//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. V “Propaganda”)

Pengertian Propaganda

  • Suatu cara yang telah diatur guna mempengaruhi pendapat umum ke arah tujuan tertentu
  • Memaksakan suatu doktrin terhadap rakyat

Di Inggris propaganda disebut : Political Walfare

Di Amerika Serikat propagnda disebut : Psychological Warfare

Di Jerman propaganda disebut : Geistige Kriegs Fuhurung ( Intelectual Warfare )

Di Rusia propaganda disebut : Propaganda and Agitation

Menurut kamus internasional (Osman Raliby) , propaganda didefinisikan sebagai berikut :

  • Bahasa Latin “propagare” yang berarti jadi tersiar, tersebar dan sebagainya
  • Penyampaian berbagai pendapat dan kenyataan dengan maksud mempengaruhi
  • Singkatan dari Sacra Congregatio de Propaganda Fide (himpunan suci untuk penyebaran Agama yang didirikan di Roma pada taun 1632 oleh Paus Georgorius XV (1621-1623) yang kemudian menjadi  College of Propaganda dari Paus Urbanus VIII (1623-1644) yang bertujuan untuk mendidik pendeta-pendeta untuk penyebaran agama Kristen Katolik Roma

Agitasi

Bahsa latin “agitatio” penghasutan, perusuhan, pengelisahan

Agit-Prop

Agitasi Propaganda yaitu propaganda yang tertuju, yang sifatnya dapat agresif (aksi) atau defensif (counter propaganda)

Propaganda adalah suatu pengetahuan yang telah dikembangkan sejak zaman purbakala. Cara mengembangkan ide, cita-cita sautu paham atau mempopulerkan, memperkenalkan sesuatu kepada khalayak ramai adalah suatu cara propaganda.

Secara umum hendaknya jangan melihat propaganda itu dalam pengertian negatif, sebab propaganda juga merupakan suatu kebutuhan dari setiap gerakan atau perjuangan untuk mempercepat atau memberi kesempurnaan dalam mencapai kemenangan.

Propaganda dalam pengertian yang negatif, misalnya propaganda yang dilakukan partai-partai politik. Dalam berkampanye, mereka sudah terbiasa menjanjikan sesuatu yang indah-indah, dari mulai pemakaian istilah kesejahteraan wong cilik, pendidikan gratis, hingga pemberantasan KKN nya wong gede. Namun setelah diberi kekuasaan, tetap saja mereka tak bisa merealisasikan janji-janji manisnya. Bahkan ikut terhanyut oleh aliran KKN yang dengan mudah bisa mendatangkan keuntungan bagi para propagandist yang bermulut manis dan kelompoknya.

Ilustrasi aktivitas dari teknik propaganda

Propaganda dalam pemakaian sehari-hari mengingatkan kita kepada penjual obat pada pedagang kaki lima (PKL). Memang cara-cara yang dipergunakan oleh penjual obat di pasar adalah suatu cara berpropaganda agar obat yang diperdagangkan bisa laku terjual. Padahal bila ditilik mutu obatnya, maka kita akan dapat mengambil kesimpulan bahwa si tukang obat itu dapat hidup dari hasil propgandanya saja, karena obat yang dijualnya hanya terdiri dari campuran aspirin, kinine dan antibiotik, atau dicampur dengan bahan lain. Yang terpenting bagi sipenjual obat adalah dimana dia menjual obat tadi. Dia akan enggan mempropagandakan obatnya di daerah yang hanya di huni kaum terpelajar saja. Sebaliknya dia akan memilih daerah-daerah dimana calon pembelinya adalah orang-orang yang kurang mengetahui soal kesehatan dan cara pengobatan. Dengan melakukan propaganda terlebih dahulu, maka obat yang akan dibelinya Rp. 75.000 dapat di jual kisaran Rp.50.000 bahkan terkadang lebih akibat si pembeli sudah termakan propaganda.

Berdasarkan ilustrasi sederhana di atas, maka kita dapat melihat bahwa :

  • Kita harus tahu jelas apa yang akan menjadi pokok persoalan dalam propaganda yang kita keluarkan.
  • Harus diketahui maksud dan tujuan dari pokok persoalannya.
  • Harus mengetahui derah dimana kita akan menjalankan propaganda tadi.
  • Harus mengetahui cara-cara propaganda yang khusus (tertuju), dan cara yang akan dipergunakan.

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan dari ilustrasi di atas ; bahwa apa yang dilakukan si penjual obat tadi hanyalah pelaksanaan, sedangkan sebelum itu ia harus membuat suatu rencana dan persiapan sebagai berikut :

  • Menyiapkan alat-alat yang bisa menarik perhatian orang banyak
  • Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tadi
  • Memilih tempat yang strategis (dengan memperhatkan dari segi calon pembeli, saingan dari penjual yang lain)

Si penjual tadi walaupun kegaitan sehari-harinya tidak sadar telah melakukan pekerjaan seperti yang telah diuraikan diatas, namun dari pengalaman yang dilakukannya dan telah menjadi kebiasaan  (rutinitas), sebenarnya ia telah melakukan persiapan dan pekerjaan secara bertingkat seperti uraian di atas. Bila propaganda dilakukan cara teratur dan tepat, maka tujuan pokok akan lebih baik dan lebih cepat berhasil.

Teknik Propaganda

Teknik dalam melaksanakan tugas propaganda diantaranya ialah :

  • Menaksir keadaan pendengarnya, sebab masyarakat yang nanti akan dihadapinya ialah masyarakat  yang heterogen
  • Pandai mempengaruhi pendengar dan menarik minatnya (membuat mereka merasa simpatik terlebih dahulu)
  • Melaksanakannya secara tepat (media yang sesuai, saat-waktu-keadaan yang tepat)
  • Ia harus berkata benar agar bisa menyenangkan dan meyakinkan pendengarnya.

Sebagaimana telah di uraikan diatas maka setiap usaha perlu disertai dengan propaganda. Sifat-sifat peropaganda ada pada diri setiap orang, misalkan berpakaian indah saat bertemu dengan orang lain yang akan ditarik perhatiannya. Hal itu sudah merupakan suatu tindakan atau melakukan propaganda.

Dalam dunia perdagangan, umumnya propaganda itu dilakukan melalui iklan dengan lukisan-lukisan yang menyolok, tata warna yang menarik, atau kata-kata pendek tetapi cukup mudah dimengerti dan ditempatkan di sudut-sudut jalan atau tempat-tempat yang strategis. Iklan-iklan yang dimuat dalam surat kabar, majalah atau media massa yang lain. Propaganda dilakukan oleh organisasi-organisasi dan oleh lembaga pemerintah guna mencapai sasaran  seperti yang disebutkan dalam definisi propaganda, disebut penerangan.

Propaganda Dalam Masa Perlawanan

Dalam suatu konfrontasi dengan lawan, propaganda pada umumnya memiliki tiga corak, yaitu :

  • Propaganda untuk melemahkan semangat lawan, yang biasa disebut psychological warfare (psywar) yaitu perang urat saraf.
  • Propaganda untuk mempertinggi mutu moral pengikut sendiri
  • Propaganda untuk mendapatkan simpati dari golongan lain, yang memungkinkan  mendapatkan bantuan atau sokongan moral atau material

Cara-cara untuk melemahkan atau mematahkan semangat moral pihak lawan, antara lain :

  • Menyelenggarakan siaran-siaran melalui pers atau radio
  • Surat selebaran (pamflet) atau surat-surat terbuka yang dapat sampai ke tangan lawan
  • Menunjukkan bagaimana besarnya pengaruh dan kekuatan kita sendiri di tengah masyarakat
  • Menunjukkan serta membuktikan kelemahan-kelemahan di pihak lawan itu sendiri.

Propaganda untuk mempertinggi moral pengikut sendiri dilakukan antara lain dengan jalan:

  • Membuktikan keburukan-keburukan pihak lawan
  • Menyuruh membaca surat-surat kabar, majalah dan buku-buku yang berisi siaran-siaran khusus yang diterbitkan sendiri, yang menggambarkan keharusan untuk mencegah dan menentang setiap usaha lawan, demi untuk kepentingan seluruh masyarakat.
  • Mengadakan siaran melalui radio dan televisi, yang bertema sejarah dan kebudayaan

Propaganda untuk mendapatkan simpati dari golongan lain dilakukan antara lain dengan jalan :

  • Melalui pers, radio, televisi dan media online
  • Mempercepat hubungan pribadi antara pihak kita dengan pihak golongan yang kita inginkan, dengan ketentuan bahwa kita harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip kita sendiri
  • Membuktikan bahwa prinsip-prinsip yang kita pegang adalah betul-betul lebih bermanfaat bagi masyarakat daripada prinsip-prinsip yang dianut pihak lawan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa propaganda tidak dapat bekerja bila berdiri sendiri, melainkan harus bekerja sama dengan badan-badan yang lain, terutama dengan intelijen. Dengan demikian kita harus pula melakukan pekerjaan-pekerjaan intelijen

Apakah suatu organisasi propaganda berda dibawah organisasi intelijen atau sebaliknya tergantung dari kebutuhan. Dalam mempertimbangkan apakah perlu menggunakan perang urat syaraf ataupun counter propaganda terhadap pihak lawan.

Dari uraian diatas dengan demikian maka cara-cara propaganda yang dapat dilakukan adalah :

  • Melalui ceramah, tabligh atau pertemuan akbar lainnya
  • Sengaja mengumpulkan orang agar dapat memberikan agar dapat memberikan keterangan atau penerangan secara umum dalam forum
  • Surat-surat selebaran
  • Melalui saluran kesenian rakyat atau kegiatan masyarakat lainnya
  • Melalui olahraga
  • Taman bacaan dan perpustakaan
  • Penerangan dari rumah ke rumah dan dari orang ke orang
  • Dan lain-lain sesuai dengan keadaan atau kondisi dari masyarakat setempat
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: