//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. XIII “Mekanisme Kegiatan Intelijen : Sistem Kerja Pengolahan Informasi”)

Dari sekian banyak informasi yang dikumpulkan, harus dapat dihasilkan suatu informasi pokok (kern information) yang tepat pada waktunya harus disampaikan kepada pihak yang membutuhkan (pimpinan, bagian perencanaan, dan lain-lain). Karena itu informasi  pokok tersebut juga harus diupayakan agar mendekati kebenaran. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, marilah kita tinjau proses kerja di dalam sebuah pabrik sederhana. Di dalam sebuah pabrik, bahan baku (raw materials) diolah sedemikian rupa hingga menjadi suatu hasil (product) yang diperlukan atau untuk memenuhi permintaan dari pemakai (konsumen). Apabila pabrik tadi ingin bekerja secara efisien, maka direksi dan pimpinan pabrik (technical manager) harus dipenuhi menempuh langkah-langkah berikut :

  • Mengetahui jenis produk yang dibutuhkan pasar, dan seberapa besar permintaannya
  • Menentukan bahan baku yang dibutuhkan, dan mengamankan sumber-sumber bahan baku tadi
  • Menentukan cara-cara penimbunan dan pemeliharaan bahan baku tadi
  • Menggunakan sistem kerja yang sesuai
  • Mengoptimalkan peningkatan mutu produk, design, kemasan sesuai dengan jenis produk yang dihasilkan
  • Mengusahakan pengiriman atau penyerahan produk pesanan pada konsumen tepat pada waktunya

Jika proses tersebut kita bandingkan dengan proses di dalam kegiatan intelijen, maka kita peroleh suatu gambaran sebagai berikut:

  • Meneliti dan menentukan kebutuhan intelijen
  • Menentukan macam informasi yang diperlukan dan cara-cara pengumpulannya
  • Pencatatan dan pemeliharaan keterangan-keterangan yang telah terkumpul
  • Mengusahakan agar produk tadi sampai kepada yang membutuhkan (pemimpin, perencana, dan lainnya) tepat pada waktunya.

Dari gambaran tadi, ternyata yang terpenting dalam setiap proses ialah menentukan bahan baku dan hak menentukan macam bahan baku. Dan yang lazim dalam setiap organisasi, kedua persoalan tadi berada di tangan pimpinan. Perhatikan ilustrasi berikut :

  • Setiap perusahaan yang efisien, dalam struktur organisasinya, selalu kita dapati bidang R&D (Research and Development) untuk memenuhi bahan baku, produksi dan pemasaran, mereka selalu mengadakan survey di bidang-bidang yang dimaksud, agar selalu dapat memenuhi pesanan, selera dan kehendak konsumen dan calon konsumennya. Di lapangan intelijen pun demikian. Bahan-bahan keterangan (info) yang diperlukan oleh para pemakai (user) harus dapat dipenuhi dan hendaknya selalu tersedia bila sewaktu-waktu diperlukan. Karena itu persediaan informasi intelijen, dari segi jumlah dan macamnya hendaklah tersedia secara memadai
  • Setiap pabrik yang ingin maju, selalu memiliki sebuah laboratorium yang memungkinkan para ahli dapat menekuni suatu penyelidikan (research) guna mencapai hasil yang lebih sempurna. Di lapangan intelijen juga demikian, yaitu harus selalu berusaha menyempurnakan sistem kerjanya, sehingga hasil-hasilnya dapat memberikan manfaat secara lebih akurat bagi para pemakainya.

Jelas di sini bahwa antara penghasil produk intelijen (produsen) dan pemakai produk intelijen (konsumen) harus terjalin kerjasama yang baik secara timbal balik dan saling mempercayai. Untuk kepentinagn para pemakai (user), maka bahan keterangan (info) yang terkumpul, disusun secara sistematis, misalnya menurut bab, abjad dan sebagainya. Ini sangat memudahkan cara pencarian info yang diperlukan pada setiap saat dan dapat ditemukan secara cepat. Cara penyusunan ini biasa di sebut kartotheek atau sistem kartu. Sebagai contoh info tadi dapat di bagi dalam bab-bab sebagai berikut:

Politic

  • Sejarah adat istiadat masyarakat setempat
  • Organisasi massa, partai politik dan perkumpulan
  • Keadaan dan keinginan ideologis, sosial, agama dan ekonomi masyarakat setempat
  • Keadaan fisik masyarakat
  • Tokoh-tokoh masyarakat dan keadaan kepribadiannya
  • Gerakan subversive di dalam masyarakat yang ada hubungannya dengan luar negeri
  • Kewaspadaan nasional, dan sebagainya

Science

  • Penyelidikan-penyelidikan ilmiah yang dilakukan setempat
  • Hasil penyelidikan ilmiah tadi
  • Hubungannya dengan luar negeri
  • Kewaspadaan nasional, dan  sebagainya

Economic

  • Keadaan buruh (kualitas dan kuantitas)
  • Bahan baku setempat
  • Sumber tenaga (listrik, air dan lain-lain)
  • Keadaan dan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan
  • Keadaan dan hasil industri
  • Hasil kerja dan manfaatnya
  • Lalu lintas dan pengangkutannya
  • Pemakaian dalam negeri
  • Keadaan import
  • Kewaspadaan nasional dan sebagainya

Social

  • Tingkat kemajuan pendidikan masyarakat setempat
  • Keadaan kepercayaan dan agama
  • Tingkat kebudayaan dan kesenian
  • Tingkat hidup
  • Kewaspadaan nasional dan sebagainya

Geographic

  • Letak daerah dan hubungannya dengan daerah lain dan luar negeri
  • Keadaan kepercayaan dan agama
  • Tingkat kebudayaan dan kesenian
  • Tingkat hidup
  • Kewaspadaan nasional dan sebagainya

Military

  • Doktrin penyerangan (offensive) dan pertahanan (defensive)
  • Rencana perang
  • Konsep strategi dan taktik
  • Organisasi
  • Pangkalan-pangkalan militer
  • Material
  • Moral dan sebagainya.

Cara pengumpulan info dapat dilakukan secara aktif maupun pasif. Yang dimaksud dengan pengumpulan secara pasif adalah mempelajari dan mengumpulkan berita-berita dari :

  • Buku-buku
  • Pengumuman-pengumuman resmi
  • Media cetak (bullettin, surat kabar, majalah dan sebagainya)
  • Media elektronik (radio, televisi, internet)
  • Pidato-pidato, ceramah-ceramah, kuliah-kuliah
  • Sumber-sumber lain sesuai kebutuhan, msalnya berita-berita mengenai daerah, dalam dan luar negeri

Melihat cara kerja yang telah diuraikan diatas, maka tampaknya semacam usaha redaksi persurat kabaran. Intelijen juga perlu memiliki perpustakaan yang luas, berlangganan majalah serta surat kabar sebanyak mungkin, mengikuti perkembangan dan update media online. Adapun yang dimaksud dengan pengumpulan secara aktif adalah bila menyangkut sesuatu atau beberapa info yang masih memerlukan lebih bayak penjelasan, maka khusus untuk itu dapat dikirim orang untuk mencari atau menyelidikinya. Terhadap sesuatu info kadang-kadang perlu diperiksa lagi kebenarannya atau kelanjutannya. Terhadap beberapa info atau kejadian, kadang-kadang kita harus mengikuti perkembangannya dan meninjau kemingkinan adanya pengubahan. Segala info yang terkumpul dan telah tersusun, merupakan dokumentasi dari “bahan mentah” (raw material). Bila timbul sesuatu problem maka barulah bahan mentah yang diperlukan untuk pemecahannya, dikumpulkan dari “stock info” yang telah tersedia guna diolah.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: