//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. X “Operasi Intelijen : Pola Penyelidikan”)

Pola operasi penyelidikan intelijen di seluruh dunia ini pada umumnya sama. Rencana operasi peyelidikan mempunyai persyaratan minimal yang harus dapat mengcover semua tugas. Rencana itu bervariabel, sesuai dengan kemajuan teknologi yang diterapkan oleh badan-badan intelijen dalam melakukan penyelidikan, diantaranya sebagai berikut :

Penentuan Tugas

Penentuan tugas adalah wewenang pimpinan sebagai user. Seandainya pihak pemakai itu dari suatu organisasi, maka ketua organisasi itulah yang akan memberikan ketentuan tugas. Tugas itu menyangkut permasalahan yang harus dicarikan jawaban pemecahannya oleh direktur/kepala badan intelijen dan bawahannya. Jawaban itu tidak boleh berdasarkan perkiraan atau hasil paranormal, tetapi harus berupa fakta-fakta yang dihasilkan dalam proses penyelidikan. Penentuan tugas oleh user itu berupa masalah-masalah yang dipertanyakan dan dinamakan Esential Elements of Information (EEI) atau Unsur-unsur Utama Keterangan (UUK). Dikalangan militer yang disebut user itu ialah Panglima perang yag bertindak selaku pimpinan dimedan pertempuran langsung. Dia memberikan EEI/Uuk kepada perrwira intelijen sebagai asisten staf, biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan yang sangat luas cakupannya. Disamping kemampuan pasukannya sendiri, seorang panglima harus mengetahui juga tentang musuh, menyangkut kekuatan persenjataan, cara bertempurnya, kondisi cuaca, keadaan medan, topografi. Keadaan pantai atau hidrografi. Konsep ipoleksosbudmil dan agama, semua itu diperlukan panglima perang untuk sampai pada pengambilan suatu keputusan yang logis. Dalam formula UUK itu tercakup semua jawaban yang akan diusahakan oleh eselon-eselon intelijen sesuai kehendak user. Dalam hal ini, misi intel akan memberikan prioritasnya. UUK itu pendek saja, cukup tiga buah kalimat misalnya “tentukan jika lawan akan menyerang posisi-posisi kita disuatu daerah A. jika hal itu terjadi, kapan, darimana, dengan cara bagaimana dan dengan kekuatan apa? Teristimewa perhatikan jalur-jalur pendekat dan penyelinap. Jika user menginginkan ia boleh meminta kepada staf-stafnya untuk memberikan rekomendasi terhadap UUK itu. EEI/UUK sependek itu saja sudah mampu menggerakkan intelijen yang sangat hebat dari segi kegiatan dan koordinasinya.

Analisa Tugas

Direktur/Kepala badan intelijen menganalisa UUK user, menjadi frase atau kalimat-kalimat sederhana, ringkasan-ringkasan padat berisi dan mengelompokkan menjadi berbagai macam problema yang telah dibagi-bagi secara terurai dan menjadi tugas intelijen untuk mencari jawabannya. Aktivitas ini disebut analisa tugas. Direktif-direktif pendek pada analisa tugas itu pada umumnya mencakup tiga masalah besar (1) ketentuan-ketentuan baku (2) masalah-masalah untuk mendapatkan jawaban pemecahan  (3) pernyataan-pernyataan pengerahan, untuk diperhatikan secara khusus. Dari analisa tugas itu tergambar luasnya tugas, isi atau sasaran tugas beserta sumber-sumbernya, sasaran mana yang bisa digarap secara terbuka dan sasaran mana yang harus digarap secara clandestine. Itu semua memerlukan kecerdasan seorang direktur intelijen. Apakah dengan hasil yang telah dicapai (sebagaimana diuraikan dalam analisa tugas) direktur/kepala badan intelijen telah bisa membuat suatu produk intelijen lengkap sebagaimana yang telah dikehendaki oleh user ? jika belum berarti pemecahan dalam analisa tugas belum mendetail. Oleh sebab itu segala macam tugas harus dipahami sampai sekecil-kecilnya, sehingga menghasilkan keterangan-keterangan yang dapat dimengerti.

Analisa Sasaran

Sasaran juga harus dibahas secara terperinci sehingga menjadi informasi spesifik yang harus dicari dan dijadikan sebagai dasar untuk mengeluarkan perintah atau instruksi pengumulan informasi. Perintah pengumpulan informasi harus sesuai dengan pembidangan personel dalam menangani masalah-masalah intelijen. Pada analisa sasaran itu nanti akan terlihat, dengan instansi-instansi mana saja akan diadakan koordinasi intelijen. Analisa sasaran harus dikaji dalam berbagai aspek (1) apakah sasaran bisa didekati (2) didekati secara terbuka atau tertutup (3) bagaimana cara mendapatkan akses kepada sasaran (4) sasaran mana saja yang bisa dicari secara terbuka (5) kalau tidak bisa terbuka, apakah harus dipakai cara kelabu atau tertutup (hitam) (6) apakah mungkin menggunakan sasaran antara ?  Perhitungan-perhitungan tersebut harus matang sangat diperlukan ketepatan dan keakurasiannya karena efeknya akan mempengaruhi sektor logistik ataupun biaya. Sebenarnya indikasi-indikasi yang telah diungkapkan dalam analisa tugas itu dapat memberikan petunjuk jelas untuk sampai kepada analisa sasaran secara lengkap, baik aspek-aspek yang berkaitan dengan musuh ataupun yang berkaitan dengan environment (lingkungan) yang dapat mempengaruhi taktik operasi. Suatu himpunan informasi tentnag musuh sangat menentukan bagi panglima perang dalam pengambilan taktik mobilitas dan manuver kekuatan. Dan inilah yang diperlukan pada saat-saat yang menentukan bagi pasukan dilapangan. Pertentangan kejelian mata-mata pasukan sebagai pelajaran untuk membuat interpretasi yang benar bagi orang-orang yang mempunyai mata hati (berpandangan intelijen). Pasukan yang memiliki ketajaman intelijen dalam menganalisa sasaran serta memiliki informasi yang memadai terhadap lawan, akan memperoleh kemengan taktis, sekaligus merebut kemenangan strategis. Sebaliknya, perkiraan keadaan intelijen musuh yang keliru, akan melemahkan moral pasukannya dan berujung pada kekalahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemenangan tidaklah selalu ditentukan oleh kekuatan  persenjataan dan jumlah pasukan.

Penunjukan Para Agent

Pentunjuk agent-agent pelaksana untuk melakukan tugas pengumpulan informasi, dilaksanakan dengan perintah atau instruksi kepada anggota kesatuan bawahan (batalyon, detasmen, atau kompi yang satu tingkat dibawahnya hingga dalam satuan atau unit khusus dengan kode/nama tertentu). Sedangkan permintaan-permintaan pengumpulan informasi yang ditujukan kepada kesatuan atasan dan kesatuan samping (setingkat), hanya cukup menunjuk kesatuannya saja, jadi bukan langsung orangnya. Penunjukannya didasarkan pada pertimbangan adanya kesesuaian antara tugas kesatuan dengan sasaran. Kooordinasi ini mutlak diperlukan karena dalam era teknologi modern saat ini, aparat intelijen negara harus didukung dengan keahlian tertentu dan spesialisasi lainnya.dalam kesatuannya pada agent diperintahkan untuk mengumpulkan informasi. Ada yan gsecara terbuka, ada yang secara tertutup sesuai dengan sasarannya “apakah sebagai resident agent ( yaitu agen yang ditanam dinegara sasaran) ataukah melakuakn infiltrasi dan penetrasi secara langsung. Dalam kaitan ini yang perlu mendapat perhatian ialah masalah keamanan  dan pembiayaan. Semua agent ayang ditunjuk harus benar-benar mengerti tugasnya : (1) apa sasarannya (2) sumber-sumber apa yang bisa dimanfaatkan (3) informasi apa yang harus diusahakan (4) jadwal pelaporan dan tempatnya (5) kepada siapa laporan informasi itu disampaikan. Biasanya hal ini telah tertuang dalam worksheet/lembar kerja pengumpulan informasi intelijen. Seluruh agent pelaksana mendapatkan lembar kerja itu. Jadi dalam operasi penyelidikan, mereka sudah saling mengerti dan mengetahui masing-masing. Pelaksanaan tugas operasi penyelidikan bukanlah hal yang ringan. Namun bagi seorang intelijen hal itu hendaklah dilakukan dengan kemauan yang keras mengingat tingginya nilai patriotismenya kepada negara terutama bagi para agent yang bertugas secara clandestine atau melakukan segala sesuatunya secara rahasia. Jadi dalam melakukan operasi clandestine atau espionage para agent dituntut untuk bisa menjaga diri, tidak banyak bicara dan terprovokasi dengan keadaan mental sesuai prinsip “tutup mulut, buka mata, buka telinga” mengingat para agent adalah lapisan pelindung utama sebuah negara. Kuat lemahnya sebuah kebijakan oleh negara bergantung pada mampu-tidaknya para agent bekerja dalam menganalisis situasi dan kondisi masalah.

Pengawasan Komando

Setiap operasi penyelidikan akan dilaksanakan, maka kepada para agent diberikan brifing oleh kesatuannya masing-masing. Mereka diberi penjelasan, pengarahan secara umum, dan diterangkan duduk persoalannya secara macro. Tentu saja hal itu dilakukan secara rahasia, dan biasanya dilakukan dipangkalan sendiri. Sedangkan untuk memperdalam tanggapan para agent terhadap tugas dan operasi clandestine dan sasarannya serta bagaimana cara-cara menemukan akses kepada sasaran, cukup dilakukan dikantor masing-masing (bukan di dalam brifing) karena akan terlalu banyak menghasikan waktu. Ketika mereka akan berangkat, sesaat sebelumnya diberikan debrifing sebagai pencerminan penekanan ulang terhadap tugas dan tanggungjawab. Disitu akan diciptakan suasana keakraban dan keintiman, agar dapat terjalin kekompakan diantara mereka selama menunaikan tugas dan kewajibannya. Mulai sejak itu (dan bahkan sejak dikeluarkannya perintah dan permintaan pengumpulan informasi) pengawasan pun dimulai. Yaitu apakah perintah, instruksi serta permintaan pengumpulan informasi itu sedang (sudah) terlaksana atau belum. Pengawasan ini dilakukan sesuai dengan fungsional organisasi penyelidikan. Wewenang juga diberikan kepada para pejabat eselon atas dalam organisasi intelijen. Pengawasan dibagi secara rinci, sedangkan pertanggungjawaban diserahkan kepada seorang pejabat intelijen. Para pengawas itu menerima laporan kegiatan, laporan usaha, dan menerima kontak para agent yang diawasinya.

Logistik

Anggaran biaya bagi operasi penyelidikan sangat penting. Berhasil atau tidaknya suatu usaha tergantung kepada dukungan logistik. Sedangkan logistik yang dimkasud bukannya hanya berupa uang, tetapi juga peralatan dan perlengkapan. Semua itu dibutuhkan oleh petugas intel dalam operasi rahasianya, baik yang terbuka dan tertutup. Kebutuhan lainnya adalah surat-surat  resmi dan surat-surat aspal untuk pengamanan agent clandestine. Menyediakan segala fasilitas keamanan dan tempat yang aman bagi pertemuan para agent di luar negeri. Sedangkan cara-cara penyampaian bantuan harus dilakukan dengan perhitungan matang. Unsur logistik juga melaksanakan perawatan terhadap peralatan dan terhadap pihak-pihak yang bertindak sebagai petugas keamanan, melaksanakan support dan supply, menjaga security operasi clandestine yang harus dilaksanakan tepat pada waktunya.

Jadwal Pelaporan

Dalam rencana operasi penyelidikan harus ditentukan batas waktunya, kapan dimulai dan kapan berakhirnya. Disamping itu kepada masing-masing agent pelaksana harus ditentukan pula jadwal pelaporannya, tempat pelaporan dan kepada siapa harus melapor. Aktivitas itu dalm operasi clandestine mempunyai nilai seni tersendiri, terutama jika bertugas di negara sasaran. Tempat dan waktu pelaporan dicantumkan dalam intelligence collection worksheet. Pada umumnya berisi EEI/UUK−indikasi−informasi yang dicari−penunjukan agent−tempat dan waktu pelaporan−perhatian/catatan. Unsur waktu dalam jadwal pelaporan sangat penting, karena saat pemberian tugas waktunya sudah ditentukan secara terbatas. Sealnjutnya direktur/kepala intelijen menyelesaikan produk intelijen yan gberasal dari segala masukan  informasi yang telah dipelajari, yaitu berupa perkiraan keadaan intelijen. Produk itu kemudian disampaikan kepada user, tepat pada orangnya, tepat pada waktunya. Perkiraan keaadaan intelijen itu memuat segala keterangan tentang musuh, medan-medan operasi, serta ide-ide yang dituangkan oelh staf intelijen dfi dalam naskah itu, yang kebenrannya harus dapat dipertanggungjwabkan. Perkiraan keadaan intel (PK Intel) berisi saran (nasehat) yang baik dan benar itu disusun dalam suatu naskah dengan sepenuh keyakinan agar bisa digunakan secara baik dan benar pula. Kesemuanya harus diungkapkan dengan kalimat-kalimat yang baik, uraian yang jelas, tegas, terfokus pada inti masalahnya. User adalah seorang intelektual yang berpandangan intelijen. Operasi-operasinya harus dilakukan dengan penuh perhitungan dan optimisme kemenangan. Karena itu untuk melancarkan operasi-operasinya dia hanya mengambil isi PK intel yang terbaik menurut pertimbangannya. Di samping itu, dia juga tidak akan berani mencoba-coba,karena kemugkinan resiko yang dihadapinya adalah resiko kehancuran.

 

 

Selanjutnya “pola pengamanan intelijen” dan “pola penggalangan intelijen”.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: