//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. IV “Counter Intelligence”)

Pengertian Counter Intelligence

Counter intelligence ialah salah satu aspek aktivitas intelligence yang diajukan untuk menanggulangi secara efektif segala kegiatan intelliegence musuh, untuk melindungi berbagai informasi, personel, instalasi vital, material, terhadap aktivitas element espionage, sabotage dan aksi-aski subversi. Singkatnya counter intelligence adalah suatu unsur dalam suatu gerakan atau kegiatan dengan maksud untuk mencegah atau menghancurkan kemampuan intelligence lawan. Pada beberapa negara counter intelligence disebut security intelligence selain melakukan kegiatan penanggulangan di atas yang secara ekstreem mengarah pada kepada penyimpangan. Sebab penyimpangan demi penyimpangan jika dibiarkan akan menumbuhkan virus pertentangan dan perpecahan. Oleh karena itu dilakukan pendeteksian terhadap setiap gejala yang bisa merugikan, akibat ulah oknum-oknum pengkhianat yang tidak setia kepada negera dan melacurkan dirinya untuk kepentingan pihak asing.

Dengan hasil deteksi dini semacam itu akan segera dipelajari latar belakang pihak-pihak yang terdeteksi, sehingga dapat segera dilakukan upaya-upaya penelusuran bijaksana. Apabila penyimpangan-penyimpangan terus berjalan (meski usaha positif tetap dilakukan dalam jangka waktu tertentu) maka hendaknya mereka dihadapi dengan tindakan-tindakan intelligence. Counter terjadap kejahatan, perbuatan aniyaya serta sabotage agent-agent musuh, harus seimbang dengan bencana yang ditimbulkannya. Jadi dasar untuk melakukan counter intelligence adalah pertimbagan bahwa musuh dan lawan selalu mencari kesempatan memukul sistem pertahanan dan keamanan suatu negara. Untuk itu pastilah mereka berusaha mendapatkan informasi yang mendetail tentang kemampuan, kelemahan, kerawanan dan tingkat kesabaran dalam bertindak. Disamping itu juga dikumpulkan informasi mengenai medan operasi, iklim, cuaca, keadaan/kondisi daratan dan pantai, hidrografi dan gerakan-grakan para agentnya. Apabila musuh telah mempunyai pengetahuan tentang situasi dan kondisi daerah sasaran, maka rencana penyerangan segera dapat dibuat sesuai dengan fakta-fakta yang ada dilapangan, termasuk persiapan segala sesuatunya.

Kini jelaslah bahwa betapa pentingnya pemahaman akan intelijen tentang counter intelligence untuk tujuan pengamanan dari sejak proses perencanaan hingga selesainya suatu pekerjaan, sehingga prestasi kerja bisa diperoleh secara maksimal. Oleh karena itu sebelum pihak lawan dapat merealisasikan kejahatan-kejahatannya, maka sudah seharusnya jika rencana mereka itu dapat dideteksi atau diperkirakan jauh sebelumnya, sehingga counter intelligence juga dapat merencanakan tindakan-tindakan pencegahan atau bahkan pengikisannya.

Sudut pandang intelijen yang menitik beratkan pada faktor kerahasiaan dalam rencana penanggulangan terhadap offensive intelligence musuh, sedangkan counter intelligence itu sendiri wajib menggunakan taktik defensive active counter intelligence, yang berarti efektivitas intelijen lawan paling tidak harus dianggap sama kemampuannya dengan intelijen kita sendiri. Oleh sebab itu kerahasiaan harus selalu dijaga hingga yang sekecil-kecilnya,meskipun berupa informasi yang kelihatan remeh. Maka fungsi counter intelligence perlu dipahami benar-benar, diantaranya :

  • Merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan untuk menemukan.
  • Menetralisir musuh dalam hal sabotage dan kegiatan-kegiatan subversi.

Dengan demikian harus dimiliki estimasi tentang rencana pihak intelijen lawan berupa aksi-aksi penghancuran yang akan terjadi, pengamatan terhadap sumber-sumber yang mungkin dimanfaatkan oleh agent intelijen lawan harus diperketat. Ada beberapa hal yang kemungkinan terjadi infiltrasi :

  • Turis asing
  • Para pengungsi
  • Tawanan perang
  • Dokumen-dokumen yang berklasifikasi
  • Penyadapan berita terutama yang tidak memakai kode sandi
  • Penyadapan surat-surat
  • Elctronic intelligence
  • Fotografi
  • Pengintaian atau penginderaan jarak jauh terhadap objek-objek di darat, laut
  • Kandungan bumi yang menjadi target mereka dengan observasinya (pengamatan dan pengawasan)
  • Sumber-sumber radio, televisi, internet
  • Konferensi pers
  • Surat kabar, majalah atau pemberitaan berkala

Secara umum kita juga harus menjaga persatuan, menjaga mulut, menjaga sikap dan perilaku serta berusaha mengamankan dan memperketat pengawasan demi keamanan bersama. Jika tidak, cepat atau lambat perbuatan makar akan mengancam oleh gabungan pada tingkat kelompok ideologi, ataupun antar negara yang dilakukan secara bersinergi dan saling memimpin.

Secara khusus lawan akan mencari informasi tentang organisasi intelijen kita menyangkut hasil usahanya, kelebihan dan kelemahan, maksud dan tujuannya, rencana-rencana serta kemampuan-kemampuan yang dimiliki.

  • Bagaimana komposisi kekuatan,
  • lokasi,
  • senjata,
  • kelengkapan peralatan,
  • latihan-latihan, serta
  • moral anggotanya.
  • Pengembangan teknik dan taktik menyangkut perlengkapan material alat-alat utama yang terbaru dan bagaimana  sistem logistik dan administrasinya.
  • Peristiwa-peristiwa negatif apa yang pernah terjadi menyangkut anggota personel, mateial dan kebudayaannya.
  • Sumber-sumber strategis apa saja yang dapat menunjang persediaan atau memasok daerah rawan produksi dan pergudangan, bagaimana saluran jaring-jaring komunikasinya serta kejahatan-kejahatan yang pernah terjadi

Untuk menindaklanjuti dilakukan pemetaan dengan membagi situasi daerah-daerah

  • Daerah kritis yaitu daerah yang sedang bergolak karena adanya ketegangan sosial dan huru-hara sering terjadi di daerah tersebut (daerah konflik atau daerah rusuh).
  • Daerah penting yaitu pusat pemerintahan, perkantoran aparat gubernur, bupati, walikota, power station, penjara, kantor telepon dan telegraf, pemancar radio, TV, bandara, pelabuhan laut dan perbatasan.
  • Daerah rawan yaitu daerah vital yang berfungsi ekonomis yang biasanya menjadi sasaran kedua terhadap gangguan dan ancaman keamanan (pusat-pusat pertokoan dan perdagangan, perkampungan atau komplek-komplek mewah yang merupakan enclave (daerah kantong) tertutup serta rawan terhadap tindak kriminalitas, perampokan, penculikan, penyanderaan serta perusakan.
  • Daerah waspada yaitu rawan terhadap sumber-sumber yang berpotensi mengganggu keamanan, karena disitu tempat bersarangnya penjahat.

Hal tersebut untuk memudahkan mengeksploitir hasutan subversi berupa fitnah. Dengan fitnah itulah maka yang baik bisa menjadi jelek, sedangkan yang jahat secara opini bisa menjadi baik. Bibit-bibit pertentangan dan perpecahan akan disemaikan pada lahan perbedaan suku, agama, dan ras, sehingga akan berkobarlah api permusuhan. Kondisi demikian akan didorong terus ke arah permusuhan lintas SARA secara horizontal dan vertikal, dari tingkat masyarakat biasa hingga tingkat pimpinan. Hingga pada puncaknya nanti, para pimpinan kita akan dijatuhkan oleh masyarakat atau rakyatnya sendiri yang dilangsungkan silih berganti. Dengan demikian musuh-musuh itu dapat meruntuhkan para pimpinan dan sendi-sendi kenegaraan tanpa perlu melakukan perang konvensional yang berisko dan memerlukan biaya yang besar.

Bagi intelijen dunia kejahatan (terutama yang bersifat pengkhianatan terhadap kedaulatan dan martabat negara) bukan sekedar perlu diketahui, akan tetapi harus bisa menangkap para pelakunya agar dapat diselidiki latar belakangnya, siapa sponsornya, sehingga bisa diadili dan menggulung jaringan intelijennya. Apalagi jika ia berasal dari kalangan dalam, maka predikatnya adalah pengkhianat bermuka dua, maka hukuman yang layak bagi seorang pengkhianat lebih berat daripada pelaku kejahatan lainnya.

Susunan Counter Intelligence

Tiap komandan kesatuan selayaknya mempunyai anggota staf dengan tugas counter intelligence, suatu detasmen corp counter intelligence dan sedapat mungkin suatu satuan khusus counter intelligence, yang terdiri dari kesatuan taktis dan oknum-oknum pribadi.

Staf counter intelligence terdiri dari seorang perwira intelijen yang tugasnya mempersiapkan segala rencana counter intelligence dan atas nama komandan mengawasi agar rencana-rencana tadi terlaksana dengan baik. Dalam melakukan kewajibannya perwira intelijen dibantu oleh kelompok counter intelligence. Disamping staf counter intelligence seorang komandan dibantu oleh suatu detasmen yang terdiri anggota-anggota corps counter intelligence. Anggota tadi terdiri dari oknum-oknum yang telah terlatih khusus sehingga memahami akan tugasnya. Mereka ini adalah ahli lapangan counter espionage, counter sabotage dan counter subversive activities, serta melakukan tugas pilihan untuk melakukan tindakan-tindakan counter intelligence secara aktif. Disamping tugasnya, komandan detasmen tadi biasanya menjadi penasehat bagi perwira intelijen dalam setiap persaoalan counter intelligence. Counter intelligence tidak hanya diperuntukkan bagi corp counter intelligence. Tetapi setiap petugas ikut bertanggung jawab atau terlaksananya peraturan-peraturan dan tindakan-tindakan counter intelligence, seperti :

  • Pengamanan segala info
  • Pengunaan
  • Persembunyian
  • Hari gelap dan camouflage
  • Pelaksanaan tindakan
  • Counter reconnaisance
  • Signal communication security

Penyelenggaraan Counter Intelligence

Ruang lingkup pelaksanaan counter intelligence itu terdiri dari tindakan-tindakan aktif dan pasif dalam pengertian yang luas terhadap segala kegiatan. Hal itu memang memerlukan kecerdasan, kecekatan atau keterampilan yang spesifik. Counter intelligence secara aktif direncanakan untuk merintangi dan mempersempit ruang gerak agent-agent lawan dalam usahanya mengumpulkan informasi dan sabotage serta penanggulangan subversi, menghalangi pengintaian, observasi dan pengamatan atau penyelidikan oleh spion-spion musuh. Sedangkan counter intelligence secara pasif direncanakan untuk melindungi dokumen dan pengamanan yang berklasifikasi rahasia, menjaga ketat disiplin kerahasian, komunikasi dan peyensoran material dalam segala hal. Karena itu demi keamanan negara semua itu harus ditopang oleh para pakar pilihan yang berprestasi besar, berakhlak dan berpandangan tajam jauh ke depan. Untuk menyelenggarakannya counter intelligence ini harus diciptakan adanya kesatuan tindakan dan kesatuan pandangan menyangkut pengamanan dan kewaspadaan.

Counter intelligence ini dikalangan intelijen militer dapat diserahkan pelaksanaannya kepada suatu tim yang terdiri dari unit-unit counter intelligence. Salah satu unit counter intelligence yang unik adalah unit counter pengintaian. Perwira unit counter pengintaian memang dituntut kebolehannya. Perwira ini mempunyai tugas rangkap. Disamping bertugas di unit kesatuannya, ia juga diharuskan melakukan tugas-tugas pengintaian ke daerah musuh, sekaligus diberi tugas dalam tanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan counter pengintaian dalam pasukan komando dimana dia berada. Hasil pengintaiannya terhadap musuh akan menambah keahliannya dalam melaksanakan counter pengintaian terhadap pengintaian pihak musuh yang pada umumnya memerlukan penolakan. Sebab pengalaman membuktikan, bahwa suatu unit yang diperlengkapi secara lengkap dalam tugas secara murni, biasanya tidak menambah keberhasilan tugas counter pengintaian secara baik.

Dalam operasi pertempuran udara, maka counter operasi udara tugasnya ialah mencegah dan memperkecil kesanggupan musuh untuk mengintai dan mengobservasi secara visual, fotografi atau camera dengan menggunakan film-film tertentu terhadap kekuatan, medan-medan operasi dan objek-objek lainnya yang telah disamarkan. Jadi counter intelligence itu berbentuk cadar tipe pertahanan yaitu melindungi dari pengintaian musuh dan cadar tipe cocor penyerangan untuk mendeteksi pengintaian musuh, lalu mengulanginya dengan taktik bergerak atau stasioner, bergantung kepada kekenyalan selubung pelaksana, maka pelaksanaan counter pengintaian dari udara tak dapat diabaikan. Jangan sampai angkasa itu dipergunakan oleh pihak lawan untuk maksud-maksud merusak. Maksudnya supaya pengamatan itu objektif, seusuai dengan interpretasi yang logis sebgaimana yang diyakini. Jadi pengintaian harus berhasil baik dan sukses dalam mendeteksi musuh  serta membongkar pengelabuhan yang dilakukan musush dengan penetrasi yang tepat guna. Analisa terhadap hasil pengintaian baik berupa visual maupun camera atau alat-alat elektronik tidak boleh under estimate ataupun over estimate. Jadi harus benar-benar melalui pengolahan data dengan memperbandingkan beberapa fakta hingga diperoleh gambaran yang sebenar-benarnya. Dalam hal ini diajarkan tentang operasi turba guna mengadakan pengintaian dengan penginderaan jarak jauh (satelit). Dari sana bisa memperhatikan dan menyelidiki apa-apa yang ada di permukaan dan di perut bumi derah lawan. Aktifitas demikian tidak boleh hanya dilakukan sekali saja, tetapi berulang-ulang atau kalau perlu bisa dilakukan secara terus menerus. Ini diperlukan untuk mendeteksi perubahan atau peralihan yang terjadi sehubungan dengan perubahan taktik dan strategi lawan terutama lokasi penangkis serangan udara.

Sebagaiman telah dipahami bahwa counter intelligence adalah suatu unsur dalam gerakan atau kegiatan yang dimasksudkan untuk mencegah atau menghancurkan kemampuan intelijen lawan maka yang termasuk dalam tugas dan kewajiban counter intelligence secara garis besar ialah ;

  • Pencegahan dan bila mungkin penghancuran dari kegiatan intelijen pihak lawan yang berusaha masuk kedaerah kita
  • Laporan secara terus menerus tentang keadaan dan keamanan daerah-daerah yan gmenjadi sasaran lawan atau yang diduduki lawan
  • Pengamatan terhadap moral lawan. Propaganda lawan, sabotage lawan, psywar lawan, kegiatan subversive (kolone V)
  • Memberi saran-saran tentang pengamatan proyek-proyek militer sipil dan swasta
  • Saran-saran tentang sensor, pers dan pemberian lainnya
  • Pengamanan di bidang proyek vital milik negara maupun swasta

Tugas counter intelligence itu dilaksanakan dengan dua tujuan

  • Untuk mencegah jatuhnya info yang benar ke tangan musuh
  • Mengalihkan perhatian atau mengelabui musuh dengan jalan tipu muslihat atau memberikan info yang tidak benar.

Info dapat dicegah jatuh ke tangan lawan denga satu cara di atas yaitu sembunyi-sembunyi atau secara langsung menghalangi usaha musuh untuk mendapatkannya. Cara-cara tadi masing-masing disebut secara aktif maupun pasif.

Tindakan Counter Intelligence

  • Disiplin Pemeliharaan Rahasia

Tindakan pertama adalah disiplin pemeliharaan rahasia. Diantaranya termasuk peraturan yang menjamin, bahwa info itu hanya disampaikan kepada mereka yang berhak. Sebab seseorang yang tidak berkepentingan, secara tidak sadar dengan mudahnya dapat memberikan info yang bernilai rahasia, meskipun karena katidaktahuan atau terlalu baik sangka kepada seseorang. Pada kesempatan mengobrol, hendaklah disadari terhadap siapa dan di hadapan siapa kita sedang berbicara, apalagi untuk membicarakan sesuatu yang bersifat rahasia. Meskipun di hadapan orang-orang yang kita yakini sifat kejujurannya, tidaklah bijaksana untuk mempertimbangkan sesuatu rencana dengan mereka yang tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan itu. Orang yang dianggap perlu mengetahui keseluruhan rencana tadi hendaklah dibatasi jumlahnya. Kepada yang lain, sekedar diberi tahu tentang rencana tadi, sesuai dengan kebutuhan bagi tugas yang akan dilaksanakan mereka (the need to know)

  • Security Dokumen

Klasifikasi dan security bagi dokumen-dokumen adalah tindakan counter intelligence secarapasif, karena dengan cara demikian dapat mencegah lawan yang berusaha memperoleh info yang terkandung di dalam dokumen-dokumen tadi. Jadi jelaslah sekarang, mengapa dokumen-dokumen itu harus selalu dilindungi dari incaran lawan.

  • Signal Communication Security

Meliputi segala pengaturandan tindakan guna mencegah kebocoran  info, sewaktu info tadi disampaikan dengan menggunakan signal. Peraturan-peraturan tadi yang terpenting meliputi penggunaan kode-kode huruf dan angka, serta pemeliharaan cara menggunakan tuliasn rahasia (cryptographic). Dalam abad modern ini, penyampaian berita pada umumnya dilakuakn melalui radio, telepon ataupun e-mail. Namun dalam peyampaian berita-berita penting, penggunaan kode telah menjadi kebiasaan dikalangan intelijen. Penyimpangan dari kebiasaan itu hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja

  • Censorship

Adalah penelitian terhadap segala macam perhubungan yang bersifat bukan dinas, guna mencegah kebocoran info kepada pihak yang tidak berkepentingan. Censorship berguna untuk

−        Mencegah agar info yang berharga tidak jatuh ketangan lawan

−        Menemukan gerakan lawan secara gelap

−        Mengumpulkan info yang berharga guna melengkapi kebutuhan intelijen

Untuk mencapai tujuan diatas, maka censorship dilaksanakan pada tiap tingkat, umpamanya di kalangan angkatan perang dari tingkat kompi sampai tingkat markas besar (mabes), dengan jalan meneliti segala hubungan yang dilakukan oleh dan untuk para anggota, melalui surat menyurat, pengiriman foto, petikan pers, bingkisan-bingkisan dan siaran radio. Tidakan pendahuluan ini dimaksudkan untuk menyembunyikan jalan pikiran atau sasaran kita terhadap lawan. Selanjutnya ada tindakan-tindakan counter intelligence tertentu untuk meyembunyikan keadaan serta kegiatan kita terhadap lawan tadi.

  • Camouflage

Adalah salah satu cara tadi. Tujuan camouflage adalah merubah bentuk sesuatu, sehingga menyerupai bentuk lain atau tidak menyerupai bentuk apapun. Umpamanya jaring atau jala dipasang diatas senjata artileri atau kendaraan guna menghilangkan bentuk aslinya. Pabrik-pabrik dicat demikian rupa sehingga berbentuk sekelompok rumah-rumah baisa atau gedung-gedung yan gtidak menyolok. Untuk lebih sempurna mencapai bentuk rupa yang di ingini, kadang-kadang di atasnya diberi pohon-pohon atau semak-semak. Camuoflage sangat bermanfaat bagi bangunan-bangunan tertentu, terutama bila waktu dan kebutuhan mengijinkan penyelenggaraannya.

  • Concealment

Cara terakhir sebagai tindakan pasif, yaitu termasuk penggunaan secara tepat keadaan medan, waktu gelap atau cuaca agar dapat melindungi gerakan atau kegiatan kita dari intaian pihak lawan. Hutan-hutan, lembah-lembah, tanggul-tanggul dan kelompok-kelompok kampung merupakan concealment yang baik di medan. Begitu pula di waktu pertempuran kita harus memanfaatkan setiap keadaan alam guna melindungi diri dari ancaman lawan.

Tindakan Counter Intelligence Secara Aktif

Selain tindakan secara pasif seperti yang telah diuraikan diatas (dengan jalan menyembunyikan info terhadap usaha lawan) maka cara lain adalah dengan jalan menghalangi musuh untuk mendapatkan info tadi. Cara ini disebut tindakan secara aktif, yaitu termasuk diantaranya :

  • Counter Espionage

Adalah suatu kegiatan terhadap gerakan spion dan secret agents lawan. Tugasnya meliputi detection dan interrogation terhadap mereka dan segala tindakan yang dapat mencegah kegiatan mereka sebelum mereka dapat tertangkap. Peraturan jam malam terhadap penduduk umumnya akan menghalangi kegiatan lawan di tengah masyarakat. Hal ini memudahkan pihak kita untuk mengamati gerak-gerik lawan yang mencurigakan.

  • Counter Reconnaisance

Adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk penempatan pos-pos penjagaan yang dapat menghalangi patroli musuh maupun pengintai-pengintai lawan. Kesatuan-kesatuan untuk tugas ini dapat terdiri dari angkatan udara, guna pengintaian udara jarak jauh, kavaleri, guna pengintaian di darat jarak jauh dan invantri guna pengintaian jarak dekat.

  • Smoke Shells

Adalah penggunaan tabir asap. Biasanya pos-pos pengintaian musuh berada di tempat yang tinggi, sehingga dapat mengintai medan secara luas. Pos-pos tersebut terkdang juga sulit dideteksi untuk dihancurkan. Karena itu, cara menghalangi pengintaian mereka terhadap gerakan kita ialah dengan menggunakan tabir asap.

Tindakan Counter Intelligence Secara Positif

Selain mencegah dan menghalangi musuh untuk mendapatkan info dengan tindakan secara aktif dan pasif, perlu juga menggunakan tipu muslihat atau pengelabuan agar tidak tercapai tujuan mereka. Tujuan dari tindakan counter intelligence secara positif adalah memberi gambaran yang salah terhadap musuh, tentang keadaan kita serta kemampuan kita sesungguhnya, sehingga mereka membuat rencana operasi berdasarkan yang salah tadi.

  • Feints and Demonstration Ruses

Gerak tipu dan demosntrsasi tipu mslihat dilaksanakan di segala tingkatan dengan maksud agar musuh melaksanakan sesuatu operasi menurut yang kita kehendaki, atau setidaknya musuh akan bimbang sehingga tidak melakukan reaksi terhadap operasi kita yang sesungguhnya. Dengan demikian gerak tipu ini akan bermanfaat dalam menghancurkan garis pertahanan musuh, misalnya yang berbentuk sungai, benteng atau pantai

  • Dummy Position and Equipment

Cara dan alat tipuan ini telah digunakan sejak dahulu kala. Umpamanya prajurit-prajurit yang telah gugur, jenazahnya disusun di atas benteng-benteng pertahanan, atau benteng-benteng pertahanan yang ditnggalkan lengkap dengan pakaian seragam dan senjatanya. Api unggun dibiarkan menyala di dalamnya. Batang-batang kayu atau cerobong asap diletakkan sedemikian rupa agar tampak seperti meriam. Sebuah kerangka dari kayu dan kawat yang diselubungi dengan kain akan terlihat seperti pesawat terbang di atas landasan. Denganmenggunakan pengeras susara yang kuat seolah-olah banyak tank sedang mondar-mandir atau suara tembakan artileri. Operasi yang bersifat tipuan itu dapat memungkinkan musuh masuk ke dalam perangkap kita.

  • False Information

Laporan palsu dapat disebarkan sehingga menimbulkan salah dugaan san salah perhitungan pihak lawan (musuh) tentang diri dan kondisi kita. Cara-cara yan gdigunakan diantaranya melalui berita-berita radio yang sengaja disiarkan untuk didengar oleh pihak musuh, atau dengan sengaja menempatkan dokumen-dokumen agar dicuri pihak musuh. Selain itu melalui instruksi lisan kepada kurir-kurir yang sengaja agar ditangkap oleh pihak musuh. Cara-cara tersebut di atas bertujuan untuk membingungkan pihak musuh sehingga mereka ragu dan menemui kegagalan. Penggunaan cara-cara demikian, harus diketahui atasan kita, sehingga diantara kita sendiri sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran atau menimbulkan prasangka-pransangka yang merugikan.

Perencanaan dan Operasi Counter Intelligence

Proses siklus intelijen terpakai pada pengumpulan informasi dalam counter intelligence:

  • Ada rencana penyelidikan
  • Instruksi kepada kesatuan bawahan dan samping (setingkat) untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan atas permintaan kesatuan yang lebih tinggi
  • Badan pengumpul bergerak dan berusaha mencari informasi dari segala sumber yang mungkin bisa dimanfaatkan
  • Staf pengolahan mencatat semua informasi yang dilaporkan kepadanya, lalu dinilai dengan metode ilmu intelijen, kemudian barulah dilakukan penafsiran menjadi produk counter intelligence. Produk yan gberupa pendapat, ide-ide serta saran tentang lawan itu diserahkan kepada user. Oleh user kemudian dilakukan penyebaran terhadap perkiraan keadaan intelijen.

Rencana counter intelligence merupakan suatu terdaftar yang sistematis, berisi penyelenggaraan tugas-tugas secara menyuluruh serta pencatuman (penunjukan) para agent atau kesatuan pelaksana yang akan bertanggung jawab atas tiap-tiap tugas. Rencana counter yang akan bertanggung jawab atas tiap-tiap tugas. Rencana counter intelligence merupakan suatu daftar target counter intelligence. Target ialah sasaran-sasaran yang dikehendaki dicapai : apa yang harus dihancurkan, apa yang harus dilindungi, siapa yang harus ditangkap hidup dan sebagainya. Dalam membuat rencana counter intelligence dan daftar targetnya, tidaknya menghendaki penghancuran total, lebih terhadap umat manusia. Sebab musuh cerdas lebih baik daripada kawan yang bodoh. Counter intelligence harus dilaksanakan dengan kepala dingin, tidak boleh emosional, dendam atau sekedar melepaskan sakit hati. Benar bahwa mereka itu musuh, tetapi kalau masih bisa diharapkan menjadi teman setia, itulah harapan cita-cita counter intelligence. Tak ada perkecualian, yaitu terhadap penjahat perang yang memang mutlak harus ditangkap, diadili dan divonis sesuai dengan kesalahannya. Dalam target counter intelligence harus terdaftar siapa saja penjahat perang itu, yaitu penghasut atau biang keladi peperangan menimbulkan malapetaka dipermukaan bumi.

Estimate counter intelligence meliputi keterangan-keterangan tentang kemampuan-kemampuan musuh di bidang intelijen, kemampuan aksi-aksi subversi dan sabotage, keampuhan materialnya serta kekenyalan gerakan operasi counter intelligence lawan. Estimate itu berupa konklusi tentnag intel lawan, serta akibat yang mungkin ditimbulkannya. Juga dibuat suatu lembar kerja counter intelligence yang berisi hal-hal sangat efisien tentang tugas-tugas, informasi yang diperlukan, kesatuan yang ditugaskan, bagaimana cara mendapatkan, waktu pelaksanaan, koordinasinya dengan bagian mana saja, serta detailering informasi yang dikehendaki. Hal ini hampir sama dengan rencana pengumpulan untuk suatu operasi intelijen, misalnya rencana pengumpulan untuk ADO Darat atau ADO laut dan sebagainya.

Dalam rencana counter intelligence dimuat tentang operasi-operasi rahasia tentang security militer, sipil, sensor embarkasi dan operasi rahasia yang spesifik, disamping tugas-tugas counter pengintaian. Security militer meiputi tindakan yang dilaksanakan untuk melindungi kesatuan dari sabotage, subversi dan mencegah jangan sampai informasi yang berklasifikasi jatuh kepada pihak musuh.

“Tidak sama perbuatan baik dengan perbuatan jahat, laksanakan counter terhadap kejahatan dengan cara yang lebih baik, sehingga permusuhan dapat diubah menjadi persahabatan, bahkan dapat berubah secara ekstreem, seakan-akan seperti sahabat karib”

Untuk menanggulangi subversi, dengan jalan menguasai secara baik segala pintu yang memungkinkan timbulnya keresahan-keresahan dan gangguan terhdap stabilitas keamanan dalam masyarakat sehingga dapat menimbulkan hal-hal negatif yang akan memuncak pada hal-hal yang destruktif semacan teror dan huru-hara pada demonstrasi masa.

Operasi security sipil adalah segala tindakan counter intelligence yang dilakukan secara efektif terhadap masyarakat dalam suatu wilayah. Cara-cara ini dilakukan dengan jalan mengawasi pengaruh golongan politik, mengontrol arus orang-orang asing, melakukan security screening kepada pegawai sipil dan kalau perlu mengadakan jam malam. Hal ini diperlukan untuk mengawasi kondisi kritis atau situasi yang sedang gawat.

Operasi security embarkasi adalah tindakan-tindakan security militer  dan security sipil untuk pengamanan maksud, tujuan dan pelaksanaan embarkasi. Hal ini dilakukan antara lain dengan cara penyaringan orang-orang sipil yang bekerja di pelabuhan laut dan udara, mengontrol kontak antara pasukan dengan orang-orang luar, termasuk keluarganya lalu melakukan embarkasi dibawah lindungan kegelapan. Dan gerakan juga mengadakan desepsi, sehingga siapa saja akan salah perhitungan.

Counter intelligence juga mempunyai pola operasi spesifik, yaitu suatu aktivitas yang dilakukan secara khusus dengan metode-metode counter intelligence yang terselubung, berupa operasi clandestine terhdap musuh dan organisasi-organisasi intel negara yang bukan sahabat dalam segala gerakannya.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: