//
you're reading...
Psikologi

Berpikir dan Problemanya

Berpikir adalah kecakapan dalam menggunakan metode-metode menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam pembelajaran anak harus diajak berpikir dengan baik, untuk itu kita perlu memberikan :

  • Pengetahuan yang siap, yakni pengetahuan pasti yang sewaktu-waktu siap untuk dipergunakan, seperti operasi dalam matematika, hafalan, dan sebagainya
  • Pengertian yang berisi, yang mengandung arti (non verbalistic) dan benar-benar dimengerti oleh anak
  • Melatih kecakapan membentuk skema, yang bertujuan memungkin berpikir secara teratur dan skematis

Dalam memecahkan masalah yang di hadapai dapat di tinjau dari tiga cara sebagai berikut :

  • Berpikir Induktif. Ialah suatu proses dalam bepikir yang berlangsung dari hal-hal bersifat khusus menuju kepada hal-hal yang bersifat umum. Cara berpikir dilakukan dengan berusaha untuk mencari ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu dari berbagai fenomena, kemudian menarik kesimpulan–kesimpulan bahwa ciri-ciri itu terdapat pada semua jenis fenomena tadi
  • Berpikir Deduktif. Ialah suatu proses dalam bepikir yang berlangsung dari hal-hal bersifat umum menuju kepada hal-hal yang bersifat khusus. Cara berpikir ini, bertolak dari suatu teori atau prinsip ataupun kesimpulan yang dianggapnya benar dan sudah bersifat umum, cara penerapannya kepada fenomena-fenomena yang khusus, dan mengambil kesimpulan khusus yang berlaku bagi fenomena tersebut.
  • Berpikir Analogis. Ialah berpikir dengan jalan menyamakan atau memperbandingkan fenomena-fenomena yang biasa/pernah di alami. Cara berpikir ini, berasumsi bahwa kebenaran dari fenomena-fenomena yang pernah dialaminya berlaku pula bagi fenomena yang dihadapi sekarang. Kesimpulan yang diambil dari berpikir analogis ini kebenarannya kurang dapat dipercaya. Kebenarannya lebih ditentukan oleh faktor kebetulan bukan beradasarkan pada perhitungan yang tepat dengan kata lain validitas kebenarannya sangat rendah

Pemecahan Masalah

Kemampuan dalam memecahkan masalah akan terkait dengan proses berpikir, dan tidak hanya terkait dengan mengubah suatu gagasan yan gsaling berkaitan menjadi satu tetapi membutuhkan kemampuan dalam merepresentasi. Dalam memecahkan masalah umumnya dimulai dari representasi simbolis, caranya adalah dengan menuliskan seperangkat persamaan secara aljabar dan membuat bayangan secara visual. Perbedaannya dalam membuat gambaran adalah strategi yang digunakan yang dikenal dengan heuristic.

Gangguan Berpikir

Proses berpikir yang normal mengandung arus ide, symbol dan asosiasi yang terarah kepada tujuan yang dibangkitkan oleh suatu masalah atau tugas yang menghantarkan kepada suatu penyelesaian yang didasarkan pada kenyataan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan gangguan berpikir seseorang diantaranya (1) faktor somatik yaitu gangguan otak dan kelelahan; (2) faktor psikologis yaitu gangguan emosi dan psikosa; (3) faktor sosial yaitu kegaduhan dan keadaan sosial tertentu. Ketiga faktor tersebut berpengaruh langsung pada kemampuan neurobehavior seseorang yaitu fungsi luhur otak Atensi (perhatian dan konsentrasi) yang akan berkembang mempengaruhi Memory (daya ingat dan kemampuan me-recall) sehingga menimbulkan gangguan berpikir sebagai berikut :

  • Gangguan dalam bentuk pikiran. (1) dereisme atau pikiran dereistik, yang menitikberatkan kepada sangkut paut antara proses mental individu dan pengalamannya yang sedang berjalan, sehingga proses mental tidak sesuai atau tidak mengikuti kenyataan; (2) gangguan autistik yaitu orang yang hidup dalam pikirannya sendiri, hanya berpikir untuk memuaskan pikirannya tanpa peduli terhadap orang lain; (3) bentuk pikiran yang tidak realisitis yaitu bentuk pikiran yang sama sekali tidak berdasrkan kenyataan
  • Gangguan arus pikiran. Adalah cara dan lajunya proses asosiasi dalam pemikiran (1) perseversi yaitu menceritakan ide, pikiran secara beruang-ulang dengan cara yang berlebihan; (2) asosiasi longgar yaitu mengatakan hal-hal yang tidak ada antara samar dan yang lain; (3) inkoherensi yaitu gangguan dalam bentuk bicara sehingga satu sekalipun sangat sukar diikuti masksudnya dan merupakan asosiasi longgar yang ekstrim; (4) kecepatan pikiran yaitu mengungkapkan pikiran lambat sekali atau sangat cepat; (5) blocking atau benturan yaitu jalan pikiran tiba-tiba berhenti atau berhenti ditengah sebuah kalimat dan tidak dapat menerangkan penyebab blocking tersebut; (6) logorea yaitu banyak bicara, kata-kata yang dikeluarkan bertubi-tubi tanpa kontrol, mungkin koheren atau mungkin juga tidak koheren; (7) pikiran melayang (flight of ideas) yaitu perubahan yang mendadak dan cepat dalam bicara sehingga suatu ide yang belum selesai diceritakan oleh ide yang baru; (8) asosiasi bunyi (clang association) yaitu mengucapkan perkataan yang mempunyai persamaan bunyi; (9) neologisme yaitu membentuk kata-kata baru yang tidak dipahami oleh umum; (10) irelevansi yaitu isi pikiran atau ucapan yang tidak ada hubungannya dengan pernyataan atau hal yang sedang dibicarakan; (11) pikiran berputar-putar (circumstantiality) yaitu menuju secara tidak langsung kepada ide pokok dengan menambahkan banyak hal yang remeh dan menjemukan serta tidak relevan; (12) afasia yaitu kemungkinan merupakan sensorik (tidak mengerti pembicaraan orang lain) atau motorik (tidak dapat atau sukar bicara) sering keduanya terjadi bersamaan dan biasanya karena kerusakan otak.
  • Gangguan isi pikiran. gangguan ini dapat terjadi pada isi pikiran non verbal, maupun pada isi pikiran yang diceritakan (1) ekstasi yaitu (kegembiraan yang luar biasa) timbul secara mengambang pada orang normal selama fase permulaan anestesi umum atau oleh narkotik; (2) fantasi yaitu isi pikiran tentang suatu keadaan atau kejadian yang dihadapkan atau diinginkan tetapi dikenal sebagai suatu hal yang tidak nyata; (3) fobia yaitu rasa takut yang irasional terhadap suatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan, walaupun sadar bahwa hal tersebut tidak rasional, ada beberapa bentuk fobia daintaranya (a) agorafobi yaitu fobia terhadap ruangan yang luas (b) klaustrofobi yaitu fobia terhadap tempat tertutup; (c) akrofobi yaitu fobia terhadap tepat tinggi; (d) niktofobi yaitu fobia terhadap keadaan gelap; (e) monofobi yaitu fobia terhadap keadaan sendirian; (f) okholofobi yaitu fobia terhadap keadaan ramai dengan banyak orang; (g) ailurafobi yaitu fobia terhadap kucing; (h) astrofobi yaitu fobia terhadap kilat; (i) hematofobi yaitu fobia terhadap darah; (j) xenofobi yaitu fobia terhadap orang asing; (k) zoofobi yaitu fobia terhadap binatang; (4) obsesi yaitu isi pikiran kukuh biarpun tidak dikehendakinya dan diketahui bahwa hak tersebut tidak wajar; (5) preokupasi yaitu pikiran yang terpaku pada satu ide saja, biasanya berhubungan dengan keadaan yang bernada emosional yang misalnya pikiran tentang ujian, saudara yg sakit dan lain-lain; (6) pikiran yang tidak memadai (inadequate) yaitu pikiran yan geksentrik tidak cocok dengan banyak hal terutama pergaulan atau pekerjaan; (7) pikiran bunuh diri (usicidal tought/ideation) yaitu pikiran untuk bunuh diri, dari mulai kadang-kadang berpikir tentang hal tersebut sampai dengan terus menerus berpikir bagaimana cara bunuh diri; (8) rasa terasing (alienasi) yaitu perasaan bahwa dirinya menjadi lain, berbeda, asing; (9) pikiran isolasi sosial yaitu rasa terisolasi, tersekat, terpencil dari masyarakat, rasa ditolak oleh orang lain, rasa tidak enak berkumpul dengan orang lain lebih suka meyendiri; (10) pikiran rendah diri yaitu merendahkan, menghinakan dirinya sendiri, menyalahkan diri sendiri tentang sesuatu hal yang pernah ataupun tidak pernah dilakukannya; (11) pesimisme yaitu mempunyai pandangan yang suram mengenai banyak hal dalam hidupnya; (12) sering curiga yaitu menyampaikan ketidakpercayaan pada oang lain tapi bukan waham curiga; (13) waham yaitu keyakinan tentang isi suatu pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan  atau tidak cocok dengan inteligensi dan latar belakang kebudayaan.
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: