//
you're reading...
Neuro Matematika

Seputar ADHD

Attention-Deficit/ Hyperactivity Disorders (ADHD) merupakan suatu gangguan perilaku yang ditandai gangguan pemusatan perhatian (inattenviness) , perilaku impulsif (impulsivity) dan dapat disertai aktivitas berlebebihan (overactivity/hyperactivity) yang tidak sesuai dengan umurnya. ADHD menyebakan gangguan jangka panjang dalam kemampuan akademik, perkembangan sosial-emosi, pekerjaan dan menyebabkan dampak bagi penderita, kelaurga, sekolah dan masyarakat.

Penyebab ADHD

Kelainan anatomis

Gangguan otak besar bagian depan yang di sebut lobus frontalis, karena penderita kerusakan lobus frontalis, terutama sisi kanan, menunjukkan gangguan perilaku yang mirip dengan ADHD. Beberapa penelitian menunjukkan lobus frontalis kanan berukuran lebih kecil 

Pencitraan fungsional

aktivitas bahan kimia di otak saat melakukan suatu aktivitas dapat di ukur dengan menggunakan PET (Positron Emission Tomography). Beberapa peneliti melaporkan penurunan aktivitas sirkuit frontostritiatal, yang meliputi korteks lobus frontalis, nukleus kaudatus dan globus palidus pada ADHD 

Elektroenselografi

Pemerikasan dengan EEG (electroencephalogram) Power Spectral Analysis menunjukkan bahwa penderita ADHD mengalami pengurangan aktivitas daerah frontal kanan. Secara keseluruhan, para peneliti berpendapat bahwa pada penderita ADHD ditemukan adanya gangguan pada korteks lobus frontalis dan sirkuit frontostiatal, baik kelainan anatomik, fungsi dan aktivitas kelistrikan 

Neurokimia ADHD

Berbagai bahan kimia penghantar impuls listrik yang disebut sebagai neurotransmiter telah diteliti ADHD. Terdapat bukti-bukti bahwa pada ADHD terdapat gangguan neurotransmiter, meliputi neurotransmiter noradregenik/ norepinefrin, dopamin dan serotonin.

Gangguan neurotransmiter dapat berupa :

  • Kekurangan dopamin. Hal ini lebih sering ditemukan pada ADHD tipe inatensi. Methylphenidate meningkatkan kadar dopamin dan menghilangkan gejala
  • Kelebihan dopamin. Gejala ADHD dapat juga disebabkan kelebihan dopamin dalam sinapsis. Peningkatan dopamin di ganglia basal menyebabkan kelebihan energi dan hiperaktivitas. Hiperaktivitas yang disebabkan kadar dopamin yang tinggi dapat diredam dengan meningkatkan serotonim
  • Kekurangan noradrenergik pada kortek prefrontal mengganggu working memory dan regulasi atensi.
  • Sistem serotonin. Penelitian terhadap kadar serotonin dalam cairan serebrospinalis dan darah menunjukkan hasil kurang konsisten, kadang meningkat kadang menurun. Gangguan pada sistem serotonin akan mengganggu sistem dopamin dan perilaku yang tergantung dopamin.
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: