//
you're reading...
Pendidikan

Quantum Teaching (Mengorkestrasi Kesuksesan Siswa “Melalui Konteks”)

Quantum : interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya

Quantum teaching :

  • Penggubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar
  • Interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa
  • Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan-kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain

B. Asas Utama Quantum Teaching

Dinamika manusia : “Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”

  • Mebangun jembatan autentik memasuki kehidupan murid
  • Belajar, melibatkan semua aspek kepribadian manusia : pikiran, perasaan, dan bahasa tubuh disamping pengetahuan, sikap, dan keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Memasuki kehidupan murid berarti anda mendapat izin untuk memimpin, menuntun dan memudahkan perjalanan mereka menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas
  • Antarkan dunia kita ke dunia mereka : Mengandung makna bahwa anda harus mengaitkan apa yang anda ajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, social, atletik, musik seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan terbentuk, anda dapat membawa mereka ke dalam dunia anda mengenai isi dunia tersebut.
  • Dengan menjelajahi kaitan dan interaksi, guru dan siswa mendapat pemahaman baru mengenai dunia kita
  • Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan yang lebih mendalam, siswa dapat membawa apa yang akan mereka pelajari ke dalam dunia mereka dan menerapkan pada situasi baru.

C. Prinsip-Prinsip/Kebenaran Tetap

  • Segalanya berbicara : Segalanya mulai dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru, dari rancangan pelajaran hingga kertas tugas yang dibagikan , semuanya mengirim pesan tentang belajar
  • Segalanya bertujuan  : Semua yang akan terjadi dalam penggubahan anda mempunyai tujuan yang jelas
  • Pengalaman sebelum pemberian nama : Otak berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Karena itu proses belajar yang baik terjadi kalau sebelum pelajaran, siswa telah disiapkan untuk mengembangkan informasi yang telah disiapkan guru sebelumnya bagi siswa
  • Akui dan puji setiap usaha : Siswa perlu mendapat pengakuan dari guru atas segenap usaha yang dilakukan dari kepercayaan diri mereka
  • Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan : Belajar adalah merayakan penemuan-penemuan baru. Kegembiraan yang timbul akibat penemuan-penemuan baru dirayakan. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar

D. Model Quantum Teaching

  • Konteks : Latar untuk pengalaman anda yang terdiri dari (1) suasana guru dan siswa yang memberdayakan; (2) landasan yang kokoh untuk bekerjasama; (3) rancangan belajar yang dinamis (4) lingkungan yang mendukung
  • Isi : yang terdiri dari (1) penyajian yang prima; (2) fasilitas yang luwes; (3) keterampilan belajar untuk belajar; (4) keterampilan hidup

E. Filosofi Pengajaran TANDUR

  • T : Tumbuhkan. Tumbuhkan minat dengan memuaskan : apakah manfaatnya bagiku dan manfaatkan kehidupan pelajar
  • A : Alami. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar
  • N : Namai. Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi ; sebuah “masukan”
  • D : Demonstrasikan. Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk “menunjukkan bahwa mereka tau”  (demosntrasi)
  • U : Ulangi. Tunjukkan pelajar cara-cara mengulangi materi dan menegaskan : “aku tahu bahwa aku memang tahu”
  • R : Rayakan. Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan

Model Quantum Teaching hampir sama dengan sebuah simfoni. Ada banyak unsur yang menjadi faktor pengalaman musik, yang dapat membagi unsur-unsur tersebut menjadi dua kategori : konteks dan isi (context and content).

Konteks, adalah latar untuk pengalaman yang merupakan keakraban ruang orkestra itu sendiri (lingkungan), semangat konduktor dan para pemain musiknya (suasana), keseimbangan instrumen dan musisi dalam bekerjasama (landasan), dan interpretasi sang maestro terhadap lembaran musik (rancangan). Unsur-unsur ini berpadu dan, kemudian menciptakan pengalaman bermusik yang menyeluruh.

Isi, salah satu unsur isi adalah bagaimana tiap frase musik dimainkan (penyajian). Isi juga meliputi fasilitasi ahli sang maestro terhadap orkestra, memanfaatkan bakat setiap pemain musik dan potensi setiap instrumen.

 Pada bagian ini akan disampaikan secara singkat model Quantum Teaching dengan kategori “Konteks” yang terdiri dari tiga unsur yaitumengorketrasi suasana yang menggairahkan” , “mengorkestrasi landasan yang kukuh”   dan “mengorkestrasi lingkungan yang mendukung”

A. MENGORKESTRASI SUASANA YANG MENGGAIRAHKAN

1. Memeperkuat Niat Guru

  • Meningkatkan kepercayaan guru akan kemampuan dan motivasi siswa
  • Memelihara pandangan positif terhadap siswa
  • Memperhatikan emosi siswa dapat membantu dan mempercepat pembelajaran mereka
  • Siswa akan lebih banyak belajar, jika pelajarannya memuaskan, menantang dan ramah serta mereka mempunyai suara dalam pembuatan keputusan
  • Kunci sukses : (1) Menciptakan kesenangan dalam belajar; (2) Menjalin hubungan; (3) Menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar

2. Menjalin Rasa Simpati dan Pengertian

  • (1) Membangun hubungan guru dan siswa dengan membangun jembatan menuju kehidupan gairah siswa; (2) Mengetahui minat kuat mereka; (3) Berbagi sukses dan berbicara bahasa-hati mereka
  • (1) Membangun hubungan dan keamanan memerlukan niat; (2) Kasih sayang dan resiko dari pihak guru
  • (1) Mengutamakan waktu pada minggu pertama sekolah untuk menata suasana yang aman; (2) membentuk tim; (3) Kemitraan akan banyak menghemat waktu kelak dalam pengelolaan kelas dan mengajar ulang

3. Menciptakan Kegembiraan

  • Suasana gembira membuat siswa siap belajar dengan mudah, dan bahkan dapat mengubah sikap negatif
  • Belajar dalam arti sebenarnya : (1) menciptakan ketakjuban (2) penemuan (3) permainan (4) menanyakan sejuta pertanyaan (5) terlibat di dalamnya dan Benar …. adanya kegembiraan …..
  • Untuk benar-benar menciptakan pelajar seumur hidup. akuilah bahwa setiap usaha yang mereka lakukan pada proses / jalan menuju : Aku tahu , dan berikan pengakuan positif dan membangun secara konkret karena ungkapan pengakuan tersebut membantu siswa berfokus pada tindakannya yang baik, sehingga dia dapat mengulanginya lagi dan lagi
  • Kembangkan sikap ingin tahu ; takjub dan keinginan untuk sukses

4. Pengambilan Resiko

  • Belajar berarti guru membangkitkan kesuksesan berpetualang alami dari siswa. Hal ini akan membawa mereka melampaui batas mereka sebelumnya, dan menambah dampak pengalaman mereka
  • Melatih siswa untuk berani mengambil resiko
  • Guru dan siswa harus terbiasa dengan kegiatan di luar zona nyaman

5. Rasa Saling Memiliki

  • Dengan mengasah perasaan mereka untuk saling memiliki (kepaduan tim). Guru memberi kepaduan pada suasana kelas dengan nyata dan mempercepat proses mengajar guru maupun proses belajar siswa
  • Rasa saling memiliki, menciptakan rasa kebersamaan, kesatuan, kesepakatan, dan dukungan dalam belajar
  • Ciptakan tradisi dan ritual : Menumbuhkan rasa saling memiliki dengan (1) tepuk WOW = “wide open window”      (2) Lepaskan (3) Menepuk segmen / mengakhiri segmen belajar tertentu (4) Integrasikan (5) Perkenalkan
  • Ciptakan tradisi proses belajar yang memiliki awal dan akhir yang jelas. Proses belajar yang jelas awal dan akhirnya, membantu otak membedakan , memproses dan mengingat informasi / pengalaman dalam “segmen” yang mudah dicerna

6. Arti Penting dari Keteladanan

  • Memberi teladan adalah cara ampuh untuk membangun hubungan dan memahami orang lain. Keteladanan juga akan menambahkan kekuatan ke dalam pengajaran guru.
  • Pilih setiap langkah anda secara sadar : (1) Teladankan komunikasi yang jelas (2) Akui setiap uasaha (3) Senyumlah (4) Gunakan energi untuk menciptakan lebih banyak energi (5) Jadilah pendengar yang baik (6) Ungkapkan pikiran siswa dengan kata-kata anda sendiri (7) Keluarlah dari zona nyaman  anda secara teratur dan usahakan agar siswa mengetahuinya (8) Nyatakan kembali suasana negatif untuk menemukan hal-hal yang positif didalamnya

Dengan demikian terdapat empat point yang dapat kita rangkum dari penjelasan singkat di atas

  • Guru mengajak siswa ke dalam proses belajar seumur hidup yang dinamis dan tak telupakan
  • Guru menciptakan susasana prima yang unik bagi siswa, yang membuat mereka merasa aman tapi tertantang, dimengerti dan dirayakan
  • Bayangkan siswa anda : Tersenyum penuh kepercayaan dan melihat diri mereka sendiri dinamis dan sukses. Dengarkan para siswa bercerita,berbagi, mengambil resiko dan merayakan penemuan-penemuan baru dalam proses belajar mereka
  • Bagaimana anda sebagai Guru menciptakan suasana seperti itu : (1) Lihat pandangan anda terhadap kesuksesan mereka menjadi kenyataan (2) Lihatlah diri anda saat membangun hubungan, mengakui proses belajar, dan menyelidiki keingintahuan mereka (3) Rasakan kebanggaan pemberdayaan, kegembiraan dan belajar seumur hidup

B. MENGORKETRASI LANDASAN YANG KUKUH

1. Tujuan yang sama

  • Tujuan pembelajaran harus disampaikan secara jelas, agar siswa dapat : (1) menguasai materi pelajaran (2) mengembangkan kecakapan / keterampilan tertentu (3) menjadi siswa yang lebih baik (4) melakukan interaksi sebagai tim (5) mengembangkan keterampilan lain yang penting, yang ditentukan bersama guru berdasarkan kebutuhan saat ini dan pada masa yang akan datang.
  • setelah tujuan dibuat, komunikasikan secara jelas pada saat awal pelajaran. Contoh: Pada akhir tahun, semua sudah bisa menguasai bahasa inggris dan melakukan percakapan panjang.
  • Komunikasikan umpan balik tentang kemajuan siswa atau mutu prestasi siswa

2. Prinsip-prinsip : Delapan Kunci Keunggulan

  • Prinsip mengajarkan cara yang dipilih anggotanya dalam melakukan kegiatan / untuk menjalani kehidupan
  • Prinsip akan menuntun perilaku dan tumbuhnya suasana saling mempercayai dan mendukung
  • Setiap orang dalam kelas harus setuju prinsip tersebut penting dan harus dijunjung tinggi

Delapan Kunci Keunggulan

  • Integritas (kejujuran)
  • Kegagalan adalah awal dari kesuksesan
  • Bicaralah dengan niat baik
  • Hidup di saat ini
  • Komitmen
  • Tanggung jawab
  • Sikap luwes dan fleksibel
  • Jaga keseimbangan pikiran, tubuh dan jiwa

Mengajar 8 Kunci Keunggulan

  • Berikan teladan untuk perilaku yang ingin anda lihat pada siswa
  • Perkenalkan delapan kunci keunggulan melaui cerita dan perumpaan
  • Terapkan delapan kunci ini dalam kurikulum anda

3. Yakinlah dengan Kemampuan Anda Mengajar dan Kemampuan Siswa Belajar

  • Mulailah mengajar dari sudut pandang bahwa anda adalah seorang guru yang luar biasa, dengan murid-murid berbakat, sehingga segala hal yang positif akan terjadi
  • Pasang poster-poster yan gmenarik seperti : “Aku akan melakukan sesuatu yang berarti di dunia”  , “Agar keadaan berubah, aku harus berubah” , “Sukses ditentukan oleh diriku sendiri ” , ” I Will   I Can”
  • Selalu memuji siswa sebagai siswa yang berprestasi
  • Hindari kata-kata/cap negatif

4. Buat Kesepakatan, Kebijakan, Prosedur dan Peraturan

  • Kesepakatan : merupakan daftar cara sederhana dan konkret untuk melancarkan jalannya pelajaran
  • Kebijakan : menjelaskan urutan tindakan yang diambil untuk situasi tertentu. Kebijakan ditempuh guna mendukung tujuan komunitas belajar anda
  • Prosedur : memberi tahu siswa apa yang diharapkan dan tindakan yang harus diambil
  • Peraturan : tata cara yang lebih ketat dari kesepakatan dan kebijakan. Melanggar peraturan dikenakan sanksi  yang jelas aturannya

5. Guru Sebagai Mitra Siswa

  • Menjaga komunitas tetap berjalan dan tumbuh
  • Pastikan anda tetap setia pada tujuan kelas dan pedoman yang dibuat. Masukkan unsur perasaan, perilaku, dan kognitif pada tujuan kelas anda
  • Pastikan siswa tetap terlibat dalam komunitas belajar dan jaga agar minat mereka tetap tinggi
  • AMBAK (Apa Manfaatnya BagiKu? ) harus selalu dicanangkan dalam bentuk penggambaran masa depan yang bisa menumbuhkan antisipasi

Dengan demikian terdapat tiga point yang dapat kita rangkum dari penjelasan singkat di atas

  • Anda dapat menciptakan landasan yang kukuh di kelas Anda, dengan menggambarkan parameter dan pedoman yang jelas untuk diikuti siswa dengan komitmen yang tinggi. Harus jelas : (1) keyakinan (2) prinsip-prinsip (3) keyakinan (4) kesepakatan (5) kebijakan (6) prosedur (7) peraturan
  • Pedoman yang jelas akan menciptakan lingkungan kelas yang aman, meningkatkan pengambilan resiko dan belajar.
  • Perlunya keyakinan yang memberdayakan mengenai belajar dan mengajar : (1) “Aku melakukan sesuatu yang berarti di dunia ini” (2) “Setiap tindakan, pikiran dan perasaan memberi sumbangan kepda bumi ini”  (3) Kekuatan pilihan adalah bakatku yang terbesar” (4) “Ubah keadaan maka perilaku akan berubah” (5) “Orang bisa menjadi jenius-ciptakan kondisi yang perlu” (6) “Semua perilaku, perasaan dan perkataan menyarankan pikiran baik kepada benak sadar maupun tidak sadar” (7) “Semua murid berbakat-konteks menentukan buktinya”

C. MENGORKETRASI LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG

1. Lingkungan Sekeliling

  • Belajar itu bertaraf ganda yang berarti belajar terjadi baik secara sadar maupun tidak sadar dalam waktu bersamaan
  • Otak senantiasa dibajiri stimulus dan otak memilih fokus tertentu saat demi saat
  • Sebuah gambar lebih berarti dari seribu kata
  • Gunakan alat peraga dalam situasi belajar
  • Pandangan sekeliling membantu daya ingat
  • Mata kita bergerak menurut cara otak mengakses informasi. Gerakan mata selama belajar dan berpikir terikat pada modalitas visual, auditorial dan kinestetik
  • Manfaatkan kemampuan siswa untuk secara tidak sadar menyerap informasi melalui kemitraan otak-mata dengan menggunakan : (1) Poster ikon (Pembuatan symbol untuk setiap konsep utama yang Anda ajarkan pada kertas ukuran 25×40 cm); (2) Poster afirmasi (Aku mampu mempelajarinya); (3) Warna : Hijau, Biru, Ungu dan Merah untuk kata-kata penting ; Jingga dan Kuning untuk menggarisbawahi; Hitam dan putih untuk kata-kata penghubung seperti dan , sbuah dari dll.

2. Alat Bantu

  • Alat bantu adalah benda yang dapat mewakili suatu gagasan (boneka, bola lampu besar : menandakan dimulainya brainstroming/menyoroti ide cemerlang, panah untuk menunjukkan poin yang dimaksud, kacamata besar untuk pengambilan perspektif yang berbeda, topi detektif)
  • Penggunaan alat peraga

3. Pengaturan Bangku

  • Pengaturan bangku memainkan peran penting dalam pengorkestrasian belajar
  • Untuk presentasi siswa, ajaran guru, pemutaran video, atur bangku menghadap ke depan sehingga siswa tetap fokus ke depan
  • Untuk kerja kelompok, bangku diatur satu lingkaran/kelompok
  • Satengah lingkaran untuk diskusi kelompok agak besar dipimpin oleh seorang
  • Rapatkan bangku ke dinding (tugas individu). Jika memungkinkan ganti meja, bangku tradisional dengan meja dan kursi lipat, agar lebih fleksibel

4. Tumbuhan, Aroma

  • Tumbuhan menyediakan oksigen dalam udara kita dan otak kita berkembang karena oksigen. Semakin banyak oksigen yang didapatnya, semakin baik otak berfungsi.
  • Aroma wangi bunga tertentu dapat meningkatkan kamampuan berpikir siswa secara kreatif sebesar 30%. Sedikit penyemprotan aroma mint, kemangi, jeruk kayu mais akan meningkatkan kewaspadaan mental. Aroma jeruk dan mawar memberikan ketenangan dan relaksasi
  • Menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa dan mendukung lingkungan belajar
  • Membantu siswa bekerja lebih baik dan mengingat lebih banyak
  • Memperkuat belajar baik secara sadar maupun tidak sadar
  • Irama, ketakutan dan keharmonisan musik mempengaruhi fisiologi manusia, terutama gelombang otak dan detak jantung, di samping membangkitkan perasaan dan ingatan.

5. Jenis Musik dan Kegunaannya

  • Kebanyakan musik barok sesuai dengan detak jantung manusia yang santai dan dalam kondisi belajar optimal. Penggunaan musik barok (Bach, Corelli, Tartini, Vivaldi, Mozart) dan musik kalsik (Satie, Rachmaninoff) untuk merangsang dan mempertahankan lingkungan belajar optimal.
  • Siswa dianjurkan mendengarkan Sonata Piano gubahan Mozart yang mempunyai “Efek Mozart” yang berpengaruh pada fungsi otak yangmencakup daya pikir, konsentrasi, mengingat, belajar, imajinasi, kreativitas, inovasi, membandingkan, mengendapkan, menganalisa serta memunculkan kembali ingatan (Alex Papilaya, Hardywinoto, 2001)
  • Musik yang lembut mengurangi stress dan detak jantung, gelombang otak lebih lambat
  • Musik klasik membantu merangsang perkembangan otak, karena komposisinya yang berlapis-lapis meningkatkan fungsi belahan otak kanan yang berperan menambah kemampuan imajinatif. Konsentrasi menjadi lebih tajam dan daya tangkap otak lebih baik. Perkembangan otak kanan dan kiri menjadi seimbang.

Dengan demikian terdapat enam point yang dapat kita rangkum dari penjelasan singkat di atas

  • Lingkungan kelas akan berpengaruh terhadap kemampuan siswa untuk fokus dan menyerap informasi
  • Penggunaan poster ikon akan menampilkan isi pelajaran secara visual
  • Poster afirmasi menguatkan dialog internal siswa
  • Pengaturan bangku penting agar siswa fokus pada tugas yang dihadapai
  • Musik membuka kesadaran optimal dan membantu menciptakan asosiasi. Barok adalah jenis musik yang paling cocok untuk belajar, mengulang dan saat berkonsentrasi
  • Pengorkestrasian unsur-unsur dalam lingkungan Anda sangat berpengaruh pada kemampuan Anda sanagt berpengaruh pada kemampuan Anda untuk mengajar lebih banyak dengan usaha lebih sedikit

 

 

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: