//
you're reading...
Pendidikan

Pola dan Perubahan Kepribadian

Dalam psikologi pendidikan perkembangan kognitif dalam pembelajaran, kepribadian merupakan bagain dari pembahasan cognitive entry behavior , yang merupakan konsep awal personality yaitu tingkah laku yang ditampakkan kepada lingkungan sosial atau kesan mengenai diri yang diinginkan agar dapat ditangkap oleh orang sekitarnya dalam lingkungan. Alwisol (2004) ada beberapa istilah kepribadian sering kali dipertukarkan maknanya, yaitu : (1) kepribadian : penggambaran tingkah laku secara deskriptif tanpa memberikan penilaian; (2) karakter : penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun secara implisit; (3) Watak : karakter yang telah lama dimiliki dan sampai sekarang tidak berubah; (4) temperament : kepribadian yang terkait erat dengan determinan biologik (ditentukan oleh genetik orang tua); (5) sifat : respon yang sama terhadap kelompok stimulus yang mirip dan berlangsung dalam kurun waktu yang sama; (6) kebiasaan : respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula. sedangkan Allport mendefinisikan “kepribadian merupakan organisasi yang dinamis dalam diri individu tentang sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian yang khas terhadap lingkungannya”. Hall dan Lindzey (1993) : secara populer kepribadian diartikan (1)  keterampilan sosial; (2) kesan yang paling menonjol yang ditunjukkan seseorang terhadap oarng lain.

POLA KEPRIBADIAN

Menurut Hurlock (1992) pola kepribadian merupakan suatu pernyatuan struktur multidimensi. Terdiri diri atas konsep diri (self concept) sebagai inti gravitasi kepribadian dan sifat (traits) sebagai struktur yang mengintegrasikan kecenderungan pola-pola respon

Konsep Diri (Self Concept)

Konsep diri memilik banyak arti yaitu (1) persepsi, keyakinan, perasaan atau sikap seseorang tentang dirinya; (2) suatu sistem pemaknaan individu dan pandangan dengan orang lain tentang dirinya.

Konsep diri memiliki tiga komponen (1) konsep diri fisik (physical self concept) : adalah penggambaran seseorang tentang penampilan fisiknya; (2) konsep diri pdikologis gambaran mengenai kondisi psikologis dirinya. Baik kelebihan maupun kekurangan dirinya, seperti kejujuran kebaikan hati, keberanian dan lain-lain; (3) berbentuk sikap (attitude) sesuatu yang menyangkut perasaan seseorang tentang dirinya, sikap tenteng kehormatan, penghargaan. Pada usia dewasa ketiga komponen ini ini akan terkait dengan aspek-aspek keyakinan, nilai-nilai, idealita, aspirasi dan komitmennya terhadap filsafat hidup yang dianutnya.

Sifat  (Traits)

Fungsi traits adalah menintegrasikan kebiasaan, sikap dan keterampilan kepada pola-pola berpikir, merasa dan bertindak. Sifat diartikan sebagai aspek kepribadian yang terkait dengan karakteristik respon atau reaksi seseorang yang relatif konsisten, sifat merupakan kecenderungan-kecnderungan yang dipelajari untuk (1) kekhasan dalam berperilaku (2) likeableness adalah sifat itu ada yang disukai (liked) atau tidak disukai (dislike), sebab sifat berkontribusi terhadap keharmonisan dan ketidakharmonisan, kepuasan atau ketidakpuasan. Sifat yang disenangi misalnya jujur, pemurung, periang, bertanggung jawab. Sementara yang tidak disenangi, misalnya tidak sopan, pendendam; (3) konsistensi, artinya sifat diharapkan dapat menjadi perilaku atau bertindak secara ajeg.

Perlu dipahami perkembangan sifat dipengaruhi oelh dua faktor yaitu hereditas (bawaan) dan belajar. Bentuk belajar antara lain karena pengasuhan orang tua dan imitasi (peniruan) anak terhadap idolanya (figur).

PERUBAHAN KEPRIBADIAN

Sejalan dengan perkembangan fisik dan mental kepribadian akan mengalami perubahan, hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya :

  • Faktor fisik : gangguan otak, kurang gizi, mengkonsumsi obat-obat terlarang dan gangguan organik (karena kecelakaan atau sakit)
  • Faktor lingkungan sosial budaya : situasi politik, ekonomi, keamaanan individu dan kelompok yang menyebabkan rasa cemas, stress dan masalah sosial
  • Faktor diri sendiri : tekanan emosional (frustasi berkepanjangan) proses identifikasi atau imitas (meniru)

Selain penyebab diatas ada faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kepribadian

  • Hereditas (genetika) : bentuk tubuh, sifat-sifat yang diturunkan orang tua. Setiap individu dibentuk oleh 23 pasang kromosom (dari ayah dan ibu) : didalamnya terkandung ribuan gen yang mengandung sifat-sifat fisik ataupun psikis seseorang. Pengaruh gen terhadap kepribadian dipengaruhi oleh gen secara langsung yaitu : (1) kualitas sistem syaraf (2) keseimbangan biokimia tubuh dan (3) struktur tubuh
  • Faktor lingkungan : faktor lingkungan dalam hal ini adalah keluarga dan budaya. Lingkungan keluarga sebagai penentu utama dalam pembentukan kepribadian, karena (1) menjadi kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak (2) tempat yang paling lama dalam proses perkembangan selama masa anak (3) anggota keluarga merupakan significant people  (orang yang sangat berpengaruh bagi anak). Keluarga memenuhi kebutuhan insani; seorang anak menadapatkan pemenuhan kebutuhan baik fisik-biologis (makan, minum, tempat tnggal) dan sosio-psikologis (kasih-sayang, pendidikan, nilai-nilai sosial-agama) sebagai kebutuhan dasar. Terpenuhinya kebutuhan tersebut mendorong terbentuknya kepribadian yang sehat.
  • Kebudayaan : kebudayaan mempengaruhi seseorang untuk mengikuti pola-pola perilaku tertentu yang telah dibuat orang lain (perilaku kolektif). Setiap kelompok masyarakat memiliki tradisi, kebiasaan dan budaya yang unik dan akan berpengaruh cara berpikir (cara memandang sesuatu), cara bersikap, cara berperilaku. Pola-pola tingkah laku yang sudah terlembagakan dalam masyarakat (bangsa) akan mendorong kepada bentuk karakteristik tingkah laku yang sama, kesamaan ini mendorong kepada tipe kepribadian  dasar dan karakter nasional.

KARAKTERISTIK PRIBADI YANG SEHAT DAN SAKIT

Kunci dari kepribadian yang sehat adalah penyesuaian diri (adjustment). Hurlock menyebutkan karakteristik pribadi yang sehat sebagai berikut :

  • Mampu menilai diri secara realistik; menilai diri apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangannya, menyangkut fisik dan psikis
  • Mampu menilai situasi secara realistik: menerima situasi/kondisi kehidupan secara realistik dan menerimanya secara wajar dan tidak mengharapkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang harus sempurna
  • Mampu menilai prestasi yang diperolehnya secara realistik dan berasimilasi terhadapnya secara rasional; tidak sombong/angkuh apabila mencapai keberhasilan, frustasi dan rendah diri apabila mengalami kegagalan tetapi tetap optimis
  • Menerima tanggung jawab: bertanggung jawab dan mempunyai keyakinan diri untuk mengatasi masalah yang dihadapinya
  • Mandiri : mandiri dalam cara berpikir da bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma lingkungannya
  • Dapat mengontrol emosi : merasa nyaman dengan emosinya, dapat mengatasi situasi frustasi, stress secara positif dan konstruktif tidak destruktif
  • Berorientasi kepada tujuan: merumuskan tujuan : merumuskan tujuan berdasarkan pertimbangan yang matang, tidak atas dasar yang matang, tidak atas dasar paksaan dari luar dan berupaya mencapainya dengan mengembangkan wawasan dan keterampilan
  • Berorientasi keluar : memiliki oreintasi keluar diri, memiliki respek, peduli dan empati terhadap orang lain dan masalah-masalah dalam lingkungannya serta fleksibel dalam berpikir
  • Penerimaan sosial : dinilai secara positif mau terlibat dalam kegiatan sosial, memiliki sifat bersahabat dengan orang lain
  • Memiliki falsafah hidup : mengarahkan hidupnya berdasarkan falsafah yang dianutnya yangberakar dari keyakinan agama
  • Merasa berbahagia : merasakan kebahagiaan yang didukung oleh achievment (pencapaian prestasi) dan affection (perasaan dicintai atau di sayangi)

 

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: