//
you're reading...
Manajemen

Implementasi Rencana

Otoritas

Otoritas merupakan bentuk legitimasi kekuasaan yang melekat kepada posisi dan pada pribadi seseorang. Sifat otoritas di dalam organisasi adalah hak untuk membuat berbagai keputusan dan mengharapkan kepatuhan bawahan untuk melaksanakan keputusan ini. Dengan demikian, seorang pemimpin/manajer selalu mengharapkan bawahan untuk taat asas (patuh) kepada berbagai peraturan dan keputusan atasan. Sepanjang rencana tersebut tidak menyimpang aturan etika, moral dan perilaku yang menyimpang dari berbagai nilai holistik maka bawahan tidak ada alasan untuk tidak mematuhinya. Otoritas akan efektif dan efisien untuk mengubah setiap keadaan status quo. Meskipun demikian, perencanaan yang sangat rumit dan komprehensif seringkali tidak diimplementasikan hanya melalui otoritas dan alat yang digunakan  umumnya persuasi

Persuasi

Adalah suatu proses menjual atau menawarkan rencana kepada orang yang bersedia mengimplementasikan, mengkomunikasikan informasi relevan sehingga individu mengerti semua implikasinya. Di dalam kasus ini, persuasi memerlukan pihak lainnya untuk meyakini dasar pengakuan akan pentingnya dan perlunya rencana agar organisasi dapat mencapai tujuan dan keadaan organisasi akan menjadi lebih baik. Persuasi dapat mengandung bahaya atau resiko. Apa yang akan terjadi jika rencana tidak diimplementasikan sedang persuasi telah dilakukan. Jika implementasi rencana menemui jalan buntu setelah melalui persuasi mana pemimpin/manajer harus menggunakan otoritas agar bawahan mau melaksanakan rencana yang telah digariskan. Konsekuensinya, jika pemimpin/manajer gagal di dalam menggunakan persuasi maka pemimpin/manajer sebaiknya harus membatasi penggunaan teknik persuasi ini di masa yang berikutnya. Umumnya, individu yang menolak melakukan rencana dikarenakan individu ini mempunyai perasaan ragu-ragu akan keberhasilan rencana yang ditetapkan. Keadaan ini dapat menimbulkan bawahan untuk bekerja secara optimal untuk mengimplementasikan suatu rencana organisasi

Kebijakan

Jika rencana cenderung bersifat permanen di dalam organisasi, maka sebaiknya manajemen organisasi mengembangkan kebijakan untuk mengimplementasikan rencana. Kebijakan umumnya merupakan pernyataan tertulis yang mencerminkan tujuan dasar perencanaan dan menyediakan pedoman guna memilih berbagai tindakan guna mencapai tujuan. Sekali rencana telah disetujui oleh pihak yang berwenang maka rencana tersebut harus diimplementasikan. Suatu kebijakan akan efektif jikamempunyai karakteristik berikut :

  • Fleksibel (luwes). Kebijakan harus rasional, luwes dan tidak kaku akan tetapi mudah beruabh manakala kondisi yang disyaratkan di dalam pelaksanaan rencana tidak dijumpai. Perubahan kebijakan harus sejalan dengan perubahan kondisi organisasi. Meskipun perubahan perlu dilakukan akan tetapi stabilitas harus diperhatikan. Antara stabilitas dan perubahan harus mempunyai batas waktu toleransi
  • Komprehensif. Kebijakan harus bersifat komprehensif guna dapat meliputi berbagai perubahan yang terjadi sewaktu rencana diimplementasikan. Derajad komprehensifnya sangat tergantung kepada luasnya pengawasan kebijakan itu sendiri. Jika kebijakan diarahkan kepada suatu bidang yang sempit maka kebijakan tidak harus komprehensif
  • Koordinasi. Kebijakan harus menyediakan koordinasi dari berbagai unit yang tindakannya asaling berhubungan. Tanpa arahnkoordinatif yang disediakan oleh kebijakan maka masing-masing sub unit hanya akan mengejar tujuan sub unitnya sendiri tanpa memperhatikan yang lain. Tes terakhir dari setiap aktivitas sub unit sebaiknya dikaitkan dengan kebijakan organisasi
  • Etis. Kebijakan sebaiknya harus sejalan dengan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat dimana organisasi itu berada. Sifat masyarakat yang kompleks dan mempunyai ketergantungan yang tinggi sering kali menimbulkan berbagai persoalan yang melibatkan dimensi etika yang sangat tidak mudah untuk dipahami akan tetapi ada di dalam atau di sekitar organisasi. Pemimpin/manajer harus senantiasa memantau dan memahami berbagai isu yang berkaitan dengan dimensi etika yang terkait dengan permasalahan organisasi
  • Kejelasan atau Kejernihan. Kebijakan harus dituangkan secara jelas dan logis. Kebijakan harus memuat atau mencantumkan tujuan kebijakan, mendefinisikan metode dan tindakan yang tepat dan menggambarkan batas kebebasan yang diijinkan bagi setiap tindakan yang akan dikerjakan oleh bawahan. Kebebasan yang dimaksud di dalam kebijakan tersebut harus dijelaskan secara tegas dan mudah dimegerti

Hambatan

Dalam menyusun perencanaan terdapat hambatan, jika lingkungan organisasi sangat dinamis dan sangat rumit serta mempunyai tingkat perubahan  yang sangat cepat, maka para perencana umumnya akan banyak mengalami kesulitan di dalam menyusun rencana. Hambatan utama dan sering terjadi di dalam menyusun rencana adalah kurang jelasnya tujuan, misi dan visi organisasi. Hal ini dikarenakan karena pimpinan puncak organisasi seringkal berubah (diganti). Dalam keadaan demikian maka para penyusun rencana akan sulit merumuskan rencananya. Di dalam menyusun rencana organisasi maka sebaiknya para penyusun rencana harus senantiasa memantau implementasi rencana dengan memperhatikan berbagai hambatan yang di hadapi di dunia nyata dan kemudian mengevaluasi ulang atas rencana yang telah disusun. Kemudian re-evaluasi rencana ini dijadikan rujukan untuk penyusunan rencana di periode berikutnya. Jika para penyusun rencana sering berganti orang, maka tidak menutup kemungkinan bahwa petugas yang baru kurang menguasai dan mengenal berbagai kendala yang sering dihadapi selama ini

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: