//
you're reading...
Pendidikan

Menciptakan Kultur Pembelajaran Kepemimpinan

Pendidikan tinggi adalah sebuah bisnis intelektual yang menggunakan metode penggalian informasi secara ilmiah yang didukung oleh perangkat-perangkat teknologi dalam eksperimentasi ilmu pengetahuan. Karena bersifat loyal dan konsisten pada pengkajian ilmu pengetahuan maka pergururan tinggi membutuhkan biaya yang cukup mahal dalam melakukan proses tersebut. Oleh sebab itu diperlukan perencanaan model dari sebuah tradisi yang akan menjadi pranata pendidikan dalam menciptakan kultur pembelajaran yang dapat dipelajari sebagai berikut :

  • Jangan pernah berpikir  bahwa Anda atau Lembaga Pendidikan Anda memiliki semua jawaban.  Ini adalah sikap dasar dan utama dalam menciptakan organisasi pembelajaran. “Agar terus belajar. Jangan menjadi arogan dengan mengasumsikan bahwa Anda mengetahui segala sesuatu dan Anda selalu benar. Selalu berasumsi bahwa Anda dapar belajar sesuatu dari orang lain, dari unit bisnis lain, atau bahkan dari pesaing-pesaing”.
  • Menciptakan peraturan-peraturan intelektual yang logis. Bisnis adalah semua yang berkaitan dengan intelektual dan logis. Dukung siswa/mahasiswa Anda untuk memikirkan diri mereka. Tawarkan balas jasa dan penghargaan untuk ide-ide terbaik yang mereka berikan. Dengan memperoleh setiap orang berpikir dan berkontribusi akan menciptakan organisasi Anda menjadi lebih baik dan siap untuk berkompetisi dalam arena yang hyperkompetitif sekarang ini.
  • Menciptakan pembelajaran sebagai prioritas utama. Pastikan bahwa setiap orang yakin dan megetahui bahwa Lembaga Pendidikan Anda memiliki komitmen untuk pembelajaran, dan bahwa pembelajaran merupakan jalan hidup. Kelompokkan program-program dan inisiatif-inisiatif yang mempercepat pembelajaran. “Kompetisi inti sesungguhnya pada saat sekarang bukan lagi manufacturing atau pelayanan, tetapi perekrutan dan pengasuhan orang-orang terbaik secara global, kemudian mengembangkan mereka dalam hasrat untuk belajar, potensi dan kepercayaan diri untuk melakukan hal-hal yang lebih baik setiap hari, baik dalam hal nilai-nilai maupun perilaku untuk menghasilkan kinerja yang lebih tinggi agar mempertahankan keberlangsungan Lembaga Pendidikan di masa depan.
  • Menciptakan sistem operasional yang mengendalikan pengetahuan dan pembelajaran ke seluruh organiasi. Hal itu dapat berupa segala sesuatu dari inisiatif kunci Lembaga Pendidikan (seperti work-out, riset eksploratif, pengembangan dan terapan), berasal dari pertemuan-pertemuan manajemen, kursus-kursus pelatihan, coaching, dan lain-lain.
  • Membuat informasi penting tersedia dan mudah diakses oleh setiap orang. “Dalam organisasi pembelajaran, Tenaga pendidik (Guru/Dosen) diberi akses terhadap informasi yang penting dan seluas-luasnya yang diharapkan akan melahirkan ide-ide baru dan kesempatan-kesempatan untuk melakukan solusi masalah secara kreatif”
  • Menciptakan suatu kultur di mana ide-ide terbaik diterjemahkan ke dalam tidakan-tindakan perbaikan atau peningkatan dan memberikan hasil-hasil kinerja bisnis yang meningkat terus menerus. Ciptakan kepemilikan ide-ide (ideas ownership). Satu kunci untuk menciptakan kultur berorientasi tindakan perbaikan untuk menciptakan hasil-hasil kinerja adalah memastikan bahwa setiap rekomendasi berada di bawah tanggung jawab seseorang yang akan menerjemahkan rekomendasi itu menjadi kenyataan dan memiliki kekuatan untuk maju. Delegasi wewenang kepada pemilik ide-ide terbaik merupakan praktik dan harus menjadi kebiasaan dalam organisasi pembelajaran. Pemilik ide-ide terbaik harus memiliki wewenang agar memastikan bahwa ide-ide terbaik itu diimplementasikan, meskipun hal itu harus melintasi fungsi-fungsi dalam organisasi atau memaksa orang-orang pada tingkat yang lebih tinggi untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan implementasi ide-ide terbaik itu.

Hal yang paling utama dalam menciptakan kultur pemebelajaran kepemimpinan adalah mengembangkan telenta kepemimpinan, dimana Lembaga Pendidikan merupakan agen lokal untuk : menciptakan, mengidentifikasi, dan mentransfer pembelajran organisasi untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya saing melalui program-program yang ada, siswa/mahasiswa dihadapkan dengan masalah-masalah baru dari seluruh dunia dan saling berbagi pengetahuan dengan stakeholder, kolega dan lain-lain. Oleh karena itu perlu dipelajari beberapa hal dalam menciptakan pemimpin-pemimpin :

  • Membangun kepercayaan diri. “Anda harus memiliki kepercayaan diri untuk merekrut orang-orang pandai atau cemerlang, yang mungkin kadang-kadang lebih cerdas daripada Anda. Anda harus merasa sangat nyaman dengan situasi itu”.
  • Mencari pemain-pemain tim. Anda membutuhkan manajer-manajer  jenis baru, mereka yang dapat mengesampingkan ego mereka, mengaburkan identitas mereka, tidak menonjolkan diri mereka secara individual, dan bekerja baik untuk institusi Anda
  • Mencari pelatih-pelatih. Coaching adalah suatu bagian penting dari peranan pemimpin-pemimpin yang baik. Pemimpin-pemimpin harus mencari dan mengembangkan nilai-nilai yang lebih baik ke dalam diri pemimpin-pemimpin yang berada di bawah tanggung jawab mereka.
  • Membantu orang-orang untuk mengembangkan keahlian lintas fungsi (cross-functional expertise). Tim-tim lintas fungsi (cross functional team) akan menjadi andalan bagi kerjasama memecahkan masalah secara kompleks dalam sistem. Oleh karena itu, sebarluaskan talenta kepemimpinan ke seluruh fungsi dalam organisasi dan mengembangkan kebiasaan bekerjasama lintas fungsi (antar departemen)
  • Mengukur kinerja dari pemimpin-pemimpin dalam organisasi. Mengembangkan ukuran-ukuran kinerja kunci kepemimpinan, lakukan pengukuran dan telusuri kinerja dari setiap pemimpin dalam organisasi, apakah pemimpin-pemimpin itu telah memainkan peran utama dan terus berkembang dalam kepemimpinan mereka

 

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: