//
you're reading...
Sosial Politik

KEMISKINAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

A. Masalah Lingkungan di Daerah Urban

Pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab dalam melestarikan lingkungan. Pembangunan yang hanya memperhatikan pertumbuhan biasanya mengabaikan pelestarian lingkungan. Banyak negara berkembang karena ingin cepat keluar dari lingkaran kemiskinan selalau mengejar pertumbuhan dengan mengeksploitasi sumber sumber alam yang ada. Eksploitasi yang berlebihan menyebabkan keseimbangan lingkungan terganggu akibatnya sering negara negara ini dilanda bencana alam. Erosi tanah, polusi udara, polusi sungai, dan hancurnya hutan tropis merupakan masalah yang sering kita dengar di negara berkembang. Mengapa lingkungan harus diperhatikan dalam proses pembangunan regional?

Generasi sekarang harus menjamin bahwa generasi yang akan datang mempunyai hak yang sama untuk menikmati buah pembangunan yang dibuat generasi sekarang. Jangan sampai generasi yang akan datang tidak menikmati apa pun karena semua stok aset yang ada sudah dihabiskan generasi sekarang. Lingkungan dapat dianggap sebagai stok aset yang perlu dilestarikan dan diwariskan kepada generasi yang akan datang. Generasi yang akan datang harus mendapat kompensasi atas kerusakan lingkungan yang diakibatkan generasi sekarang.

Mungkin sudah banyak pemerintah daerah yang menyadari tentang hal ini dan mereka sudah membuat peraturan tentang pengendalian lingkungan di daerah, namun sering sulit ditegakkan. Memang bagi beberapa daerah lingkungan masih dianggap masalah sekunder karena pemerintah daerah lebih memberi perhatian pada masalah pengentasan kemiskinan. Sering kali terjadi jalur hijau yang sudah disiapkan pemerintah daerah untuk keindahan kota beralih fungsi menjadi tempat komersil karena ada pemilik modal yang berminat (Drakakis-Smith 1995). Kondisi seperti ini yang membuat mengapa aturan tata kota tidak bisa ditegakkan.

Salah satu penyebab degradasi lingkungan adalah industri. Banyak pemerintah daerah berupaya mendatangkan sebanyak mungkin investasi dari luar. Untuk itu pemerintah perlu memberikan insentif kepada investor dengan kelonggaran dalam masalah lingkungan. Misalnya, ada industri yang diberi ijin tanpa perlu dulu membangun fasilitas pengolahan limbah walaupun peraturan untuk itu sudah ada. Pemerintah daerah terpaksa menempuh kebijakan ini karena investor akan melirik daerah lain yang memberi mereka banyak kemudahan. Akibatnya terjadi polusi udara karena emisi gas dari pabrik dan polusi air karena pembuangan limbah industri yang belum diolah.

B. Masalah Lingkungan di Daerah Pedesaan

Seringkali kesalahan kerusakan lingkungan ditimpakan kepada rumah tangga di daerah terbelakang, karena sebagian besar rumah tangga tersebut masih tergolong miskin. Rumah tangga miskin tidak mampu membeli gas atau minyak tanah untuk masak sehingga mereka mengandalkan kayu bakar. Penebangan pohon untuk kayubakar inilah menjadi penyebab deforestrasi di wilayah ini. Ini yang menjadi dasar pemikiran hubungan kemiskinan dan degradasi lingkungan. Sebenarnya pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Sebagian besar proses deforestrasi yang berlangsung di negara berkembang disebabkan oleh perusahan yang mendapatkan hak pengelolaan hutan (HPH) namun yang terkena imbas adalah masyarakat miskin.

Walaupun demikian kita perlu menyadari bahwa rumah tangga miskin juga korban dari degradasi lingkungan. Lingkungan yang tidak bersih membuat orang miskin tambah menderita berbagai penyakit, atau sulit mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, keamanan yang rendah, tidak menikmati penerangan yang cukup dan kualitas perumahan yang tidak memadai karena mereka tinggal di daerah kumuh.

Masyarakat desa yang sebagian besar sangat bergantung pada sektor pertanian sangat rentan terhadap degradasi lingkungan. Masyarakat miskin langsung terkena dampak polusi udara, air dan tanah. Selain itu, bencana alam dan kerussakan alam mepunyai dampak negatif terhadap orang miskin ketika mereka harus mengatasi masalah kemiskinan.

Dalam kasus tertentu masyarakat miskin mungkin meningkatkan degradasi lingkungan. Orang orang miskin sangat terbatas akses mereka terhadap sumber pendapatan yang memadai, akibatnya mereka bisa menghabiskan berbagai sumber secara berlebihan sehingga mengancam kelangsungan lingkungan itu sendiri. Jika hal ini terjadi maka akan muncul apa gerakan spiral ke bawah (downward spiral), yaitu, semakin menurunnya pendapatan maasyarakat miskin karena lingkungan yang menjadi sumber pendapatan mereka telah hancur. Pertumbuhan penduduk yang pesat yang diberengi dengan insentif yang rendah meningkatkan produksi, mendorong eksploitasi berlebihan terhadap sumber alam seperti tanah tanah dijurang jurang, atau menduduki tanah tanah milik pemerintah yang disiapkan untuk pelestarian lingkungan.

Kehancuran lingkungan di daerah pedesaan terjadi karena masyarakat masih mengandalkan kayu bakar sebagai sumber energi. Di beberapa tempat terjadi masyarakat yang relatif miskin masih mengandalkan kayu yang sebagai bahan bakar sehingga cepat menghancurkan hutan yang ada. Hal ini tambah diperparah jika pertumbuhan penduduk terus bertambah yang berarti lebih banyak kayu bakar yang dikonsumsi. Selain itu kondisi rumah yang kurang ventilasi menyebabkan masyarakat yang tinggal di dalamnya rentan terhadap berbagai macam penyakit. Banyak kematian balita karena kondisi sanitasi yang buruk, dan konsumsi air yang sudah terkontaminasi (Dasgupta 2003).

Barangkali yang perlu mendapat perhatian adalah polusi. Tipe polusi bermacam macam tergantung pada kondisi daerah. Polusi udara dan air tergantung pada jumlah emisi lokal yang dikeluarkan dan kemampuan lingkungan setempat menyerap polusi. Misalnya, wilayah yang mempunyai pabrik semen kemungkinan besar dapat menjadi sumber polusi langsung bagi masyarakat sekitar. Bahkan pabrik tersebut berpotensi mengekspor hujan asam dan sulfur yang dapat menghancurkan hutan yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pabrik. Sedang daerah yang mempunyai pabrik yang membuang limbah ke sungai dapat merusak dan memusnahkan ikan yang jauh ratusan kilometer dari lokasi pabrik. Inilah yang menjadi alasan mengapa masalah lingkungan melibatkan beberapa wilayah baik dalam negeri maupun secara internasional.

Oleh karena itu salah satu usulan kepada pemerintah daerah adalah mengentaskan kemiskinan dan masalah degradasi lingkungan dapat teratasi dengan sendirinya. Untuk itu pemerintah harus membuat program peningkatan pendapatan kelompok miskin. Dalam hal ini pemerintah daerah perlu berhati hati agar sumber yang terbatas dimanfaatkan secara efisien dengan memberi perhatian kepada wilayah yang terkena degradasi lingkungan yang parah.

Dari sisi perbaikan lingkungan, pemerintah perlu membangun sistem monitor dan pemberlakuan aturan hukum yang tegas. Monitoring dimaksud adalah untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi dan mengidentifikasi penyebab kerusakan lingkungan tersebut. Dalam rangka memperbaiki kondisi lingkungan pemerintah perlu membangun fasilitas pengumpulan dan penyimpanan informasi, mencari tenaga yang mampu melakukan analisis. Selain itu pemerintah daerah perlu membuat dan meberlakukan aturan yang ketat tentang pelestarian lingkungan. Pemerintah perlu membangun sistem monitoring dengan memberdayakan aparat hingga di aras desa bila perlu. Aparat diharuskan melakukan inspeksi secara teratur dan cepat melaporkan jika mereka mendapati masalah kerusakan lingkungan. Selain itu mereka juga harus mampu mendaptkan informasi tentang penyebab kerusakan lingkungan dan siapa penyebabnya (Dasgupta 2003).

Kerusakan lingkungan dapat disebabkan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal ini tidak hanya dialami di daerah pekotaan saja tapi di daerah pedesaan. Dampak dari pertumbuhan penduduk yang tinggi adalah hancurnya lingkungan. Walaupun masyarakat mempunyai kesadaran lingkungan yang tinggi namun hal ini tidak berarti sama sekali karena mereka akan mengeksploitasi lingkungan ketika harus berjuang bertahan hidup. Mereka akan membuka lahan baru dengan menggerogoti banyak hutan tropis. Situasi ini mengarah pada krisis air karena wilayah tangkapan air menjadi hancur. Jika musim hujan datang wilayah ini menjadi langganan banjir yang menimbulkan banyak masalah sosial.

Wilayah dengan penduduk besar tidak hanya berkutat dengan kemiskinan tapi muncul masalah lain. Penduduk yang terus bertambah memberi tekanan pada kondisi pertanahan di wilayah tersebut. Krisis tanah sering muncul dengan semakin sulitnya memperoleh lahan bercocok tanam. Lahan yang subur biasanya terbatas sehingga memicu kompetisi yang tinggi dan mengarah pada konlik sosial. Selain itu tingkat kesuburan tanah terus karena tanah tersebut dikerjakan terus menerus tanpa memberi waktu senggang. Penggunaan pupuk berlebihan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian juga berdampak negatif dalam jangka panjang yaitu hancurnya organisme penyubur tanah secara alamiah. Kondisi yang menyebabkan semakin tergantungnya penduduk terhadap pupuk kimia yang dihasilkan di luar desa. Tentu ini pada akhirnya menurunkan hasil pertanian sedang di lain pihak penduduk terus bertambah.

Oleh karena itu pertumbuhan penduduk perlu mendapat perhatian khusus pemerintah daerah jika ingin mengentaskan kemiskinan dan melestarikan lingkungan. Upaya pengentasan kemiskinan menjadi mubazir jika pertumbuhan penduduk dibiarkan. Banyak kebijakan pengentasan kemiskinan yang dibuat pemerintah tidak memperhatikan masalah ini. Akibatnya masalah kemiskinan belum selesai sudah muncul masalah baru. Pemerintah daerah perlu menggalakkan lagi program keluarga berencana. Memang keluarga berencana adalah program nasional tapi pemerintah daerah perlu awas dan mengambil langkah langkah pembatasan kelahiran dengan bekerja sama dengan pemerintah Pusat.

Diklat Teknis LAN

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: