//
you're reading...
Pendidikan

Membangun Nilai-Nilai Organisasi

Standar Kompetensi untuk Membangun Nilai-Nilai Kepemimpinan dalam Melaksanakan Organisasi diuraikan oleh Gaspersz (2007, 246-263) sebagai berikut :

Ingin Tahu

  • Menciptakan ide-ide baru dan kreatif
  • Mengembangkan lingkungan kerja yang menghargai pertanyaan-pertanyaan dan ide-ide
  • Mencari umpan balik, belajar terus menerus, dan pengembangan diri
  • Belajar sebanyak mungkin dari kesalahan utuk mencapai kesuksesan

Bergairah

  • Melaksanakan pekerjaan dengan semangat tinggi
  • Berani mengambil resiko
  • Memberdayakan orang lain
  • Memberikan rangsangan dan inspirasi kepada orang lain  untuk bekerja lebih baik

Banyak Akal

  • Mencari solusi sederhana terhadap masalah-masalah yang kompleks
  • Mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum memilih solusi
  • Menggunakan jaringan kerja internal maupun eksternal secara efektif
  • Menyelesaikan tugas-tugas secara konsisten menggunakan sumber-sumber yang daya yang tersedia

Bertanggung Jawab

  • Bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan, tindakan-tindakan, dan hasil-hasil
  • Memiliki komitmen yang kuat untuk menyerahkan nilai kepada stakeholders
  • Mengerjakan hal-hal terbaik untuk tim dan pelanggan
  • Menempatkan keberhasilan organisasi melebihi kepentingan pribadi

Kerja sama

  • Membangun kepercayaan dengan menghargai ide-ide dan kontribusi dari setiap orang
  • Bekerja sama dengan orang lain secara baik
  • Melatih dan memberikan dukungan terus-menerus kepada orang lain
  • Memberikan kontribusi untuk membangun sikap dan semangat positif dalam tim kerja sama
  • Menghargai perbedaan dan kultur global

Memiliki Komitmen

  • Menetapkan sasaran yang jelas dan terukur
  • Memfokuskan perhatian pada prioritas-prioritas produktif
  • Berani membuat keputusan-keputusan penting dengan segala konsekuensinya
  • Memperlihatkan ketekunan dan kegigihan tanpa memandang hambatan-hambatan

Terbuka

  • Memerhatikan dan menghormati ketika sedang mendengarkan dan memberi tanggapan kepada orang lain
  • Memiliki keinginan untuk berubah berdasarkan masukan-masukan dari orang lain
  • Berkomunikasi secara terbuka, terus terang dan konsisten
  • Mudah dihubungi dan didekati

Memberi Semangat

  • Menampilkan sikap optimistis, dapat mengerjakan (can-do), dan bersahabat
  • Membuat pekerjaan sebagai sesuatu yang menyenangkan
  • Memberikan inspirasi kepada orang lain agar mampu mencapai lebih daripada yang mereka bayangkan
  • Mengakui dan memberikan penghargaan terhadap kontribusi dan orang lain

Pada dasarnya setiap anggota organisasi harus memiliki jiwa kepemimpinan yang tidak ada kaitannya dengan posisi atau jabatan dalam organisasi, karena :

  • Kepemimpinan (leadership) adalah proses dimana seseorang atau sekelompok orang (tim) memainkan pengaruh atas orang (tim) lain, menginspirasikan, memotivasi, dan mengarahkan aktivitas mereka untuk mencapai sasaran atau tujuan.
  • Kepemimpinan adalah kemampuan positif mempengaruhi orang lain dan sistem untuk memberikan dampak yang berguna dan mencapai keunggulan kinerja hasil-hasil yang diinginkan
  • Kepemimpinan efektif akan meningkatkan kemampuan dan keunggulan organisasi untuk memberikan inovasi nilai secara terus menerus kepada dan/atau pelanggan
  • Kepemimpinan terdiri dari kepemimpinan diri (self leadership) , kepemimpinan tim (team leadership) dan kepemimpinan organisasi (organizatioan leadership).

Tanggung jawab kepemimpinan organisasi (organizatioan leadership), kepemimpinan tim peningkatan kualitas (quality improvement team-QIT) dan kepemimpinan individu berkualitas (total quality person-TQP) ditunjukkan dalam model berikut

Kepemimpinan Manajemen Organisasi

  • Pemahaman dan kepuasan kebutuhan pelanggan, pelaku dan pelaksana organisasi dan stakeholder lainnya melalui mengembang visi, misi, sasaran, tujuan dan target yang dicantumkan dalam Master Improvement Story dan dikomunikasikan secara visual ke seluruh organisasi
  • Pengukuran, analisis, dan peninjauan-ulang (review) hasil-hasil kinerja
  • Verifikasi status Master Improvement Story dengan data pembanding
  • Pengidentifikasian kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan kinerja terus menerus

Kepemimpinan Tim Peningkatan Kualitas

  • Bertanggung jawab untuk menghasilkan kinerja yang tercantum dalam Master Improvement Story
  • Mendesain agenda pertemua yang benar (efektif dan efisien)
  • Menegaskan dan menyelesaikan isu-isu penurunan kinerja yang muncul
  • Menghilangkan hambatan-hambatan untuk peningkatan kinerja
  • Menyebarluaskan hasil-hasil peningkatan kinerja keseluruh organisasi secara visual

Kepemimpinan Individu Berkualitas

  • Belajar terus menerus sebagai kebiasaan pribadi
  • Bersikap proaktif
  • Menyelesaiakn masalah-masalah agar meningkatkan kinerja yang tercantum dalam Master Improvement Story
  • Membangun jaringan kerja (networking)
  • Bekerja untuk kesepakatan menang-menang (win-win agreement)

Pengelolaan Tanggungjawab Sosial (Corporate Social Responsibility)

Dalam memenuhi persyaraatan tanggungjawab sosial maka seorang pemimpin harus :

  • Menciptakan sistem pengelolaan organisasi yang baik (good corporate governance) yang menjamin pertanggungjawaban terdahap setiap tindakan manajemen yang dilakukan, keterbukaan dan penyebarluasan informasi dlam proses-proses operasional, dan melindungi kepentingan semua stakeholders organsasi
  • Mengevaluasi kinerja dari pemimpin-pemimpin senior
  • Menetapkan sistem audit manajemen kinerja yang dilakukan secara reguler oleh auditor internal maupun eksternal yang independen
  • Memerhatikan dampak negatif terhadap masyarakat yang ditimbulkan oleh produk, pelayanan, dan proses operasional suatu organisasi
  • Menjamin praktik-praktik bisnis yang beretika dalam semua bentuk transaksi
  • Mendukung dan memperkuat perkembangan masyarakat dalam bentuk tanggung jawab sosial dari badan usaha (corporate social responsibility-CSR)

Model Total Quality Management

  • Pemimpin senior menetapkan visi, misi, nilai-nilai dan arah suatu organisasi berdasarkan kebutuhan dan ekspektasi stakeholder
  • Pemimpin senior menjadai model peran yang mentransformasikan visi, nilai-nilai dan arah ke dalam organisasi, rencana-rencana strategis dan menyelaraskan atau mengintegrasiakn ke seluruh unit-unit kerja dalam organisasi
  • Pemimpin senior dan tim manajemen organisasi memberdayakan tim-tim kerja sama untuk melaksanakan rencana-rencana tindakan
  • Pemimpin senior dan tim manajemen melakukan analisis kinerja
  • Pemimpin senior dan tim manajemen mengembangkan sistem-sistem manajemen kinerja, menetapkan balas jasa dan penghargaan (rewards and recognition)
  • Pemimpin senior dan tim manajemen memotivasi karyawanan untuk belajar dan meningkat terus menerus
  • Pemimpin senior dan tim manajemen melaksanakan upaya peningkatan terus menerus sesuai dengan visi, nilai-nilai dan arah organisasi yang telah ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan ekspektasi stakeholder

Model Six Sigma (Define, Measure, Analyze, Improve, Control)

  • Pemimpin-pemimpin senior menetapkan visi, nilai-nilai dan arah organisasi berdasarkan kebutuhan dan ekspektasi stakeholder yang dicantumkan dalam Master Improvement Story.
  • Pemimpin senior dan tim manajemen organisasi menetapkan sasaran jangka panjang
  • Pemimpin senior menetapkan tujan-tujuan, ukuran-ukuran kinerja, target-target yang jelas dan terukur setiap tahun
  • Pemimpin senior dan tim manajemen menyebarluaskan tujaun-tujuan, ukuran-ukuran kinerja, target-target yang jelas dan terukur itu keseluruh unit-unit kerja dalam organisasi.
  • Pemimpin senior dan tim manajemen menetapkan dan mengimplementasikan rencana-rencana tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan dan target-target yang jelas dan terukur yang telah ditetapkan dalam Master Improvement Story organisasi
  • Pemimpin senior dan tim amanjemen melakukan analisis, peninjauan ulang dan diagnosis terhadap hasil-hasil kinerja yang dicapai untuk selanjutnya melakukan perbaikan terus menerus agar visi, nilai-nilai dan arah organisasi beradasarkan kebutuhan dan ekspektasi stakeholeder yang telah dicantumkan dalam Master Improvement Story organisasi

Selanjutnya Swayne (2003, 22-27) mengidentifikasi beberapa kegagalan dalam implementasi Six Sigma sebagai berikut :

Define

  • Definisi lingkup dan kebutuhan proyek yang tidak tepat dan tidak terintegrasi dengan kebutuhan nyata dari bisnis
  • Kesalahan mengidentifikasi proyek yang tepat
  • Kesalahan dalam desain kuesioner dan penerapan statistika pada riset
  • Kesalahan dalam penetapan sasaran dan tujuan yang tepat

Measure

  • Ketiadaan ukuran-ukura kinerja kunci yang tepat
  • Memiliki alat pengukur yang jelek
  • Pengumpulan data yang tidak efisien dan tidak tepat
  • Kecepatan eksekusi yang lambat

Analyze

  • Kesalahan dalam mengembangkan hipotesis kausal (sebab-akibat)
  • Kegagalan mengidentifikasi pengendali kunci (key drivers)
  • Penggunaan alat-alat statistika yang terlalu berlebihan dan seolah-olah hanya berfokus pada penerapan alat-alat statistika tersebut tanpa memedulikan efektivitas dan efisiensi dalam solusi masalah-masalah bisnis yang nyata
  • Ketiadaan pengetahuan bisnis praktis
  • Kegagalan mengidentifikasi praktik-praktik bisnis terbaik

Improve

  • Ketiadaan dukungan manajemen terhadap sistem
  • Kegagalan dalam mengembangkan ide-ide untuk menghilangkan akar-akar penyebab masalah bisnis
  • Kegagalan dalam implementasi solusi-solusi masalah bisnis

Control

  • Kegagalan dalam tindak lanjut (follow-up) oleh manajer-manajer dan pemilik proses, yaitu mereka yang bertanggungjawab terhadap kinerja dari proses-proses bisnis
  • Ketiadaan mekanisme umpan-balik menerima atau mendengarkan suara pelanggan (voice of customer) secara terus menerus
  • Ketiadaan institusionalisme dari pemikiran atau pemahaman terhadap peningkatan kinerja bisnis terus menerus
Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: