//
you're reading...
Psikologi

Mekanisme Pertahanan Diri

Dalam kehidupannya manusia selalu berusaha mengadakan penyesuian diri secara sadar maupun tidak sadar. Penyesuaian itu melahirkan dorongan-dorongan yang bermacam-macam, yang semuanya minta dipenuhi. Permasalahan yang muncul bahwa pemenuhan itu tidak dapat sekaligus terpenuhi melainkan bergulir tergantung pada urgensinya masing-masing. Sehingga dalam kenyataannya dorongan-dorongan itu tidak semua dilayani secara memuaskan ataupun semuanya secara wajar. Dalam perjalanan kehidupannya silih berganti mengalami kesenangan, ketidaksenangan, kebahagiaan dan ketidakbahagiaan, kepuasan dan ketidakpuasan dan sejenisnya secara variatif. Dalam menghadapi kehidupan ini setiap individu menghadapi irama kehidupan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan pengalamannya masing-masing. Dalam prosesnya kadang mengalami kegagalan karena masalahnya itu sendiri yang kompleks hingga mencapai keseimbangan/equilibrium. Secara akumulatif seseorang yang mengalami kegagalan/penyesuaian negatif jika menghadapi masalah memiliki kecenderungan tidak tenang, gugup/panik yang mengakibatkan timbulnya frustrasi, konflik dan kecemasan.

  • Frustrasi. Frustrasi artinya hambatan, kegagalan, rintangan. Definisi menurut Kats B. and Lehner G.F. (1963) “Frustration has been definied: as the blocking of desire or need”. Frustrasi merupakan rintangan terhadap dorongan atau kebutuhan. Definisi lain oleh Abe Arkoff (1968) “Frustation is as a process which our behavior is blocked”. Bahwa frustrasi itu suatu proses dimana tingkah laku kita terhalang. Oleh karena kebutuhan manusia bertindak/berbuat atau bertingkah laku untuk mencapai tujuan yaitu melayani kebutuhan sesuai dorongan. “Frustration is as the state of feeling which accompainied the thwarting frustrasi itu suatu keadaan perasaan yang disertai proses rintangan. Sundari (2005) Karena kebutuhan dan dorongan manusia yang bersifat fundamental mengakibatkan perubahan tingkah laku/perbuatan yang dilakukan dalam bentuk apapun untuk mencapai tujuannya seringkali mendapat kekecewaan. Dalam mengalami frustasi sangat tergantung pada tanggapan masing-masing terhadap situasi keadaan dan cara-cara mengekspresikan frustasi itu. Perasaan frustrasi itu mempunyai dasar pengalaman yang berbebda sehingga tingkah laku yang dimunculkan selanjutnya pun berbeda tergantung macam kualitas dan kuantitasnya. Jarak dan dalamnya suatu keputus-asaan, kemarahan tauapun kasih sayng kadng-kadang merupakan perisetiwa yang menyenangkan serta membantu memberikan kekuatan dan memberikan rangsang
  • Konflik. Konflik disebut juga pertentangan batin. Abe Arkoff (1968) menjelaskan “A conflict involves a competition among several patterns of behaviour. Conflict is a state feeling accompanying the process of conflict”. Konflik suatu persaiangan antara berbgai pola-pola perbuatan. Konflik sebagai suatu keadaan perasaan yang disertai proses pertentangan. Sebagaimana frustrasi konflik adalah pertentnagan hambatan tercapainya suatu tujuan. Katz and Lehner (1963) menjelaskan “A psychologycal conflict, also repres to as an emotional conflict is a state of tention brought about by the prescene in individual  of two more opposing desires. Suatu keadaan yang menekankan adanya dua atau lebi pertentangan, dari keinginan-kenginan seseorang. Dalam diri manusia  terdapat berbagai dorongan, keinginan yang saling bersaing untuk dipenuhi atau dipuaskan. Adapula yang saling bertentangan, sehingga dalam waktu yang sama tidak dapat terpenuhi, maka konflik digolongkan menjadi : (1) konflik atau pertentangan antara dua hal/keadaan yang sama-sama diingini sehingga kedua-duanya tak mungkin dipenuhi; (2) konflik atau pertentangan antara satuhal, yaitu sisi satu diingini dan sisi lain tidak diingini. Keinginan yang satu menghambat atau menghalangi yang lain; (3) konflik atau pertentangan antara dua hal yang sama-sama tak disenangi. Morgan dalam buku Lazarus (1961) bahwa konflik dua hal yang sama-sama diminati disebut approach-approach conflict. Semua yang bernilai positif dapat disebut konflik angguk-angguk, karena semua diingini, sehingga yang bersangkutan menjadi bingung. Selanjutnya bila menghadapi dua hal yang bernilai negatif. Dua hal yang kdua-duanya tidak diminati, tidak diingini, namun harus di hadapi, disebut avoidance-avoidance conflict. Karena smeua bernilai negatif, dapat dikatakan pula konflik geleng-geleng dan karena terlalu bingung maka cenderung melarikan diri (to leave the field).
  • Kecemasan (Anxiety). Kecemasan, ketakutan adalah merupakan bagian dari kehidupan manusia. Abe Arkoff (1968) menjelaskan “Anxiety as a state arousal caused by threat to well-being”.  Jadi kecemasan adalah suatu keadaan yang menggoncangkan karena adanya ancaman terhadap kesehatan. Gejala yang bersifat fisik diantaranya jari-jari tangan dingin, detak jantung makin cepat, berkeringat dingin, kepala pusing nafsu makan berkurang, tidur tidak nyenyak dada sesak nafas. Gejala yang bersifat mental diantaranya ketakutan, merasa akan ditimpa bahaya, tidak dapat memusatkan perhatian, tidak tenteram, ingin lari dari kenyataan. Kecemasan in terjadi karena tidak mampu mengadakan penyesuaian diri terhadap diri sendiri dan lingkungan pada umumnya. Kecemasan timbul karena maifestasi perpaduan bermacam-macam emosi. Macam-macam kecemasan diantaranya (1) kecemasan karena merasa berdosa atau bersalah; (2) kecemasan karena akibat melihat dan mengetahui bahaya yang mengancam dirinya; (3) kecemasan dalam bentuk yang kurang jelas, apa yang ditakuti tidak seimbang, bahkan yang ditakuti itu hal/benda yang tidak berbahaya. Rasa takut sebenarnya suatu perbuatan yang biasa/wajar jika ada sesuatu yang ditakuti dan seimabng. Bila rasa takut itu sangat luar biasa dan tidak sesuai terhadap objek yang ditakuti sebenarnya patologis yang disebut phobia yaitu rasa takut yang sangat atau berlebihan terhadap sesuatu yang tidak diketahui lagi penyebabnya.

Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan mekanisme pertahanan diri atau mekanisme penyesuaian diri. Ada pula yang menyebutnya Escape Mechanism juga Ego Defences. Jika kita mengalami kekecewaan sering ketentraman batin terganggu atau dengan kata lain keseimbangan mental terganggu. Maka dengan segera kita mencari jalan agar keseimbangan itu tetap terjadi. Kemampuan dalam penyesuaian diri menimbulkan rasa puas, rasa bahagia dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dan optimistis. Kadang pula dapat menimbulkan rasa bangga dan superior dan sebaliknya jika kegagalan yang terjadi maka rasa harga diri kurang atau minder. Yang perlu dipahami adalah bahwa kegagalan mempunyai nilai positif dan niai negatif. Nilai positifnya membuat kita semakin banyak belajar mengurangi kegagalan yang serupa bahkan dapat dijadikan  cermin atau perintis dalam menghadapi problem-problem lainnya. Yang harus dipahami ialah kegagalan merupakan titik kemajuan bagi perjuangan hidup lainnya, kegagalan dapat menambah kegiatan dan kegagalan menyebabkan orang berpikir lebih dalam di mana seseorang akan lebih melihat kenyataan/realita, dengan cara mengambil jarak (distansi), berpikir secara mendalam, mengadakan reorganisasi dari aktivitasnya hingga pada akhirnya ia mendapatkan kesempatan untuk menilai arti kegagalan secara nyata.  Dengan demikian mekanisme pertahanan diri akan terjadi secara mekanis baik secara positif maupun secara mekanis. Berikut mekanisme pertahanan diri yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif

  • Kompensasi. Kompensasi artinya mengganti kerugian atau mengisi kekurangan, yang terdiri dari (1) kompensasi langsung yaitu mengganti atau mengisi kekurangan/kelemahan secara langsung pada bidang yang sama, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan (2) mengganti atau mengisi kekurangan pada bidang lain, hingga akhirnya memperoleh sukses (3) mengganti atau mengisi kekuarangan pada bidang yang sama dengan mengarahkan segala perhatian dan segala tenaganya akhir-akhirnya mendapat sukses yang berlebih-lebihan. Kompensasi berlebihan memang merupakan defence mechanism yang bersifat positif, karena yang bersangkutan akhirnya memperoleh sukses. Meskipun demikian jika dilakukan sangat sering dan berlebih-lebihan mempunyai efek yang kurang baik terhadap keseimbangan mental. sebab bidang-bidang lain yang tidak diadakan kompensasi akan diabaikan dan tidak mendapat perhatian secukupnya.
  • Sublimasi. Sublimasi artinya meperluas atau memperindah atau memperhalus. Dalam mekanisme pertahannan berarti menyalurkan dan memperhalus dorongan-dorongan yang bersifat egois, nafsu-nafsu animal dan dorongan-dorongan yang kurang sehat. Sehingga dapat diterima oleh masyarakat secara baik sebab bermanfaat dan tidak bersifat mengganggu.
  • Day Dreaming. Day dreaming artinya melamun atau merenung yang bersangkutan lari dari kenyataan menghindari problem ke alam khayalan. Seolah-olah ia telah melakukan apa yang diinginkan itu, ia telah merasa mendapat sukses. Melamun suatu mekanisme pertahanan yang paling mudah dan dapat dilakukan dimana saja, serta tidak merugikan orang lain. Tetapi jika melamun ini berlebih-lebihan dapat mengganggu keaktifan jiwa yang lain
  • Rasionalisasi. Rasionalisasi adalah mengisi kekurangan dengan menutup kesalahan/rintangan. Hal yang tidak masuk akal dengan alasan-alasan diubah menjadi masuk akal agar dapat memuaskan harga dirinya, serta diakui masyarakat
  • Identifikasi. Identifikasi merupakan suatu cara meniru kesuksesan orang lain yaitu apabila seseorang mengalami kegagalan meniru atau menyamakan dirinya dengan orang lain mencapai sukses. Jika orang lain mengalami sukses ia ikut merasakan seolah-olah ia yang mendapat sukses, hingga ia merasa puas dan bahagia. Kepuasan yang capai ini sebenarnya kepuasan semu.
  • Proyeksi. Suatu usaha untuk memproyeksikan atau melemparkan kekuarangan diri sendiri kepada orang lain. Jadi kesalahan atau kekurangan diri sendiri kepada orang lain. Jadi kekurangan pada diri sendiri dipantulkan kepada pihak lain.
  • Represi. Suatu usaha menghilangkan kekecewaan atau kekurangan dengan jalan melupakannnya. Yaitu apa yang disadari itu dimasukkan kedalam alam bawah sadar, bahkan dapat pingsan untuk beberapa waktu
  • Regresi. Suatu usaha untuk menghilangkan kesusahan, kesukaran atau kekecewaan dengan jalan kembali ketingkat perkembangan sebelumnya (mudur) sebab pada masa perkembangan yang dialami itu mendapat kesukaran,
  • Diplacement. Suatu usaha untuk menghilangkan kesusahan, kekecewaan dengan jalan memindahkan pada objek lain
  • Dissosiasi. Suatu usaha untuk menghilangkan kesusahan atau kekecewaan dengan jalam melarikan diri dari hal-hal yang tidak menyenangkan dengan cara yang tidak masuk akal
  • Fiksasi. Suatu usaha untuk menghilangkan kekecewaan dengan membatasi tingkah laku tertentu yang khas yang memberi keamanan
  • Konversi. Suatu usaha untuk menghilangkan kekecewaan atau kegagalan-kegagalan dengan jalan mempersemangat keadaan sakit
  • Teknik Anggur Asam. Suatu usaha menghilangkan kekecewaan dengan cara memberi sifat jelek pada apa yang  tidak dapat dicapainya.
  • Teknik Jeruk Manis. Suatu usaha menghilangkan kekecewaan dengan jalan memberikan sifat yang berlebih-lebihan tarhadap apa yang kurang itu
  • Isolasi. Usaha menghilangkan perasaan yang mengikuti situasi menyakitkan.

 

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: