//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. VIII “Operasi Clandestine”)

Pengertian Operasi Clandestine

Operasi cladestine atau aktivitas subversive adalah gerakan atau kegiatan rahasia, yang juga biasa disebut gerakan atau kegiatan bawah tanah. Gerakannya merupakan suatu taktik untuk menimbulkan perpecahan politis ideologis, dan rasa tidak puas (sosial ekonomi) di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Sifat Aktifitas Clandestine

  • Resistance activities, yang timbul secara spontan dari masyarakat disebabkan rasa tidak puas (sosial ekonomis) terhadap pemerintahan yang telah memperlihatkan ketidakmampuannya (missmanagement)
  • Subversive activities, yang digerakkan oleh sesuatu kekuasaan  (politis ideologis) dari negara lain melalui oknum-oknum atau golongan yang sepaham, yang ditujukan terhadap pemerintahan yang berkuasa
  • Complicated, yaitu keadaan resistance activities diambil kesempatan oleh golongan subversive activities

Unsur-unsur Dasar Aktivitas Clandestine

  • Sponsor (Penggerak). Ialah organisator-penyelidik-penggerak dari suatu kegiatan clandestine, secara spontan ataupun secara terarah ke suatu negara, dan mempunyai wewenang untuk merencanakan operasi dan menentukan sasaran.

Sponsor dapat berupa individu, organisasi, suatu pemerintahan atau suatu negara. Kegiatan sponsor berbentuk organisasi intelijen yang bersifat otoriter, dengan hubungan vertikal secara berturut-turut (successive), terpisah-pisah (compartementized), mempunyai sumber support sendiri berupa material dan keuangan serta dapat bergerak lincah (fleksible). Perkembangan gerakan clandestine dapat melalui tiga tingkatan, yaitu : (1) tingkat pertumbuhan (growth); (2) tingkat bergerak (action/surprise); (3) tingkat bertahan (survival)

  • Target (Sasaran). Ialah sasaran yang dituju oleh gerakan clandestine dan berbentuk : (1) concrete target, berupa individu, benda-benda (bangunan) atau dokumen-dokumen atau rencana tertulis; (2) abstract target, berupa pikiran, pendapat, rencana atau keputusan-keputusan yang belum tertulis. Sasaran menurut waktunya dapat dibagi menjadi (a) Short-term target (insidential target); (b) Long-term target (continual target)
  • Opposition (Hambatan). Ialah suatu keadaan yang merupakan rintangan atau hambatan terhadap kelancaran operasi clandestine yang terjadi di dalam maupun di luar organisasi. Opposition dapat berbentuk dan bersifat : (1) Basic Opposition, ialah (a) Inner obstacle atau personal obstacle (hambatan pribadi). Sifat dan kebaisaan diri pribadi seseorang dapat merupakan perintang atau penghambat (bodoh, sombong, lalai dan sebagainya); (b) Organizational obastacle, ini diantaranya dapat berupa birokrasi yang negatif, dukungan yang tidak seimbang dengan kegiatan operasional, hambatan akibat kompartementasi dan hambatan administratif; (2) Active Opposition, ialah rintangan atau hambatan yang terjadi dari laur organisasi di luar kebiasaan diri pribadi yang dilakukan secara sengaja (wittingly) atau tidak sengaja (unwittingly)
  • Agent (Pembantu). Agent ialah oknum yang turut dilibatkan ke dalam suatu kegiatan intelijen dengan tugas membantu menyelenggarakan atau menyelesaikan kegiatan clandestine dan bekerja dibawah pimpinan dan pengawasan oknum lain yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan operasi tersebut. informan ialah seorang pembantu dalam rangka memberikan info. Kemampuan memberikan info itu ada padanya, karena ia berada dalam kedudukan dimana info tersebut berada. Menurut tugas dan sifatnya agent dapat di bagi menjadi (1) Managemen Section. Dalam management section ini duduk oknum-oknum yang disebut Principle Agent dengan tugas : agent recruitment, memimpin seseorang atau lebih pembantu, tetapi ia tetap berstatus pembantu dan tidak ikut diberi tanggungjawab atas jalannya operasi. Syarat-syarat menjadi PA adalah : Kewibawaan, Special detail, Qualified, Daya organisasinya kuat dan daya ciptanya banyak, Pengetahuan tentang target dan determination-nya luas; (2) Support Section. Yang termasuk dalam support section adalah (a) Technical Support Agent yaitu (i) seorang agent yang dapat membantu memberi dokumen-dokumen pribadi seperti: surat-surat pas, surat-surat jalan, pasport, visa dan sebagainya; (ii) seorang agent yang membantu memberi pakaian, dan lain-lain untuk keperluan penyamaran; (iii) seorang agent yang dapat membantu dalam kebutuhan fotografi (micro foto, foto copy dan sebagainya); (iv) seorang agent yang dapat membantu dalam urusan keuangan; (b) Communication agent, yaitu (i) seorang agent yang diberi tugas sebagai kurir, (ii) seorang agent yang diberi tugas sebagai perantara (cut-out) atau the man between; (c) Security Agent, yaitu : (i) seorang agent dibantu oleh sekelompok algojo (goon squad) (ii) internal surveillance group yang bertugas mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas; (iii) internal investigation group yang bertugas mengadakan pengawasan dan bimbingan terhadap pelaksana tugas; (d) Diversionist yaitu seorang agent yang ditempatkan sedemikian rupa, guna mengalihkan perhatian lawan dari sasaran yang sesungguhnya; (3) Action Section yang termasuk dalam action section ini adalah : (a) Spy,  juga disebut info collector atau info gatherer. Dari nama-nama tersebut, dapat diketahui bahwa tugasnya adalah mencari dan mengumpulkan info; (b) Procurer, bertugas mencari dokumen atau menculik orang dari pihak lawan; (c) Saboteur, dengan tugas physical sabotage dan moral sabotage; (d) Propagandist, tugasnya agitasi-propaganda; (e) Provocateur, tugasnya menyebarkan provokasi; (f) Penetration agent, dengan jumlah yang relatif kecil, menembus pertahanan musuh; (g) Infiltration agent, dengan jumlah yang besar tersebar kedalam masyarakat pihak lawan; (h) Inside agent, seorang yang telah berada dalam masyarakat itu sendiri yang dijadikan agent; (i) Insert agent, seorang yang dididik dan dipersiapkan menjadi agent untuk dimasukkan kedalam masyarakat yang akan menjadi sasaran ; (j) Double agent, seorang agent yang bekerja untuk pihak kita terhadap juga pihak lawan; (k) Professional agent, atau freelance agent, yaitu tidak mengikatkan diri pada salah satu pihak dan sifatnya hanya berjual-beli info. Selain itu ada istilah national agent yang hakekatnya bersifat fictive hanya memberikan dorongan semangat kepada para petugas. Disamping itu informan juga diklasifikasikan menjadi (1) confidential informan, yaitu orang yang sengaja memberikan info karena perhitungan tertentu, atau memang disengaja, karena simpati atau membalas budi; (2) incidental informan, adalah seorang yang memberikan info secara tidak sadar.
  • Communicatioan (Perhubungan). Yang dimaksud disini ialah segala sesuatu yang bertugas menghubungkan dengan berbagai cara dan alat antara satu bagian dengan bagian dengan bagian lainnya di dalam suatu clandestine network (jaring-jaring clandestine). (1) Kedudukan di dalam organisasi. Communication (commo) mempunyai kedudukan yang penting sehingga menjadi sasaran utama dari pihak lawan. Bagian ini memerlukan persiapan yang amat teliti, sehingga unsur security-nya sangat penting. Dalam pembentukan maupun dalam penyelenggaraannya biasanya memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan bagian-bagian lain di dalam organisasi clandestine; (2) Keperluannya. Untuk mempersatukan seluruh network sehingga tiap komponen tak akan terpencil. Selain itu commo merupakan suatu supply channel antara satu pihak dengan pihak lain menurut hierarki dalam hal pemberian dan penerimaan instructions, directions, reports dan information. (3) Pembagiannya. (a) Tugas : internal commo adalah melakukan hubungan dengan Headquarter dengan Case Officer dan antar Case Officer sedangkan external comoo, melakukan hubungan timbal balik antar Case Officer dengan Principle Agent, intranet commo, melakukan  hubungan antar Principle Agent dengan Agent (b) Daerah : On the spot commo, adalah hubungan antara di dalam suatu daerah. Inter area commo adalah hubungan di dalam dua daerah tetapi masih di dalam satu negara dan Outer country commo adalah hubungan yang dilaksanakan dengan melintasi perbatasn negara (lihat gambar 7.1) (4) Unsur-unsur dalam commo. (lihat gambar 7.2) Unsur-unsur dalam commo berfungsi sebagai cut-out, yaitu pemisah atau perantara antara kompenen yang satu dengan yang lainnya, agar tidak terjadi hubungan langsung antara dua komponen. Hal itu dilakukan atas perhitungan security, jadi bukan dilihat dari segi kemanfaatannya. Dalam menggunakan cut-out diperlukan : Accomodation address, menumpang lewat; Forwarding address, alamat untuk melanjutkan. Cut-Out dapat berbentuk Letter drop,  yaitu berupa tempat orang, binatang atau benda dimana dapat ditentukan berita atau supplay yang sifatnya : Dead-drop, tidak bergerak (unmobilized), Life-drop,bergerak (mobilized). Selain diperlukan adanya safe-house (yaitu suatu bangunan yang sepenuhnya ada di dalam pengawasan atau kekuasaan kita, yang dapat dipakai untuk segala keperluan kita setiap saat, dan terjamin keamanannya) juga diperlukan juga adanya safe area, yaitu suatu daerah dimana kita dapat bergerak secara leluasa tanpa dicurigai.













  • R.A.E System. Dalam menggunakan commo antara dua komponen perlu diadakan dua system yang disebut R.A.E system ialah : (1) Regular contact, dilaksanakan menurut rencana yan gtelah ditentukan. Bila terjadi halangan pada salah satu komponen, sehingga tidak bisa dilakukan hubungan pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, maka dapat dilakukan; (2) Alternate contact, atau hubungan alternatif cadangan. Bila terjadi suatu keadaan yang mendadak dan membahayakan, maka dilaksanakanlah (3) Emergency contact atau hubungan darurat. Agar security terjaga dengan baik, maka selalu diadakan perubahan pola (pattern)
  • Signals. (1) Recognation signal, adalah tanda pengenal antara dua komponen yang tidak saling mengenal. Tanda pengenal itu berupa: visual  signal , tanda-tanda pengenal yang dapat dilihat, oral signal, tanda-tanda pengenal yang diucapkan atau dapat didengar. (2) Safety signal, adalah tanda-tanda yang diberikan setelah ternyata keadaannya aman; (3) Danger signal, adalah tanda-tanda yang diberikan untuk menyatakan adanya bahaya; (4) Message signal/no message signal, adalah tanda-tanda yang diberikan antara dua komponen yang saling mendekati untk menyatakan ada tidaknya berita yang akan disampaikan
  • Cover (Penyamaran). Cover ialah suatu penyamaran dari organisasi clandestine serta bagiannya maupun segala unsur yang ada di dalam organisasi tersebut, dengan tujuan untuk menutupi dan menyembunyikan keadaan atau identitas yang sesusngguhnya. Penyamaran itu meliputi existance, Nature, Personel, Facilities, Activities. Karena itu menurut kebutuhannya, seorang petugas memerlukan ; Personal cover, Organizational cover, Operational cover. Dapat bersifat : natural cover, synthetical cover. Seorang agent yang akan diberi tugas, harus dipersiapkan terlebih dahulu, dengan persiapan yang meliputi : living cover, penghidupan (cover story); Activity cover, kegiatran (cover job); Income cover, penafkahan; Built cover, dibentuk (dibangun); Deep cover, ditempatkan disuatu derah sasaran dalam jangka waktu yang lama, agar mendapat invidual security, tanpa tugas tertentu. Di kemudian hari, baru diberikan tugas sesuai  dengan tujuan dan waktu yang telah direncanakan

 

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: