//
you're reading...
Pendidikan

Aplikasi Teori Kebutuhan Abraham Maslow di Sekolah

Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis

  • menyediakan ruangan kelas dengan kapasitas yang memadai
  • menyediakan kamar mandi/toilet dalam jumlah yang seimbang
  • menyediakan ruangan dan lahan untuk istirahat bagi siswa yang representatif
  • menyediakan program makan siang yang murah atau bahkan gratis

Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman

  • sifat guru menyenangkan, mampu menunjukkan penerimaan terhadap siswanya dan tidak menunjukkan ancaman atau bersifat menghakimi
  • adanya ekspektasi yang konsisten
  • mengendalikan perilaku siswa di kelas/sekolah dengan menerapkan sistem pendisiplinan siswa secara adil
  • lebih banyak memberikan penguatan perilaku (reinforcement) melalui pujian/ganjaran atas segala perilaku positif siswa dari pada pemberian hukuman atas perilaku negatif siswa

Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan

a. Hubungan Guru dengan Siswa

  • guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian ; empatik, peduli dan interes terhadap siswa, sabar, adil, terbuka serta menjadi pendengar yang baik
  • guru dapat menerapkan pembelajaran individual dan dapat memahami siswanya (kebutuhan, potensi, minat, karakteristik kepribadian dan latar belakangnya)
  • guru lebih banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif daripada yang negatif
  • guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran, pendapat dan keputusan setiap siswanya
  • guru dapat menjadi pendorong yang bisa diandalkan dan memberikan kepercayaan terhadap siswanya

b. Hubungan Siswa dengan Siswa

  • sekolah mengembangkan situasi yang memungkinkan tercipatanya kerjasama mutualistik dan saling percaya diantara siswa
  • sekolah dapat menyelenggarakan class meeting berbagai forum dalam olah raga atau kesenian
  • sekolah mengembangkan diskusi kelas yang tidak hanya untuk kepentingan pembelajaran
  • sekolah mengembangkan tutor sebaya
  • sekolah mengembangkan bentuk-bentuk ekstra kurikuler yang beragam

Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri

a. Mengembangkan Harga Diri Siswa

  • mengembangkan pengetahuan baru berdasarkan latar pengetahuan yang dimiliki siswanya (scaffolding)
  • mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa
  • memfokuskan pada kekuatan dan aset yang dimiliki setiap siswa
  • mengembangkan strategi pembelajaran yang bervariasi
  • selalu siap memberikan bantuan apabila para siswa mengalami kesulitan
  • melibatkan seluruh siswa di kelas untuk berpartisipasi dan bertanggung jawab
  • ketika harus mendisiplinkan siswa, sedapat mungkin dilakukan secara pribadi, tidak di depan umum

b. Penghargaan dari Pihak Lain

  • mengembangkan iklim kelas dan pembelajaran kooperatif dimana setiap siswa dapat saling menghormati dan mempercayai, tidak saling mencemoohkan
  • mengembangkan program “bintang pada pekan ini”
  • mengembangkan program penghargaan atas pekerjaan, usaha dan prestasi yang diperoleh siswa
  • mengembangkan kurikulum yang dapat mengantarkan siswa untuk memiliki sikap empatik dan menjadi pendengar yang baik
  • berusaha melibatkan para siswa dalam setiap mengambil keputusan yang terkait dengan kepentingan para siswa itu sendiri

c. Pengetahuan dan Pemahaman

  • memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengeksplorasi bidang-bidang yang ingin diketahuainya
  • menyediakan pembelajaran yang memberikan tantangan intelektual melalui pendekatan discovery-inquiry
  • menyediakan topik-topik pembelajaran dengan sudut pandang yang beragam
  • menyediakan kesempatan kepada para siswa untuk berfikir filosofis dan berdiskusi

d. Estetika

  • menata ruangan kelas secara rapi dan menarik
  • menempelkan hal-hal yang menarik dalam dinding ruangan, termasuk di dalamnya memampangkan karya-karya seni siswa yang dianggap menarik
  • ruangan dicat dengan warna hidup dan menyenangkan
  • memelihara sarana dan prasarana yang ada di sekeliling sekolah
  • tersedia taman kelas dan sekoalh yang tertata indah

Pemenuhan Kebutuhan Aktualisasi Diri

  • memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melakukan yang terbaiknya
  • memberikan kebebasan kepada siswa untuk menggali dan menjelajah kemampuan dan potensi yang dimilikinya
  • menciptakan pembelajaran yang bermakna di kaitkan dengan kehidupan nyata
  • perencanaan dan proses pemebelajaran yang melibatkan aktivitas meta kognitif siswa
  • melibatkan siswa dalam proyek atau kegaitan “self expressive” dan kreatifitas
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: