//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. VI “Sabotage”)

Pengertian Sabotage

Sabotage ialah suatu perubahan yang disengaja dan direncanakan denga tujuan untuk menghancurkan, merintangi, menghambat dan mengganggu suatu pekerjaan atau gerakan seseorang ataupun benda dimana pekerjaan atau gerakan itu dilakukan dengan maksud membantu musuh (lawan) atau yang kita percaya bahwa pekerjaan atau gerakan seseorang itu akan membantu pihak musuh (lawan).

Kata sabotage berasal dari bahasa Perancis “sabot” yang berarti nama sepatu yang terbuat dari kayu (Lomp), dipakai oleh Perancis wilayah utara dan daratan. Kira-kira pada tahun 1860, industri tekstil mulai menggunakan mesin-mesin hingga mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaannya. Untuk menentang meluasnya penggunaan mesin-mesin tersebut, para buruh melemparkan sepatunya ke dalam roda-roda gigi mesin sehingga timbul-timbul kerusakan.

 

Sifat Sabotage

  • Mechanical Sabotage

Sabotage dengan tujuan untuk kerusak atau menghancurkan material atau benda-benda pihak lawan.

  • Psychologycal Sabotage

Sabotage dengan tujuan untuk merusak moral dengan maksud: (1) menimbulkan perasaan menentang (2) menggagalkan suatu rencana atau gerakan

  • Bacteriological Sabotage

Sabotage dengan menggunakan kuman atau racun  yang dimasukkan ke dalam persediaan air minum atau ke dalam makanan. Tentu saja, kemungkinan semacam ini harus kita waspadai, karena bisa mengorbankan masyarakat umum.

Tipe-Tipe Sabotage

1.Agen Musuh (enemy agent)

Agent musuh lebih berbahaya dari pada independent saboteur, karena ia terlatih, terkendali dan terkontrol oleh sebuah organisasi sabotage

a.Kualifikasi

Seorang saboteur harus dilatih dan disiapkan sesuai dengan tugasnya, diberikan penjelasan-penjelasan lengkap persoalan tugasnya tersebut dan diberitahukan juga motif atau alasan-alasan dari tugasnya

b.Sifat-sifat seorang saboteur

  • Waspada
  • Cerdik, pandai dan berakal
  • Cekatan dalam membuat suatu perkiraan dan keputusan
  • Sehat, kuat dan berani
  • Mengetahui adat istiadat
  • Dapat menyesuaikan diri dalam kalangan yaang asing baginya
  • Pandai berkomplot
  • Memiliki pengetahuan teknik
  • Memiliki pengetahuan teknik radio dan cara-cara pengiriman pesan melalui radio
  • Mengetahui cara menggunakan senjata
  • Mengetahui keadaan geografis tempat ia akan melakukan suatu kegiatan

c.Motives (alasan-alasan)

  • Mencari keuntungan untuk diri sendiri

Seorang agent yang bekerja dengan tujuan untuk mencari keuntungan diri sendiri, mengadakan sabotage dangan prinsip bayaran. Kerugian dalam menggunakan saboteur yang demikian ialah bahwa ia bisa saja menjadi double agent. Yaitu bila negara lain memberikan ia imbangan (kokurensi) dalam bayaran, maka ia akan bekerja pula untuk organisasi atau negara tersebut.

  • Politik

Tipe saboteur ini biasanya karena pada dirinya dijanjikan sesuaru kedudukan dalam partai politik , secara sungguh-sungguh atau hanya dijanjikan saja.

  • Patriotik

Sabotage yang mengerjakan sabotage untuk kepuasan mental, karena dengan cara yang demikian ia akan merasa membantu negaranya. Orang-orang yang demikian inilah yang paling berbahaya, karena ia pantang mundur dan tak gentar dalam menyelesaikan tugas-tugasnya

2.Saboteur yang berdiri sendiri (independent saboteur)

Saboteur ini bisa berasal dari kalangan militer ataupun sipil, tetapi kerjanya tidak terikat dalam suatu organisasi sabotage. Ia bisa menjadi buruh, atau pegawai suatu instansi, dimana ia mengerjakan tugas sabotagenya. Motifnya kadang-kadang hanya karena balas dendam. Atau orang-orang yang bersekongkol terhadp musuh.

Ada hubungannya dengan musuh atau lawan

  • Orang yang memiliki perasaan benci terhadap negaranya
  • Orang asing yang memiliki rasa cinta terhadap tanah airnya
  • Orang yang memiliki kepercayaan terhadap cita-cita politik yang sama dengan musuh atau negara musuh
  • Orang yang memiliki hasrat membantu teman atau sanak saudara yang berdiam di daerah yang diduduki musuh

Tidak ada hubungannya dengan musuh atau lawan

Sabotage dari golongan ini ditimbulkan karena

  • Kelakuan jahat (kekurang-ajaran yang dilakukan anak-anak muda, misalnya memberi rintangan di jalan raya dan jalan kereta api)
  • Keinginan untuk membalas dendam terhadap seseorang (majikan, rekan kerja)
  • Sakit jiwa
  • Kecerobohan dan kurangnya pengalaman
  • Perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak cakap  yang ditempatkan oleh orang-orang tertentu atau organisasi tertentu
  • Keinginan untuk mendapatkan pujian dengan cara menentukan kerusakan-kerusakan yang sebenarnya ditimbulkan oleh dirinya sendiri
  • Keinginan untuk meningkatkan penghasilan, karena upah, atau untuk menunjukkan suatu kerajinan yang luar biasa

Target dan Sasaran Sabotage

1.Target-Target Sabotage

  • Tempat industri (untuk melemahkan industri)
  • Sarana perhubungan
  • Ngkutan (darat-laut-udara)
  • Pangkalan militer (navy, army, air force)
  • Gudang-gudang logistik
  • Perusahan-perusahan untuk kepentingan umum (listrik, air)
  • Sumber-sumber yang menghasilkan bahan baku
  • Rakyat (buruh, tani nelayan, pegawai)

2.Pemilihan Sasaran Sabotage

Pemilihan sasaran sabotage adalah bergantung dari tugas yang diberikan oleh atasannya. Sedangkan hal-hal yang dapat mempengaruhi pemilihan suatu sasaran sabotage ialah

a.Kesukaran-kesukaran yang dihadapi oleh seseorang saboteur

  • Bahaya tertangkap
  • Kesukaran-kesukaran dalam mendekati sasaran
  • Kebocoran sewaktu mempersiapkan peralatan sabotage
  • Jumlah material yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan sabotage tersebut

b.Pentingnya sasaran: yaitu yang dapat mempertinggi usaha-usaha perang secara mutlak

c.Dasar dan Tujuan dari organisasi sabotage

  • Perang saudara
  • Operasi keamanan
  • Merebut kembali daerah sendiri
  • Serangan ke daerah musuh

d.Musuh (lawan) yang dihadapai.

Dalam memilih sasaran seorang saboteur biasanya mengetahui:

  • Sifat atau kebiasaan penduduk (seperti mudah dihasut)
  • Pabrik-pabrik, sumber-sumber bahan baku yang penting
  • Keadaan geografis (persediaan air bersih di daerah tandus)
  • Struktur ekonomi negara

3.Membedakan Sabotage dari Kejadian Biasa

Kejadian-kejadian biasa dapat disebabkan oleh :

  • Perbuatan yang kurang hati-hati dan tidak disengaja
  • Kerusakan biasa, karena kelalaian atau menyepelekan
  • Orang yang kurang puas
  • Pejabat yang kurang jujur
  • Kegugupan, kebingungan dan rasa takut

Counter Sabotage

Counter sabotage adalah peraturan-peraturan dan tindakan-tindakan pengenaan untuk mencegah gerakan-gerakan sabotage oleh pihak musuh terhadap kita. Langkah dan bukti-bukti yang perlu dipertimbangkan pada tempat kejadian suatu peledakan:

1.Mengenal pusat kejadiannya

Pusat kejadian suatu peledakan harus diperiksa secara hati-hati. Pusat tadi dapat mudah ditentukan karena kerusakan yang parah terjadi ditempat tersebut:

  • Hati-hati memasukinya, agar tidak merusak bukti dan bekas
  • Terdapatnya bahan-bahan yang berasal dari luar

2.Gambar dan foto

Gambar hendaklah dibuat terperinci, dan lebih baik dibuat foto bila ada alatnya, agar dapat memperlihatkan lebih jelas kerusakan-kerusakan serta kibat dari kerusakan yang ditibulkannya. Gambar tersebut hendaknya dibuat menurut perbandingannya

3.Pemeriksaan terhadap tempat kejadian

  • Apakah bahan yang telah digunakan merupakan peledak tekanan tinggi atau rendah
  • Bila barang di sekitarnya tergerak atau tergeser, menandakan telah digunakannya bahan peledak dengan tekanan rendah
  • Akibat kerusakan tadi berupa terpotong atau terpecah
  • Bau dan debu disitu dapat menandakan jenis dari bahan peledak yang digunakan. Kepingan (bekas) bahan peledak dapat terjadi pada titik ledak, misalnya bekas dynamite adalah berupa lembah dengan kedalaman sekian millimeter, atau akibat dari penggunaan zat kimia atau pembakar memperlihatkan tanda-tanda luntur pada warna.

4.Penelitian bila terjadi suatu tindak sabotage

  • Sasaran

(a)Apa yang telah menjadi sasaran ?

(b)Sampai dimana pentingnya sasaran tadi bagi musuh

(c)Apakah terhadap sasaran semacam itu pernah dilakukan sabotage oleh musuh ?

  • Cara

(a)Mengapa cara demikian digunakan?

(b)Apakah cara demikian pernah dilakukan ?

(c)Apakah pelaksanaannya memperlihatkan keahlian ?

(d)Macam material apa yang digunakan ?

  • Alasan

Diantara personil yang bebas keluar masuk, siapakah yang kira-kira mungkin melakukan tindakan tersebut ?

  • Kelemahan

(a)Dimana letak kelemahan dari bagunan itu ?

(b)Apakah bahan peledak yang digunakan mudah di dapat, adakah kemungkinan di pasok dari pihak luar ?

(c)Apakah pernah ada tanda-tanda jaring-jaring musuh disekitarnya ?

5.Langkah-langkah yang harus dilakukan guna mengamankan keadaan darurat

  • Jauhkanlah orang-orang yang tidak berkepentingan dari daerah kejadian
  • Singkirkan benda-benda berharga yang dapat bergerak
  • Lindungilah alat-alat yang mungkin dapat merusak akibat letusan
  • Tempatkan penjagaan disekitar kejadian
  • Panggillah seorang ahli bahan peledak
  • Amankan bahan peledak dengan jalan : (1) menembak dengan senapan (2) peledakan berganda dengan bahan peledak lain (3) tutupi bahan peledak untuk mengurangi daya ledaknya

6.Tindakan untuk mencegah sabotage

  • Sering diadakan perubahan dalam hal  penempatan dan waktu penjagaan dan patroli, agar saboteur tidak mengetahui kelemahan dan pekerjaan rutin dari penjagaan kita.
  • Mengadakan pemeriksaan kartu-kartu pengenal (identity card) secara mendadak
  • Kesejahteraan para penduduk yang berada disekitarnya untuk mengawasi berbagai jalan yang dapat dipergunakan oleh seorang saboteur
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: