//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. VII “Security Intelligence”)

Pengertian

  • Security intelligence adalah peraturan-peraturan dan tindakan-tindakan pengamanan, pengawasan, perlindungan dan jaminan terhadap (1) benda dan bangunan (physical security); (2) pemimpin dan personel (personel/mental security); (3) organisasi/operasi/rencana
  • Kata security yang berasal dari bahasa inggris dikalangan angkatan bersenjata menjadi istilah umum. Seringkali kata security diterjemahkan dengan kata keamanan. Sedangkan keamanan hanya sebagian saja dari tugas security. Makna dari security termasuk didalamnya pengamanan, pencegahan, pengawasan, perlindungan dan jaminan. Dengan demikian arti security sangat luas. Tugas security besifat bertahan (defensive) dan tidak hanya terbatas bagi anggota-anggota bagian security itu saja, melainkan tiap anggota wajib ikut serta memelihara security. Kesadaran security (security mindedness) dari tiap anggota dapat dicapai dengan jalan pendidikan, penjelasasan serta pengawasan yang dilakukan secara terus menerus. Untuk memelihara security maka penting sekali untuk menutup mulut, membuka mata, membuka telinga. Sebagai kiasan bahwa Tuhan menciptakan insan manusia hanya bermulut satu tetapi bermata dua  dan bertelinga dua. Security intelligence, counter intelligence, yang di dalamnya termasuk counter espionage dan counter sabotage biasanya disebut negative intelligence tetapi lebih banyak dikatakan passive intelligence

Sasaran Lawan

  • Pemimpin. Pemimpin adalah pusat dari segala organisasi. Hancurnya pimpinan dapat mengakibatkan hancurnya seluruh organisasi. Karena itu pihak lawan selalu berusaha menghancurkan pimpinan dengan menjalankan perang urat syaraf (psychological war-fare) atau dengan jalan pembunuhan (assasination). Pihak lawan selalu berusaha mengadu domba pemimpin dengan pemimpin lainnya, yang dapat mengakibatkan bentrokan dan keretakan, yang selanjutnya dapat menghancurkan seluruh pimpinan. Bila taktik mengadu domba ini tidak berhasil, maka lawan mengirimkan kaki tangannya  langsung kepada pihak yang mereka tuju, guna melakukan pembunuhan. Pembunuh-pembunuh itu diberikan upah yang besar, diberikan jaminan tidak akan dituntut  dipengadilan bila nantinya terjadi hal-hal yang berada di luar kesepakatan. Jelaslah kiranya apa tujuan lawan terhadap pemimpin, sehingga kita terlebih dahulu dapat merencanakan tindakan-tindakan security berupa apa yang akan kita lakukan guna melindungi serta mencegah usaha-usaha yang dapat menjatuhkan pemimpin.
  • Personil. Anggota organisasi atau kesatuan akan menjadi sasaran lawan, yang dilakukan denan jalan perang urat syaraf dan agitasi propaganda, tujuan dari usaha-usaha tersebut adalah untuk mematahkan semangat perlawanan dan jiwa persatuan dari anggota itu sendiri. Maksud lain dari usaha-usaha tersebut ialah  agar para anggota  tidak yakin lagi akan cita-cita yang didukungnya dan hilanglah kepercayaan terhadap pemimpinnya. Berbagai macam usaha lain dilakukan oleh pihak lawan untuk melemahkan semngat  anggota. Usaha lawan ini  dapat dicegah dengan jalan pergaulan yang baik terhadap kawan segolongan. Harus ada suasana ramah-tamah diantara pemimpin dengan anak buahnya dan diantara kedua belah pihak harus ada perasaan persaudaraan dan senasib sependeritaan “berat sama dipikul, ringan sama di jinjing”.
  • Organisasi. Organisasi itu adalah rangka dari tiap-tiap gerakan. Bila rangka tersebut dihancurkan maka seluruh gerakan akan bercerai berai. Pihak lawan akan berusaha untuk melumpuhkan organisasi dengan jalan mengirimkan kaki tangannya berupa infiltran, sel-sel dan agent-agent, untuk merusak organisasi secara langsung ataupun tidak langsung. Tindakan security ini ialah meneliti dan mengawasi orang-orang yang ada di dalam atau di sekitar organisasi. Bila ada orang yang baru memasuki organisasi, terlebih dahulu harus dilakukan penelitian (screning) dan pengawasan terhadap dirinya. Yang perlu diselidiki ialah riwayat hidupnya, hubungan sesama keluarganya, dan lingkungan pergaulannya dan sebagainya. Selain dari orang yang berkepentingan maka keterangan-keterangan lain mengenai dirinya perlu ditanyakan pula kepada jawatan-jawatan dan organisasi yang pernah ada hubungan dengannya.
  • Rencana. Tiap pekerjaan, gerakan (operation) atau tindakan yang dilakukan atas dasar suatu rencana. Pekerjaan, gerakan atau tindakan tadi dapat digagalkan bila pihak lawan terlebih dahulu mengetahui mengenai rencana tersebut. tindakan menggagalkan oleh pihak lawan ini disebut sabotage dan dapat dicegah hanya dengankewaspadaan dan kesadaran security (alert and security mindedness) dari tiap anggota yang ada sangkut pautnya dengan soal perencanaan. Selain itu penyimpangan dokumen-dokumen yang langsung atau tidak langsung mengenai rencana tadi perlu diawasi
  • Kekuatan. Tempat-tempat atau daerah-daerah serta peralatan-peralatan dimana organisasi kita kuat, merupakan sasaran target bagi pihak lawan. Setelah pihak lawan tadi mengetahui sasaran-sasaran tadi, maka mereka dengan jalan physical sabotage akan berusaha menghancurkan pusat-pusat kekuatan kita tadi. Hal ini dapat dicegah dengan pengawalan langsung ataupun tersembunyi.

Sifat Kepribadian yang Membahayakan Security

Pelanggran security sering dilakukan secara sadar atau tidak sadar. Karena itu, security intelliegence bukan hanya menjadi tugas anggota-anggota security saja, melainkan tiap-tiap anggota wajib ikut serta memelihara security. Karena itu perlu ditinjau lebih jauh sebab-sebab kebocoran rahasia yang terjadi akibat dari sifat-sifat kepribadian kita, seperti lalai, bodoh, bangga, mudah percaya dan takut. Akibat dari sifat-sifat itu, akan diuraikan dengan contoh sebagai berikut:

  • Kelalaian-Kecerobohan. (1) Seorang anggota, yang ditempatkan di suatu daerah mendapatkan surat instruksi dari pimpinannya yang menggariskan taktik-taktik untuk mengimbangi atau menghabiskan sama sekali pengaruh lawan di daerah tugasnya. Selesai membaca dan meneliti, surat tadi dimasukkan ke dalam saku celananaya. Tidak lama kemudian dia pergi membeli sesuatu dan ketika mengeluarkan uang dari sakunya untuk membayarnya, dengan tidak diketahuinya surat tadi terjatuh. Setelah meninggalkan tempat penjualan tadi, surat itu ditemukan oelh seseorang yang kebetualn menjadi kaki tangan lawan. Akiabtnya ialah bocornya rahasia dari pihak kita karena kelalaian si anggota tadi; (2) seorang sekretaris, setelah sidang di suatu tempat, lupa untuk membawa serta beberapa arsip dan catatan hasil keputusan sidang mengenai rencana-rancana yang akan dilaksanakan . seorang kaki tangan lawan yang selalu menunggu setipa kesempatan untuk mengintai kegiatan kita, mengambil beberapa helai catatan tadi. Dengan demikian bocorlah rahasia kita sebelum dilaksanakan, sedangkan pihak lawan telah siap dengan tidakan sabotage, sehingga operasi kita menemui kegagalan. Akibat dari kecerobohan anggota tadi, security kita telah terganggu.
  • Kebanggaan-Kesombongan. Seorang anggota biasa yang baru menduduki tempat ditingkat pimpinan atau seorang anggota yang mendapat kunjungan dari seorang pimpinan, tokoh besar, dengan bangga menceritakan keanggotaannya sebagai pimpinan atau menceritakan tentang pemimin atau tokoh yang mengunjunginya itu. Dengan sombong kita menceritakan sesuatu tugas penting yang telah dipercayakan kepadanya. Diantara pendengarnya ada seorang kaki tangan lawan yang mengikuti dengan seksama segala pembicaraan tadi. Selain itu pula terjadi tanya jawab seolah-olah ia ingin tahu, tapi sesungguhnya telah dilakukan suatu interogasi secara tidak langsung oleh kaki tangan lawan. Karena anggota tadi kurang berpengalaman maka ia tidak ada rasa kecurigaan sama sekali, ia memberikan jawaban atas segala pertanyaan yang diajukan. Keterangan-keterangan yang didapatkan dianalisis dan dibuat kesimpulannya oleh kaki tangan lawan itu. Sehingga dapat dilihat gambaran yang jelas dari tugas-tugas yang penting yang dipikulkan di atas pundak anggota tadi. Atas laporan dari kaki tangan tadi pihak lawan dapat menggagalkan tugas teresebut. Rasa kebanggaan dan kesombongan yang tidak pada tempatnya, serta karena sanjungan dari pihak lawan, telah mengakibatkan terlanggarnya security.
  • Kebodohan. Seorang kurir yang ditugaskan untuk menemui seorang tokoh didaerah telah berangkat dan membawa dokumen-dokumen penting. Tokoh tadi memiliki sebuah toko buku, sebagi alamat yang harus dituju sang kurir tadi. Sesampainya di alamat tersebut dengan serta merta dia tunjukkan surat mandatnya dan mengeluarkan dokumen-dokumen yang dibawanya. Dengan diam-diam tokoh tadi memberikan isyarat agar tidak melanjutkan pembicaraannya karena di dalam tokonya sedang banyak pembeli. Tetapi karena kurir tadi kurang mengerti bahasa isyarat, maka ia meneruskan pembicaraan dan menguraikan maksud kedatangannya. Bila kebetulan toko buku tadi ada dalam pemgawasan pihak lawan maka akan ada kemungkinan kebocoran rahasia. Perbuatan yang disebabkan kurir tadi disebabkan karena kebodohan.
  • Kepercayaan. Dalam menghadapi soal-soal security, maka lawan-lawan kita yang paling utama ialah “Keluarga sendiri”, “Teman atau kawan” , “Lawan yang sebenarnya”. Karena itu mengenai soal-soal rahasia organisasi, personalia dan operasi tidak seharusnya boleh dibicarakan dengan siapapun juga, walaupun dengan isteri sendiri, tunangan, anak sendiri, apalagi terhadap seorang kawan atau sahabat yang berada diluar keluarga, walau sekarib apapun. Dalam pemeliharaan security, ibarat tangan kiri tidak boleh tahu apa yang diperbuat oleh tangan kanan. Sebuah akibat kepercayaan yang dicurahkan kepada orang lain tanpa kewaspadaan dapat membocorkan rahasia secara tidak sadar atau tidak disengaja.
  • Ketakutan. Seorang anggota telah berkali-kali mendengar adanya penangkapan-penangkapan, siksaan-siksaan yang kejam yang dilakukan di tempat tahanan, penculikan-penculikan yang dilakukan diluar hukum, bahkan pembunuhan gelap secara tidak bertaggung jawab yang dilakukan pihak lain. Anggota tadi selalu membayangkan dalam pikirannya alangkah ngerinya bila hal seperti itu harus dialaminya. Hatinya telah dipengaruhi oleh hayalan-hayalan yang bukan-bukan, yang dahsyat dan mengerikan dan akibatnya menimbulkan kecemasan terus menerus di dalam hatinya (suggest-psychose). Pada suatu malam seorang petugas keamanan mengadakan razia kartu penduduk, karena saat itu terjadi perampokan dan penganiyaan di salah satu bagian  kota itu. Melihat orang-orang bersenjata menghampiri anggota tadi pada malam hari, dia digetarkan oleh hayalannya sendiri dan pada saat itu juga, sebelum petugas tadi menanyakan sesuatu kepadanya, dia telah dia telah membicarakan rahasianya serta oragnisasi dan juga tugas-tugasnya. Hal ini terjadi karena rasa takutnya telah memuncak dan mengharapkan tidak akan mengalami siksaan dan lain-lainnya. Selain sifat-sifat kepribadian diatas ada hal-hal lain yang dapat melanggar security dan membocorkan rahasia secara tidak sadar atau tidak disengaja yaitu “Kemiskinan, Asmara, Pengaruh NAPZA dan wanita (pelacur).

Sifat Kepribadian yang Dapat Menjaga Security

  • Waspada (alret). Bila kita selalu waspada maka akan timbul pada diri kita perasaan selalu curiga terhadap sekeliling kita. Karena kita selalu curiga, kita tidak menggunakan mulut kita secara sembarangan, malahan kita akan lebih banyak menggunakan telinga dan mata, artinya hanya mendengarkan dan melihat dan tidak berbicara sama sekali.
  • Yakin (convience). Bila kita yakin akan tujuan dan perjuangan atau pekerjaan yang kita hadapi, maka dengan sendirinya setiap pembicaraan dan perbuatan yang akan kita lakukan, dipertimbangkan dengan masak-masak lebih dahulu. Dengan adanya keyakinan itu, tidak memungkinkan terlanggarnya security
  • Sadar (concius). Diamapun juga kita berada, bila kita selalu sadar, sedikitpun tidak akan lengah, sehingga dapat membeakan apa yang baik dan apa yang buruk. Karena sifat sadar yang terus menerus ini security tak mungkin bisa terlanggar. Sadar juga berarti tak terpengaruh oleh minuman keras, nafsu amarah, nafsu birahi, obat bius, rasa dendam dan sebagainya
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: