//
you're reading...
Pendidikan

Suatu Pengantar “Pendidikan Pengenalan Intelijen” (Bag. II “Fungsi-Peran Otak”)

Fungsi Peran Otak dalam Dunia Intelijen

Intelijen sebagai ilmu dan metode belum cukup di pahami oleh kalangan umum,disebabkan pengaruh cerita-cerita detektif atau film-film yang menegangkan yang bertemakan spionase (espionage). Bahkan dikalangan anggota kepolisian dan militer serta pejabat pemerintahan pun masih banyak yang belum mempunyai pengertian tentang hal tersebut. Anggapan yang berkembang bahwa intelijen merupakan bidang pekerjaan yang penuh diliputi dengan hal-hal yang misterius atau terkadang diberi tafsiran secara negatif. Sedangkan dalam pandangan umum intelijen hanya tugas kepolisian dan militer, sehingga stigma rasa takut dan trauma apabila seseorang berhadapan dengan petugas intelijen.

Perlu dipahami bahwa intelijen sebagai suatu ilmu dan suatu alat, bukan hanya digunakan bagi kebutuhan angkatan bersenjata. Bahkan sudah merupakan alat bagi kalangan umum, guna memecahkan persoalan yang berkenaan dengan hidup dan penghidupan di dunia ini.

Kata intelijen berasal dari bahasa latin, yaitu intelligens yang tersimpul di dalamnya kata cerdas yang selanjutnya dapat dikatakan berpokok pangkal pada akal. Akal merupakan suatu ikatan antara pikiran, perasaan dan kemauan. Pengintegrasian pikiran, perasaan dan kemauan secara holistik dipakai untuk memelihara budi pekerti dan kecerdasan otak, guna menyelamatkan penghidupan manusia. Oleh karena otak merupakan pawngkal dari alat lahiriyah, maka otak selain berfungsi untuk menerima kenyataan dari segala kejadian dan keadaan di luar badannya, juga sebgai alat menyatakan kehadiran manusia sebagai makhluk utama di dunia fana ini, sehingga membuat manusia sadar akan jati dirinya dan sadar akan keberadaan alam sekelilingnya.

Otak manusia menerima berbagai kenyataan dari segala kejadian dan keadaan di luar tubuh melalui alat-alat panca indera. Dengan otak, manusia dapat mengenal dan takjub akan keindahan alam sekelilingnya (the present) teringat kepada apa yang pernah dialaminya (the past) dan mampu memperkirakan peristiwa-peristiwa yang akan datang (the future).

Rasa takjub merangsang penggunaan indera pemerhati. Proses penginderaan menimbulkan daya pikir. Proses berpikir membawa kepada perenungan (insight) yang menghasilkan kenyataan yang masih perlu dibuktikan (hypotesis).

Dalam upaya mencari kebenaran hypotesis tadi kita akan mencapai tingkat mengetahui yaitu syntesis dan pada tingkat selanjutnya akan menemukan kenyataan sejati (aksioma). Pada aksioma ini, panca indera tubuh biasanya kurang mampu memahaminya, karena kenyataan sejati hanya dapat ditangkap oleh indera batin yang disebut “budi” census interior. Dengan demikian maka otak merupakan alat berpikir bagi jasmani, sedangkan budi merupakan alat berpikir bagi rohani.

Dalam penggunaan intelijen sebagai ilmu dan alat (science and method), kita tidak hanya menyandarkan atas perhitungan lahiriyah saja (mathematic materialistics) tetapi harus melalui penggalian lebih dalam secara metafisika (immaterial)

Hakikat intelijen yang tergambar pada basic definition berwujud ilmu, aktivitas dan organisasi. Ilmu berupa ide-ide yang terdapat di dalam hasil rumusan atau produk intelijen. Aktivitas berupa gerakan atau action dari berbgai kegiatan dan operasi yang dilakukan seseorang selaku petugas intel. Intelijen harus terorganisir, kerena dengan wadah organisasi itulah intelijen mempunyai kelayakan dalam menetapkan arah gerakan serta tujuan yang hendak dicapai dalam skala yang lebih besar, dibanding intelijen yang tidak terorganisir. Komposisi intelijen terdiri dari komponen-komponen intelijen yang akan bergerak melalakukan suatu proses kegiatan. Sedangkan intelijen sebagai ilmu, aktivitas dan organisasi terletak pada keterangan-keterangan (informasi) yang dikumpulkan , di olah dengan kecerdasan akal dan budi oleh staff intelijen menjadi produk yang siap digunakan atau terus diperbaharui sesuai proses intelligence cycle.

Bila di telaah kita dapati berbgai gerak intelijen yang meliputi lapangan politik, peperangan, ekonomi dan sosial. Oleh karena itu intelijen dalam menentukan perimbangan keadaan guna memecahkan segala persoalan, keadaan yang perlu dipelajari, keadaan yang sedang berlaku harus diikuti dengan seksama agar keadaan yang akan datang dapat diperhitungkan. Perjuangan itu menyangkut perjuangan lahir dan batin yang keduanya akan membawa pada kemenangan. Oleh karena itu dalam melangsungkan perjuangan dapat dipelajari dan dimanfaatkan. Sebab perjuangan yang tidak disertai dengan perencanaan (planning) , siasat (strategy), dan muslihat (taktik) tidak akan mampu membawa ke arah jalan kemenangan (victory).

Dengan demikian kesadaran intelijen itu wajib dimiliki oleh setiap orang tanpa terkecuali, karena intelijen itu sebagian dari ilmu yang harus dikembangkan dan dipelajari sesuai dengan kemajuan dan tuntutan zamannya, dan bahkan sampai akhir kehidupan manusia di bumi. Selanjutnya intelijen sebagai yang berfungsi sebagai sesuatu kegiatan atau aksi yang dilakukan oleh petugas intelijen dalam berbagai bentuk usaha, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan yang ditujukan untuk membantu penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: