//
you're reading...
Pendidikan

BUDAYA PENDIDIKAN

Budaya pendidikan menurut Darsono (2009) ialah proses berpikir kritis, dialektis dan kreatif tentang upaya membentuk karakter peserta didik (siswa atau mahasiswa) dan upaya meningkatkan kemampuan berpikir. Budaya pendidikan terbagi dalam dua jenis :

Antroposentrisme

Antroposentrisme atau lazim disebut sekulerisasi pendidikan, yaitu mencipta manusia mandiri yang mampu mengelola lingkungan alam dan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara materiil dan non-materiil. Manusia harus mempunyai nilai sosial dan mampu membangun kehidupan duniawi dan solidaritas sosial, orientasinya pada ilmu dan teknologi, ukurannya adalah kecerdasan intelektual (intelligence quotionent) kecerdasan sosial (social quotionent), kecerdasan emosional (emotional quotionent), intinya melahirkan manusia yang memiliki keterampilan berpikir dan keterampilan berbuat memberdayakan lingkungan alam dan sosial.

Teosentrisme

Teosentis atau spiritualisasi pendidikan yaitu mencipta manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan. Setiap kerja manusia harus mempunyai nilai Ketuhanan. Tujuannya membangun kehidupan duniawi untuk mengabdi kepada Tuhan, kehidupan duniawi atau kehidupan sosial merupakan sarana untuk menuju  ke kehidupan spiritual, yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi, iman, dan taqwa, ukurannya adalah adalah kecerdasan intelektual (intelligence quotionent) kecerdasan sosial (social quotionent), kecerdasan emosional (emotional quotionent) dan kecerdasan spiritual (spiritual quotionent)

Pendidikan harus melahirkan manusia yang memiliki multi kecerdasan sehingga mampu mengelola alam dan sosial  menjadi lebih manusiawi. Multi kecerdasan tersebut meliputi :

  1. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotionent) yaitu berpikir rasional keilmuan dan teknologi
  2. Kecerdasan Emosional (Emotional Quotionent) yaitu bersikap dan berperilaku simpatik dan empatik
  3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotionent) yaitu bersikap dan berperilaku berdasar nilai-nilai religius, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan, kearifan
  4. Kecerdasan Daya Juang (Adversity Quotionent) yaitu bekerja keras untuk mengatasi masalah dan mewujudkan cita-cta
  5. Kecerdasan Sosial (Social Quotionent) yaitu berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan baik agar hidup harmoni
  6. Kecerdasan Kreativitas (Creativity Quotionent) yaitu berpikir alternatif, proaktif, holistik dan dialektik tentang gejala-peristiwa alam dan sosial

Sedangakan dari kajian budaya, pendidikan harus meliputi :

Bidang Pengajaran

  1. Harus melakukan transfer pengetahuan atau penerusan apa yang telah diketahui
  2. Harus merupakan proses belajar seumur hidup untuk menemukan apa yang belum diketahui (riset)
  3. Harus membantu peserta didik  untuk lebih mampu menyesuaikan, mengelola dan meramal perubahan lingkungan hidup
  4. Harus mengasah akas budi peserta didik agar mampu berpikir konvergen (kritis-rasional) dan berpikir divergen (kreatif-holistik) yaitu mengembangkan rasio, emosi dan imajinasi
  5. Harus mampu mendewasakan kepribadian, yaitu mengubah tata pikir dan perilaku dalam menghadapi gejala alam dan gejala sosial
  6. Harus mampu mereproduksi dan mentrasfer ilmu pengetahuan secara dialektik

Bidang Penelitian

  1. Harus mampu merumuskan hasil penelitian dan mengkomunikasikan hasil penelitian
  2. Harus mampu meneliti segala sesuatu yang ditangkap oleh indera, yaitu sesuatu yang objektif dalam kehidupan alam dan sosial
  3. Harus mampu melahirkan teori tentang alam dan sosial, jika teori itu dapat dipraktekkan, maka menjadi ilmu alam atau ilmu sosial
  4. Harus mampu mencipta model penelitian : (a) kuantitatif, yaitu dari masalah, hipotesa, menguji hipotesa dengan model statistik, tujuannya mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat; (b) kualitatif, yaitu dari masalah, hipotesa kerja/tindakan, menggali sebab timbulnya masalah dengan cara partisipasi aktif, tujuannya mencari makna (hakikat) adanya sesuatu

Bidang Organisasi (Kelembagaan)

Dalam kelembagaannya dunia pendidikan harus memiliki otonami ilmu pengetahuan yaitu suatu pengakuan bahwa ilmu pengetahuan memiliki cara kerja dan proses serta prosedur kerja sendiri yang tidak bisa didikte oleh agama, politik dan berbagai kepentingan diluar ilmu.

  1. Bukan lembaga yang menghasilkan barang dan jasa seperti lembaga bisnis
  2. Bukan mengendalikan rakyat seperti lembaga pemerintahan
  3. Menghasilkan manusia yang berubah tata pikirnya dan perilakunya, atau suatu lembaga yang mengahasilkan perubahan sosial dan alam yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi kehidupan

Bidang Manajemen

Dalam bidang manajemen dunia pendidikan harus berorientasi pada perubahan :

  1. Adaptasi, yaitu kesediaan untuk berubah tata pikir dan perilaku
  2. Menggunakan kesempatan untuk mengarahkan perkembangan masyarakat
  3. Pengambilan keputusan : demokratis (semua unsur dalam masyarakat harus diberi kesempatan mengemukakan permasalahan yang dihadapi dan pengharapannya)
  4. Pemaduan humanisme dengan penguasaan ilmu dan teknologi

Bidang Aliran Pendidikan

Dibidang aliran pendidikan, manusia harus mampu merealisasikan :

  1. Rasio instrumental (penguasaan ilmu dan teknologi)
  2. Rasio sustantif (sumber pemikiran etis)
  3. Rasio komunikatif (kesadaran antar subyek)

Bidang Hasil

Dunia pendidikan harus mampu melahirkan

  1. Manusia praktis, orientasi ke pengabdian masyarakat (sosialisme) atau ke pasar tenaga kerja /komoditi (liberal-kapitalisme)
  2. Manusia teoritis, orientasi ke inovasi teknologi dan penentuan kebijakan

Bidang Kecendiakawanan

  1. Bersedia mengakui gelar yang diberikan oleh masyarakat karena prestasinya dibidang intelektual
  2. Mampu memberi arti pada apa yang disebut intelektual yaitu segala hasil pengolahan daya-daya rohaniah manusia seperti bahasa, mitos religi, sejarah, seni, teknologi dan ilmu pengetahuan
  3. Menentukan standar cendikiawan : memiliki preatasi intelektual, komitmen dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pemikirannya kritis-rasional

Bidang Kebenaran

Dunia pendidikan harus mampu membedakan antara kebenaran ilmu dengan kebenaran politik dan antara kebenaran ilmu dengan kebenaran agama.

Syarat Kebenaran Ilmu :

  1. Harus bisa diverifikasi, kalau kebenaran teori tidak cocok dengan kebenaran praktek maka teori tersebut gagal
  2. Harus diperbaiki dari waktu ke waktu, maka ilmu pengetahuan itu dinamis dan berubah dari generasi ke generasi berikutnya

Syarat Kebenaran Politik :

  1. Harus dipatuhi
  2. Harus dicari pembenarannya, artinya jika kebenaran ideologi politik tidak cocok dengan praktek maka kebenaran ideologi politik itu harus dicari alasan untuk mengesahkannya

Syarat Kebenaran Agama :

  1. Harus diyakini
  2. Harus ditafsirkan, artinya jika kebenaran agama tidak cocok dengan praktek maka ajaran tersebut harus dicarikan penafsiran yang cocok dengan praktek

 

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: