.
  • Memberikan masukan yang bermanfaat bagi tenaga pengajar tentang metode yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
  • Ditemukan strategi pembelajaran yang tepat, tidak konvensional, tetapi bersifat variatif dan fun learning bagi siswa.

2.Bagi siswa

  • Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran Matematika.
  • Memperoleh cara belajar Matematika yang lebih efektif, menarik, dan menyenangkan serta mudah untuk menangkap materi yang dipelajari.
  • Menumbuhkan Motivasi belajar siswa.
  • Rasa ketegangan, ketakutan akan kesulitan memahami rumus Matematika tidak dirasakan siswa lagi.
  • Tercapainya peningkatan kompetensi siswa di pembelajaran Matematika.

3. Bagi peneliti

Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pembelajaran Matematika yang menggunakan Metode Alat Peraga Sederhana yang termodifikasi sesuai dengan Kompetensi Dasar.

___________________________________________________________________________________

BAB II

KAJIAN TEORI

A.  Kajian Teoritik

1. Pengertian Hasil Belajar 

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak melalui kegiatan belajar. Ada tiga ranah (domain) hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil belajar merupakan keluaran (output) dari suatu sistem pemrosesan masukan (input) berbagai masukan yang berupa informasi  dan  merupakan fungsi dari masukan pribadi dan masukan yang berasal dari lingkungan

(Hutabarat,EP, 1988: 25).  Hasil belajar adalah prestasi aktual yangditampilkan oleh anak. Menurut Nana Sudjana dalam bukunya Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar mendefinisikan, “Hasil Belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.”R. Gagne mengemukakan bahwa hasil belajar harus didasarkan pada pengamatan tingkah laku, melalui stimulus respon dan hasil belajar bersyarat (Sudjana,1989:213 ). Sebagai pertanda bahwa seseorang telah melakukan proses belajara adalah terjadinya perubahan perilaku tersebut misalnya dapat berupa; dan tidak tahu sama sekali menjadi samar-samar, dan kurang mengerti menjadi mengerti, dan tidak biasa menjadi terampil dan anak pembangkang menjadi penurut, dan pembohong menjadi jujur, dan kurang takwa menjadi takwa,dan lain-lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari proses pembelajaran diri sendiri dan pengaruh lingkungan, baik perubahan kognitif, afektif maupun psikomotor dalam diri siswa.

Faktor yang mempengaruhi Hasil Belajar, (Slameto. 2003:20), yaitu:

Faktor Internal dan

Fakter internal meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis (Kecerdasan Intelegensi siswa, motivasi, minat, sikap dan bakat)

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa meliputi faktor lingkungan sosial (lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat) dan lingkungaan non social (lingkungan alamiah, lingkungan instrumental, dan faktor materi pelajaran).

2.  Pengertian Matematika

Matematika adalah terjemahan dari Mathematics. Matematika lebih dari pada aritmetika, yakni ilmu tentang kalkulasi/ perhitungan. Ia lebih dari pada aljabar, yang merupakan bahasan lambang, operasi dan relasi.Namun arti atau definisi yang tepat dari matematika tidak dapat diterapkan secara eksak (pasti) dan singkat. Matematika adalah cara/metode berpikir dan bernalar. Matematika dapat digunakan untuk memutuskan apakah suatu ide itu benar atau salah, atau paling sedikit ada kemungkinan benar.Matematika adalah suatu medan eksplorasi dan penemuan, di situ setiap hari ide-ide baru diketemukan (Roseffendi. E.T, 1979 :30)

3. Teori Alat Peraga

Media pengajaran sebagai perantara dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan dari pelaksanaan pendidikan disekolah. Media pengajaran harus yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran,perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Media pengajaran yang digunakan berupa peralatan yang efektif yaitu alat peraga.Alat peraga adalah alat (benda) yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep prinsip atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/konkrit.Tanpa alat sukar rasanya dipercaya untur tercapainya tujuan yang diharapkan disuatu lembaga pendidikan. Dalam kegiatan interaksi edukatif biasanya dipergunakan alat nonmaterial dan alat material. Alat nonmaterial berupa suruhan, perintah, larangan, nasihat dan sebagainya. Sedangkan alat material atau alat bantu pengajaran berupa globe, papan tulis, batu kapur, gambar,  diagram,   lukisan,  slide,  video dan sebagainya.

Pengertian  Bangun Ruang

Bangun ruang merupakan salah satu materi pada pelajaran Matematika.Yang termasuk bangun ruang adalah kubus, balok, limas, kerucut dan tabung.Siswa akan lebih mudah memahami dengan melihat benda langsung secara konkrit. Dengan bentuk pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) dalam praktek pembelajarannya lebih berfokus pada keaktifan siswa, guru sebagai fasilitator saja.

Dengan menggunakan benda-benda konkrit, siswa lebih dapat memahami maksud dari sebuah konsep dengan benar. Susunan belajarakan lebih hidup, menyenangkan, dan tidak  membosankan  Dominasi guru berkurang dan siswa lebih aktif. Konsep yang lebih  dipahami  dapat lebih mengakar karena siswa membuktikannya sendiri.Dengan banyaknya contoh dengan melakukan permainan siswa dapat menerapkan ke dalam situasi yang lain.

B. Kerangka Berpikir

Jika minat siswa dapat dibangkitkan untuk kemudian seluruh perhatiannya dapat dipusatkan kepada bahan pelajaran yang diberikan oleh guru, maka keadaan kelas menjadi tenang sebab siswa tidak mempunyai kesempatan melakukan hal-hal yang melanggar ketertiban kelas. Maka pelajaran dapat berlangsung dengan baik, mudah diterima dan dimengerti oleh siswa yang selanjutnya disimpan dan dingat dan pada waktunya mudah pula disimak untuk ditimbulkan kembali.

Minat yang tinggi terhadap suatu pelajaran memungkinkan siswa memberikan perhatian terhadap mata pelajaran itu, sehingga memperoleh hasil belajar yang tinggi sebagai akibat dari ketertarikan siswa terhadap suatu mata pelajaran.Sebagian besar siswa cenderung tidak menyukai Matematika karena merasa sulit mempelajari Matematika. Maka untuk mengatasinya salah satunya dengan menggunakan alat peraga dalam belajar Matematika, sehingga siswa jadi lebih tertarik dan berminat untuk mempelajariMatematika.Dari uraian diatas terlihat bahwa penggunaan alat peraga dan minat memberi pengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Alat peraga adalah alat (benda) yang digunakan untuk  memperagakan fakta, konsep atau prinsip tertentu agar tampak lebih nyata atau konkrit.Dengan menggunakan alat peraga manfaat kegunaan yang berupa penyampaian materi dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisien dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar,  merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif, dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit, informasi pelajaran yang disajikan dengan alat peraga yang tepat akan memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada diri siswa

Pengaruh penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran dimungkinkan terjadi perbedaan antara yang menggunakan alat peraga dan tidak menggunakan alat peraga. Hal ini mungkin dapat terjadi karena kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran yang menggunakan alat peraga dan tidak mengunakan alat peraga berbeda. Hal ini akan berpengaruh kepada hasil belajar Matematika siswa.

C.Hipotesis Tindakan

Penelitian ini direncanakan terbagi kedalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleks (reflecting). Dengan demikian dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: Penggunaan alat peraga sederhana  dapat meningkatkan hasil  belajar Matematika pada siswa VI SDN Cempaka Baru 14 Jakarta tentang bangun ruang.

___________________________________________________________________________________

BAB III

METODE PENELITIAN

A.Setting  Penelitian

Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SDN Cempaka Baru 14 Jakarta Pusat. Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2010/ 2011 yakni pada bulan September sampai dengan bulan Nopember  tahun 2010.

 

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI  di SDN Cempaka Baru  Pagi Jakarta Pusat yang berjumlah 28  orang. Sementara partisipan dalam penelitian ini adalah guru Matematika (peneliti sendiri) di SDN Cempaka Baru 14 Jakarta Pusat., observer, dan guru kelas VI selaku kolaborator yang dinilai memahami tentang pembelajaran Matematika kelas VI  Sekolah Dasar.

C. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang bertujuan untuk memperbaiki efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas merupakan strategi pemecahan masalah yang berfungsi untuk mengambil tindakan yang tepat dalam rangka memperbaiki pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini ada dua tindakan yang diambil yaitu aktifitas tindakan dan aktifitas penelitian. Tindakan ini dilakukan kepada orang yang sama dan bekerja sama dengan kolaborator.

D.Prosedur Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, maka metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model proses yang digunakan dalam PTK ini adalah Model Proses Siklus (Putaran/Spiral) yang mengacu pada model PTK Kemmis S, dan Mc. Taggert R yang dikutip oleh Arikunto. Adapun rancangan siklus penelitian memiliki empat tahapan kegiatan pada setiap siklusnya, yaitu (1) membuat rencana tindakan, (2) melaksanakan tindakan, (3) mengadakan pemantauan/observasi, (4) memberikan refleksi dan evaluasi untuk memperoleh sejauh mana pencapaian hasil yang diharapkan kemudian direvisi untuk melaksanakan tindakan pada siklus berikutnya(Suharsimi,2006:74).

SIKLUS 1

Pertemuan 1 ( Rabu, 5   Oktober  2010)

1. Perencanaan (Planing)

  • Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan pendekatan realistik matematika melalui alat peraga sederhana.
  • Kompetensi dasar (KD) : (1) Mengenal sifat sifat bangun ruang yaitu bangun kubus.
  • Membuat rencana pembelajaran dalam bentuk kelompok kerja. (terlampir).
  • Menyusun seperangkat peralatan berdasarkan kompetensi dasar yang diajarkan. Selain itu dibuat perangkat pembelajaran yang berupa : Lembar kerja siswa, Lembar pengamatan diskusi, Lembar evaluasi, Daftar kelompok siswa

2. Pelaksananaan ( Acting)

  • Menyajikan materi pelajaran.
  • Diberikan lembar petunjuk pembelajaran tentang soal-soal matematika.
  • Dalam kelompok guru mengarahkan cara membuat juring-juring dari ruang bangun kubus.
  • Setelah selesai salah satu siswa mengukur dan menghitung volume ruang bangun melaporkan hasil perhitungannya.
  • Guru memberikan kuis atau pertanyaan.
  • Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab
  • Penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama.

3.  Pengamatan (Observation)

  • Situasi kegiatan belajar mengajar.
  • Keaktifan serta motivasi siswa
  • Kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran matematika dengan bantuan alat peraga sederhana  matematika.
  • Tingkat kolaborasi antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  • Penguasaan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan realistik melalui penggunaan alat peraga sederhana.

4.  Refleksi (Reflecting)

  • Mengukur kelemahan –kelemahan dari kegiatan pembelajaran ,
  • Mencari apakah terjadi kolaborasi yang baik antara guru dan siswa.
  • Menandai  kegiatan yang kurang efektif dalam proses pembelajaran.
  • Mengukur hasil evaluasi yang didapat dari tes siswa.

Pertemuan 2 ( Jumat, 8  Oktober  2010)

1. Perencanaan (Planing)

  • Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan pendekatan realistik matematika dengan menggunakan alat peraga sederhana. Kompetensi dasar (KD) : (1) Mengenal sifat sifat bangun ruang balok
  • Menyusun seperangkat pembelajaran yang berupa :Lembar kerja siswa, Lembar pengamatan diskusi , Lembar evaluasi.

2. Pelaksananaan ( Acting)

  • Menyajikan materi pelajaran.
  • Diberikan lembar petunjuk pembelajaran tentang soal-soal matematika.
  • Dalam kelompok guru mengarahkan cara membuat juring-juring dari ruang bangun balok.
  • Setelah selesai salah satu siswa mengukur dan menghitung volume ruang bangun melaporkan hasil perhitungannya.
  • Guru memberikan kuis atau pertanyaan.
  • Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab
  • Penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama.

3.  Pengamatan (Observation)

  • Situasi kegiatan belajar mengajar.
  • Keaktifan serta motivasi siswa
  • Kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran matematika dengan bantuan alat peraga sederhana  matematika.
  • Tingkat kolaborasi antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  • Penguasaan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan realistik melalui pengguanaan alat peraga sederhana.

4.  Refleksi (Reflecting)

  • Mengukur kelemahan –kelemahan dari kegiatan pembelajaran ,
  • Mencari apakah terjadi kolaborasi yang baik antara guru dan siswa.
  • Menandai  kegiatan yang kurang efektif dalam proses pembelajaran.
  • Mengukur hasil evaluasi yang didapat dari tes siswa.

Pertemuan Ketiga, ( Rabu, 13  Oktober 2010)

1. Perencanaan (Planing)

Menyusun instrumen tes yang berisi materi tentang bangun ruang  kubus dan balok. Selain soal tes , juga disiapkan daftar hadir siswa untuk pertemuan ketiga siklus I.

2. Pelaksananaan ( Acting)

Kegiatan siswa pada pertemuan ketiga siklus I adalah tes. Pelaksanaan tes berlangsung selama 2 x 35 menit.

3.  Pengamatan (Observation)

Pengamatan dilakukan terhadapa aktivitas belajar di kelas yaitu kegiatan tes selama berlangsung.

4.  Refleksi (Reflecting)

Mengukur hasil evaluasi yang didapat dari tes siswa.

SIKLUS 2

Pertemuan 1 (Jumat, 15    Oktober  2010)

1. Perencanaan (Planing)

  • Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan pendekatan realistik matematika melalui alat peraga sederhana.
  • Kompetensi dasar (KD) : (1) Mengenal sifat sifat bangun ruang yaitu bangun Limas
  • Membuat rencana pembelajaran dalam bentuk kelompok kerja. (terlampir).
  • Menyusun seperangkat pembelajaran yang berupa : Lembar kerja siswa, Lembar pengamatan diskusi, Lembar evaluasi,

2. Pelaksananaan ( Acting)

  • Menyajikan materi pelajaran.
  • Diberikan lembar petunjuk pembelajaran tentang soal-soal matematika.
  • Dalam kelompok guru mengarahkan cara membuat juring-juring dari ruang bangun limas.
  • Setelah selesai salah satu siswa mengukur dan menghitung volume ruang bangun melaporkan hasil perhitungannya.
  • Guru memberikan kuis atau pertanyaan.
  • Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab
  • Penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama.

3.  Pengamatan (Observation)

  • Situasi kegiatan belajar mengajar.
  • Keaktifan serta motivasi siswa
  • Kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran matematika dengan bantuan alat peraga sederhana  matematika.
  • Tingkat kolaborasi antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.penggunaan alat peraga.

4.  Refleksi (Reflecting)

  • Mengukur kelemahan –kelemahan dari kegiatan pembelajaran ,
  • Mencari apakah terjadi kolaborasi yang baik antara guru dan siswa.
  • Menandai  kegiatan yang kurang efektif dalam proses pembelajaran.
  • Mengukur hasil evaluasi yang didapat dari tes siswa.

Pertemuan 2 ( Rabu,20  Oktober  2010)

1. Perencanaan (Planing)

  • Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan pendekatan realistik matematika dengan menggunakan alat peraga sederhana. Kompetensi dasar (KD) : (1) Mengenal sifat sifat bangun ruang kerucut  dan tabung.
  • Menyusun seperangkat pembelajaran yang berupa :Lembar kerja siswa, Lembar pengamatan diskusi , Lembar evaluasi.

2. Pelaksananaan ( Acting)

  • Menyajikan materi pelajaran.
  • Diberikan lembar petunjuk pembelajaran tentang soal-soal matematika.
  • Dalam kelompok guru mengarahkan cara membuat juring-juring dari ruang bangun kerucut dan tabung.
  • Setelah selesai salah satu siswa mengukur dan menghitung volume ruang bangun melaporkan hasil perhitungannya.
  • Guru memberikan kuis atau pertanyaan.
  • Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab
  • Penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama.

3.  Pengamatan (Observation)

  • Situasi kegiatan belajar mengajar.
  • Keaktifan serta motivasi siswa
  • Kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran matematika dengan bantuan alat peraga sederhana  matematika.
  • Tingkat kolaborasi antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  • Penguasaan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan realistik melalui penggunaan alat peraga sederhana.

4. Refleksi (Reflecting)

  • Mengukur kelemahan –kelemahan dari kegiatan pembelajaran ,
  • Mencari apakah terjadi kolaborasi yang baik antara guru dan siswa.
  • Menandai  kegiatan yang kurang efektif dalam proses pembelajaran.
  • Mengukur hasil evaluasi yang didapat dari tes siswa.

Pertemuan Ketiga, ( Jumat,  22  Oktober 2010)

1. Perencanaan (Planing)

Menyusun instrumen tes yang berisi materi tentang bangun ruang  limas, kerucut dan tabung . Selain soal tes , juga disiapkan daftar hadir siswa untuk pertemuan ketiga siklus I.

2. Pelaksananaan ( Acting)

Kegiatan siswa pada pertemuan ketiga siklus I adalah tes. Pelaksanaan tes berlangsung selama 2 x 35 menit.

3.  Pengamatan (Observation)

Pengamatan dilakukan terhadapa aktivitas belajar di kelas yaitu kegiatan tes selama berlangsung.

4. Refleksi (Reflecting)

Mengukur hasil evaluasi yang didapat dari tes siswa.

E. Instrumen Penelitian

  1. Tes
  2. Observasi
  3. Kuesioner
  4. RPP
  5. Silabus

F.Teknik pengumpulan data

  1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes,  observasi  dan wawancara.
  2. Tes dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika.
  3. Observasi atau pengamatan dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi, sikap dan psikomotorik  siswa dalam proses belajar mengajar.

G. Alat Pengumpulan Data

  1. Tes: butir soal/instrumen soal
  2. Observasi: lembar observasi
  3. Kuesioner: lembar pernyataan/pertanyaan kuesioner

H.  Analisis Data

  1. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Hasil belajar: dengan menganalisis nilai rata-rata ulangan harian, kemudian dibandingkan dengan  nilai sebelumnya serta KKM.
  3. Aktivitas siswa dalam PBM: dengan menganalisis tingkat  keaktifan siswa dalam PBM.
  4. Implementasi tindakan (treatment) dalam pembelajaran: dengan menganalisis tingkat keberhasilannya.

I.  Indikator Keberhasilan

Hasil belajar Matematika  dikatakan tuntas jika angkanya lebih besar atau sama dengan  56,3 dikatakan tidak tuntas jika angkanya kurang  dari  atau sama dengan 56,3

___________________________________________________________________________________

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.Hasil Penelitian

1.Data Awal Observasi

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VI di SDN Cempaka Baru 14 Pagi Jakarta Pusat. Penelitian tindakan kelas dilakukan selama tiga bulan yang dimulai dari bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun 2010.  Subyek penelitian terdiri dari 28  orang siswa putra dan putri.

Sebelum dilakukan tindakan kelas, terlebih dahulu peneliti menganalisa penyebab-penyebab apa saja yang menyebabkan rendahnya nilai rata-rata hasil belajar Matematika kelas VI di SDN Cempaka Baru 14 Pagi Jakarta Pusat.Salah satu tindakan yang dilakukan adalah dengan menganalisis hasil belajar yang sudah dicapai siswa sebelumnya diantaranya nilai ulangan harian kesatu dan kedua pada semester ganjil. Di bawah ini disajikan data tersebut dalam tabel  2 di bawah ini:

Rekapitulasi Hasil Belajar Matematika kelas VI di SDN Cempaka Baru 14 Pagi Jakarta Pusat Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2010/2011

Adapun metoda yang digunakan peneliti sebelum tindakan  kelas adalah model pembelajaran teacher center approach dengan metoda ceramah. Dikarenakan penelitian ini dilaksanakan di pertengahan  caturwulan, maka sebagai data awal adalah nilai evaluasi siswa ke satu dan kedua. Mulai minggu kedua bulan Juli sampai dengan awal oktober sudah dilaksanakan dua kali evaluasi untuk mata pelajaran Matematika. Berdasarkan data yang diperoleh siswa pada ulangan kesatu dan kedua, nilai Matematika kelas VI sangat rendah dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah di tentukan sekolah. Selain motivasi belajar yang kurang,  siswa juga kesulitan untuk memahami pelajaran matematika. Oleh karena itu pemahaman secara abstrak harus ditindaklanjuti pembelajaran  kontekstual, siswa langsung  memahami dengan melihat, mengukur serta menghitung langsung ukuran luas atau volume benda-benda tersebut.

Hasil Penelitian Siklus I

Siklus I  dilaksanakan  dalam  3  kali  pertemuan  yaitu  pada  hari;  Rabu 6 Oktober 2010, Jumat 8 Oktober 2010 dan Rabu, 13 Oktober 2010 pertemuan berlangsung selama 2 x 35 menit. Subyek penelitian  adalah    kelas  VI SDN Cempaka Baru 14 Jakarta semester  ganjil  Tahun Pelajaran 2010/ 2011 yang berjumlah 28 orang.

Pertemuan kesatu siklus I pada hari Rabu, 6 Oktober 2010  penelitian tindakan kelas dilakukan selama 70 menit. Lima menit pertama peneliti mengelompokan  siswa.Seluruh siswa dibagi menjadi 7 kelompok, masing-masing kelompok ada yang terdiri dari 3 sampai 4 orang.Pengelompokan sudah dibuat guru berdasarkan kompetensi masing-masing siswa berdasarkan prestasi dan keaktipan di kelas.

Di awal kegiatan inti pembelajaran, guru menyampaikan materi dengan mengekplor semua pengetahuan siswa, pendapat siswa dan pengalaman siswa yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Masing- masing kelompok mendiskusikan materi tersebut. Dalam kegiatan ini digunakan alat peraga sederhana dari bahan karton berwarna-warni. Diharapkan masing-masing kelompok dapat menghitung luas alas, volume dari benda yang berbentuk kubus dan mendiskusikannya secara berkelompok.

Dari hasil observasi selama pertemuan satu siklus I didapatkan data aktivitas siswa pada pembelajaran (Tabel 3) yang terdiri dari 24 orang siswa yang aktif atau 89 %, sangat antusias   13  orang siswa atau  48 %, bertanya   8 orang  siswa  atau  29%,  dan  ngobrol denga teman  11 orang  siswa atau 41%, dan bekerjasama dalam kelompoknya 20 orang  siswa atau 74%.

Berdasarkan data tersebut, ternyata pada siklus I menunjukkan bahwa siswa cukup  aktif dan selalu memberikan respon positif dalam  setiap  pembelajaran  yang  dikembangkan   dalam  penelitian  ini.  Dilihat  dari ketepatan mengumpulkan tugas pekerjaan rumah diberikan  oleh guru menunjukkan bahwa  minat,  motivasi  belajar  dan  keinginan  untuk belajar  siswa  sangat  tinggi. Ketepatan mengumpulkan tugas ditentukan melalui ketepatan waktu, yaitu pada saat masuk kelas sebelum pembelajaran dimulai tugas harus sudah dikumpulkan. Dalam bentuk diagram batang, data tersebut di atas dapat disajikan sebagai berikut :

Pertemuan kedua siklus I yaitu pada hari Jumat, 8 Oktober 2010 dilakukan selama 2 x 35 menit. Kegiatan inti yang dilakukan adalah sama seperti yang dilakukan pada pertemuan kesatu, hanya materi bergeser membahas dan mendiskusikan tentang balok. Dalam kegiatan pembelajaran ini siswa mengeksplor materi dari pengalaman yang diperolehnya dalam pembelajaran pada saat siswa melakukan diskusi secara berkelompok.

Pertemuan ketiga pada siklus I yaitu Rabu, 13 Oktober 2010 dilakukan selama 35 menit. Pada pertemuan akhir siklus I ini kegiatan inti pembelajarannya adalah kegiatan tes. Bentuk tes adalah esay. Jumlah soal pilihan ganda sebanyak 6  butir dan soal esay. Tes berlangsung dengan tertib.

Hasil belajar yang dicapai siswa setelah siklus ini berakhir memperlihatkan perolehan nilai yang lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi awal sebelum penelitian dilakukan. Rata-rata nilai yang diperoleh adalah 69 dengan nilai maksimum 90 dan nilai minimum 50. Meski secara klasikal belum mencapai tarap “ketuntasan”, jumlah siswa yang sudah mencapai taraf itu sebanyak 25 dari 28 siswa atau ketuntasan belajar pada siklus ini sebesar 89 %.

Dari tabel 4 nilai rata-rata Matematika  pada siklus ke-satu ini adalah 69 dengan ketuntasan belajarnya 89 %. Hal ini terjadi masih terdapat beberapa siswa yang belum tuntas dan harus melakukan remedial untuk kompetensi dasar yang belum tuntas.Data di atas dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:

Hasil Penelitian Siklus II

Siklus II  dilaksanakan  dalam  3  kali  pertemuan  yaitu  hari Jumat, 15 Oktober 2010; Rabu, 20 Oktober 2010 dan Jumat, 22 Oktober 2010. Pertemuan   berlangsung  selama  2 x 35  menit. Subyek penelitian  adalah  kelas  VI  SDN Cempaka Baru 14 Jakarta  semester  ganjil Tahun Pelajaran 2010/ 2011 yang berjumlah 28 orang.

Pertemuan kesatu siklus II pada hari Jumat, 15 Oktober 2010 penelitian tindakan kelas dilakukan selama 2x35menit. Lima menit pertama guru mengevaluasi bersama-sama dengan siswa mengenai hasil tes siklus kesatu.Guru memotivasi beberapa siswa yang belum memperoleh nilai yang bagus.Sedangkan terhadap siswa yang memperoleh nilai bagus, guru memberikan reward dalam bentuk pujian atas prestasi yang sudah diperolehnya. Bagi siswa yang kurang nilainya dianjurkan untuk mengulang kembali materi yang belum dikuasai di rumah.

Di awal kegiatan inti pembelajaran pada pertemuan kesatu ini sama dengan kegiatan pada siklus I, guru menyampaikan materi dengan mengekplor semua pengetahuan siswa, pendapat siswa dan pengalaman siswa yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Masing- masing kelompok mendiskusikan materi tersebut. Dalam kegiatan ini  setiap kelompok ditugaskan mendiskusikannya secara berkelompok.

Dari hasil observasi selama pertemuan satu siklus I didapatkan data aktivitas siswa pada pembelajaran (Tabel 5) yang terdiri dari 23 orang siswa yang aktif atau 82 %, sangat antusias   21  orang siswa atau  75 %, bertanya   21 orang  siswa  atau  75 %,  dan  ngobrol dengan teman  25 orang  siswa atau 89 %, dan bekerjasama dalam kelompoknya 28 orang  siswa atau 100%.

Berdasarkan data tersebut, ternyata pada siklus II menunjukkan bahwa aspek bekerjasama dalam kelompok saja yang mengalami kenaikan, sedangkan dalam aspek lain stabil, tetapi prosentase sudah di atas 60 % dalam  setiap  pembelajaran  yang  dikembangkan   dalam  penelitian  ini.  Dilihat  dari ketepatan mengumpulkan tugas pekerjaan rumah diberikan  oleh guru menunjukkan bahwa  minat,  motivasi  belajar  dan  keinginan  untuk belajar  siswa  sangat  tinggi. Ketepatan mengumpulkan tugas ditentukan melalui ketepatan waktu, yaitu pada saat masuk kelas sebelum pembelajaran dimulai tugas harus sudah dikumpulkan. Dalam bentuk diagram batang, data tersebut di atas dapat disajikan sebagai berikut :

Pertemuan kedua siklus II yaitu pada hari Rabu, 20 Oktober 2010  dilakukan selama 2 x 35 menit. Kegiatan inti yang dilakukan adalah sama seperti yang dilakukan pada pertemuan kesatu, hanya materi bergeser membahas sifat oprasi hitungan dan penyelesaiannya. Dalam kegiatan pembelajaran ini siswa mengeksplor materi dari pengalaman yang diperolehnya dalam pembelajaran pada saat siswa melakukan diskusi secara berkelompok.

Pertemuan ketiga pada siklus II yaitu Jumat, tanggal 22 Oktober 2010 dilakukan selama 35 menit. Pada pertemuan akhir siklus II ini kegiatan inti pembelajarannya adalah kegiatan tes. Bentuk tes adalah esay. Jumlah soal esay sebanyak 5  butir soal. Tes berlangsung dengan tertib.

Hasil belajar yang dicapai siswa setelah siklus ini berakhir memperlihatkan perolehan nilai yang lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi awal sebelum penelitian dilakukan. Rata-rata nilai yang diperoleh adalah 77 dengan nilai maksimum 100 dan nilai minimum 70. Meski secara klasikal belum mencapai tarap “ketuntasan”, jumlah siswa yang sudah mencapai taraf itu sebanyak 28 dari 28  siswa atau ketuntasan belajar pada siklus ini sebesar 100%.

Dari tabel 6, nilai rata-rata Matematika pada siklus ke-satu ini adalah  77 dengan ketuntasan belajarnya 100 prosen. Data di atas dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:

B.PEMBAHASAN

Analisis terhadap  masing-masing aktivitas  siswa  dalam  pembelajaran Siklus I menunjukkan aktivitas   bertanya,  menjawab  pertanyaan,  sikap antusias dan bekerjasama dalam kelompok  belum menunjukkan hasil  yang memuaskan, karena masih dibawah 60% siswa dari 2 kali pertemuan  pembelajaran di kelas. Hal ini antara lain disebabkan  siswa  masih  terlihat  canggung  dalam  pembelajaran  yang  bervariasi (diskusi, presentasi, dan latihan), dimana banyak siswa yang masih terlihat ngobrol dengan temannya dibanding untuk melaksanakan diskusi dan mempresentasikan hasilnya.

Pada Siklus II, kondisi tersebut tampak mengalami perbaikan, mengalami peningkatan yang cukup memuaskan jika dibandingkan dengan kondisinya pada Siklus I seperti terlihat pada tabel berikut:

Dari tabel 7 di atas, siswa yang aktif, antusias, bertanya dan siswa yang ngobrol tidak mengalami  kenaikan, hanya komponen bekerjasama saja yang mengalami kenaikan sebesar 24 prosen. Artinya siswa sudah mulai memahami materi yang dia ekplor sendiri dari pengalamannya dalam pembelajaran dan sangat kondusif dengan model pembelajaran berkelompok. Sedangkan aspek yang sedikit kenaikan pointnya adalah bertanya.Keberanian siswa dalam bertanya belum optimal.Rasa percaya dalam mengemukakan pendapat di tempat umum masih kurang, hal ini memerlukan latihan dan kebiasaan.Data dapat dilukiskan dalam bentuk diagram batang di bawah ini:

Dalam menangani siswa yang belum terbiasa dalam mengemukakan pendapatnya, guru memotivasi dengan mencoba memberikan kesempatan siswa tersebut untuk tampil dan memberikan reward, Jika pendapatnya kurang tepat, tidak di vonis disalahkan.

Adapun hasil belajar yang diperoleh siswa selama siklus I dan siklus II dapat di buat rekapitulasi perbandingannya sebagai berikut:

Dari tabel 8 rata-rata nilai siswa pada siklus I ke diklus II mengalami kenaikan 8 point yaitu dari 69  pada siklus I  dan 77 pada siklus II. Kenaikan nilai siswa sangat dipengaruhi oleh penguasaan materi.dan penguasaan materi akan terjadi jika pembelajaran di kelas berhasil. Siswa sudah terbiasa dan mulai mendapat kecocokan dalam berkelompok. Dengan dibantu alat peraga sederhana sangat membantu pemahaman materi dibandingkan dengan teori saja. Data di atas akan lebih kelihatan kenaikan dengan grafik diagram batang di bawah ini:

Model pembelajaran Kooperatif yang dipadukan dengan metode demonstrasi  ini ternyata dapat menciptakan suasana belajar yang bergairah dan memotivasi siswa serta memancing kreativitas siswa dalam belajar. Selain kelebihan model pembelajaran ini tidak juga lepas dari beberapa point kelemahan seperti dalam pengaturan kelompok di kelas, guru harus lebih teliti dan memahami betul kondisi sosiometri siswa di kelas. Selain mengetahui sosiometri siswa juga guru harus lebih banyak ide dan kreativitasnya dalam mengoptimalkan alat peraga.Penggunaan model dalam bentuk alat peraga sangat membantu siswa dan sebagai daya tarik bagi siswa dalam belajar. Rasa ingin tahu siswa akan termotivasi dengan melihat mencoba serta menganalisis dari hasil temuannya dalam praktek.

___________________________________________________________________________________

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Dari  hasil pembahasan yang sudah diuraikan dalam bab IV sebelumnya,  maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa Penggunaan metode Demonstrasi dengan menggunakan alat peraga sederhana dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas VI di SDN Cempaka Baru 14 Pagi Jakarta dengan data sebagai berikut : Pada siklus kesatu rata-rata hasil belajar Matematika adalah 69 sedangkan pada siklus kedua rata-rata hasil belajar Matematika  adalah 77  berarti mengalami kenaikan sekitar 8 poin.

Selain hasil belajar, aspek keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami prosentase kenaikan angka dari siklus kesatu dibandingkan siklus kedua, seperti  sikap antusias dalam belajar dan  keberanian dalam bertanya.Sehingga metode demonstrasi dengan alat peraga sederhana   ini dapat digunakan dalam pembelajaran berikutnya.

B.Saran

Pembelajaran dengan menggunakan metoda demonstrasi dengan alat-alat peraga yang dipadukan dengan eksperimen dapat diterapkan pada mata pelajaran lain dan pokok bahasan apapun  sehingga sangat baik jika dikombinasikan dengan metoda lainnya agar pembelajaran lebih mudah dipahami siswa dan menyenangkan bagi siswa.

___________________________________________________________________________________

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi.2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara

Dimyati dan Mujiono.1994. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hutabarat, EP.1988.  cara belajar, pedoman praktis untuk belajar secara efesien dan efektif , Jakarta  : BPK gunung mulia.

http//www.google.co.id.Type-type Pembelajaran Matematika

Nasution,S, 1982. Dedaktik azas azas mengajar , Bandung : jemars.

Roseffendi. E.T 1979. Pengajaran Matematika Moderen, Bandung: Tarsito .

Sudjana, Nana. 1983.  Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algesindo : Jakarta

Slameto. 2003.Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. PT.Rineka Cipta : Jakarta

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: