//
you're reading...
Umum

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. III “Komposisi”)

Komposisi Komponen Intelijen

Intelijen tidak beridiri senidiri umumnya menginduk pada organisasi lain apakah itu organisasi pemerintah atau militer. Pengumpulan informasi yang disebut sin qua non of intelligence menjadi prosuk intelijen adalah pondasi dari semua rencana dan tindakan. Organisasi induk itulah sebagai sponsor, pemakai dan penggunaannya disebut user. Komponen user inilah yang akan melemparkan suatu masalah berupa Essential Element of Information atau unsur-unsur utama keterangan kepada staff intelijen yang akan dipecahkan adalah wadah organisasi intelijen.

Setiap organisasi intelijen dipimpin oleh seorang pimpinan yang disebut komponen unsur pempinan dengan wakil-wakilnya. Unsur pimpinan inilah yang memberikan pengarahan-pengarahan kepada eselon-eselon dibawahnya dalam melakukan tugas dan melakukan koordinasi dengan badan intelijen lainnya.

Komponen unsur-unsur staf, membantu unsur pimpinan dalam segala hal yang berhubungan dengan penyelesaian tugas intelijen. Banyaknya staf itu tergantung kepada kemajuan zaman, teknologi dan luasnya cakupan area yang menjadi tanggung jawabnya

Tugas dan kewajiban komponen unsur pelayanan adalah mensupport kebutuhan-kebutuhan logistik staf dan pimpinan. Komponen itulah yang mempersiapkan segala keperluan itu, disamping juga tugas dan kewajiban menyelesaikan administrasi intelijen dan penyelenggaraan arsiparis yang teratur.

Komponen unsur-unsur pelaksana adalah melibatkan seluruh staf. Staf perencana, staf apresiasi untuk produksi intel dan staf-staf ahli dengan berbagai keahlian, serta staf-staf yang memiliki petugas-petugas lapangan yang meyelidiki seluruh cabang kebudayaan umat manusia. Karena itu dari berbagai macam staf dengan tugas yang cukup luas serta agent-agent yang banyak pula, maka jumlah stafnya memang besar sekali

Komponen unsur supplier ialah yang mensupply agent-agent lapangan menyangkut logistik dan biaya serta surat-surat yang diperlukan bagi para agent sebagai identitas individu/pribadi dan identitas mengenai tugas dan jabatan. Tentu saja segala identitas itu tidak akan diperkenalkan sebagai identitas yang sesungguhnya. Sebagai suplier ia dapat bekerja di dalam dan di luar negeri, dengan usaha-usaha ekonomi yang legal.

Komponen unsur-unsur recruitment ialah suatu badan yang bertanggungjawab  me-recruit seorang calon agent hingga matang. Dialah yang memilih, mendidik, melatih serta mengajar sesuai policy, untuk agent apa seseorang itu ditugaskan. Pada mulanya akan diajarkan pengetahuan dasar intelijen, kemudian pengetahuan intelijen lanjutan, sesudah itu baru belajar spesialisasi yang dilengkapi dengan berbagai ilmu yang spesifik dan diberi pendidikan art of diplomacy. Recruitment itu memerlukan biaya dan waktu yang cukup lama. Recruiting inilah  yang menentukan sukses atau tidaknya agent itu nantinya dalam tugas-tugasnya. Hal ini dilakukan setelah diperoleh target person (spotting) dan clearance investigation (vetting) terhadap calon agent yang akan dilatih.  Persayaratan calon dalam hal kecerdasan tentu harus mempunyai Intelligence Quotient ( IQ ) yang tinggi, atau sedapat mungkin di atas high average dalam :

  • Kecakapan dalam belajar
  • Kesanggupan berpikir abstrak dan menarik hubungan-hubungan terhadap masalah-masalah yang dipecahkan
  • Kecakapan menggunakan pengalaman-pengalaman
  • Kecakapan dalam mempertimbangkan sesuatu
  • Keberhasialn dalam memecahkan masalah (problem solving) secara berulang.

Namun pada umumnya intelijen bukan saja diukur dalam kesanggupan belajar , penyesuaian berpikir dan pemecahan problem, tetapi juga suatu kemampuan dalam berbagai hal dalam situasi tertentu atau kemungkinan. Individu itu harus bisa menghadapi berbagai kondisi dan situasi serta bisa beradaptasi dengan alam sekitar, sehingga dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membuktikan keunggulannya. Oleh karena itu faktor Emotional Quotient ( EQ ) dan Spiritual Quotient ( SQ ) nya harus dapat membimbing IQ nya.

Fungsi-Fungsi Intelijen

Pada tulisan sebelumnya dijelaskan bahwa inteliejen sebagai suatu ilmu dan metode belum cukup dipahami oleh kalangan umum. Oleh karena itu banyak masyarakat menganggap intelijen merupakan bidang pekerjaan yang penuh diliputi dengan hal-hal yang misterius atau terkadang diberi tafsiran secara negatif. Intelijen sebagai suatu ilmu dan suatu alat bukan hanya digunakan bagi kebutuhan militer, bahkan sudah merupakan ilmu dan alat bagi kebutuhan umum guna memecahkan segala persoalan yang berkenaan dengan hidup dan penghidupan di dunia ini.

Sesuai dengan betuk tugasnya, intelijen bisa disebut sebagai inteljen strategi, intelijen operasional dan intelijen aktif. Sedangkan sesuai dengan sifatnya di sebut intelijen politik, intelijen ekonomi dan intelijen militer. Tugas intelijen meliputi banyak lapangan dengan segala seginya. Diantaranya lapangan politik, ekonomi dan militer. Sedangkan pekerjaan pokok dari intelijen adalah :

  • Melakukan penyelidikan (espionage)
  • Mengumpulkan (collection) dan mengolah segala keterangan (information)  dengan berbagai pendekatan multidisiplin ilmu
  • Tugas security
  • Melakukan gerakan rahasis (secret operations)
  • Menjalankan propaganda (psywar)
  • Melakukan sabotage.

Pimpinan perlu well inform mengenai situasi, keadaan, perkembangan suatu masalah atau medan-medan tertentu atau gejala-gejala dan gejolak-gejolak yang timbul di dalam dan di luar engeri, sehingga pimpinan mendapat early warning. Dengan demikian kemungkinan terjadinya kejutan pendadakan yang  merugikan akan terhindari. Intelijen berfungsi memberikan waktu yang cukup kepada pimpinan, karena produk intelijen digunakan sebagai landasan perencanaan dan dasar pokok dari segala kebijaksanaan dan tindakan pimpinan. Pimpinan perlu membuat petunjuk pelaksanaa suatu operasi intelijen. Karena itu, dengan berpedoman pada pertimbangan-pertimbangan intelijen akan sangat besar manfaatnya dalam melancarkan operasi secara terpadu. Intelijen juga dapat berfungsi untuk mencari dan menemukan serta menggalang orang yang tidak senang terhadap kegiatan intelijen. Yang tidak senang itu bukan hanya perseorangan saja, tapi mungkin juga secara institusi. Intelijen itulah yang mencocor secara terselubung sambil melindungi gerakan, aktivitas dan aksi-aksi para agent. Oleh sebab itu kegiatan intelijen harus terintegrasi, menyatu, jangan terpecah-pecah oleh aliran politik. Bukan politik yang memerintah intelijen, tetapi itelijen yang harus mendaulat politik. Oragnisasi intelijen harus bergabung kepada sentral organisasi intelijen secara terpadu. Demikian juga biro-biro yang berafiliasi kepada politik partai, harus berintegrasi dengan sentral organisasi intelijen.

Pembagian Intelijen

Intelijen Govermental

Intelijen govermental dibentuk oleh suatu pemerintahan negera yang langsung di bawah kepala negara yang bersangkutan. Kepala organisasi intelijen diangkat dan diberhentikan langsung oleh kepala negaranya. Agent-agentnya tersebar bukan saja di dalam negerinya sendiri, tetapi menyebar ke berbagai negara diseluruh penjuru dunia. Informasi-informasi dikumpulkan dengan dua cara yaitu secara terbuka dan tertutup. Hasil dari intelijen itu sangat berguna bagi negara untuk kekenyalan manuver politik hubungan luar negeri, baik di masa damai maupun di masa perang.

Kemajuan nasional suatu negara akan mendorong perkemabangan intelijen govermental secara sistematik bagi upaya penyelidikan seluruh aspek kebudayaan negara sasaran. Hal ini penting gunanya untuk mengetahui kemampuannya, kelemahannya dan alternatif cara bertindak dari negara sasaran itu. Sehingga cara pendekatan terhadapnya dapat diatur secara diplomatis, sebagai kebijakan nasional di bidang politik luar negeri. Sedangkan intelijen nasional memadukan pengetahuan yang telah dicapai oleh seluruh kemeterian pemerintah, untuk dipergunakan mendorong kelancaran politik nasional. Intelijen nasioanl melakukan kajian stategis intelijen govermental melalui pembangun sarana-sarana pemersatu bangsa, mulai dari fasilitas umum, fasilitas sosial, tempat tinggal, pembukaan lahan/areal dan menghubungkan antar wilayah yang terpecah-pecah, mempersatukan warga negara yang terdiri dari berbagai suku, etnis, agama, ras dan budaya dalam satu akte perjanjian yang kemudian di wujudkan dalam sebuah Undang-Undang yang mengikat setiap warga negara. Akte tersebut didokumentasikan dalam sebuah doktrin ideologi falasafah (filosofi perjuangan) negara yang sifatnya mutlak dan tegas dalam konteks kenegaraan. Untuk Indonesia sendiri akte tersebut adalah Pancasila dengan filosofi Proklamasi Kemerdekaan yang kemudian di dokumentasikan dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengikat setiap warga negara yang bersifat tegas dan mutlak dalam konteks kenegaraan adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jika memperhatikan keguanaannya, maka intelijen govermental berguna untuk kepentingan strategic intelligence yang disebut juga intelijen strategis. Inteliejen strategi ialah intelijen yang dibutuhkan untuk menentukan rencana-rancana  politik dan rencana-rancana militer, baik tingkat nasional, maupun tingkat internasional. Pada produksi intelijen strategis inilah sejumlah besar detail tentang intelijen dasar dari berbagai negara dikumpulkan, dan merupakan area study terhadap negara-negara asing. Komponen-komponen yang akan dinilai dalam area study terhadap negara sasaran kegiatan intelijen antara lain :

  • Kompoenen politik dan pemerintahan
  • Komponen biografi pejabat-pejabat penting
  • Komponen sosial budaya dan kerohanian/agama
  • Komponen ekonomi dan pembangunan
  • Komponen transportasi dan komunikasi
  • Komponen ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Komponen angkatan bersenjata dan intelijen
  • Komponen geografi

Dari hasil study tentang hal-hal di atas, akan diketahuilah kecenderungan-kecenderungan pemerintah dan rakyatnya dan akan diketahui pula, dimana letak keampuhan dan kelemahan serta kerawanannya, sehigga secara tepat akan jelaslah trend perkembangan negara sasaran kegiatan intelijen. Kebijakan kegiatan intelijen akan dapat diatur dengan pedoman hasil karya intelijen itu, karena intelijen itu dimaksudkan untuk menunjang kelancaran operasi intelijen. Itulah hal-hal strategis yang menentukan kebijaksanaan, rencana taktis dan politis serta aktifitas para agent lapangan dalam kegiatan intelijen terhadap negara sasaran.

Intelijen Militer

Intelijen militer merupakan suatu fungsi staf yang dipercaya sebagai asisten utama dari kepala kesatuan ditingkat komando. Namun tnaggung jawab intelijen  dan pengamanan, bukan hanya terletak pada para pejabat dan petugas intelijen (pengamanan) saja, tetapi merupakan tanggung jawab dari seluruh anggota kesatuan, baik militer maupun sipil, sehingga intelijen dan pengaman itu berfungsi komando bagi sleuruh anggota angkatan bersenjata, terutama di negara-negara dengan tingkat securitynya yang tinggi sekali.

Intelijen militer menitik beratkan ilmu pengetahuan tentang musuh yang penyelidikannya diselenggarakan dalam keadaan aman dan perang melalui kegiatan :

  • Mengumpulkan
  • Mencatat
  • Menganalisa
  • Menilai
  • Menafsirkan informasi yang aktual tentang musuh dan potensi-potensinya atau medan-medan operasi

Strategi intelijen militer menetapkan bahwa kekuatan dan kelemahan dari bangsa-bangsa asing itu, pada dasarnya dapat diketahui dari informasi tentang :

  • Geografi
  • Transportasi
  • Komunikasi dan struktur sosial
  • Institusi politik
  • Politik
  • Ekonomi
  • Ilmu pengetahuan
  • Persenjataan
  • Pejabat-pejabat atau individu-individu penting

Battle intelligence mementingkan pendeteksian kesatuan musuh meliputi :

  • Identifikasinya
  • Kekuatan
  • Disposisi
  • Organisasi
  • Perlengkapan
  • Taktik
  • Efisiensi tempur
  • Sejarah
  • Key-Officers yang memimpin pasukan musuh

Technical intelligence mempelajari cara musuh bertindak meliputi :

  • Karakter
  • Fisik
  • Kesanggupan
  • Keterbatasan materi musuh
  • Instalasi-instalasi objek-objek vital
  • Pemilihan target-target yang kritis yang menjadi sasaran utama (menjadi sasaran intel/agent lapangan)

Sumber-sumber yang dimanfaatkan :

  • Observasi personel
  • Aktivitas musuh
  • Hasil interograsi dari tawanan perang
  • Dokumen musuh yang berhasil diperoleh atau materialnya
  • Siaran-siaran (radio, televisi, surat kabar dll) musuh
  • Interpretasi fotografi
  • Peta-peta
  • Ramalan cuaca
  • Analisa Daerah Operasi (ADO)
  • Pengintaian dan laporan dari orang-orang ditempat tertentu
  • Merebut kembali personel militer dari mata-mata yang pada mulanya telah ditangkap oleh musuh

Dengan pemnfaatan alat teknologi :

  • Camera
  • Radio
  • Pesawat udara (berawak dan tanpa awak)
  • Radar
  • Kekuatan nuklir
  • Peluru kendali
  • Elektronika dan satelit yang dibuat untuk observasi
  • Pengintaian dan penyelidikan
  • Pengolahan data dengan komputer

Intelijen Perang (Combat Intelligence)

Intelijen perang ialah ilmu pengetahuan  tentang musuh dan keadaan cuaca serta hal-hal yang penting-penting tentang musuh dan keadaan cuaca serta hal-hal yang penting-penting tentang geografi yang dibutuhkan oleh Panglima/Komandan (user) dalam perencanaan dan memimpin taktik-taktik mobilitas operasi. Jelas dalam definisi itu pengetahuan tentang medan pertempuran dari segala segi mutlak harus diketahui, tidak ada tawar menawar lagi. Demikian pula dalam mengadakan operasi-operasi intelijen hal-hal tersebut harus pula diketahui dan dipelajari.

Harus dimengerti analisa daerah operasi darat, laut dan udara. Justru hal itu harus dikembangkan pula maritime intelligence, naval intelligence, dan air intelligence (intelijen udara) dan dalam KAMTIBMAS ada petugas detectives. Mereka itulah yang membuat Analisa Daerah Operasi (ADO) Darat. ADO Laut, ADO Udara dan hasil detective dalam KAMTIBMAS. Gunanya adalah untuk taktik operasi tempur dikalangan militer. Dalam ADO itu tercantum juga penyelidikan terhadap IPOLEKSOSBUDMILAG (ideologi-politik-sosial-budaya-militer-agama). Oleh karena itu intelijen strategis dan intelijen taktis saling melengkapi dan keduanya dapat dipergunakan oleh intelligence govermental dan intelligence military.

ADO Darat itu menyelidiki seluruh komponen yang berhubungan dengan :

  • Geograpfi dan Topografi
  • Ideologi-Politik
  • Agama dan Kepercayaan
  • Sosial Budaya
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Perhubungan
  • Pendidikan
  • Keamanan
  • Tingkat kerawanan-kerawanan yang terjadi

ADO Darat ini bukan saja penting untuk taktis, tetapi juga untuk strategis. Biasanya setiap tahun diperbaiki sesuai kebutuhan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi pada daerah yang bersangkutan.

Intelijen maritim adalah salah satu bagian dari intelligence govermental sedangkan intelijen matra mandala laut yang disebut naval intelligence adalah salah satu aspek dari intelligence military. Namun dalam intelijen maritim telah tercakup pula naval intelligence yang tujuan utamanya adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta kemungkinan cara bertindak negara asing dalam bidang tempur armada lautnya dan untuk menempatkan penguasaan dan pengawasan laut setiap saat, serta sanggup mencegah digunakannya lautan oleh musuh dalam perang, dibarengi dengan  pengetahuan yang luas tentang maritime intelligence bukan hanya matra laut nasional, tetapi seluruh sea power dan keadaan pantai, serta laut-laut negara asing. Visi maritime harus dikembangkan di bidang intelijen. Bangsa yang unggul dalam sea power mampu mempertahankan dan menjadi raksasa di dunia. Sejarah mencatat bagaiman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit mampu menguasai wialayah asia karena armada lautnya yang kuat, oleh karena itu Ilmu Kelautan harus dimikili oleh bangsa ini dan jiwa bahari harus ditegakkan pula. Penyelidikan intelijen maritim dan naval intelligence meliputi :

  • Kekuatan militer yang meliputi : (1) Kekuatan armada tempur berbagai jenis kapal perang; (2) Kapal induk; (3) Destroyer; (3) Fregat; (4) Kapal selam nulir atau non nuklir; (5) Beserta persenjataan dan lain-lain
  • Kekuatan non militer yang meliputi : (1) Konstruksi bangunan kapalnya; (2) armada niaga nasional maupun swasta; (3) kapal perikanan; (4) armada pelayaran rakyat; (5) alur pelayaran; (6) data-data pelabuhan; (7) fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kapal; (8) galangan-galangan kapal
  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi meliputi : (1) oceanography; (2) hidrography; (3) geography; (4) topography pantai-pantai; (5) industri maritim yang menunjang; (6) pengeboran minyak lepas pantai; (7) hasil-hasil kekayaan laut dan pengolahannya; (8) survey lepas pantai; (9) daerah pantai yang rawan

Intelijen udara berfungsi membuat produk intelijen sehingga terpenuhi fungsinya membuat target intelijen, menentukan sautu unit kepunyaan musuh seperti instalasi, persenjataan atau seperangkat perlengkapan, selain itu fungsinya juga sebagai Flak Intelligence yaitu menentukan lokasi tembakan meriam penangkis udara untuk memenuhi fungsi briefing dan debriefing terhadap air craft wing

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: