//
you're reading...
Sosial Politik

KONSEP ORGANISASI DAN PERUBAHAN ORGANISASI

A. Konsep dan Prinsip Organisasi

1. Pengertian

Untuk mengingatkan kembali tentang organisasi yang telah dipelajari yang telah diikuti dalam berbagai diklat atau bahan bacaan lainnya, maka terlebih dahulu akan diuraikan secara singkat beberapa prinsip organisasi dan pengorganisasian.

Organisasi adalah alat yang digunakan orang-orang secara individu maupun kelompok untuk mencapai beberapa tujuan. Organisasi merupakan respons dan sekaligus sarana untuk menciptakan manfaat yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Organisasi merupakan pengaturan yang disengaja terhadap sejumlah orang untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi sebagai sistem terbuka yang terdiri dari sub sistem dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana organisasi berada. Sistem adalah perangkat komponen yang saling berkaitan yang secara bersama sama mengarah pada pencapaian tujuan; masing-masing komponen merupakan suatu sistem tersendiri dan disebut subsistem1. Organisasi sebagai kesatuan sosial dari sekelompok manusia, yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, yang sebagai satu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan secara tegas dari lingkungannya2.

Max Weber yang telah mengembangkan teori tipe ideal organisasi yang disebutnya Birokrasi, yang menggambarkan kegiatan organisasi yang didasarkan pada sejumlah hubungan wewenang. Jadi birokrasi adalah bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hiearki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci dan sejumlah hubungan impersonal. Dalam praktek disain organisasi ideal mengalami adaptasi, tetapi jiwanya masih tetap melekat pada pembentukan organisasi pemerintahan. Organisasi ideal menurut Max Weber dapat dilukiskan dalam  gambar di bawah ini

Gambar 1.  Organisasi ideal menurut Max Weber

Ciri-ciri organisasi tersebut adalah:

Pertama tiap organisasi mempunyai tujuan. Tujuan biasanya ditunjukkan dalam sasaran atau sekelompok sasaran yang diharapkan dapat dicapai oleh organisasi.

Kedua, tiap organisasi terdiri dari orang orang. Setiap organisasi memerlukan orangorang supaya dapat melakukan pekerjaan yang diperlukan oleh organisasi untuk mencapai sasaran.

Ketiga, semua menyusun struktur organisasi,

sehingga semua anggota organisasi dapat melakukan pekerjaan mereka. Struktur itu mungkin terbuka dan fleksibel dengan tidak ada garis pembatas yang jelas dan pasti terhadap tugas-tugas atau aturan ketat terhadap pengaturan pekerjaan manapun – atau yang merupakan jaringan yang sederhana dengan hubungan yang longgar. Atau suatu jaringan yang ketat dengan pengaturan dengan deskripsi pekerjaan yang memiliki batasan yang jelas dan seksama dan sejumlah anggota yang memiliki kewenangan atas para anggota organisasi lainnya.

Mengapa organisasi didirikan dan apa manfaatnya apa yang diperoleh?,

Beberapa manfaat membentuk organisasi antara lain :

  1. Orang yang bergabung dalam organisasi akan lebih efektif dibanding bekerja sendirian. Hakekat kolektif organisasi memungkinkan individu untuk berfokus pada keahliannya dan sehingga dapat meningkatkan spesialisasi keahliannya,
  2. Bagi individu yang bergabung dalam organisasi akan dapat ketrampilan baru dibanding bekerja sendirian. Bagi organisasi penggunaan teknologi akan lebih efisien dalam menghasilkan jasa atau barang,
  3. Bekerja secara individual akan mendapat kendala dalam mengelola pengaruh lingkungan eksternal. Organisasi jauh lebih mampu mengelola lingkungan eksternal karena memiliki sumberdaya untuk mengembangkan tenaga ahli untuk mengantisipasi atau berusaha mempengaruhi tuntutan pelayanan dari lingkungan. Oleh karena itu mengapa organisasi perlu dibentuk,
  4. Untuk menghasilkan barang atau jasa dapat lebih hemat atau efisien jika bekerjasama. Pada saat orang harus bekerjasama untuk menghasilkan barang atau jasa akan timbul kendala bagaimana melakukan tugas tugas dan bagaimana melakukan kerjasama untuk menyelesaikan tugas secara efektif. Jika mereka bekerja sama untuk menghasilkan barang atau jasa dibanding dengan bekerja secara indivdual, misalnya biaya negosiasi, pengaturan orang atau pengawasan akan memerlukan biaya yang lebih besar sebagai biaya biaya transaksi, dibanding dalam bentuk organisasi sehingga terjadi efisiensi, jika dilakukan secara perorangan, oleh karena alasan organisasi perlu dibentuk.

Secara ringkas organisasi akan memberikan manfaat dalam peningkatan keahlian individu, perolehan ketrampilan baru dalam pemanfaatan teknologi dan mengantisipasi tuntutan faktor eksternal dan efisiensi biaya.

2. Perubahan Organisasi

Perubahan organisasi dalam makna pengembangan organisasi adalah suatu persepektif tentang perubahan sosial yang direncanakan dan yang dibina. Hal ini menyangkut inovasi yang menyiratkan perubahan kualitatif dalam norma, pola perilaku dalam hubungan perorangan dan hubungan kelompok dalam persepsi tujuan maupun metode. Pengembangan organisasi dapat dirumuskan sebagai perencanaan, penataan dan bimbingan dari organisasi baru atau yang disusun kembali; (a) yang mewujudkan perubahan dalam nilai nilai, teknologi fisik dan atau sosial, (b) menetapkan, mengembangkan dan melindungi hubungan hubungan normatif dan pola pola tindakan yang baru, dan (c). memperoleh dukungan dan kelengkapan dalam lingkungan tersebut3.

Secara ringkas pengembangan organisasi mencakup juga penyusunan kembali struktur organisasi, dan berkaitan dengan keseluruhan faktor yang mempengaruhi tugas dan fungsi seluruh organisasi. Faktor faktor yang mempengaruhi perubahan organisasi atau mempengaruhi desain organisasi adalah faktor lingkungan eskternal dan internal organisasi.

Dengan demikian struktur organisasi baru dibentuk karena dipengaruhi oleh faktor internal dan external dimana organisasi eksis. Organisasi tidak berada dalam ruang isolasi. Organisasi harus menetapkan dan memelihara suatu jaringan untuk tetap hidup dan berfungsi. Organisasi harus memelihara suatu jaringan hubungan pertukaran dengan sejumlah organisasi lain dimana organisai itu eksis dan melibatkan diri dalam transaksi transaksi dengan maksud memperoleh dukungan, mengatasi perlawanan, pertukaran sumber daya, penataan lingkungan dan memindahkan sistem norma dan nilai. Yang sangat penting adalah strategi dan taktik/kiat, dimana kepemimpinan menyesuaikan diri atau melakukan adaptasi dalam lingkungan tersebut.

Pengembangan organisasi merupakan perubahan sosial dimana dapat diidentifikasi fase-fase perubahan yang dimulai dengan:

  • Menumbuhkan kebutuhan untuk perubahan pada kelompok sasaran,
  • Melahirkan hubungan perubahan antara kelompok sasaran dan pelaku perubahan,
  • Menganalisis persoalan pada kelompok sasaran yang dilakukan bersama antara pelaku perubahan dan kelompok sasaran,
  • Menetapkan tujuan perubahan pada kelompok sasaran,
  • Melaksanakan rencana tindakan pada kelompok sasaran,
  • Menstabilkan perubahan dan mencegah ketidakberlanjutan,
  • Mengakhiri hubungan antara pelaku perubahan dengan harapan kelompok sasaran dapat mengembangkan diri.

Berdasarkan fase perubahan tersebut Kurt Lewin mengemukakan “Model Perubahan Tiga Langkah Lewin” yang intinya menjelaskan bahwa perubahan yang berhasil dalam organisasi mengikuti tiga langkah: (1) Pelelehan status quo adalah upaya perubahan untuk mengatasi tekanan, baik dari keengganan individu atau kelompok sasaran, (2) gerakan untuk bertindak untuk pindah atau transformasi pada keadaan baru, (3) pembekuan ulang yaitu pemantapan intervensi perubahan dengan menyeimbangkan kekuatan pendorong dan kekuatan penghambat/penahan Tingkat dan perubahan organisasi dimasa depan tidak akan menurun. Oleh karena itu ancaman dan peluang yang luar biasa akan dihadapi oleh organisasi akibat perubahan yang sangat cepat dan kompleks dari globalisasi teknologi, sistem ekonomi, politik dan sosial. Dengan demikian struktur, sistem, strategi, dan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, gaya manajemen dan budaya organisasi akan menjadi faktor penghambat jika tidak merubah pola pikir semua pihak dalam menghadapi tantangan masa depan yang penuh gejolak

Konsep organisasi selalu berubah, karena terjadi perubahan disekeliling organisasi. Perubahan itu antara lain; perubahan masyarakat, ekonomi, globalisasi, teknologi informasi, politik, kependudukan.

3. Unsur unsur Organisasi

Unsur unsur internal organisasi, yaitu : (a) Visi dan Misi organisasi, (b) Tujuan organisasi, (c) Struktur organisasi, (d) Anggota/individu organisasi, (e) Kepemimpinan organisasi. Dari 5 unsur tersebut akan diuraikan yang relevan dengan sub pokok bahasan konsep dan prinsip organisasi adalah (a), (b) dan (c), sedangkan dua yang terakhir akan diuraikan pada seksi lain yang lebih relevan.

Visi dan Misi Organisasi.

Visi merupakan sikap mental tentang kondisi gambaran masa depan yang diinginkan atau dicita-citakan pada kurun waktu tertentu berdasarkan kemampuan analisis yang rasional. Visi biasanya dirumuskan dalam jangka waktu yang panjang. Visi merupakan motivator utama dalam organisasi yang merefleksikan keinginan bersama.

Misi. Misi merupakan jabaran kualitatif operasioanal yang berupa perwujudan rumusan komitmen langkah-langkah untuk mewujudkan visi. Jika visi berupa kondisi yang dinginkan maka misi lebih bersifat apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. Jika visi tidak berubah dalam jangka waktu yang panjang maka misi harus disusun dalam jangka menengah sesuai dengan kondisi yang telah berjalan. Misi dirumuskan dengan mengingat potensi dan hambatan sebagaimana visi. Namun penyusunannya lebih spesifik dan jelas untuk membangkitkan inisiatif dan inovasi dalam pelaksanaan. Oleh karena itu perlu disusun paket-paket program yang pelaksanaannya menjamin tercapainya misi berdasarkan prioritas. Rencana kegiatan disusun berdasarkan urgensi masalah yang diharapkan dapat diselesaikan segera. Tingkat urgensi tersebut diukur melalui sifatnya yang menentukan, dampaknya yang luas, dan merupakan prioritas kelompok. Saat ini setiap unit organisasi perangkat daerah harus memiliki visi dan misi. Untuk mewujudkan visi harus ditetapkan pula misi, atau secara sederhana tugas tugas yang harus dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi organisasi. Tugas tugas harus disusun dalam program program berdasarkan prioritas yang bersifat strategis yang harus dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT).

Tujuan Organisasi. Setiap organisasi harus memiliki tujuan sebagai ciri umum suatu organisasi. Tujuan dapat diukur dengan tujuh indikator, yaitu: (a) Konsistensi tujuan, (b) formalitas tujuan, (c) Sifat tujuan, (e) Kongkrit, (f) Polarisasi tujuan, (g) Jumlah tujuan, (h) Keterkaitan tujuan dengan organisasi lain.

Konsistensi tujuan mencerminkan ada kemiripan atau kesamaan antara tujuan organisasi dan tujuan anggota organisasi. Adanya kesamaan tujuan dapat meningkatkaninteraksi dan partisipasi anggota dalam melaksanakan tugas tugas untuk mencapai tujuan organisasi.

Formalitas tujuan mencerminkan keformalan dari tujuan, dimana organisasi yang dibentuk berdasarkan legalitas peraturan perundang-undangan sehingga tujuan juga menjadi formal.

Kekongkritan tujuan yang menggambarkan bahwa tujuan tersebut dapat dibayangkan atau sulit dibayangkan. Tujuan organisasi suatu instansi sering kurang jelas, sehingga anggota organisasi kurang menghayati apa tujuan organisasi suatu instansi, apalagi bagi mereka yang tidak berada di internal organisasi. Kekongkritan pencapaian tujuan ini juga kurang jelas jika dilihat dari aspek waktu pencapaian hasil atau besaran hasilnya.

Polarisasi tujuan yang menggambarkan apakah tujuan tujuan organisasi tersebut saling bertentangan atau searah dengan tujuan anggota organisasi. Jika tujuan bertentangan satu sama lain maka tujuan tidak terpolarisasi, apabila searah maka tujuan terpolarisasi. Keadaan ini akan berdampak apakah anggota organisasi merasa senang dan termotivasi untuk melaksanaan tugas tugasnya.

Jumlah tujuan yang menunjukkan bahwa organisasi memilik banyak tidak terpokus dan apakah tujuan ini berupa tujuan jangka panjang atau dipecah pecah menjadi sasaran sasaran kongkrit dan terbatas dalam jangka pendek.  Dalam menetapkan tujuan/sasaran atau target harus mempertimbangkan aspek sumberdaya organisasi. Oleh karena itu dalam mengkaji tujuan organisasi harus menggunakan rumusan SMART (Specific, Measurable,Attainable, Realistic and Time bond).

Keterkaitan tujuan (goals systemetic lingkage) yang memberikan gambaran keterkaitan atau hubungan tujuan organisasi dengan organisasi lainnya. Variabel ini sama dengan apa yang telah dikemukan di atas bahwa organisasi tidak hidup dalam ruang hampa. Oleh karena itu diperlukan jalinan hubungan dengan organsasi lain, sebagai variabel keterkaitan antar berbagai unit organisasi, dimana telah disebutkan ada empat sub variabel kaitan. Terciptanya kaitan antar organisasi memungkinkan terjadinya sinergisme yang tinggi manakala antar sistem tersebut saling membutuhkan, dimana output dari organisasi akan menjadi input bagi organisasi lainnya, sehingga tujuan dari satu organisai dan tujuan organisasi tertentu tidak bertentangan dengan organisasi lainnya

B. Struktur Organisasi

1. Pengertian

Ketika sekelompok orang mendirikan sebuah organisasi untuk tujuan kolektif, perlu membentuk struktur organisasi untuk meningkatkan efektifitas pengawasan atau kendali organisasi terhadap beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Struktur organisasi adalah sistem formal tentang hubungan tugas dan wewenang yang mengendalikan bagaimana tiap individu bekerjsama dan mengelola sumberdaya yang tersedia untuk mewujudkan tujuan. Tujuan utama dari struktur organisasi adalah sebagai alat pengendali untuk melakukan koordinasi dan motivasi kerja tiap individu dalam usaha mencapai tujuan/sasaran organisasi. Dapat juga didefinisikan struktur organisasi adalah kerangka kerja formal dimana dengan kerangka kerja itu pekerjaan pekerjaan dibagi bagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan untuk mencapai sasaran organisasi. Tanpa memerdulikan jenis pengaturan struktur organisasi yang digunakan, organisasi itu memerlukan struktur agar hubungan kerja para anggotanya diperjelas. Jika dirangkum organisasi itu mengacu kepada entitas yang mempunyai tujuan, mencakup orang orang atau anggota anggota dan memiliki jenis struktur yang disusun secara khusus. Struktur organisasi dapat dikelola dan diubah melalui proses mendisain organisasi.

Budaya dan struktur adalah sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi yang dikehendaki dengan efisien dan efektif. Struktur organisasi sebagai bentuk formalitas untuk mencapai koordinasi di antara pola pola interaksi yang terdapat atau terjadi di antara para warga organisasi. Struktur organisasi antara lain: (a) merumus dan menetapkan bagaimana tugas tugas dialokasikan, (b) menetapkan siapa harus lapor dan bertanggung jawab kepada siapa, (c) merumus mekanisme koordinasi dan pola interaksi yang harus ditaati oleh anggota organisasi.

2. Dimensi Struktur Organisasi

Struktur organisasi terdiri dari tiga komponen atau unsur unsur: (a) kompleksitas yang berkaitan dengan peragaman atau diferensiasi dalam organisasi, (b) Formalisasi yang berkaitan dengan tingkat banyaknya aturan aturan regulasi, dan prosedur untuk mengatur dan mengarahkan perilaku para pegawai, (c) Sentralisasi yang menyangkut lokasi pada satu pengambilan keputusan.

Kompleksitas merujuk pada tingkat diferensiasi (pemisahan tugas-tugas yang ada pada suatu organisasi). Semakin kompleks organisasi, semakin dibutuhkan koordinasi, kontrol, dan komunikasi yang efektif.

Diferensiasi mencakup tiga aspek yaitu diferensiasi horizontal merupakan pemisahan horizontal antar unit unit organisasi berdasarkan perbedaan orientasi unit organisasi, misalnya bidang kehutanan dan bidang bidang energi dan pertambangan, bidang kelautan dan perikanan yang sifat tugasnya sangat berbeda beda. Diferensiasi horizontal dipisahkan juga berdasarkan bidang/ urusan pemerintahan, kewenangan yang dimiliki dan pengelompokan bidang tugas organisasi.

Diferensiasi vertikal, merujuk pada kedalaman hirarki organisasi. Dalam kaitan ini makin tinggi/dalam struktur organisasi makin kompleks dan semakin tinggi potensi distorsi komunikasi dari top manajemen ke pegawai paling bawah. Dalam kaitan ini perlu diperhatikan rentang kendali, yaitu jumlah pegawai yang diatur secara efektif oleh seorang pimpinan. Semakin kompleks pekerjaan semakin memerlukan pengawasan.

Diferensiasi spasial merujuk pada sejauh mana lokasi fasilitas dan pegawai tersebar secara geografis. Semakin jauh dan tersebar fasilitas dan pegawai akan semakin kompleks organisasi tersebut. Dalam organisasi pemerintahan di kabupaten karena letak geografis yang luas dan terpencar dalam pulau kecil dimana fasilitas untuk mengakses daerah juga makin kompleks dan sulit, atau karena infrastruktur tidak memadai sehingga perlu disentralisasi.

Dalam merancang organisasi pemerintah daerah, ada dua syarat yang harus dipenuhi agar organisasi pemerintah daerah dapat efektif dan efisien, yaitu: (1) perubahan pada internal organisasi, dan (2) keterlibatan, baik langsung maupun tidak langsung dari lembaga kemasyarakatan. Dalam konteks perubahan internal organisasi, maka pertama struktur organisasi pemerintah daerah harus mengalami perubahan, ramping dan lebih sederhana, yang bermaksud memotong jalur birokratis, mempermudah dan mempercepat keputusan, dan mengurangi biaya operasional, terutama biaya tunjangan jabatan struktural dan mengurangi jumlah pegawai, dan mengoptimalkan kompetensi pegawai itu sendiri. Kedua mengganti sarana kerja yang bersifat manual dengan menggunakan teknologi informasi. Hal ini untuk lebih mempermudah dan mempercepat pengambilan keputusan, dengan memperluas sistem informasi.

Dibidang birokrasi pemerintahan sangat banyak sekali tingkat formalisasi, misalnya berbentuk Perda, Keputusan Bupati, atau Kepada Instansi Eselon II, demikian juga yang berkaitan dengan sentralisasi pengambilan keputusan.

3. Unsur Unsur Struktur Organisasi

Telah diidentifikasi bahwa setidaknya ada delapan variabel struktur organisasi, yaitu : (a) Ukuran, (b) Rentang kendali, (d) Jenjang hierarki, (e) Struktur wewenang, (f) Struktur komunkasi, (g) Struktur tugas, (h) Sruktur kinerja, (i) Jarak psikologis.

Ukuran (size) menggambarkan jumlah kelompok kerja dan jumlah individu yang ada di dalam organisasi. Semakin banyak individu yang ada di dalam organisasi intensitas komunikasi impersonalnya akan cenderung semakin rendah atau semakin sulit mengenal individu satu per satu atau dari hati ke hati. Hal ini akan berpengaruh terhadap efisiensi, efektivitas, dan produktifitas organisasi. Jumlah kelompok yang terlalu banyak juga akan berpengaruh terhadap efisiensi, efektifitas dan produktifitas organisasi, karena kelompok kerja yang terlalu hanyak membutuhkan koordinasi pekerjann yang lebih sulit dari pada kelompok kerjanya tidak terlalu banyak.

Rentang kendali (span of control) menggambarkan banyaknya orang yang harus diawasi atau bertanggung jawab kepada satu orang. Yang ideal adalah 6 – 10 orang. Apabila lebih dari 10 orang akan berada di luar batas kelola seseorang. Sebaliknya apabila terlalu sedikit cakupan pengawasan akan menjadi tidak efisisen.

Jenjang hierarkhi melukiskan banyak level hierarki yang ada dalam satu organisasi. Semakin banyak jenjang akan mengundang kemungkinan timbulnya masalah dalam koordinasi pekerjaan. Jenjang hierarki yang sedikit akan menghindari timbulnya masalah dalam koordinasi pekerjaan.

Struktur wewenang menggambarkan siapa yang berhak untuk mengambil keputusan atau siapa yang berhak memegang kekuasaan. Apakah monomorphic atau polymorphic. Struktur otoritas yang monomorphic menggambarkan bahwa bermacam-macam kekuasaan dipegang oleh satu orang yang sama. Sedangkan struktur otoritas polymorphic menggambarkan bahwa kekuasaan dipegang oleh orang yang berbeda-beda. Struktur otoritas yang baik adalah polimorphic karena akan memudahkan mengendalikannya dan meminta pertanggung jawabannya. Struktur komunikasi mencerminkan pola komunikasi yang ada di dalam suatu organisasi, yaitu searah atau dua arah. Pola komunikasi searah hanya dari atas ke bawah. Sedangkan pola komunikasi dua arah adalah bersifat timbal balik dari atas ke bawah dan bawah ke atas untuk memberikan umpan balik kepada atasannya. Tentu saja yang baik adalah yang dua arah. Ada juga organisasi yang pola komunikasinya tidak jelas artinya bawahan tanpa melewati atasan langsungnya tetapi berkomunikasi dengan atasan yang lebih tinggi dan sebaliknya. Sehingga dapat dikatakan bahwa organisasi tidak memiliki struktur komunikasi yang jelas. Struktur tugas melukiskan kejelasan tugas-tugas yang harus dikerjakan yang ada di dalam suatu organisasi, yang sering disingkat dengan: S I A B I D I B A atau Siapa mengerjakan Apa Bilamana Dimana dan Bagaimana. Struktur  tugas yang jelas akan berpengaruh langsung terhadap meningkatnya efisiensi, efektifitas dan produktifitas organisasi. Sebaliknya struktur tugas yang tidak jelas akan menurunkan efisiensi, efektifitas dan produktivitas organisasi.

Status dan kinerja melukiskan apakah yang lebih diutamakan oleh organisasi adalah yaitu status (prestige) atau kinerja. Organisasi yang lebih mengutamakan status pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan organisasi yang lebih mengutamakan kinerja. Sebaliknya organisasi yang mengutamakan kinerja akan lebih unggul dibandingkan dengan organisasi yang lebih mengutamakan status.

Jarak psikologis mencerminkan besarnya jarak psikologis antara pemimpin tertinggi dan bawahan terendah di dalam suatu organisasi. Meskipun jarak  fisik antara pimpinan tertinggi dan bawahan terendah besar, sebaiknya jarak psikologisnya dibuat sekecil mungkin (peduli terhadap bawahan). Dengan demikian tidak akan terdapat barier yang besar dalam berkomunikasi dan akan membantu menyelesaikan masalah yang timbul di dalam organisasi tersebut. Janganlah berasumsi bahwa dengan dekatnya jarak psikhologis pimpinan tertinggi dan bawahan terendah akan menurunkan “kewibawaan” pimpinan. Hal ini akan menjadi benar manakala organisasi tersebut lebih mementingkan status dari pada kinerja. Bila organisasi lebih mementingkan kinerja dari pada status (prestige) maka “kewibawaan” pimpinan akan tetap terjaga karena anggota organisasi lebih menghargai pimpinannya dalam memimpin suatu organisasi.

Rangkuman

Konsep konsep organisasi perlu dikuasai sebelum melakukan perubahan organisasi dalam aspek struktur organisasi. Walaupun diyakini peserta diklat telah mengetahui konsep konsep organisasi dalam modul ini ditinjau ulang makna konsep organisasi dengan maksud menyamakan persepsi tentang organisasi.

Ditinjau dari aspek budaya perubahan atau pengembangan organisasi adalah suatu persepektif tentang perubahan sosial yang direncanakan dan yang dibina. Hal ini menyangkut inovasi yang menyiratkan perubahan kualitatif dalam norma, pola perilaku dalam hubungan perorangan dan hubungan kelompok dalam persepsi mencapai tujuan maupun metode dan prosedur kerja dalam pelaksanaan kegiatan organisasi.

Menghadapi perubahan tersebut memerlukan pola pikir untuk perubahan jika organisasi mau terus bertahan hidup. Perubahan berarti memerlukan penataan dan bimbingan dalam perubahan nilai, norma, teknologi fisik dan sosial dan mengembangkan hubungan hubungan normatif dan pola tindakan yang baru untuk memperoleh dukungan dan kelengkapan dalam lingkungan tersebut.

Terdapat lima variabel dari suatu organisasi dimana aspek struktur organisasi menjadi aspek dalam perubahan tersebut baik secara internal maupun aspek eksternal. Aspek internal mencakup unsur organisasi yang berkaitan Visi dan Misi organisasi; tujuan organisasi; struktur organisasi; Anggota/individu organisasi; Kepemimpinan organisasi yang harus memiliki persepsi yang sama. Pengembangan organisasi. Unsur struktur organisasi memiliki variabel yang dapat diukur dan ditelaah untuk dapat direkayasa agar organisasi tersebut sebagai sistem dapat berfungsi yang mempengaruhi kinerja organisasi.

Dua aspek penting dalam unsur atau variabel organisasi adalah yang menggerakan organisasi tersebut yaitu anggota organisasi dan kepemimpinan organisasi yang menghasilkan produktivitas organisasi dengan efisien dan efektif.

Diklat Teknis LAN

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: