//
you're reading...
Neuro Matematika

Al Quran Meningkatkan Kinerja Otak dan Obat Organ Tubuh Bagian Dalam

Membaca al quran selama 1-2 jam dengan tajwid yang benar, secara tidak sadar kita sudah melakukan olah raga tubuh bagian dalam secara rileks/santai. saat membaca al quran secara spontan telah mengatur irama jantung dan fungsi luhur otak, hal itu bisa dirasakan melalui pernafasan yang teratur memberikan suplai oksigen ke tubuh kita melalui pernafasan, sedangkan konsentrasi audio visual mata dan telinga mengoptimalkan fungsi luhur otak “attention-linguistik-visuospatial dengan menstimulus memory  melalui executive function” disamping itu juga suplay oksigen ke otak mengalami keseimbangan. tajwid memberikan irama/ritme tersendiri secara akumulatif mengatur fungsi pernafasan dan suplai oksigen ke otak secara berulang-ulang sehingga oksigen yang masuk lebih fresh sehingga menghasilkan sinkronisasi ritme otak dan jantung, mengapa demikian : ketika seseorang mengaji otot – otot yang mengontrol artikulasi seperti lidah dan rahang harus dikonsentrasikan dalam rangkaian yang benar. beberapa surat dalam al quran mempunyai tingkat kesulitan dalam pembacaannya yang diatensikan dalam bahasa tubuh visual, postur tubuh dan ekspresi wajah harus dikoordinasikan secara keseluruhan, fungsi audio untuk mendengar irama yg anda lantunkan sekaligus sebagai fungsi koreksi tingkat kesalahan dalam tajwid dimata mata dan telinga bekerja seirama dan pembentukan mentalitas nilai – nilai kedisiplinan, konsistensi dan kebertanggungjawaban pun terbentuk secara lahiriah saat anda membaca al quran, jika anda membacanya salah maka anda akan mengulangi kembali secara spontanitas tanpa diperintah atau jika anda abaikan maka secara mentalitas akan mempengaruhi kondisi psikologis anda sesaat namum fungsi memory akan merecall pengethuan anda dari alam bawah sadar akan nilai sebuah kebenaran, dengan demikian anda sudah melatih fungsi luhur otak selanjutnya yaitu visuospatial skill dan executive functions

  • kemampuan atensi dan bahasa (attentin – linguistic) : kontrol mental ditetapkan melalui rentang huruf atau urutan melalui modalitas kelancaran bahasa (fluency) dalam pengucapan, pemahaman (comprehension) dalam tanda baca dan pengulangan (repetition) dari kedua nya yaitu bunyi huruf dan tanda bacanya , insyaallah pada kemampuan ini anda melakukan pencegahan dini penyakit – penyakit yang menimbulkan gangguan atensi diantaranya delirium dan menigtis kronis
  • kemampuan visospasial (visuospatial skill ) : huruf yang terbentuk dan tersusun dengan tanda baca membentuk kemampuan konstruksi pada hemisfer kanan , insyaallah pada kemampuan ini anda melakukan pencegahan dini penyakit – penyakit gangguan lobus parietal diantaranya storke dan alzheimer
  • kemampuan memory(memory) : secara deklaratif pembacaan yang dilakukan memberi memori prosedural untuk memori keterampilan secara semantik berupa fakta, prinsip dan aturan atau kaidah dalam al quran dimana peoptimalisasian kemampuan recall, dan recognition yang terstimulasi melalui registrasi dan enkoding dari fungsi kemampuan atensi
  • kemampuan fungsi eksekusi (executive function) : kemampuan ini mengelola sirkuit – sirkuit antara lain program motorik, fleksibilitas kognitif, kendali perhatian interkoneksi dan komunikasi informasi visual yang lebih kompleks

Dari penjelasan di atas disisnggung tentang pengulangan (repetition) dalam ayat – ayat tertentu,suara yang dilantunkan menghasilkan getaran dalam frekuensi tertentu pada struktur dasar tubuh kita yaitu sel. Sel dalam tubuh kita terdiri dari jutaan atom yang terbentuk dari nukleus positif dan elektron negatif yang berotasi menghasilkan medan elektromagnetik. Diketahui bahwa atom bergetar secara konstan, dengan demikian sel-sel tubuh pun bergetar dengan sistem yang sama, dan terporogram akurat di dalam sel – sel otak kita. Program ini berbeda pada setiap sel yang melakukan pekerjaannya secara seksama. Penyimpangan terkecil pada pekerjaanya dapat mengakibatkan ketidakseimbangan dan kekacauan pada sebagian organ tubuh. Karena sel-sel tubuh kita bergetar dengan sistem yang sama, maka perubahan sekecil apapun pada getaran akan menimbulkan rasa sakit pada sebagian organ tubuh, oleh karena itu sel-sel yang rusak harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.

Saat kita membaca al-quran kita mengeluarkan suara yang terbentuk dari gelombang atau getaran yang bergerak di udara dengan kecepatan v = 340 km/s. Setiap suara yang dikelaurkan dalam lantunan ayat suci al-quran mempunyai frekuensi tersendiri antara 20hz – 20.000hz. Gelombang tersebut menyebar ke udara yang kemudian di tangkap oleh telinga lalu berubah menjadi sinyal-sinyal elektrik dan bergerak melalui saraf suara menuju acoustic back di dalam otak, lalu sel-sel menyesuaikan diri dengan gelombang dan bergerak ke berbagai bagian otak, khususnya otak bagian depan. Semua organ bekerja sesuai irama dengan sinyal-sinyal tersebut dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa yang dipahami manusia (linguistic function). Otak menganalisis sinyal-sinyal itu dan kemudian memberikan perintah keberbagai organ tubuh untuk menyesuaikan dengan sinyal-sinya teresebut. Dengan demikian suara yang dilantunkan dalam bacaan al-quran terdiri dari getran-getaran mekanik yang samapi ke telingan lalu menuju sel-sel otak yang menyesuaikan dengan getran-getaran tersebut dan mengubah getarannya sendiri. Secara fisiologi berdasarkan teori fisika setiap organ tubuh memiliki sistem vibrasinya sendiri.

Tanda baca dan makhraj keluarnya huruf dalam al-quran mempunyai sifat dan frekeunsinya sendiri saat di padukan dalam lantunannya baik secara murottal atau dengan lagu seperti bayati, shoba, hijaz dan sebagainya membentuk not-not tertentu yang bisa mempengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif serta meregenerasinya. Melalui pemodelan matematika trigonometri fungsi sinus dalam fisika gelombang lantunan ayat suci al-quran mempunyai panjang gelombang dan amplitudo yang variatif, pergeseran gelombang membentuk sebuah fungsi yang dapat di analog kan pada sistem vibrasi organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, hati, perut, usus dimana suara dapat mempengaruhi artikelal dan membentuk partikular-partikulalnya sehingga organ tubuh mampu menyusun ulang artikelal di dalamnya.

Lantunan ayat suci dengan murottal atau dengan lagu memerlukan sistem pengaturan napas yang stabil dan konsisten sebab ada tanda baca dalam al-quran yang harus di baca dalam satu tarikan napas, dengan ketukan 2 sampai 6 harakat, penekanan pada tasjid, dan vibrasi pada idghom dan ikhfa. Ketukan 2 sampai 6 harakat sebagai amplitodo dalam bacaan satu napas memacu kinerja paru-paru dari oksigen yang dihirup serta menstabilkan jantung dalam memompa darah keseluruh tubuh. Idghom, ikhfa, idzar serta qolqolah membentuk sebuah frekeunsi dalam bacan. Keluarnya huruf menstabilkan sistem pada mulut dan kerongkongan juga membentuk sifat dari suara itu sendiri. Sedangkan hukum mad dalam ayat merupakan panjang gelombang.

Secara keseluruhan murottal dan lagu dalam membaca al-quran mampu menstimulasi kinerja otak, pada saat membaca al-quran empat fungsi dari panca indera mata, telinga, hidung lidah yang terhubung langsung dengan otak mampu bekerja secara optimal dan sistematis.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: