//
you're reading...
Pendidikan

Quantum Teaching (Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa “Melalui Isi”)

Jika pada tulisan sebelumnya disampaikan Quantum Teaching kategori “Context/Konteks”, maka pada bagian ini akan disampaikan secara singkat model Quantum Teaching dengan kategori “Content/Isi” yang terdiri dari tiga unsur yaitumengorketrasi presentasi prima” , “mengorkestrasi fasilitas yang luwes”   dan “mengorkestrasi keterampilan mengajar”

A. MENGORKESTRASI PRESENTASI PRIMA

1. Apakah Anda Seorang Quantum Teacher

Ciri seorang Quantum Teacher

  • Antusias : menampilkan semangat untuk hidup
  • Berwibawa : mampu menggerakkan orang
  • Positif : melihat peluang pada setiap saat
  • Supel : mudah menjalin hubungan dengan siswa
  • Humoris : memiliki sense of humor
  • Luwes : mampu memilih berbagai alternatif cara untuk mencapai tujuan
  • Menerima : mencari di balik tindakan tertentu dan penampilan luar, untuk menemukan nilai-nilai intinya
  • Fasih : berkomunikasi dengan jelas, ringkas dan jujur
  • Tulus : memiliki niat dan motivasi positif
  • Spontan : dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil
  • Menarik & Tertatik : mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup siswa dan peduli akan diri siswa
  • Menganggap siswa mampu : percaya akan kemampuan siswa dan mengorkestrasi sukses siswa dengan kualitas tinggi

2. Penyesuaian Modalitas

  • Otak terdiri dari tiga jalan tol utama, atau modalitas untuk memproses rangsangan yang datang pada kita dari dunia di luar diri kita
  • Ketiga modalitas terdiri dari : (1) Visual : “Aku melihat maksudmu” ; “Jelas sekarang“ ; “Gambarkanlah hal ini” ; “Lihat! Bayangkanlah” (2) Auditorial : “Bunyinya cocok” ; “Suaranya bagus. Dengarkan !” ; “Katakanlah lagi!” (3) Kinestetik : “Tangkaplah ini” ; “Kerjakan ini !” ; Rasakan !”

3. Empat Prinsip Komunikasi Ampuh

a. Munculkan kesan

  • Otak manusia senantiasa menciptakan citra. Hal ini terjadi karena adanya masukan dari indra pengelihatan ataupun pendengaran atau keduanya. Saat mendengar kata, otak memprosesnya menjadi citra.
  • Susunlah perkataan agar menimbulkan citra yang dapat memacu semangat belajar siswa. Bandingkan pernyataan : (1) “Anak-anak bagian ini paling sulit dan membosankan, jadi waspadalah kalau kalian tidak mau gagal”. Kesan yang ditimbulkan dari pernyataan ini adalah kesulitan, kebosanan, bahaya dan kegagalan (2) “Bagian ini paling menantang. Simaklah baik-baik, supaya kalian memahaminya dengan baik”. Pernyataan ini memberikan apresiasi bahwa “dalam benak siswa, Anda menciptakan kesan atau citra yang berada dalam benak Anda”. Nah dari dua pernyataan tersebut pilihlah secara sadar perkataan yang ditimbulkan asosiasi positif, paculah pembelajaran dan tingkatkan komunikasi.

b. Arahkan Fokus

  • Manfaatkan kemampuan otak yang mampu memilih dari banyaknya input indriawi (10.000 pecahan informasi setiap detik saat kita terjaga yang kemudian diproses pada tingkat sadar, Lozanov, 1979) dan memusatkan perhatian otak
  • Contoh arahkan fokus : “ingatlah dari pelajaran kemarin dua unsur dalam garam beserta simbolnya, dan bersiaplah untuk menyebutkan simbol-simbol itu, jika ibu menunjuk kamu”.

c. Gunakan Ungkapan Inklusif

  • Sebaiknya gunakan kalimat : “Kita akan mempelajari langkah-langkah ini” dari pada Anda mengatakan : “Ibu akan mengajarkan langkah-langkah ini !”. Dengan demikian Anda harus buat pernyataan-pernyataan yang melibatkan siswa, memacu dinamika yang lebih positif dan memacu proses belajar.
  • Sebagai Quantum Teacher, Anda berkepentingan menciptakan sebuah suasana kerja sama, kerja tim, dan keterlibatan, terutama ada banyak siswa yang memiliki asosiasi negatif mengenai dinamika siswa dan guru.

d. Berikan Perintah Spesifik

  • Semakin spesifik permintaannya, semakin besar orang akan melakukannya sesuai yang diinginkan. Awali pernyataan yang memberi petunjuk dengan kata kerja : ambilah, gambarlah, pindahkan, katakan, tulislah !

4. Pengaruh Komunikasi Nonverbal

  • Kontak mata
  • Ekspresi wajah
  • Nada suara
  • Gerak tubuh
  • Sikap tubuh

5. Presentasi Efektif

  • Sikap Penemu : membangkitkan rasa ingin tahu, ketakjuban, kegairahan dan rasa ingin menemukan. Gunakan Predikat visual, auditorial dan kinestetik. Gunakan : kita, mari kita untuk menumbuhkan kebersamaan.
  • Sikap Pemimpin : memberi inspirasi dan motivasi pada siswa untuk mencapai prestasi lebih tinggi
  • Sikap Pengarah :  menggerakkan siswa menuju hasil yang dikehendaki

6. Penambatan

  • Tambatan membuat hidup jadi akrab, diketahui dan dapat diramalkan. Anda dapat menggunakan kekuatan penambatan untuk merangsang asosiasi yang berguna dan tanggapan yang positif dari siswa
  • Tiga tambatan yang paling berguna untuk mengajar dan belajar : tambatan pribadi, tambatan lokasi dan tambatan lisan.
  • Tambatan Pribadi ialah tamabatan yang menyebakan Anda mengakses yang terbaik dari kemampuan Anda. Kata-kata yang bisa menimbulkan daya, kebahagiaan atau kegembiraan dengan kepalan tangan penuh semangat akan sangat membantu memberikan ekspresi positif dan keberadaan Anda.
  • Tambatan Lokasi. Pembicara yang terampil dan dinamis akan memperlihatkan cara kerja tambatan lokasi. Biasanya mereka pindah dari point ke point sambil melangkah untuk menunjukkan perpindahan ke point berikutnya. Bagian dari sisi panggung hanya digunakan untuk menceritakan yang lucu. Sehingga kalau dia mulai bergerak kesana, pendengar mengantisipasi cerita/lelucon
  • Tambatan Lisan. Perkataan Anda dan siswa mengandung asosiasi tertentu. Seorang guru teladan dari Colorado saat dia mengatakan : “Pekerjaan rumah”, semua siswanya bertepuk tangan dan bersorak. Guru tersebut sangat tahu kekuatan asosiasi penambatan. Siswa tidak mengeluh !

Dengan demikian terdapat  tiga point yang dapat kita rangkum dari penjelasan singkat di atas

  • Tugas Anda sebagai Quantum Teacher : Sedapat mugkin menyajikan kurikulum dengan ketakjuban, minat, pesona dan antusiasme
  • Dengan menerapkan keterampilan penyesuaian modalitas, menimbulkan citra, mengarahkan foto, inklusif dan spesifik dengan tindakan nonverbal dalam paket presentasi yan g berbeda-beda akan meningkatkan efektivitas komunikasi Anda.
  • Guru-guru yan g hebat percaya akan kekuatan “kaizen” konsep yan g dianut banyak orang Jepang : perbaikan yang kecil, tampak tak berarti, berkesinambungan, dan tanpa henti.

B. MENGORKESTRASI FASILITAS YANG LUWES

1. Ingat Prinsip KEG

  • K : Know it
  • E : Explain it
  • G : Get it and Give feedback
  • Selalu mulai dengan mengetahui apa yang Anda inginkan sebagai hasil akhir, jangka waktu  penyelesaian, sehingga anda selalu dalam jalur dan memudahkan kesuksesan siswa.

2. Model Sukses Fasilitator

  • Anggap diri Anda bertanggung jawab seratus persen untuk merancang dan mengorkestrasi belajar, agar menjadi mengasyikkan, menarik menimbulkan minat, penuh dengan keajaiban dan penemuan.
  • Mengorkestrasi siswa untuk sukses : (1) Pengenalan pertama multi sensori/multi kecerdasan. Gunakan unsur visual, auditorial dan kinestetik (gerak dan emosi) ; (2) Pemotongan menjadi segmen : pecahlah informasi menjadi beberapa segmen ; (3) Pengulangan : Gunakan pengulangan untuk memastikan disimpannya informasi di otak. Penggunaan prinsip 10-24-7 : yaitu Anda harus mengulang pelajaran awal 10 menit, dalam 24 jam, dan dalam 7 hari ; (4) Dari sudut fasilitator : Berikan gambaran keseluruhan (the big picture). Otak atau pikiran mampu merasakan keseluruhan dan sebagian dari suatu hal secara bersamaan ; (5) Keempatnya banyak mengandung hubungan saraf dan asosiasi yang dibutuhkan untuk memaksimumkan momen belajar.

3. Membaca Untuk Pendengar Anda

  • Untuk memaksimalkan saat belajar, bantulah siswa mencapai keadaan belajar optimal, yaitu berkonsentrasi secara terpusat dan sentral
  • Kemampuan Anda untuk memfasilitasi keadaan mereka sebanding dengan kemampuan siswa Anda untuk tetap berminat belajar
  • Keadaan terdiri atas tiga komponen yang terkait yaitu pikiran, perasaan dan tubuh
  • Anda yang menentukan jenis-jenis perubahan-keadaan yang paling sesuai sepanjang pelajaran
  • Pengubahan-keadaan yang bisa secara efektif menimbulkan dan mempertahankan keadaan optimal belajar : (1) Bertepuk tangan tiga kali (2) Pindah kursi (3) Arahkan siku kalian ke atap. Arahkan siku kalian ke Ibu. Tetap menghadap ke sini dan letakkan siku kalian (4) Bernafaslah secara teratur (5) Bersiaplah jika Bapak menunjuk kalian (6) Pikiran sejenak bagaimana kalian menjawab pertanyaan ini

4. Mempengaruhi Perilaku melalui Tindakan

  • Menangkap perhatian pelajar, dan mengubah arahnya ke tugas selanjutnya atau kepada Anda
  • “Jika kalian dapat mendengar suara Bapak/Ibu”, sangat praktis jika Anda ingin mendapatkan perhatian praktis jika Anda ingin mendapatkan perhatian siswa saat mereka bekerja dalam kelompok/tim. Katakan : “Jika kalian dengar suara Bapak, tepuk tangan sekali”.
  • Peniruan adalah strategi fasilitasi keadaan yang efektif. Buatlah pernyataan yang mencakup kata kunci tertentu. Lalu tanyakan kata apa tadi? Misalnya “Ibu Kartini mengangkat masalah emansipasi. Masalah apa tadi ? Siswa menjawab : Emansipasi

5. Menciptakan Strategi Berpikir  da Tanya Jawab

  • Mengasah pikiran dengan menggunakan dorongan, pertanyaan, menunggu dan mendatangkan jawaban
  • Tanya jawab belajar : (1) Apa yang terjadi ? (2) Apa yang saya pelajari ? dan (3) bagaimana cara menerapkannya ?

Dengan demikian yang dapat kita rangkum dari penjelasan singkat di atas

Fasilitasi adalah seni dan ilmu untuk memaksimalkan saat belajar dengan bekerja bersama siswa–melompat masuk ke dalam kepala dan hati mereka untuk membuka dan menjelajahi cara mereka menyajikan dan memahami apa yang mereka pelajari

C. MENGORKESTRASI KETERAMPILAN MENGAJAR

1. Studi Kasus : Sekolah yang Mengajarkan Lima Keterampilan yang Merangsang Belajar

  • Siswa bisa belajar lebih cepat dan lebih efektif, jika menguasai : (1) Konsentrasi terfokus (2) Cara mencatat (3) Organisasi dan persiapan test (4) Membaca cepat (5) Teknik mengingat
  • Penelitian baru tentang otak menunjukkan jalan ke arah teknik-teknik belajar yang lebih baik
  • Guru-guru dilatih untuk menguasi Quantum Learning, Quantum Teaching dan teknik belajar, cara belajar dan kemudian guru mengajarkan keterampian belajar tersebut pada siswa
  • Dengan mengajarkan siswa Anda cara berkonsentrasi, mencatat yang efktif, belajar untuk ujian, meningkatkan kecepatan membaca, pemahaman dan kemampuan mereka untuk menghafalkan, Anda mengajarkan mereka cara menjadi pelajar yang sukses. Hal ini akan berpengaruh pada karir akademis dan pada cara mereka melihat diri sendiri, sebagai pelajar sepanjang hidup

2. Memanfaatkan Gaya Belajar

Dengan Test Visual – Auditorial – Kinestetik (V-A-K) akan teridentifikasi gaya belajat siswa ;

  • Pelajar Visual : (1) Dorong mereka untuk banyak membuat symbol dan gambar; (2) Tabel dan grafk akan sangat membantu untuk matematika dan ilmu pengetahuan; (3) Mereka cukup kuat dalam “gambaran keseluruhan”, melakukan tinjauan umum mengenai bahan pelajaran akan sangat membantu
  • Pelajar Auditorial : (1) Mendengarkan kuliah, contoh dan cerita serta mengulang informasi dalah cara belajar mereka; (2) Jika mereka kesulitan dalam suatu konsep, bantulah mereka berbicara dengan diri mereka sendiri untuk memahaminya; (3) Pelajar auditorial harus diperbolehkan berbicara dengan suara perlahan pada diri mereka sendiri sambil bekerja
  • Pelajar Kinestetik : (1) Suka belajar melalui gerakan, dan paling baik menghafal informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta; (2) Pelajar kinestetik menyukai proyek-proyek terapan; (3) Lakon pendek dan lucu akan sangat membantu

3. Keadaan Prima untuk Belajar

  • Guru mengajarkan dua teknik belajar yang disebut SLANT dan keadaan Alfa kepada siswa yang merupakan alat untuk mengakses keadaan belajar terbaik
  • Mendengarkan dan menyerap informasi adalah keterampilan belajar. Jika mereka sudah menguasai seni memperhatikan, mereka akan mulai meyerap lebih banyak.

a. Strategi SLANT

Strategi SLANT akan meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar dengan cepat. “Mari kita bersama-sama belajar SLANT!” Peragakan setiap langkah untuk pelajar visual, sambil membuat bunyi yang berkaitan untuk pelajar visual, sambil bunyi yang berkaitan untuk pelajar auditorial. Ajak kelas untuk menirukan Anda untuk meraih pelajar kinestetik.

  • S : Sit Up (duduk tegak). Peragakan, katakan “Up”
  • L : Lean Foward (condongkan tubuh kedapan, sedikit saja). Peragakan, buat suara berderik/suara lain yang menurut siswa paling  cocok. Sikap ini memberitahu ibu bahwa kalian tertarik dan juga memperingatkan otak kalian agar ingin tahu
  • A : Ask Question. Peragakan, acungkan tangan buat suara “hah ?” Otak yang pintar pasti selalu ingin tahu ! Melontarkan pertanyaan yang sesuai akan membantu kalian memahami pelajaran. Hal ini juga akan membuat pikiran kalian terlibat
  • N : Nod your head (anggukkan kepala) Peragakan, katakanlah, “ah ha”
  • T : Talk to your teacher (berbicaralah dengan guru). Hubungan terjalin dan belajar berjalan berdampingan. Dr. Paul MacLean, 1990 menyatakan : belajar terjadi dalam bagian otak yang sama dengan dibuatnya hubungan dan kaitan. Jika kalian ingin memaksimalkan belajar, buatlah hubungan dengan guru. Peragakan, rapatkan kedua telapak tangan, buka dan tutup tangan, buatlah suara tepukan.

b. Keadaan Alfa

  • Siswa dalam keadaan Alfa – kondisi konsentrasi yang santai – belajar dengan laju yang lebih cepat.
  • Manusia memancarkan empat keadaan kegiatan gelombang otak : (1) Alfa : kondisi konsentrsi yang santai; (2) Beta : anda merasa awas dan aktif; (3) Theta : keadaan hampir tidur atau bermimpi; (4) Delta : tidur nyenyak tanpa mimpi
  • Anda mengajarkan siswa mencapai keadaan Alfa, jika mereka membutuhkan konsentrasi terfokus, misalnya saat belajar matematika, menulis karangan, membaca. Semakin sering mereka menggunakan teknik ini, semakin mudah mereka mencapai keadaan ini.
  • Gunakan naskah berikut untuk melatih siswa pertama kali mencapai keadaan Alfa. Guru : (berbicara lambat-lambat dengan nada tenang dan santai).  “Pejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam beberapa kali. Rasakan diri kalian menjadi santai. Bayangkan tempat yang membuat kalian merasa santai dan damai. Barangkali kalian bisa saja duduk di kursi favorit di ruang keluarga, atau berada di pantai. Bayangkan suara yang kalian dengar ditempat tersebut, rupa tempat itu, benda-benda di sekitar kalian” (biasakan suasana sunyi beberapa saat untuk menambatkan pikiran ini dalam benak mereka).

4. Mengorganisasi Informasi

  • Peta Pikiran (Mind Mapping) : metode mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Setelah selesai, catatan yang Anda buat membentuk sebuah pola gagasan yang paling berkaitan, dengan (1) Tema utama terletak di tengah. (2) Di tengah ada cabang-cabang utama untuk setiap sub tema (3) Kata-kata tunggal digunakan untuk setiap konsep (4) Bila mungkin setiap konsep memiliki sebuah gambar. Nancy Marquiles (Mapping Inner Space) menyarankan untuk menyediakan waktu 30 menit tanpa jeda untuk melatih Peta-Pikiran dan ilustrasinya menjelaskan sisanya.
  • Catatan : TS yang artinya Catatan : Tulis dan Susun : (1) Siswa mencatat baik fakta dari pelajaran maupun asosiasi, pikiran dan perasan mereka; (2) Mencatat asosiasi yang berhubungan dengan informasi yang Anda ajarkan, juga meningkatkan penyerapan : informasi yang dihubungkan dengan emosi, lebih mudah diingat kembali

5. Memunculkan Si Jenius Kreatif

  • Quantum Reading : memanfaatkan kemampuan otak untuk menangkap beberapa kata sekaligus, Anda dapat melatihnya dalam Lima Langkah Mudah : (1) Jadilah pelajar yang ingin tahu; (2) Memasuki keadaan konsentrasi terpusat; (3) SuperScan (4) Membaca (5) Mengulang

6. Memaksimalkan Memori

  • Memiliki memori yang baik berarti Anda harus memasukkan bukan hanya fakta, tetapi juga makna dan asosiasi
  • Penelitian tentang otak menunjukkan bahwa mengkaitkan informasi dengan persepsi indriawi yang kuat seperti – pandangan, bunyi, bau dan rasa – membuatnya jauh lebih mudah diingat, karena otak menyimpan bit demi bit informasi secara terpisah
  • Mencantolkan/bercerita : Gunakan metode cantol untuk mengajarkan Anda ingin informasi diingat dengan urutan tertentu.
  • Metode Penempatan : Untuk setiap hal yang mereka palajari, mereka harus mengaitkannya dengan lokasi dan bunyi.

Dengan demikian terdapat  dua point yang dapat kita rangkum dari penjelasan singkat di atas

  • Dengan mengetahui gaya belajar masing-masing, siswa bisa menyerap bahan pelajaran dengan cara yang terbaik bagi mereka
  • Mereka menyusun materi secara efisien dengan Peta Pikiran, Catatan TS, dan Belajar memutar. Siswa Anda menjadi Quantum Reader saat mereka memasuki keadaan Alfa dan mengingat informasi penting dengan asosisasi yang menyenangkan dan bermakna
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: