//
you're reading...
Pendidikan

Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif  merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (Eggen and Kauchak, 1996:279)

Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya.

Berikut tabel perbedaan kelompok belajar kooperatif dengan kelompok belajar konvensional (Killen, 1996)

Kelompok Belajar Kooperatif Kelompok Belajar Konvensional
Adanya saling ketergantungan positif, saling membantu, dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok
Adanya akuntabilitas indivisual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok, dan kelompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang memberikan bantuan Akuntabilitas indivuala sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok, sedangkan anggota kelompok lainnya hanya “mendompleng” keberhasilan “pemborong”
Kelompok belajar heterogen, baik dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnik, dan sebaginya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang memberikan bantuan Kelompok belajar biasanya homogen
Pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para kelompok Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing – masing
Keterampilan sosial yang dieprlukan dalam kerja gotrong royong seperti kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, mempercayai orang lain, dan menglola konflik secara langsung diajarkan Keterampilan sosial sering tidak secara langsung diajarkan
Pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung guru terus melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi jika terjadi masalah kerjasama antar anggota kelompok Pemantauan melalui observasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar sedang berlangsung
Guru memperhatikan secara proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar
Penekanan tiadak ahanya pada penyelesaian tugas tetapi juga pada hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling menghargai) Penekanan sering hanya pada penyelesaian tuga

Struktur tujuan kooperatif terjadi jika siswa dapat mencapai tujuan mereka hanya jika siswa lain dengan siapa mereka bekerja sama mencapai tujuan tersebut. Tujuan-tujuan pembelajaran ini mencakup tiga jenis (1) hasil belajar akademik (2) penerimaan terhadap keragaman (3) pengembangan keterampilan sosial (Ibrahin dkk, 2000:7)

Pembelajaran kooperatif memberikan peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantungan  satu sama lain atas tugas-tugas bersama dan melalui pembangunan struktur penghargaan kooperatif, belajar untuk menghargai satu sama lain (Trianto, 2007:44)

Keterampilan sosial atau koperatif berkembang secara signifikan dalam pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif sangat tepat digunakan untuk melatih keterampilan-keterampilan kerjasama dan kolaborasi dan juga keterampilan tanya-jawab (Ibrahim dkk, 2000:9)

Lugren (dalam Ratumanan, 2002) menyusun keterampialn-keterampilan kooperatif dalam tiga tingkatan sebagai berikut :

Keterampilan kooperatif tingkat awal, antara lain :

  • Berada dalam tugas yaitu menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya
  • Mengambil giliran dan berbagi tugas, yaitu menggantikan teman  dengan tuags tertentu dan mengambil tanggung jawab tertentu dalam kelompok
  • Mendorong adanya partisipasi, yaitu memotivasi semua anggota kelompok untuk memberikan kontribusi dan
  • Menggunakan kesepakatan yaitu menyamakan persepsi/pendapat

Keterampilan kooperatif tingkat menengah antara lain :

  • Mendengarkan dengan aktif,yaitu menggunakan pesan fisik dan verbal agar pembicara mengetahui Anda secara energik menyerap informasi
  • Bertanya, yaitu meminta atau menanyakan informasi atau klarifikasi lebih lanjut
  • Menafsirkan yaitu menyampaikan kembali informasi dengan kalimat berbeda
  • Memeriksa ketepatan yaitu membandingkan jawaban, memastikan bahwa jawaban tersebut benar

Keterampilan kooperatif tingkat akhir antara lain :

  • Kempuan mengelaborasi yaitu memperluas konsep, membuat kesimpulan dan menghubungkan pendapat-pendapat  dengan topik tertentu

Disamping itu ada beberapa unsur-unsur dasar yang perlu untuk ditanamkan agar pembelajaran kooperatif dapat berjalan lebih efektif lagi diantaranya :

  • Harus memiliki persepsi yang sama
  • Memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, di samping tanggung jawab terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi yang dihadapi
  • Harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujan yang sama
  • Harus membagi tugas dan berbagi tanggungjawab sama besarnya di antara para anggota kelompok
  • Akan diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok
  • Berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerjasama selama belajar
  • Akan diminta pertanggungjawaban secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif

Dengan demikian pembelajran kooperatif memiliki ciri-ciri tertentu dibandingkan dengan pembelajaran lainnya, Arends (1997:111) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar
  • Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang dan rendah
  • Bila memungkinkan anggota kelompok dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam
  • Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu

Dengan demikian keberhasilan pembelajaran ini tergantung dari keberhasilan masing-masing individu dalam kelompok, dimana keberhasilan tersebut sangat berarti untuk mencapai tujuan yang positif dalam belajar kelompok

Langkah-langkah pembelajaran kooperatif (Ibrahim dkk, 2000:10)

Fase

Tingkah Laku Guru

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar

Menyajikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bacaan

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas

Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok

Beberapa Variasi dalam Model Cooperative Learnig (Ibrahim dkk, 2000:29)

STAD

Jigsaw

TGT

TPS

Tujuan kognitif Informasi akademik sederhana Informasi akademik sederhana Informasi akademik tingkat  tinggi dan keterampilan inquiri Informasi akademik sederhana
Tujuan sosial Kerja kelompok dan kerjasama Kerja kelompok dan kerjasama Kerjasama dalam kelompok yang kompleks Ketrampilan kelompok dan keterampilan sosial
Struktur tim Kelompok belajar heterogen dengan 4-5 orang anggota Kelompok belajar heterogen dengan 5-6 orang anggota mengguankan pola kelompok “asal” dan kelompok “ahli” Kelompok belajar heterogen antara 5-6 orang anggota Bervariasi, berdua, bertiga, kelompok dengan 4-5 orang anggota
Pemilihan topik Biasanya guru Biasanya guru Biasanya siswa Biasanya guru
Tugas utama Siswa dapat menggunakan lembar kegiatan dan saling membantu untuk menuntaskan materi belajarnya Siswa mempelajari materi dalam kelompok “ahli” kemudian membantu anggota kelompok asal mempelajari materi itu Siswa menyelsaikan inquiri kompleks Siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan secara sosial dan kognitif
Penilaian Tes mingguan Bervariasi dapat berupa tes mingguan Menyelesaikan proyek dan menulis laporan, dapat menggunakan tes essay Bervariasi
Pengakuan Lembar pengakuan dan publikasi lain Publikasi lain Lembar pengakuan dan publikasi lain Bervariasi

bersambung…..lihat  “Model Pembelajaran Kooperatif”

Iklan

About aliwear

Tenaga Edukatif Politeknik Perikanan Negeri Tual

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: