//
you're reading...
Pendidikan

Berpikir melalui tindakan

Kemauan dan keberanian adalah modal utama untuk mendukung ide dalam mencapai kesuksesan. Strategi adalah sebuah petunjuk yang menentukan arah dan tujuan dalam mencapai kesuksesan. Mental adalah sebuah instrumen personality yang mampu mengatasi hambatan dan menyelesaikan tantangan. Fisik adalah sebuah alat untuk menggerakkan kekuatan dalam mencapai sasaran dan melumpuhkan target. Dalam mengambil keputusan harus ada pengorbanan, pengorbanan dapat berupa waktu, tenaga pikiran dan logistik. Pengormaban personel adalah sebuah kekalahan quantitas, keahlian individu yang kompleks sebagai daya tahan hidup adalah kalkulasi matematis dalam perencanaan strategis bukan menjadi jaminan akan mengalahkan kekuatan alam, perencanaan strategis hanya berbicara tindakan preventif dalam meminimalisir kerugian dalam berbagai aspek. Perencanaan strategis dibutuhkan pola semantik diferensial yang diparsialkan dalam runtut waktu, oleh karena itu dibutuhkan tindakan spekulatif. Tindakan spekulatif dibutuhkan sebagai agitasi dan propaganda untuk membentuk opini dan melemahkan konsentrasi serta pengalihan sistem operasional yang konvergen menjadi divergen dalam kompleksitas strategis yang menimbulkan ambivalensi sosial. Tindakan spekulatif tidak mengarah langsung kepada target, melainkan membentuk pola dalam sebuah dimensi yang secara tidak langsung menimbulkan penetrasi psikologis melalui sistem kejut sehingga indikator-indikator dari instrument target melemah secara qualitas dalam quantitas yang sangat kecil namun mengakibatkan rapuhnya sistem penguat target yang akan hancur tanpa harus dihancurkan. Pengalihan sistem operasioanl konvergen dilakukan dengan pola deduktif sehingga menimbulkan ambiguitas, sedangkan sistem operasional divergen dilakukan dengan pola induktif sehingga menimbulkan paradoks sosial melalui logika berpikir yang koheren dengan agitasi yang dibentuk melalui opini. Media memainkan peran yang sangat penting, melalui proses mapping dalam skala barometer yang kontinuitas dapat menggerakkan instrumen agitasi dalam konteks logika perfeksionis. Melalui konsep silogisme mengerakkan reseptor semantik yang diarahkan pada proses kerja thalamus yang diperkuat melalui pola skemata logika matematika yang berasimilasi dan berakomodasi dari proses kognitifnya melalui metode hypnotherapy yang biasa digunakan dalam kausalitas matematik.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: