//
you're reading...
Psikologi

Dampak Stress

Definisi stress menurut Doc Childre & Howard Martin, adalah tanggapan tubuh dan pikiran terhadap peristiwa tertentu. Ini bisa terjadi ketika persepsi kita tentang peristiwa-peristiwa tersebut tidak memenuhi pengharapan kita dan kita tidak mengatur reaksi kita terhadap kekecewaan. Jadi, stress menyatakan dirinya dalam bentuk penolakan, ketegangan, atau frustrasi, mengacaukan keseimbangan fisiologis dan psikologis dan membuat kita sangat tidak seimbang.

Jika keseimbangan kita terganggu untuk waktu yang lama, stress dapat melumpuhkan. Kita menjadi kelelahan karena terlalu banyak beban, merasa lemah secara emosional dan akhirnya jatuh sakit. Tanda-tanda stress antara lain adalah: ·

  • Selalu gelisah, mudah marah, moody. ·
  • Kekakuan otot, terutama di sekitar bahu dan leher. ·
  • Perubahan selera makan, makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. ·
  • Mengalami gangguan perut, sakit kepala atau bahkan sakit dada. ·
  • Sulit tidur. ·
  • Sedih, pesimis, hilang semangat dan depresi.

Setiap orang mengalami gejala yang berbeda-beda. Ada orang yang kalau marah/stress dia salurkan kemarahannya kepada orang lain. Ada juga yang menyimpan kemarahannya sehingga berkembang menjadi makan berlebihan, manis-manis atau rokok, drugs dan sebagainya. Dan bagi orang yang menderita penyakit kronis penyakit mereka akan bertambah parah apabila mereka dalam keadaan stress.

Bagaimana Stress mempengaruhi Kesehatan kita?

Penelitian ilmiah selama 15 tahun terakhir menyimpulkan bahwa apa yang kita rasakan secara emosional menyebabkan bagaimana kita merasakannya secara fisik: · Orang-orang yang tidak dapat

mengendalikan stress emosional memiliki tingkat kematian 40% lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak stress. ·

Penelitian internasional terhadap 2829 orang berusia antara 55 dan 85 tahun menemukan bahwa orang orang yang dilaporkan memiliki tingkat penguasaan diri tertinggi – perasaan-perasaan yang dapat mengendalikan peristiwa-peristiwa kehidupan – memiliki hampir 60% lebih rendah resiko kematian dibandingkan dengan mereka yang merasa tak berdaya menghadapi tantangan-tantangan kehidupan.

Penelitian terhadap 202 wanita professional menemukan bahwa stress antara karier dengan pasangan hidup, anak-anak dan teman-teman merupakan satu faktor yang berkaitan dengan penyakit jantung pada wanita. · Menurut the American Institute of Stress, kira2 s/d 90% masalah kesehatan ada hubungannya dengan stress.

Stress dihubungkan dengan 6 penyebab kematian utama karena penyakit jantung, kanker, paru-paru, sirosis hati, kecelakaan dan bunuh diri. Stress juga dapat menyebabkan orang sehat menjadi sakit karena melemahkan kekebalan tubuh. Mari kita lihat apa yang terjadi pada tubuh kita pada waktu stress:

  • Produksi hormon-hormon tertentu yang berlebihan (misalnya hormon adrenalin dan kortisol). ·
  • Peredaran darah yang lebih cepat.
  • Meningkatnya glukosa dan sel darah merah di dalam darah.
  • Pengaktifan mekanisme pembekuan darah.
  • Nafas lebih cepat.
  • Semua indra menjadi lebih sensitive.
  • Menghambat fungsi tubuh seperti sistim pencernaan sistim metabolisme.
  • Menurunkan kekebalan tubuh. Jadi stress yang berkepanjangan dapat menempatkan hampir setiap sistim organ tubuh pada resiko sakit parah. Contohnya: (1) Masalah jantung dan vaskuler – hipertensi, jantung berdebar, detak jantung kecepatannya meningkat. Stress mental meningkatkan tuntutan oksigen bagi tubuh sehingga tekanan darah dan kecepatan jantung meningkat. Untuk orang yang sudah menderita penyakit jantung, beban berlebihan ini dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke dan bahkan kematian. (2) Masalah Pencernaan – tukak lambung, gas, sembelit, diare, radang usus dll. (3) Sakit Kepala – migraine, ketegangan. (4) Penyakit kulit – psoriasis, eksema, gatal-gatal, jerawat. (5) Masalah kekebalan tubuh, kanker, alergi, otoimun, dll.  

Pada waktu stress ada 2 macam hormon yang sangat berbahaya yang dikeluarkan secara berlebihan: (1) Hormon Adrenalin dan (2) Hormon Kortisol. Kedua macam hormon ini dilepas oleh Hypothalamus, yaitu organ kecil yang berada di pusat otak.

Hypothalamus memberi signal kepada kelenjar adrenal untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin dan kortisol untuk dilepaskan ke dalam pembuluh darah. Hormon-hormon ini mempersiapkan seseorang untuk bereaksi cepat dan efektif dalam mengatasi tekanan pada saat itu. Hormon-hormon ini meningkatkan kerja jantung, bernafas lebih cepat, tekanan darah dan metabolisme. Pembuluh darah melebar agar lebih banyak darah yang mengalir ke otot, sehingga otot tubuh kita waspada. Liver melepaskan glukosa yang disimpannya untuk meningkatkan energi tubuh. Keringat diproduksi untuk mendinginkan tubuh. Reaksi natural ini dikenal dengan nama respon stress. Apabila bekerja dengan benar, respon stress ini meningkatkan kemampuan seseorang untuk perform dengan baik di bawah tekanan. Contohnya seseorang dalam keadaan stress dan panic dapat mengangkat beban berat yang dalam keadaan biasa tidak kuat. Sebenarnya hormon-hormon dalam tubuh bekerja dengan sangat seimbang.

Jumlah yang tepat dari setiap hormon akan menghasilkan hal yang positif. Jika stress itu hanya sebentar, sedikit aliran adrenalin itu baik dan tak membahayakan. Tetapi jika stress jangka panjang dan menetap dapat menyebabkan masalah.

Misalnya, jika seseorang hidup bertahun-tahun dalam kemarahan yang tak terselesaikan terhadap pasangannya, aliran adrenalin dapat menjadi berlebihan. Atau jika seseorang yang bekerja selama bertahun-tahun di bawah seorang bos atau sistim yang membuat dia merasa tak berdaya dan dilecehkan, orang tersebut dapat mengalami kemarahan berkepanjangan atau perasaan berada dalam bahaya. Stress emosional jangka panjang ini menyebabkan aliran hormon adrenalin dan kortisol secara terus menerus masuk ke dalam darah, dan aliran tersebut memiliki dampak merusak bagi tubuh. Apakah kadar adrenalin yang tinggi berbahaya? Kadar adrenalin yang tinggi dan berkepanjangan dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah sehingga detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah tinggi. Itu tidak baik. Kadar adrenalin yang tinggi dan berkepanjangan juga dapat menyebabkan peningkatan trigliserida, yang adalah lemak di dalam darah dan peningkatan gula darah. Ini juga tidak baik. Dan kadar adrenalin yang tinggi dan berkepanjangan dapat juga menyebabkan darah membeku lebih cepat (yang menyebabkan terjadinya plak), tiroid menjadi terlalu dirangsang, dan tubuh menghasilkan lebih banyak kolesterol. Semua pengaruh ini, jika berkepanjangan, secara potensial mematikan. Bagaimana dengan hormon Kortisol yang berlebihan?

Seperti disebutkan tadi, ketika tubuh melepas adrenalin ke dalam sistim, tubuh juga melepas hormon yang disebut kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dan berkepanjangan dapat menyebabkan kadar gula darah dan insulin meningkat dan tetap bertahan pada tingkat tinggi. Kadar trigliserida meningkat dalam aliran darah dan dapat tetap bertahan pada tingkat tinggi. Kadar kolesterol juga dapat meningkat dan tetap pada tingkat tinggi. Terlalu banyak kortisol dapat meningkatkan berat badan dan menghasilkan kegemukan yang menetap, khususnya bagian tengah tubuh. Terlalu banyak kortisol dalam tubuh dapat mengurangi kalsium, magnesium dan potassium dalam tulang. Itu dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis). Sebagai tambahan terlalu banyak kortisol dapat menyebabkan tubuh menahan sodium (garam) yang menyebabkan peningkatan tekanan darah. Peningkatan kadar kortisol secara kronis akan menyebabkan gangguan fungsi kekebalan tubuh, dan tanggapan kekebalan tubuh yang salah telah dikaitkan dengan berbagai macam penyakit.

Adakah caranya agar kita bisa melindungi diri kita dari masalah yang seperti itu?

  • JANGKAR KEHIDUPAN YANG KOKOH. Iman dalam agama, rumah tangga yang diliputi kasih sayang, pekerjaan yang membuat anda merasa berharga, teman-teman yang bisa mengangkat pemikiran dan memberi inspirasi, kehidupan yang mempunyai tujuan, semua ini seperti vaksin yang bisa menangkal stress.
  • SIKAP MENTAL POSITIF. Bayangkanlah seorang pria berjalan ke tempat pekerjaan di tengah hujan yang deras sambil bersungut-sungut sepanjang jalan. Apakah yang sedang terjadi di dalam diri orang ini? (kita sudah mempelajarinya). Kemudian bayangkanlah 3 orang anak yang bergembira bermain dengan asyiknya di hujan deras yang sama. Apa yang terjadi di dalam diri anak-anak ini? Siapakah yang lebih stress? Perbedaannya bukan pada keadaan tetapi pada sikap terhadap keadaan itu. Yang satu sikap negative dan yang lainnya sikap positif. Sikap negative termasuk kemarahan, ketakutan, kedukaan, kebencian, menyimpan kepahitan, dendam, rasa penolakan. Kita sudah pelajari sikap negative ini merusak. Sedangkan sikap positif adalah menyembuhkan. Misalnya gembira, gelak tawa, kasih sayang, rasa syukur, mudah memaafkan.
  • POLA HIDUP SEHAT. Olah raga aktif yang teratur, setidak-tidaknya 30 menit sehari. Olah memproduksi endorphins, hormon yang memberi perasaan senang yang melindungi tubuh dari stress. Sinar matahari dan udara segar juga memproduksi endorphins, oleh sebab itu berolah raga di luar rumah mempunyai manfaat ganda. · Makanan sederhana yang berpusat pada makanan vegetaris. Makanan vegetaris yang kaya antioksidan yang dapat menghilangkan stress. Antioksidan ini dapat melawan radikal bebas yang dilepas tubuh ketika menghadapi stress. Contoh biji bunga matahari, kaya kalium, Vit B terutama jenis B6 dan asam pantotenik, serta seng yang penting bagi kelenjar adrenal. Bukti menyatakan bahwa ketika sedang stress tingkat nutrisi ini dapat berkurang secara drastis.Jangan merokok, meminum minuman beralkohol, kafein, atau obat-obat berbahaya lainnya. Semua bahan-bahan ini mencatat utang yang akan kita bayar kemudian, sering mulai besoknya kita sudah harus menerima akibatnya. Istirahat  cukup. Termasuk tidur malam yang nyenyak dan waktu yang teratur untuk relaksasi dan rekreasi. Kehidupan ini memberikan kepada kita pilihan. Pilihlah menikmati hidup sebagaimana adanya. Hargai dan pujilah sinar matahari dan hujan juga. Hiruplah semerbak bau harum bunga-bungaan, balaslah senyuman, bermainlah dengan anak-anak anda.

 

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: